Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN HANDWASH SERBUK EKSTRAK DAUN BIDARA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Syaifullah Saputro; Mifta Khaerati Ikhsan; Tamzil Azizi Musdar; Asti Vebriyanti Asjur
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 15, No 1 (2023): AS-SYIFAA JURNAL FARMASI
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56711/jifa.v15i1.972

Abstract

Bidara leaf is a plant that has the potential to act as an antiseptic. The bidara plant contains various compounds such as flavonoids, alkaloids, triterpenoids, saponins, lipids, and proteins. When kneaded, bidara leaves can produce foam and emit a highly fragrant aroma. The objective of this study was to determine the antibacterial activity of bidara leaf in the formulation of powdered hand wash soap and to identify the effective concentration of bidara leaf extract against Staphylococcus aureus bacteria. The results of the study showed that the hand wash soap preparation containing bidara leaf ethanol extract powder exhibited antibacterial activity against Staphylococcus aureus, with a very strong inhibition zone. Among the formulations, the concentration of 5% in formulation 3 demonstrated the highest inhibitory power of 21.8 mm, classified as a very strong inhibitory power
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL BIJI KALABET (TRIGONELLA FOENUM-GRAECUM) DENGAN BASIS KRIM TIPE M/A DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP (STAPHYLOCOCCUS AUREUS) Mifta Khaerati Ikhsan; Syaifullah Saputro; Asti Vebriyanti Asjur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18055

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Salah satu tanaman sebagai bahan obat yang digunakan adalah Biji Kelabet (Trigonella foenum-graecum L.). Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul, jerawat serta infeksi pada luka. Sediaan krim merupakan salah satu sediaan farmasi yang digunakan secara topikal untuk pengobatan berbagai penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Ekstrak Biji Kelabet dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dengan basis tipe M/A serta untuk mengetahui sediaan krim mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Uji stabilitas yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji viskositas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat dengan menggunakan metode Cycling test dan uji aktivitas antibakteri sediaan menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji stabilitas tidak terdapat perbedaan hasil, baik sebelum cycling test maupun setelah cycling test. Pada uji aktivitas antibakteri dimana pertumbuhan bakteri dihambat oleh antibakteri pada sediaan krim Ekstrak Biji Kelabet dengan konsentrasi  5% dengan diameter daya hambat 8,5  mm, 10% dengan diameter daya hambat 10 mm dan 15% dengan diameter daya hambat 10,5 serta Kontrol positif  (Gentamicin 0,1%) dengan diameter daya hambat 26,6 mm. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sediaan Krim Ekstrak Biji Kelabet dapat diformulasikan menjadi sediaan krim antibakteri dan memenuhi evaluasi stabilitas serta mempunyai aktivitas antibakteri dengan konsentrasi optimal 5% dengan zona hambat 8,5 mm yang sudah dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Formulasi dan Uji Efektivitas Shampo Antiketombe Minyak Atsiri Seledri (Apium graveolens) terhadap Jamur Candida albicans: Formulation and Effectiveness Test of Anti-dandruff Shampoo Essential Oil of Celery (Apium graveolens) against Candida albicans Fungus Asti Vebriyanti Asjur Asjur; Syaifullah Saputro; Tamzil Azizi Musdar; Mifta Khaerati Ikhsan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i5.1265

Abstract

Celery plants contain limonene which belongs to the terpen group which has the potential as antifungal. This study aims to determinethe formulation of celer essential oil anti-dandruff gel shampoo that meets the physical quality requirements with a concentration 0f 1%, 5%, 10%, and to test the effectiveness of celery essential oil anti- dandruff gel shampoo against the fungus Candida albicans that causes dandruff. The research method was carried out experimentally by making an anti-dandruff gel shampoo formula containing celery (Apium graveolens) essential oil and testing its effectiveness against the fungus Candida albicans that causes dandruff using the well method. This study tested the antifungal effectiveness of essential oil anti-dandruff gel shampoo from formula 0 without celery essential oil (blank) as a negative control, formula 1 with 1% celery essential oil concentration, formula 2 with 5% celery essential oil concentration, formula 3 with 10% celery essential oil concentration, and dandruff shampoo containing 2% ketoconazole as a positive control. The result showed that 1. Celery essential oil can be formulated into anti-dandruff gel shampoo preparations that meet the physical quality requirement. 2. The antifungal effect of celery essential oil anti-dandruff gel shampoo on Candida albicans fungus is very strong with an average inhibitor zone diameter of 20,36 mm in formula 1 21,40 mm in formula 2, 21,60 mm in formula 3. There were differences in the inhibitor vale of each concentration of celery essential oil gel shampoo (p<0,05). Concentration of 5% has provided an optimal effect in inhibiting the growth of the fungus Candida albicans.
Uji Aktivitas Serum Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Suhenro, Suhenro; Sukara, Muhammad Akmal A.; Setiawan, Prayitno; Saputro, Syaifullah; Ikhsan, Mifta Khaerati; Musdar, Tamzil Azizi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1308

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu bahan alam yang kaya senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serum sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan yaitu experimental di laboratorium, dengan membuat sediaan serum dari ekstrak etanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan variasi konsentrasi 4%, 8%, dan 12% dan menguji aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan metode cakram. Hasil formula serum menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan sebelum dan sesudah cycling test baik pada pengujian organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, maupun kelembaban, dimana tiap formula masih memenuhi range normal sediaan serum. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) pada konsentrasi 4%, 8% dan 12% dapat menghambat bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,5 mm, 15,3 mm dan 18,6 mm.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU APOTEKER TERKAIT PEREDARAN OBAT PALSU DI KABUPATEN PANGKEP Saputro, Syaifullah; Hasmar, Wahyu Nuraini; Musdar, Tamzil Azizi; Ikhsan, Mifta Khaerati; Asjur, Asti Vebriyanti; Santi, Elvira; Bakri, Alfiyani
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 17, No 1 (2025): AS-SYIFAA JURNAL FARMASI
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56711/jifa.v17i1.1321

Abstract

Analisis Pengaruh Umur Terhadap Indeks Massa Tubuh Akseptor Hormonal di Puskesmas Sudirman, Agriawan; Ikhsan, Mifta Khaerati; Dilla, Sri Fatma; Pratiwi, Rizky Indah; Suhenro
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.374

Abstract

Peningkatan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering terjadi pada pengguna kontrasepsi hormonal. Faktor usia turut mempengaruhi metabolisme tubuh dan respons terhadap hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase peningkatan berat badan dan mengetahui pengaruh umur terhadap IMT pada akseptor hormonal di Puskesmas Baroko, Enrekang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan cross-Sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas akseptor berada pada kelompok usia 30-39 tahun (56,5%0, sebagian besar memiliki IMT dalam kategori obesitas kelas I (43,5%) dan kelebihan berat badan (38,7%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara umur dan IMT (r = 0,603; p < 0,001). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara umur dengan IMT pada akseptor hormonal.
Pemberdayaan Kader Posyandu terkait Pembuatan Kerupuk Ikan Teri sebagai Makanan Tinggi Kalsium dalam Penanganan Stunting Khaerati Ikhsan, Mifta; Syahrir, Sri Sukmawaty; Saputro, Syaifullah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1392

Abstract

Posyandu Gantinga di Desa Bonto Mate’ne, Kabupaten Jeneponto, menghadapi masalah stunting dengan prevalensi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 39,8%. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya pemanfaatan potensi lokal, seperti ikan teri, yang kaya nutrisi namun belum diolah secara optimal. Pengabdian ini bertujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi angka stunting. Metode yang digunakan mencakup perencanaan, pelatihan, dan evaluasi. Sebanyak 15 peserta, termasuk kader Posyandu, dilibatkan dalam pelatihan pengolahan ikan teri menjadi produk bernilai jual tinggi dan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait stunting, dengan rata-rata skor posttest meningkat sebesar 9,5 poin. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah ikan teri meningkat secara signifikan dari 0% menjadi 95%. Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga berpotensi menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Dampak jangka panjangnya meliputi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui produk lokal bernilai jual tinggi serta keberlanjutan program melalui pemberdayaan kader Posyandu