Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

URGENSI KEBERADAAN BADAN PERADILAN KHUSUS DALAM PERSPEKTIF KELEMBAGAAN NEGARA DI INDONESIA Faizal Aziz; Agus Riwanto; Andina Elok Puri Maharani
Res Publica: Jurnal Hukum Kebijakan Publik Vol 9, No 1 (2025): April
Publisher : Department of the Constitutional Law, Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/respublica.v9i1.83258

Abstract

Pengembalian kewenangan memutus perselisihan hasil pemilihan kepala daerah kepada Mahkamah Konstitusi berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 bukanlah pilihan yang tepat. Hal ini dikarenakan dalam praktik penyelesaian perselisihan hasil pemilihan di Indonesia selama ini sering kali tidak dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat. Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui keberadaan Badan Peradilan Khusus dalam memutus perselisihan hasil pemilihan kepala daerah berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 dan untuk mengetahui model ideal lembaga penyelesaian perselisihan hasil pemilihan kepala daerah dalam perspektif kelembagaan negara di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif-analitis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, pendekatan komparatif, dan pendekatakan konseptual. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan teknik pengumpulan bahan hukum menggunakan studi kepustakaan. Bahan hukum yang telah diperoleh selanjutnya dianalisa menggunakan teknik silogisme-deduktif. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa keberadaan Badan Peradilan Khusus dalam memutus perselisihan hasil pemilihan kepala daerah berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022 untuk saat ini tidak akan ada karena kewenangan tersebut telah dikembalikan kepada Mahkamah Konstitusi. Akan tetapi, penulis memperoleh pemahaman bahwa Badan Peradilan Khusus merupakan model lembaga penyelesaian perselisihan hasil pemilihan kepala daerah yang ideal dalam perspektif kelembagaan negara di Indonesia. Adapun dalam mekanisme pembentukannya, mentransformasikan Bawaslu menjadi Badan Peradilan Khusus otonom merupakan pilihan yang paling realistis dan konstitusional.
Analisis Perlindungan Hukum bagi Para Pemegang Hak Atas Tanah dengan Adanya Sertipikat Ganda Risha Khonza Persada; Jadmiko Anom Husodo; Andina Elok Puri Maharani
Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum 2022: Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendaftaran tanah yang diadakan sebagai upaya untuk memberikan jaminan perlindungan kepastian hukum kepada para pemegang hak, justru membuat para pemegang hak merasa tidak diberikan perlindungan dengan munculnya Sertipikat Ganda yang mana merupakan sertipikat resmi yang di terbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional. Masalah sertipikat ganda menimbulkan keresahan bagi pemegang hak dikarenakan rawan terjadinya gugatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perlindungan hukum pemegang hakatas tanah dengan adanya sertipikat ganda, penelitian ini menggunakan metode normative, bersifat preskriptif serta pendekatan perundang-undangan.Hasil dari penelitian ini, Sertipikat Ganda muncul karena factor kelalaian Badan Pertanahan Nasional dan kurang sempurnanya system pendaftaran tanah.Perlindungan hukum bagi pemegang sertipikat ganda berdasarkan ketentuan PP 24 Tahun 1997 dan sengketa ini dapat diselesaikan dengan jalur kekeluargaan dan melalui Pengadilan.