Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

MODEL KEPEMIMPINAN KIAI DI PESANTREN MODERN Adisel Adisel; Muhamad Suparji; Mufid Faruq Aziz; Niftah Handayani; Winda Sari
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the implementation of the management and leadership of the kiai at the Darunnajah Islamic Boarding School in Jakarta so that it continues to exist and even becomes a prototype of the leadership and management of modern Islamic boarding schools in Indonesia. The research used a descriptive qualitative method which was carried out by collecting data obtained from documentation, observation and interviews, and supported by literature studies, both from books and journals. The results of the study show that the modernity of Pondok Darunnajah is seen in the management implementation which is different from other Islamic boarding schools in general. Darunnajah Islamic Boarding School management is carried out based on the principles of transparency and accountability as well as togetherness. Darunnajah Islamic Boarding School adheres to a collective leadership model
Model Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Dan Kualitas di Mi Asy Syifa Kota Bengkulu Ita Purnama Sari; Adisel Adisel
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3150

Abstract

Dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya seorang kepala madrasah dituntut memiliki beberapa kemampuan dan keterampilan, yang ditunjukkan dalam bentuk kinerjanya. Hanya saja tidak semua kepala madrasah memiliki kualitas kinerja yang baik, sehingga perlu dilakukan berbagai macam upaya untuk meningkatkan kinerja kepala madrasah tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan kepala madrasah sebagai agen perubahan, agen penggerak, visioner, kepala madrasah sebagai penentu kualitas dan lain-lain. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 1 orang kepala Madrasah, 6 orang guru, dan 1 orang pegawai tata usaha. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pemberian kuisioner. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif yaitu dengan mencari rata-rata peningkatan kinerja kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara signifikan supervisi kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru serta out put yan dihasilkan.
Assessing Professional Development Training for Library Leader Candidates Hegar Harini; Iis Dewi Lestari; Adisel Adisel; Yatha Yuni; Didin Hikmah Perkasa
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 15 No 1 (2023): Transformative Digital Learning: Insights and Innovations
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v15i1.1665

Abstract

Library, as a place holding pivotal roles to support instructions at schools, should be led by a competent and qualified leader. The present research is purposefully conducted to assess the training program intended for school library leader candidates. Qualitative method was employed by the implementation of CIPP (Context, Input, Process and Product) model. The data were collected through observations, interviews and document analysis. Snowball sampling technique was utilized to choose the research participants. The participants involved in this research were the head of assurance council, the head of training program, and the training partners. The present research indicates the following findings. Generally, the training is regarded as successfully implemented. To be more specific, 1) context evaluation assesses legal standing, objectives, and target of the training; 2) input evaluation assesses resource of the training; 3) process evaluation assesses trainee recruitment, teaching and learning process, and monitoring-evaluation of the training; and 4) product evaluation assesses cognitive, affective and skill domain of the trainees. The present research implies program segmentation for each level of education due to different problems encountered in reality. Training resource aspect also needs special attention.
Internalization of Religion-Based Character Values Through School Culture at Madrasah Aliyah Negeri of South Bengkulu Ramedlon Ramedlon; Sirajuddin M; Adisel Adisel; Nurhidayat Nurhidayat; M. Arif Rahman Hakim
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.4461

Abstract

The purpose of this study is to analyze efforts of cultivation of religious values through school culture at the Madrasah Aliyah Negeri (MAN) of South Bengkulu, describe the support of school culture for disseminating religious values at the MAN of South Bengkulu and identify the factors that influence the application of religion-based character values through school culture at MAN of South Bengkulu. This study uses descriptive qualitative research. The Madrasah head, student advisers, teachers, and students of MAN South Bengkulu provide the most information. This research uses interviews, observations, and documentation. Results of this study: Providing literacy to Islamic religious values, conducting value transactions, and internalising values like worship, discipline, honesty, obedience to rules, responsibility, motivation, keeping the environment clean, tolerance, democracy, togetherness, and caring for others through academic and social culture are examples of value transformation. Second, support a school culture that promotes religious-based character values like praying and trying well, being polite and kind, respecting others, honest in learning, diligent, disciplined, following school rules and teacher rules, self-motivated, and responsible. Third, teachers' active participation in school programmes, competence in their fields, trained teachers and staff with undergraduate to doctoral education, dormitory buildings, etc., influence religious character values in school culture at MAN South Bengkulu.
Comparing Students’ Learning Outcomes Between the Question Student Have and Giving Question and Getting Answer Strategies in Grade VII Social Studies at SMP Negeri 20 Bengkulu Jek Prengki; Adisel Adisel; Sepri Yunarman
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i4.4956

Abstract

This study aimed to examine whether there were differences in students’ learning outcomes between those who applied the Question Student Have strategy (questions from students) and those who applied the Giving Question and Getting Answer strategy (giving questions and receiving answers) in Social Studies learning in Grade VII at SMP Negeri 20 Bengkulu City. This experimental study used a comparative quantitative approach with a dual-paradigm research design involving two independent variables and one dependent variable. The population consisted of Grade VII students of SMP Negeri 20 Bengkulu City in the 2024–2025 academic year, while the sample comprised Class VII A as the experimental class and Class VII B as the control class. The research instrument was a Social Studies achievement test. The data were analyzed using a normality test, a homogeneity test, and a t-test. The results indicated differences in students’ learning outcomes between those using the Question Student Have strategy (questions from students) and those using the Giving Question and Getting Answer strategy (giving questions and receiving answers) in Social Studies in Grade VII at SMP Negeri 20 Bengkulu City. This was evidenced by the t-test results (tcount > ttable = 2.578 > 1.697) or p < 0.05 (i.e., 0.029 < 0.05), meaning that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected.
Analisis Bentuk dan Makna Adat Istiadat pada Upacara Pernikahan di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu Mofi Olviana Juita Mofi; Adisel Adisel; Meddyan Heriadi
Tsaqila | Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang apa saja makna yang terkandung didalam adat istiadat pada saat upacara pernikahan dan juga untuk mengetahui bagaimana proses yang ada pada saat upacara pernikahan. Makna yang terkandung dalam adat istiadat pada upacara pernikahan di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu makna dari lupis, makna dari lengguai, makna dari bersalaman di atas lengguai, makna dari padu padanan kulo, makna dari baju berwarna merah, dan makna dari sembah sujud. Bentuk adat istiadat adalah keyakinan atau kepercayaan yang dilakukan secara turun temurun. Adat istiadat ini adalah kebisaan yang dihormati dan dijalankan masyarakat dalam kesehariannya. Jika dilanggar, tidak akan mendapatkan sanksi hukum yang mengikat. Sementara, jika ada kebiasaan atau adat yang dilanggar masyarakat dan dikenai sanksi, hal itu yang disebut hukum adat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis maka, dibawah ini adalah penjelasan tentang adat istiadat pada proses pernikahan di Desa Suka Rami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu: proses adat istiadat ini yaitu mulai dari beriso rasan, beghijo beghumahh, beghijo ding beghading dan beghijo dusun laman.
Peran Pendidikan Akhlak dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Lingkungan MA AL-Kreatif al-Mubaraak Bengkulu Intan Puspa Sari; Fatma Wardah; Cici Amelia Putri; Yuni Faddila S; Adisel Adisel
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2025): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v10i2.7693

Abstract

AbstractJuvenile delinquency is a form of deviant behavior often found during adolescence, a period marked by identity searching, emotional instability, and strong environmental influence. Moral education plays a crucial role as a guiding force to help adolescents avoid negative behavior such as fighting, truancy, smoking, and minor crimes. As an educational institution, madrasahs have a vital role in fostering students’ character. MA AL-Kreatif al-Mubaraak Bengkulu implements moral education intensively through formal lessons, religious activities, and daily positive habits. This study aims to analyze the role of moral education in reducing juvenile delinquency at the school. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that moral education, implemented through teacher role modeling, religious routines, and character-building activities, significantly contributes to shaping students’ positive behavior. It helps create a disciplined, religious school environment and proves that moral education has a practical impact on improving adolescent behavior.Keywords: Moral Education, Juvenile Delinquency, Madrasah
Manajemen Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Mutiara Assyifa Bengkulu Anggi Santika; Adisel Adisel; Irwan Satria
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2024): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v9i1.4250

Abstract

Rumusan penelitian ini adalah : 1) Bagaimana manajemen guru di MI Terpadu Mutiara Assyifa Bengkulu ? 2) Bagaimana manajemen guru dalam meningkatkan mutu lulusan di MI Terpadu Mutiara Assyifa Bengkulu ? Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) manajemen guru,  perencanaan yang dilakukan meliputi penyusunan kurikulum, penyusunan program siswa, dan penyusunan rencana kerja madrasah. Organisasi yang berjalan dengan tugas masing-masing sesuai dengan ketentuan. Pelaksanaan dalam proses belajar yang dilakukan guru mulai dari dokumen silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran, guru menerapkan disiplin penilaian harian. Pengawasan memberikan penilaian, pembimbing dan pemantauan. 2) Manajemen guru dalam meningkatkan mutu lulusan, proses belajar mengajar, menerapkan disiplin pembelajaran yang menekankan pada aspek disiplin siswa dan disiplin guru, siswa diwajibkan mampu disiplin waktu, disiplin ketika mengikuti pembelajaran dan disiplin mengerjakan tugas sedangkan guru diwajibkan untuk disiplin dalam waktu mengajar dan disiplin dalam pendampingan belajar, belajar mandiri siswa, kegiatan belajar tambahan dan pembekalan persiapan ujian. Saran mutu lulusan, sikap dan karakter siswa seperti kemandirian, sopan santun hendaknya dapat dipertahankan dengan baik.