Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Maqasid Sharia Jasser Auda Theory: Systems Approach to Islamic Family Law in the Digital Era Musarrofa, Ita; Muttaqin, Husnul
Alhurriyah Vol 9 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-hurriyah.v9i2.8979

Abstract

The digital era is characterized by the rapid use of information technology in daily human interactions. The telepresence feature of the virtual world, which allows for remote interactions, presents unique challenges for Islamic family law, which in some provisions requires the physical presence of parties when conducting contracts. Problems that arise include issues such as the validity of online marriage contracts (ijab kabul), fulfilling sexual needs of long-distance relationship (LDR) couples online, divorce and reconciliation via social media, and so forth. This paper aims to examine Jasser Auda's thoughts on maqasid Sharia using a systems approach by conducting a content analysis of Jasser Auda's main works in the field of maqasid Sharia. Jasser Auda's proposal is then tested for its ability to address the issues of family law in the virtual world. The six system features offered by Jasser Auda as a problem-solving method are highly relevant in providing solutions to the emerging issues of Islamic family law in the digital era. The features of openness and purposiveness provide ample room for society to freely leverage the potential of the digital world without losing authenticity to the primary Islamic texts. These features allow for the incorporation of digital customs (`urf) as a category of `urf that can serve as a legal basis in determining the rulings for various activities occurring in the virtual world.
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) SURABAYA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BENCANA MELALUI EDUKASI MITIGASI DI SEKOLAH DASAR Regina Putri, Sonia; Muttaqin, Husnul
Jurnal PUBLIQUE Vol 6 No 1 (2025): May
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/publique.2025.6.1.88-104

Abstract

Given its vulnerability to disasters, Indonesia necessitates an effective mitigation strategy to promote disaster mitigation awareness from an early age. This article analyzes the role of Surabaya Regional Disaster Management Agency (BPBD) in disaster mitigation education in elementary schools through qualitative approach with phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews and observations in three elementary schools in Surabaya. The results of the study indicate that disaster education from an early age has been proven to shape responsive attitudes, reduce panic, and increase students' readiness in facing emergency situations. Effectiveness of this educational process can be seen from three main aspects: cognitive understanding improvement, attitude change, and practical skills of students in responding to disaster threats. However, challenges such as limited budget and human resources need to be overcome to expand the scope of the program. These findings prove that school-based education approach is effective in building sustainable disaster awareness.
Efektivitas Strategi Dialogis dan Interaktif dalam Mitigasi Bencana: Studi Fenomenologi pada Program Sosialisasi BPBD Kota Surabaya Rayssa Daniswara Fitri Sugiarto; Husnul Muttaqin
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dalam sosialisasi mitigasi bencana di tingkat kelurahan dan sekolah dasar. Dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara, penelitian menemukan bahwa metode sosialisasi disesuaikan dengan karakteristik audiens. Di kelurahan, digunakan diskusi kelompok dan simulasi bencana yang partisipatif, sementara di sekolah dasar digunakan metode interaktif seperti lagu, video animasi, alat peraga, dan simulasi evakuasi. Hasil menunjukkan efektivitas sosialisasi dipengaruhi kesesuaian metode dengan peserta, meski masih terkendala waktu dan partisipasi masyarakat. Rekomendasi penelitian ini mencakup pengembangan metode inovatif berbasis media digital serta kolaborasi lebih erat dengan kelurahan dan sekolah untuk memperkuat pemahaman mitigasi bencana.
Maqasid Sharia Jasser Auda Theory: Systems Approach to Islamic Family Law in the Digital Era Musarrofa, Ita; Muttaqin, Husnul
Alhurriyah Vol 9 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-hurriyah.v9i2.8979

Abstract

The digital era is characterized by the rapid use of information technology in daily human interactions. The telepresence feature of the virtual world, which allows for remote interactions, presents unique challenges for Islamic family law, which in some provisions requires the physical presence of parties when conducting contracts. Problems that arise include issues such as the validity of online marriage contracts (ijab kabul), fulfilling sexual needs of long-distance relationship (LDR) couples online, divorce and reconciliation via social media, and so forth. This paper aims to examine Jasser Auda's thoughts on maqasid Sharia using a systems approach by conducting a content analysis of Jasser Auda's main works in the field of maqasid Sharia. Jasser Auda's proposal is then tested for its ability to address the issues of family law in the virtual world. The six system features offered by Jasser Auda as a problem-solving method are highly relevant in providing solutions to the emerging issues of Islamic family law in the digital era. The features of openness and purposiveness provide ample room for society to freely leverage the potential of the digital world without losing authenticity to the primary Islamic texts. These features allow for the incorporation of digital customs (`urf) as a category of `urf that can serve as a legal basis in determining the rulings for various activities occurring in the virtual world.
MEMBENTUK GENERASI TANGGUH: URGENSI EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA BAGI ANAK USIA DINI azizah, Innabella Qurrotul Azizah; Husnul Muttaqin
QURROTI Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER, QURROTI: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan anak terhadap dampak bencana serta minimnya pendekatan edukatif kebencanaan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi kesiapsiagaan bencana bagi anak usia dini yang dilakukan oleh BPBD Surabaya melalui program Sosialisasi Edukasi Bencana Usia Dini (Sina Sini). Dengan metode penelitian kualitatif, data-data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mampu memahami konsep dasar kebencanaan, seperti langkah evakuasi saat gempa, melalui pendekatan visual, simulasi, lagu, dan permainan. Lebih dari itu, anak-anak bahkan mampu mengambil peran sebagai perantara pengetahuan tentang kebencanaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Metode penyampaian yang interaktif dan media pembelajaran yang menarik mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman anak terhadap materi kebencanaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan mitigasi bencana dengan menegaskan pentingnya pendekatan berbasis pengalaman dalam menyampaikan edukasi kesiapsiagaan kepada anak usia dini. Temuan ini juga menjadi dasar bagi pengembangan program serupa yang dapat diintegrasikan dalam kurikulum PAUD secara berkelanjutan untuk membentuk karakter anak yang tanggap terhadap bencana.
Pembuatan Peta Kerja Desa Tanjung Medang untuk Memenuhi Peryaratan Peta Batas Desa Terverifikasi Badan Informasi Geospasial Basir, Noerdin; Lizar, Lizar; Febriani, Oni; Pratama, Adrian Irnanda; Muttaqin, Husnul; Enda, Dedi
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/yned2s29

Abstract

Desa Tanjung Medang telah memiliki peta desa yang menggambarkan posisi titik batas dan garis batas desa terhadap desa yang bersebelahan, namun peta yang dimiliki tersebut masih bersifat sementara karena peta desa yang dibuat belum memenuhi standart/kriteria Permendagri Nomor 45 tahun 2016, disamping itu masih belum adanya batas-batas desa yang disepakati bersama dengan desa-desa yang bersebelahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang menaungi masalah batas desa melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Bengkalis dalam hal ini diwakili oleh Tim Batas Desa Politeknik Negeri Bengkalis untuk mengatasi permasalahan tersebut, untuk membuat peta kerja yang memenuhi standar/kriteria Permendagri Nomor 45 tahun 2016 menggunakan batas desa indikatif dari BIG. Dari hasil penelitian dan pembahasan, diketahui luas wilayah Desa Tanjung Medang  berdasarkan data BPS Kabupaten Bengkalis 2023 adalah  33,86 km², sedangkan berdasarkan data berdasarkan data Batas Desa Indikatif BIG  34,63  km2, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan luas desa berdasarkan data BPS Kab. Bengkalis dengan data Batas Desa Indikatif BIG, oleh sebab itu perlu dilakukan penetapan dan penegasan batas desa yang disepakati bersama kedalam sebuah berita acara kesepakatan bersama, sehingga dari batas yang telah disepakati luas desa akan diketahui secara pasti dan telah terverifikasi