Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sistem Otomatisasi Rumah untuk Mengatur Perangkat Listrik pada Saat Beban Puncak Liandana, Made; Putra, Made Agus Wirahadi
Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I) 2015
Publisher : Proceedings Konferensi Nasional Sistem dan Informatika (KNS&I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.554 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer karena hampir setiap kegiatan manusia memerlukan listrik. Akan tetapi, kebutuhan listrik dengan pasukan yang tersedia tidak seimbang sehingga menimbulkan krisis listrik. Tentunya bagi pengguna listrik harus melakukan penghematan listrik. Penghematan penggunaan energi listrik dapat dilakukan dengan cara mengurangi pemakaian listrik pada saat beban puncak. Pengurangan pemakaian pada dapat dilakukan dengan mematikan perangkat-perangkat listrik pada jam-jam beban puncak. Untuk membantu penghuni rumah mematikan perangkat listrik secara tepat waktu sesuai dengan jam-jam beban puncak diperlukan sistem otomatisasi rumah. Sistem yang dibangun pada penelitian ini menggunakan single board computer sebagai unit pengendalinya. Sedangkan teknik yang digunakan untuk men-trigger unit pengendali untuk mematikan atau menyalakan perangkat listrik berupa waktu. Waktu yang dimaksud adalah waktu dari beban puncak pemakain listrik. Selain waktu parameter lain yang digunakan untuk menentukan apakah perangkat listrik dimatikan atau dinyalakan adalah prioritas dari setiap perangkat listrik. Terdapat dua prioritas yaitu tinggi dan rendah. Prioritas tinggi artinya perangkat listrik tersebut tidak dapat dimatikan oleh sistem karena akan mengganggu aktivitas dari penghuni rumah. Sedangkan prioritas rendah berarti perangkat listrik tersebut dapat dimatikan. Dari hasil pengujian sebanyak 42 kali, teknik yang diusulkan dapat mematikan dan menyalakan perangkat listrik secara tepat waktu.
Ekstraksi Garis Pantai Pada Citra Satelit Landsat dengan Metode Segmentasi dan Deteksi Tepi I Putra, I Made Agus Wirahadi; Susanto, Adhi; Soesanti, Indah
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.95 KB)

Abstract

Garis pantai merupakan kawasan yang dinamis yang dapat berubah setiap saat.Perubahan ini disebabkan oleh adanya abrasi dan akresi.Pemantauan terhadap perubahan garis pantai dapat dilakukan dengan menggunakan citra satelit.Analisis citra satelitmemberikan data yang lengkap dan dapat dilakukan   dengan sedikit atau tanpa bantuan manusia. Makalah ini, menggunakan metode segmentasi dan deteksi tepi pada multi-spektrum yang berkeja secara otoimatis. Proses pemunculan informasi garis pantai dilakukan dalam dua tahapan, yaitu pre-processing dan processing. Pre-processing merupakan tahapan awal yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas masing-masing citra (noise remover dan edge enhancement).Tahapan processing merupakan tahapan pemunculan informasi garis pantai dengan segmentasi dan deteksi tepi.Penerapkan metode ini diharapkan dapat memunculkan informasi mengenai garis pantai.
Pengembangan Aplikasi Citra Digital Untuk Mengubah Citra Greyscale Menjadi Citra Berwarna Wirahadi P, I Md Agus; Kesiman, Made Windu Antara; Wahyuni, Dessy Seri
Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika : JANAPATI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3399.872 KB) | DOI: 10.23887/janapati.v2i1.9757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi pewarnaan citra greyscale secara otomatis, dengan mengimplementasikan algoritma Global Image Matching. Inputan dari aplikasi ini adalah citra yang berekstensi bitmap (*.bmp). Terdapat 2 macam pilihan pewarnaan citra greyscale yaitu colorization  dan image sequences. Kedua pemrosesan tersebut memiliki perbedaan pada jumlah citra input dan citra output. Pada colorization,citra input yang digunakan adalah 1 buah citra greyscale dan 1 buah citra warna dan akan menghasilkan 1 buah citra output sedangkan pada image sequences menggunakan 1 buah citra greyscale dan 3 buah citra warna dimana pada pemrosesan ini akan menghasilkan 12 citra output. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi pewarnaan citra greyscale mampu melakukan proses pewarnaan citra greyscale secara mudah. Perangkat lunak aplikasi pewarnaan citra greyscale dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi 2010.
PENGEMBANGAN APLIKASI CITRA DIGITAL UNTUK MENGUBAH CITRA GREYSCALE MENJADI CITRA BERWARNA Agus Wirahadi Putra, I Made
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v1i3.19540

Abstract

This study aims at designing and developing an automatic greyscale image coloring application by implementing Global Image Matching. The input of this application is an image with bitmap (*.bmp) extension. There are two ways of coloring greyscale image, colorization and image sequences. Both of these ways have differences in the amount of the input and the output. In colorization, the input image that will be used is a greyscale image and a color image in which through this process it will be produced an output image. Meanwhile in image sequence, a greyscale image and three color images are used as the input and this will produce twelve output images. Based on the result of the study, greyscale image coloring application can be easily used in coloring the greyscale image. The software that can be used to develop the greyscale image coloring application is Delphi 2010 programming language.
Klasifikasi Citra Satelit Dengan Menggunakan Algoritma K-Means I Made Agus Wirahadi Putra
Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi 2018: Proceeding Seminar Nasional Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SENSITEK)
Publisher : STMIK Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/pss.v1i1.913

Abstract

Desa adat dalung merupakan salah satu wilayah di kabupaten badung yang mengalami dampak perubaha yang diakibatkan oleh perkembangan kota Denpasar. dampak yang ditimbulkan seperti peningkatan jumlah penduduk dimana peningkatan ini mencapai 7,6% pada tahun 2010. Dampak dari peningkatan jumlah penduduk adalah kebutuhan lahan hunian. Banyak lahan yang beralih fungsi menjadi kawasan hunin demi menunjang kebutuhan akan hunian. Lahan yang sering mengalami alih fungsi adalah lahan vegetasi atau lahan hijau. Lahan vegetasi merupakan wilayah yang ditumbuhi oleh ekosistem tanaman menunjang kebutuhan disekitarnya. Pengawasan akan wilayah vegetasi menjadi sangat sulit untuk dilakukan mengingat luas wilayah yang dimiliki. Salah satu cara untuk dapat mengobservasi area vegetasi dengan menggunakan pengindraan jauh dan analisis image processing. Untuk dapat melakukan observasi dengan image processing dibagi kedalam 2 tahapan. Dimana tahap pertama yaitu preprocessing dan tahap kedua adalah processing. Preprocessing berkaitan dengan proses akuisis data satelit, noise filtering dan peningkatan kualitas citra. Sedangkan pada tahap processing yaitu dengan membagi citra kedalam 2 wilayah yaitu wilayah vegetasi dan non vegetasi dengan pendekatan metode k-means clastering serta proses morfologi. Hasil dari penelitian ini menunjukan klasifikasi citra dengan menggunakan k-means dapat dilakukan.
PENGEMBANGAN APLIKASI CITRA DIGITAL UNTUK MENGUBAH CITRA GREYSCALE MENJADI CITRA BERWARNA I Made Agus Wirahadi Putra
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 1 No. 3 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v1i3.19540

Abstract

This study aims at designing and developing an automatic greyscale image coloring application by implementing Global Image Matching. The input of this application is an image with bitmap (*.bmp) extension. There are two ways of coloring greyscale image, colorization and image sequences. Both of these ways have differences in the amount of the input and the output. In colorization, the input image that will be used is a greyscale image and a color image in which through this process it will be produced an output image. Meanwhile in image sequence, a greyscale image and three color images are used as the input and this will produce twelve output images. Based on the result of the study, greyscale image coloring application can be easily used in coloring the greyscale image. The software that can be used to develop the greyscale image coloring application is Delphi 2010 programming language.
Pengembangan Media Pembelajaran Bermuatan Conceptual Change untuk Perkuliahan Sistem Elektronika Putu Pande Agus Santoso; I Made Agus Wirahadi Putra; Anak Agung Ayu Meitridwiastiti
Jurnal Sistem dan Informatika (JSI) Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.056 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah dihasilkannya media pembelajaran bermuatan conceptual change, mendeskripsikan tingkat validitas dan efektifitasnya dalam meningkatkan hasil belajar elektronika. Media ini dikembangkan dengan menggunakan software Adobe Captivate yang disusun sesuai dengan sintak model pembelajaran perubahan konseptual. Media yang dikembangkan ini terdiri atas page home, page indicator, page problem, page deny, page prove, page clarification dan page evaluation. Analisis data pada uji perseorangan menunjukkan bahwa 40,80% mahasiswa menyatakan sangat setuju, 56,42% menyatakan setuju dan hanya 2,78% menyatakan cukup. Analisis data pada uji kelompok kecil menunjukkan bahwa 45,30% mahasiswa memberikan respon sangat setuju dan 54,70% menyatakan setuju. Uji coba kelas menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil perkulihan sistem elektronika yang dimediasi dengan media pembelajaran interaktif bermuatan conceptual change = 80,08. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini valid dan efektifitasnya dalam meningkatkan hasil belajar elektronika.
Penerapan Logo Kemasan dan Pemanfaatan Media Sosial Instagram pada Pengerajin Dupa Sinar Dewa di Banjar Perang Desa Lukluk Badung-Bali Made Liandana; Made Agus Wirahadi Putra; I Gusti Ngurah Aryanatha Ari Wijaya Putra
Madaniya Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.594 KB)

Abstract

Kebutuhan penggunaan dupa yang tinggi membuka peluang bisnis bagi masyarakat di Bali untuk membuka usaha pembuatan dupa. Salah satu pengerajin dupa yang ada di Banjar Perang desa Lukluk memberikan nama produk dupanya dengan nama Sinar Dewa. Produk dupa Sinar Dewa ini merupakan usaha rumahan yang dirintis oleh Nengah Sudana. Dupa hasil produksi yang telah memiliki aroma dikemas dalam plastik dan diberikan label berupa kertas. Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh mitra, permasalahan pertama label yang disematkan pada kemasan tersebut belum memiliki ciri yang kuat jika dibandingkan dengan produk dupa lainnya karena hanya berupa tulisan saja. Permasalahan berikutnya, potensi pasar dupa yang begitu luas, memotivasi mitra untuk memanfaatkan potensi pasar tersebut agar produknya dapat dikenal lebih luas. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut yaitu: membuatkan design logo pada kemasan produk dupa sehingga memiliki ciri pembeda dibandingkan dengan produk dupa lainnya dan membuatkan media sosial Instagram. Dari hasil kegiatan menunjukkan mitra telah mampu memasang logo pada kemasan dupa dan mitra juga telah mampu mem-posting sejumlah produk dupa ke Instagram.
Rancang Bangun Sistem Informasi Geografis Pemetaan Tempat Kost di Kecamatan Kuta Selatan Menggunakan Framework Laravel I Made Agus Wirahadi Putra; I Made Krisna Yoga; I Gusti Ngurah Ady Kusuma
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.029 KB)

Abstract

ABSTRACTThe boarding house is a type of room that rented for a certain period with the agreement with theowner and the agreed price. The boarding house is used to temporary housing for people who comefrom far away places. However, limited information makes people having trouble to find a boardinghouse. So from that problem, the Geographic Information System Of Boarding House Mapping InSouth Kuta District Using Laravel Framework was made. This system uses a radius search methodso it can help people know the location of a boarding house from somewhere. The system createdusing the waterfall method and the boarding house data was obtained from observations andinterviews with related parties. The result of this study is a website-based system using the Laravelframework. Based on the results of system testing with the black-box testing method, it can beconcluded the system has been running well. Meanwhile, based on a questionnaire that hasindicators in terms of convenience, content, benefits, and interfaces, with 20 respondents obtainedresults as much as 47.5% of respondents answered strongly agree, 42.5% of respondents answeredagree, 5% of respondents answered enough, 2.5% of respondents answered disagree, and 2.5% ofrespondents answered strongly disagree.Keywords: Geographic Information System, Boarding House, Laravel Framework, Radius Search,South Kuta DistrictABSTRAKTempat kost adalah sejenis kamar yang disewa selama kurun waktu tertentu sesuai dengan perjanjianpemilik kamar dengan harga yang telah disepakati. Tempat kost digunakan sebagai tempat tinggalsementara bagi masyarakat umum yang berasal dari luar daerah. Namun ketersediaan informasi yangterbatas menyebabkan masyarakat kesulitan dalam mencari tempat kost. Maka dari itu dibuatlahSistem Informasi Geografis Pemetaan Tempat Kost di Kecamatan Kuta Selatan MenggunakanFramework Laravel. Sistem ini menggunakan metode pencarian radius sehingga dapat membantumasyarakat mengetahui lokasi tempat kost dari suatu tempat. Sistem yang dibuat menggunakanmetode waterfall dan data tempat kost didapat dari observasi dan wawancara terhadap pihak terkait.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem yang berbasis website dengan menggunakanframework laravel. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan metode black-box testing,dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun telah berjalan dengan baik. Sementara itu,berdasarkan kuesioner yang memiliki indikator dari segi kemudahan, konten, manfaat, dan interface,dengan 20 orang responden didapat hasil sebanyak 47,5% responden menjawab sangat setuju,42,5% responden menjawab setuju, 5% responden menjawab cukup, 2,5% responden menjawabtidak setuju, dan 2,5% responden menjawab sangat tidak setuju.Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, Tempat Kost, Framework Laravel, Pencarian Radius,Kecamatan Kuta Selatan
PERBANDINGAN METODE SINGLE BAND DAN MULTI BAND DALAM EKSTRAKSI FITUR PERMUKAAN AIR KAWASAN PERAIRAN DI TELUK BENOA I Made Agus Wirahadi Putra; Shofwan Hanief
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTRemote sensing is an optimal method to observe an object on earth’s surface with wide area. One of the example is that remote are often used to observe surface water. Water has unique property to electromagnetic radiation/spectrum, thus it can be captured by observation satelit. There are many algorithm for extracting the feature of surface water which apply the single band or multi band. In this research, there is comparison between single band algorithm and multi band algorithm. On Single band, it uses BILKO algorithm with Bv 0.16 value with the result that it can extract water feature well, but there is a mistake in identifying the roof surface. Whereas multi band with modified normalized difference water index algorithm with surface water value 1, it obtained good result of image extraction.Keywords : Remote sensing, single band algorithm, multi band algorithmABSTRAKPengindraan jauh merupakan salah satu metode yang optimal dalam melakukan observasi objek yang ada di permukaan bumi dengan cakupan wilayah yang cukup luas, salah satunya sering digunakan untuk mengamati permukaan air. Air memiliki sifat yang unit terhadap gelombang elektromagnetik sehingga dapat dengan optimal ditangkap oleh satelit observasi.terdapat berbagai macam algoritma dalam ekstraksi fitur permukaan air yang menerpakan single band maupun multi-band. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan 2 buah algoritma single band dan multi band. Pada single band menggunakan algoritma BILKO dengan nilai Bv 0.16 dengan hasil mampu mengekstraksi fitur air dengan baik namun terdapat kesalahan dalam mengenali permukaan atap rumah. Sedangkan pada multiband dengan algoritma modified normalized difference water index dengan nilai permukaan air adalah 1 maka diperoleh hasil citra ekstaraksi permukaan air yang baik.Kata Kunci : Remote sensing, single band algorithm, multi band algorithm