Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimasi Explosive Charge per Delay untuk Mengontrol Getaran Tanah pada Peledakan Tambang Semen Dhia Fahri Hamdan; Yuliadi; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2141

Abstract

Abstract. Research activities were carried out at PT XYZ West Java. One of the negative impacts of blasting activities that can damage the environment is ground vibration. If the vibration generated by blasting activities exceeds a predetermined threshold value, it can result in damage to nearby building structures. The purpose of this research is to determine the explosive charge per delay in controlling ground vibration due to blasting which refers to primary data and secondary data as the research method being carried out. Vibration analysis was carried out based on the Indonesian National Standard (SNI) No 7571 of 2010 by identifying building classes, namely Class 2 buildings that have a PPV value of 3 mm/s and a PPV threshold value for companies, namely 2 mm/s. Based on the results of the analysis that has been carried out between the PVS and SD values, the constant value (K) obtained is 1883.9 and the exponential site (e) is 1.824. The predicted PPV values generated in Leuwidendeng Village are 0.06 mm/s and 0.08. While the predicted PPV values in the office are 0.22 mm/s and 0.48 mm/s, and the predicted PPV values in the explosives warehouse are 0.57 mm/s and 1.97 mm/s. The recommended explosive charge per delay is optimal for PPV 2 mm/s at a distance of 200 meters, namely 22 kg/hole and at a distance of 550 meters using an optimal explosive charge of 137 kg/hole. Abstrak. Kegiatan penelitian dilakukan di PT XYZ Jawa Barat. Salah satu dampak negatif dari kegiatan peledakan yang dapat merusak ligkungan adalah ground vibration. Apabila getaran yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan terdekat. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menentukan isian handak per delay dalam mengontrol getaran tanah akibat peledakan yang mengacu pada data primer dan data sekunder sebagai metode penelitian yang dilakukan. Analisis getaran dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No 7571 Tahun 2010 dengan mengidentifikasi kelas bangunan yaitu bangunan Kelas 2 yang memiliki nilai PPV 3 mm/s dan nilai ambang batas PPV pada perusahaan yaitu 2 mm/s. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan antara nilai PVS dan SD, nilai konstanta (K) yang didapat yaitu 1883,9 dan site eksponan (e) yaitu 1,824. Nilai PPV prediksi yang dihasilkan di Desa Leuwidendeng yaitu 0,06 mm/s dan 0,08. Sedangkan nilai PPV prediksi pada office yaitu 0,22 mm/s dan 0,48 mm/s, serta nilai PPV prediksi di gudang handak sebesar 0,57 mm/s dan 1,97 mm/s. Rekoendasi isian handak per delay optimal untuk PPV 2 mm/s pada jarak 200 meter yaitu 22 kg/hole dan pada jarak 550 meter menggunakan muatan handak optimal 137 kg/hole.
Merancang Ulang Geometri Peledakan Berkaitan Dengan Target Produksi Pada Penambangan Batu Granit di PT Karimun Granite Provinsi Kepulauan Riau Maylinia Sagita; Yuliadi; Yunus Ashari
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.7991

Abstract

Abstract. PT Karimun Granite is a company engaged in granite mining located in Pasir Panjang Village, West Meral District, Karimun Regency, Riau Archipelago Province. This company is engaged in mining granite with products produced by the company measuring M-Sand (0-5mm), aggregate (5-20mm), and graded stone (38- 50mm). A blasting geometry that is not optimal will determine the success of blasting activities, both fragmentation results and production targets achieved. Based on company standards, the success rate of blasting activities is the percentage of lumps below 10%. In order to produce good fragmentation, many things affect it, namely the blasting geometry, one of the things that can be controlled. So it is necessary to redesign the blasting geometry in order to achieve the production target. Based on the results of production and fragmentation calculations that were analyzed to achieve the production target in a month, the blasting geometry was chosen according to R.L Ash with a burden of 3.3 m, spacing of 4.2 m, sub drill of 0.92 m, and hole depth of 12.92 m producing 433.56 tonnes/hole with 241 holes each month. The resulting fragmentation of the geometry is that the average size of rock fragmentation is 39.48 cm and produces 80cm chunks of 10.29%. Meanwhile, blasting geometry according to C.J Konya burden 3.4 m, spacing 4.5 m, subdrill 0.96 m, and hole depth 12.96 m produces 483.98 tonnes/hole with 222 holes each month. Abstrak. PT Karimun Granite merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan granit yang berlokasi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Perusahaan ini bergerak dalam pertambangan batuan granit dengan produk yang dihasilkan perusahaan berukuran M-Sand (0-5mm), agregat (5-20mm), dan graded stone (38-50mm). Geometri peledakan yang tidak optimal akan menentukan keberhasilan kegiatan peledakan baik hasil fragmentasi maupun target produksi yang tercapai. Berdasarkan standar perusahaan tingkat keberhasilan dari kegiatan peledakan adalah tingkat presentase bongkah yang dibawah 10%. Untuk menghasilkan fragmentasi yang baik banyak hal yang mempengaruhi yaitu geometri peledakan salah satu hal yang dapat dikontrol. Maka perlu dilakukannya perancangan ulang geometri peledakan agar mencapai target produksi. Berdasarkan hasil perhitungan produksi dan fragmentasi yang dianalisis untuk mencapai target produksi dalam sebulan, maka dipilih geometri peledakan menurut R.L Ash dengan burden 3,3 m, spasi 4,2 m, subdril 0,92 m, dan kedalaman lubang 12,92 m menghasilkan 433,56 ton/lubang dengan jumlah lubang 241 setiap bulannya. Fragmentasi yang dihasilakan dari Geometri tersebut yaitu dengan ukuran rata-rata fragmentasi batuan 39,48 cm dan menghasilkan bongkah ukuran 80cm sebesar 10,29%. Sedangkan geometri peledakan menurut C.J Konya burden 3,4 m, spasi 4,5 m, subdril 0,96 m, dan kedalaman lubang 12,96 m menghasilkan 483,98 ton/lubang dengan jumlah lubang 222 setiap bulannya..
Kajian Geoteknik untuk Penentuan Geometri Lereng Front Penambangan di PT. XYZ Muhammad Ikram; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1246

Abstract

Abstract. Geotechnical studies are an important function in overcoming the problem of slope stability which is prone to landslides. In geotechnical analysis, one way to optimize the geometry of the mine slope is to determine the slope-forming parameters including the angle and height of the slope to get the value of the slope safety criteria. In this geotechnical study, the finite element method (FEM) is used to analyze the slope stability of the existing conditions on three slope models based on cross-sectional lines of local topographic maps. From the value of the safety factor obtained from the three models, then an analysis is carried out to determine the single slope and the overall slope which can later be recommended. In addition, to determine the potential for landslides that can occur at the research site, kinematic analysis is used. Slope stability analysis with three models based on cross-sectional lines obtained SRF values A-A' of 1.88, B-B' of 1.68 and for C-C' of 1.86. In making the model for a single slope made with three variations in height which shows the condition of the slope is still stable with the acquisition of SRF values> 1.3. The result of the analysis is a slope with a geometry of 15m high and a slope of 70°, where the overall slope is modeled in tiers with the SRF value obtained is still above 1.3, namely the overall slope height is 75 m with an overall slope of 64.30°. Abstrak. Kajian geoteknik merupakan fungsi penting dalam mengatasi masalah stabilitas lereng yang rentan terjadinya kelongsoran. Dalam analisis geoteknik salah satu cara mengoptimalkan geometri lereng tambang yaitu dengan menentukan parameter pembentuk lereng meliputi sudut serta ketinggian lereng untuk mendapatkan nilai kriteria keamanan lereng. Dalam kajian geoteknik pada penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) untuk menganalisis kestabilan lereng kondisi eksisting pada tiga model lereng berdasarkan garis penampang peta topografi lokal. Dari nilai faktor keamanan yang diperoleh dari tiga model tersebut, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan lereng tunggal dan lereng keseluruhan yang nantinya dapat direkomendasikan. Selain itu, untuk mengetahui potensi longsoran yang dapat terjadi pada lokasi penelitian digunakan analisis kinematik. Analisis kestabilan lereng dengan tiga model berdasarkan garis penampang diperoleh nilai SRF A-A’ sebesar 1,88, B-B’ sebesar 1,68 dan untuk C-C’ sebesar 1,86. Pada pembuatan model untuk lereng tunggal dibuat dengan tiga variasi ketinggian yang menunjukkan kondisi lereng masih stabil dengan perolehan nilai SRF >1,3. Hasil dari analisis adalah lereng dengan geometri tinggi 15m dan kemiringan 70°, dimana lereng keseluruhan dimodelkan berjenjang dengan nilai SRF yang diperoleh masih diatas 1,3 yaitu pada ketinggian lereng keseluruhan 75 m dengan kemiringan keseluruhan yaitu 64,30°.
Analisis Pengaruh Getaran Peledakan Terhadap Kestabilan Lereng pada PT. XYZ Blok Paniisan Desy Mahda; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1317

Abstract

Abstract. Blasting is a process of reducing the rock fraction, but it also produces energy that is less beneficial for the surrounding environment. One of the less favorable energies is ground vibration. Soil vibration will affect slope stability. Therefore, this study was conducted to determine the effect of soil vibration on slope stability by knowing the level of safety on the slope. Analysis method trendline. The slope area analyzed was made into 6 slope geometry models with 2 different models including without taking into account blasting vibrations and modeling with blasting vibrations into account. The measurement of the blasting vibration level was carried out at 12 points. In addition to getting the value of the resistance of rock types in the research area using the shlumberger and getting the general direction of the weak plane to determine the safety factor of the slope. The results of slope stability analysis with slope geometry in 6 models that do not take into account blasting vibrations with the highest safety factor value of 9.881 and the lowest 5.029 and those that take into account blasting vibrations with the highest safety factor value 9.377 and the lowest 4.641 indicate safe conditions with a factor value safety above 1.25 in accordance with KEPMEN 1827K/MEM/30/2018, so there is no safety factor that can be recommended in this study. Abstrak. Kegiatan peledakan merupakan proses mengecilkan fraksi batuan, tetapi juga menghasilkan energi yang kurang menguntungkan bagi lingkungan sekitar. Salah satu energi yang kurang menguntungkan adalah getaran tanah. Getaran tanah akan mempengaruhi kestabilan lereng. Oleh karena itu adanya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh getaran tanah terhadap kestabilan lereng dengan mengetahui tingkat keamanan pada lereng tersebut. Kajian analisis pada penilitian ini menggunakan metode analisis trendline. Pada daerah lereng yang dianalisis dibuat menjadi 6 pemodelan geometri lereng dengan 2 pemodelan yang berbeda meliputi tanpa memperhitungkan getaran peledakan dan pemodelan dengan memperhitungkan getaran peledakan. Pengukuran tingkat getaran peledakan dilakukan sebanyak 12 titik. Selain itu mendapatkan nilai tahanan jenis batuan yang ada pada daerah penelitian dengan menggunakan metode shlumberger dan mendapatkan arah umum bidang lemah untuk mengetahui faktor keamanan dari lereng tersebut. Hasil analisis kestabilan lereng dengan geometri lereng pada 6 pemodelan yang tidak memperhitungkan getaran peledakan dengan nilai faktor keamanan paling tinggi yaitu 9,881 dan yang paling rendah 5,029 dan yang memperhitungkan getaran peledakan dengan nilai faktor keamanan paling tinggi 9,377 dan paling rendah 4,641 menunjukkan kondisi aman dengan nilai faktor keamanan diatas 1,25 sesuai dengan KEPMEN 1827K/MEM/30/2018, sehingga tidak adanya faktor keamanan yang dapat direkomendasikan pada penelitian ini.
Analisis Hubungan Kerapatan Kekar dengan Tingkat Getaran Tanah Hasil Peledakan Muhammad Sundayana; Yuliadi; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1411

Abstract

Abstract. With the characteristics of hard rock, demolition method by blasting will be the most effective way to do it. If the vibration exceeds the specified threshold, it can cause damage to the infrastructure in the area around the blasting, given the location of the blasting is close to residential areas. This shows the importance of monitoring the ground vibrations resulting from blasting activities so that they remain safe and do not damage the environment. The primary data taken for the research were the observation distance to the detonation point, the explosive charge, the number of blast holes, the level of blasting vibrations, identification of joint structures using the scanline method. Parameters that affect the level of ground vibration resulting from blasting can be known by linear regression analysis and power regression. Calculating predicted ground vibrations using the Langefors & Kielstorm equation, calculating the estimated maximum explosive charge using the USBM equation, and for the relationship between joint density and ground vibration level using the joint frequency and PVS relationships. The resulting predictive data shows that the PVS model resulting from the power regression prediction has a value that is very close to the actual PVS value with 94% confidence. For recommendations for the maximum explosive charge that can still be used at a distance of 250m is 47.47 kg. From the analysis of the relationship between vibration and joint density on the slopes, the relationship level is very strong. Abstrak. Dengan karakteristik batuan yang keras, metode pembongkaran dengan peledakan akan menjadi yang paling efektif untuk dilakukan. Apabila getaran melampaui ambang batas yang ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang berada di daerah sekitar peledakan, mengingat lokasi peledakan yang dekat dengan pemukiman warga. Hal tersebut menunjukan pentingnya suatu pengawasan terhadap getaran tanah dari hasil kegiatan peledakan yang dilakukan agar tetap aman dan tidak merusak lingkungan. Data primer yang diambil untuk penelitian yaitu jarak pengamatan ke titik peledakan, muatan bahan peledak, jumlah lubang ledak, tingkat getaran peledakan, identifikasi struktur kekar menggunakan metode scanline. Parameter yang berpengaruh terhadap tingkat getaran tanah hasil peledakan dapat diketahui dengan analisis regresi linier dan regresi power. Menghitung prediksi getaran tanah menggunakan persamaan Langefors & Kielstorm, menghitung estimasi muatan bahan peledak maksimum menggunakan persamaan USBM, dan untuk hubungan kerapatan kekar dengan tingkat getaran tanah menggunakan hubungan frekuensi kekar dan PVS. Data prediksi yang dihasilkan didapatkan bahwa model PVS hasil prediksi regresi power memiliki nilai yang sangat mendekati dengan nilai PVS aktual dengan keyakinan 94%. Untuk rekomendasi muatan bahan peledak maksimum yang masih dapat digunakan dengan jarak 250m adalah sebesar 47,47 kg. Dari analisis hubungan getaran dengan kerapatan kekar pada lereng mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat.
Penentuan Jenis Longsoran berdasarkan Arah Struktur di Kuari A Desa Palimanan Cirebon Haikal Fatwa Nugraha; Yuliadi; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2774

Abstract

Abstract. To support mining activities, geotechnical studies are essential. Mining geotechnics involves technical management covering investigations, sample testing, geotechnical data management, and the implementation of recommendations for mine opening geometry and dimensions, as well as monitoring mine opening stability (Ministerial Decree ESDM No. 1827 K/30/MEM, 2018). One factor influencing slope stability is the presence of weak planes. In slope assessment, kinematic analysis is a crucial method, focusing on understanding the stability based on the type of material movement without analyzing the forces causing the slope material to move (Gurocak et al., 2008). The research aims to determine the general direction of structures and potential landslide types in the study area. Field mapping revealed the general structure directions: for scanline 1, it is N305°E/69° and N208°E/61°, scanline 2 is N5°E/74°, and scanline 3 is N334°E/62° and N264°E/77°. The potential landslides were identified using stereographic projection: scanline 1 exhibited a slide-type landslide with an N340°E direction, scanline 2 did not meet landslide criteria due to perpendicular slope and dominant structure directions, and scanline 3 showed a slide-type landslide with an N58°E direction. Abstrak. Untuk mendukung kegiatan pertambangan, kajian geoteknik menjadi sangat penting. Geoteknik pertambangan melibatkan manajemen teknis yang mencakup penyelidikan, pengujian sampel, pengelolaan data geoteknik, dan implementasi rekomendasi geometri dan dimensi bukaan tambang, serta pemantauan stabilitas bukaan tambang [1], [2]. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng adalah adanya bidang lemah. Dalam penilaian lereng, analisis kinematika menjadi metode penting, dengan fokus memahami stabilitas berdasarkan jenis pergerakan material lereng tanpa menganalisis gaya yang menyebabkan pergerakan material lereng tersebut (Gurocak dkk., 2008). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arah umum struktur dan jenis potensi longsoran yang mungkin terjadi di daerah penelitian. Pemetaan lapangan mengungkapkan arah umum struktur, yaitu untuk scanline 1, N305°E/69° dan N208°E/61°, scanline 2 N5°E/74°, dan scanline 3 N334°E/62° dan N264°E/77°. Potensi longsoran diidentifikasi menggunakan proyeksi stereografis: scanline 1 menunjukkan jenis longsoran baji dengan arah N340°E, scanline 2 tidak memenuhi kriteria longsoran karena lereng dan arah struktur dominan yang saling tegak lurus, dan scanline 3 menunjukkan jenis longsoran baji dengan arah N58°E.