Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU HASIL REDUKSI BATU KAPUR MENGGUNAKAN HAMMER CRUSHER SEBAGAI BAHAN UTAMA PEMBUATAN SEMEN DI PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO), TBK rustandi, kiagus muhammad; hasjim, machmud; juniah, restu
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Semen Baturaja (Persero), Tbk menggunakan alat hammer crusher untuk memecah batu kapur dengan hasil produkmemiliki ukuran linier <120 mm (Produk Kecil). Produk tersebut ditransportasikan menuju Vertical Raw Mill (VRM)untuk digiling bersama bahan lainnya menjadi raw meal. Vibrasi pada alat VRM dari bulan Januari hingga Maret 2014mencapai 16 mm/s. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan vibrasi yang disebabkan terproduksinya produk denganukuran >120 mm (Produk Besar) oleh hammer crusher. Oleh karena itu, dilakukan analisis mutu reduksi untukmengetahui persentase produksi produk besar. Analisis dilakukan dengan cara sampling produk yang diambil di atasbelt conveyor (15-BC-02). Jumlah berat sampel sebanyak 323.652 gram dari total 72 sampel yang diambil selama bulanApril 2014. Setelah dilakukan analisis dan perhitungan diketahui bahwa persentase produk besar yang dihasilkansebesar 8,82%. Selanjutnya, nilai reduction ratio (RR) aktual pada alat sebesar 5,5 (untuk ukuran linier maksimum).Hasil ini menunjukkan bahwa hammer crusher mengalami penurunan kinerja. Penurunan kinerja alat disebabkankerusakan karena aus dan bengkok pada bagian alatnya, seperti hammer dan grate basket. Saat ini, cara yang dapatdilakukan dengan perbaikan hammer dan grate basket untuk mengoptimalkan kembali kinerja hammer crusher. Namun,alternatif lain yang lebih optimal dan efisien untuk memisahkan produk kecil dan produk besar adalah denganmemasang pengayak (screening) pada rangkaian belt conveyor (15-BC-02).
KAJIAN TEKNIS PENGARUH KETEBALAN LAPISAN BED PADA PAN AMERICAN JIG TERHADAP RECOVERY TIMAH DI TB 1.42 PEMALI PT TIMAH (PERSERO) TBK, BANGKA BELITUNG selviyana, fathiya; hasjim, machmud; juniah, restu
Jurnal Ilmu Teknik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jig di Instalasi Pencucian Bijih Timah TB 1.42 Pemali memiliki dua tahapan pemisahan, yaitu tahapan pertama pemisahan dengan jig primer dan tahapan kedua adalah pemisahan dengan jig clean up. Recovery yang dihasilkan dari kedua tahapan jig tersebut belum optimal pada ketebalan lapisan jig bed aktual (80 mm). Pada jig primer dengan distribusi ukuran partikel feed 50#, diperoleh recovery sebesar 96,51% dan losses yang terjadi sebesar 0,35 ton/bulan dengan produksi sebesar 9,67 ton/bulan. Penelitian ini menggunakan dua ketebalan lapisan jig bed yaitu 75 mm dan 85 mm. Pada ketebalan jig bed 75 mm terjadi peningkatan recovery sebesar 2,66% menjadi 99,17% dan penurunan losses sebesar 0,30 ton/bulan menjadi 0,05 ton/bulan dengan produksi 6,02 ton/bulan. Pada ketebalan jig bed 85 mm terjadi penurunan recovery sebesar 2,37% menjadi 94,14% dan peningkatan losses sebesar 0,28 ton/bulan menjadi 0,63 ton/bulan dengan produksi sebesar 10,12 ton/bulan. Sedangkan pada jig clean up dengan distribusi ukuran partikel feed 70#, recovery yang dihasilkan pada ketebalan lapisan jig bed aktual (80 mm) tidak optimal yaitu sebesar 93,17% dan losses yang terjadi sebesar 13,75 ton/bulan dengan produksi sebesar 201,39 ton/bulan. Penelitian pada jig clean up dilakukan pada ketebalan lapisan jig bed 75 mm, diperoleh peningkatan recovery sebesar 6,31% menjadi 99,92% dan terjadi penurunan losses sebesar 13,57 ton/bulan menjadi 0,18 ton/bulan dengan produksi sebesar 212,96 ton/bulan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ketebalan lapisan jig bed maka recovery yang dihasilkan akan semakin besar tetapi kadar dan losses yang dihasilkan akan semakin kecil.
WATER MANAGEMENT SYSTEM TAMBANG PADA PIT PT ULIMA NITRA JOBSITE PT MENAMBANG MUARA ENIM saputra, arie; juniah, restu; abro, akib
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Ulima Nitra merupakan salah satu kontraktor pertambangan batubara yang berada di Sumatera Selatan. Secaraumum lokasi tambang berada di daerah perbukitan, kegiatan penambangan dilakukan dengan metode surface mining.Penggunaan sistem ini mengakibatkan lokasi penambangan berhubungan langsung dengan udara luar. Salah satupengaruhnya adalah hujan yang dapat menyebabkan terjadinya genangan air pada dasar tambang. Keberadaan airakan mengganggu kelancaran kegiatan penambangan, air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan.Metode penirisan tambang yang digunakan oleh PT Ulima Nitra adalah sistem penirisan terpusat. Penggunaan metodeini menempatkan sebuah sump pada setiap jenjang atau bench. Sistem pengaliran dilakukan dari jenjang paling atasmenuju jenjang-jenjang yang berada di bawahnya, sehingga akhirnya air akan terpusat pada main sump untukkemudian dipompakan. Jika terjadi hujan, tambang tergenang air, kondisi ini dapat menggangu kegiatanpenambangan walaupun pompa dihidupkan. Hal ini membuktikan bahwa sistem penirisan yang digunakan belumefektif. Penelitian ini mendesain sump dan saluran terbuka yang dapat menampung air limpasan, agar debit air yangmasuk ke dalam area penambangan berkurang. Sistem penirisan yang direncanakan dapat menampung curah hujansebesar 16,19 mm/hari dengan luas catchment area sebesar 49,60 ha dan debit total yang masuk ke area tambangsebesar 9793,663 m3/hari, pompa yang dipakai adalah pompa sykess cp220i dengan head total 31,21m , debit 443,76m3/jam dan kecepatan putaran mesin sebesar 1800 rpm.
ANALISIS NILAI KEEKONOMIAN PERUNTUKAN LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA SEBAGAI ASIMILATOR KARBON Yovanda, Ridho; Juniah, Restu; Yulianita, Anna; Anaperta, Yoszi; Rahmi, Hisni
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2023
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol19.No1.2023.1311

Abstract

The environmental issues that usually arise from mining activities are ex-coal mining lands in the form of mine pits (void) and land (non void) which are not managed properly. The company has an obligation to manage ex-coal mining land so that the environment remains sustainable and benefits the community by carrying out reclamation activities. Reclamation of ex-coal mining land by planting oil palm provides benefits in the form of incomes and as a carbon assimilator. This study aims to analyze the economics value of the ex-coal mining land use as a carbon assimilator by using the extended NPV analysis method. The result of analysis revealed a positive extended NPV value of IDR. 1,961,057,020,-, which means that ex-coal mining land can provide positive benefits as a carbon assimilator.
Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Pakan Sapi dari Hasil Fermentasi Jerami Padi sebagai Pakan Alternatif menggunakan Metode Ground truth Juniah, Restu; Pebrianto, Rosihan; Asyik, Makmur; Amin, Muhammad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jerami padi biasanya tidak dimanfaatkan oleh penduduk. Sebagian besar hanya dibuang begitu saja dan hanya sebagian kecil digunakan sebagai pupuk organik. Desa Mangsang merupakan desa yang memiliki sawah dan penduduknya banyak yang memiliki ternak sapi. Ketika musim kemarau, penduduk umumnya mengalami kesulitan dalam menyediakan pakan untuk ternak sapi mereka. Kurangnya pengetahuan dan minimnya akses informasi membuat penduduk setempat tidak begitu mengetahui jika fermentasi jerami padi dapat digunakan sebagai pakan alternatif dan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Tujuan dari pengabdian ini untuk membantu penduduk dalam mempersiapkan pakan alternatif bagi sapi terutama dimusim kemarau. Metode kegiatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan teori dan praktek. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dilakukan dengan cara penyampaian materi kemudian praktek pembuatan. Ground truth merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimana pengetahuan dihasilkan pengalaman bukan dari teori. Hasilnya pemahaman materi yang awalnya hanya 40% menjadi 90% dan praktek yang awal hanya 49% menjadi 100%. Peningkatan yang sangat signifikan ini akibat dari adanya pola pemberian materi yang diikuti langsung dengan praktek sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat lebih mudah dicapai. Memang benar kegiatan seperti ini akan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas penduduk.Abstract: Rice straw is usually not utilized by the population. Most of it is just thrown away and only a small portion is used as organic fertilizer. Mangsang Village has rice fields and many residents own cattle. During the dry season, residents generally experience difficulties in providing feed for their cattle. Lack of knowledge and lack of access to information makes local residents not really know if fermented rice straw can be used as an alternative feed and can be stored for a long time. The purpose of this service is to help residents in preparing alternative feed for cattle, especially in the dry season. The method of activity used is with a theoretical and practical approach. Activities that lasted for 3 days were carried out by delivering material and then practicing making. Ground truth is a method used in this activity where knowledge is generated by experience not from theory. As a result, the understanding of the material which was initially only 40% became 90% and the initial practice was only 49% to 100%. This very significant increase is due to the pattern of providing material followed directly by practice so that the objectives of this activity can be more easily achieved. It is true that activities like this will increase the knowledge and creativity of the population.
The Environmental Evaluation of the Sp. Opi – Babatan Saudagar – Srijabo Road: Evaluasi Lingkungan Ruas Jalan Sp. Opi – Babatan Saudagar – Jalan Srijabo Armo, Achmad Abraham Setiawan; Wijaya, Hendry; Sutejo, Yulindasari; Saloma; Juniah, Restu; Fathunnisa
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2024): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35139/cantilever.v13i2.345

Abstract

The Public Works Agency for Highways and Spatial Planning of South Sumatra Province has the task of deconcentration in the field of roads and has authority over 88 roads with a length of 1,779.27 km spread across 17 districts and cities in South Sumatra Province. Not all provincial roads have an environmental evaluation document. The objective of the current research was to evaluate the environmental impact resulting from road operational activities in South Sumatra Province by taking data on ongoing activities, geological and topographic conditions, flora and fauna, socio-economic and cultural activities in the area, as well as measuring quality standards, which include air quality standards, noise, vibration, and water quality standards on the Sp. OPI - Babatan Saudagar - Srijabo Road. The conclusion of the current research shows that the ambient air quality, noise intensity, and vibration are still good and meet quality standards. The potential hydrogen (pH) and dissolved oxygen (DO) parameters in the Ogan River branch at the time of sampling for surface water quality did not meet the quality standards due to the type of soil, which tends to be acidic. Furthermore, the results of groundwater quality analysis show that the pH of groundwater measured in all locations is less than 6.5 or does not meet quality standards, which can cause an unpleasant taste when consumed, so processing is needed to increase the pH of groundwater.
Kajian Metode Penambangan Timah di Laut Untuk Mengurangi Dampak Penyebaran Sedimen Pada Perairan Laut di Laut Matras Kabupaten Bangka Syamdhora, Riki; Juniah, Restu; Rozirwan , Rozirwan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i6.4391

Abstract

Penambangan timah di Bangka Belitung telah berlangsung lebih dari satu abad dan menjadi salah satu penyumbang utama devisa daerah, mencapai 2,29 miliar USD atau lebih dari 80% total ekspor provinsi. Di perairan Matras, aktivitas ini dilakukan menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) untuk mengeruk material dari dasar laut yang kemudian dicuci, menghasilkan tailing yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Penelitian pada Maret 2025 di Pantai Matras, Kecamatan Sungai Liat, bertujuan menganalisis pola sebaran sedimen akibat operasi KIP serta meninjau alternatif metode penambangan yang lebih berkelanjutan. Hasil pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak MIKE21 (modul FM dan MT) menunjukkan bahwa distribusi Total Suspended Solid (TSS) dipengaruhi oleh musim dan pasang surut, dengan konsentrasi berkisar antara 0,020–0,024 kg/m³ pada Musim Timur dan meningkat menjadi 0,026–0,028 kg/m³ selama Musim Barat, dengan arah dominan sebaran ke selatan saat pasang. Data lapangan menunjukkan TSS antara 2–46 mg/L, sedangkan karakteristik sedimen didominasi oleh partikel halus dengan proporsi 44,69% hingga 70,95%. Untuk meminimalkan dampak penyebaran TSS, pendekatan teknis diterapkan melalui pemisahan lokasi pengerukan dan pencucian, yaitu dengan menempatkan Floating Washing Plant (FWP) di area pesisir. Tailing dari FWP dapat ditangani melalui pembuangan laut terkontrol, pembangunan kolam penampungan dengan struktur tanggul batu granit dan geotube, atau pemanfaatan lanjutan sebagai bahan reklamasi maupun sumber mineral ikutan bernilai seperti zirkon, ilmenit, dan kuarsa—seluruh strategi ini mendukung penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.
PENILAIAN TEKNIS DAN EKONOMIS KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN STOCKPILE BATUBARA UNTUK LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Juniah, Restu; Ambarita, Novitasari; Syarifudin; Zakir, Syaifudin; Rahmi, Hisni; Amanda, Ridho Rizky
Indonesian Mining Journal Vol 28 No 1 (2025): Indoneisan Mining Journal, April 2025
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/imj.Vol28.No1.2025.1595

Abstract

Coal mining has positive impacts in the form of increasing the national economy and people's income. However, it also has negative impacts, including the decrease of environmental quality such as air, soil, and noise, as well as the potential for spontaneous combustion. The research was conducted to assess the technical and economic aspects of environmental management at coal stockpiles in the Tarahan Port Unit of PT Bukit Asam Tbk to support environmental sustainability. The technical assessment of stockpile environmental management was carried out by comparing observation results with the Environmental Management and Monitoring Plan Document (RKL/RPL) and Indonesia’s applicable Environmental Quality Standards. The economic assessment focused on the cost of environmental monitoring and management by observing the discrepancies between the planned and realization in the first and second quarters. The technical assessment results show that environmental management at the stockpile has been implemented effectively. Air quality parameters and noise levels remain below the established standards, soil quality is classified good as indicated by vegetation growth, and no spontaneous combustion occurred during the observation period. The economic assessment revealed a discrepancy of 2.02% between the planned cost of IDR 121,183,548 to the actual realization of IDR 123,641,668. This increase was attributed to the construction of a dust reduction system and an operational chimney for the 2X8 MW Steam Power Plant, through the use of Electrostatic Precipitators. The study recommends a detailed inventory of environmental cost plans and potential cost escalation to anticipate risk factors. It also highlights the need for regular maintenance of machines that are known to frequently produce emissions. These efforts are expected to reduce the emissions and lower the costs of environmental management and monitoring.
PENILAIAN TEKNIS DAN EKONOMIS KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN STOCKPILE BATUBARA UNTUK LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Juniah, Restu; Ambarita, Novitasari; Syarifudin; Zakir, Syaifudin; Rahmi, Hisni; Amanda, Ridho Rizky
Indonesian Mining Journal Vol 28 No 1 (2025): Indoneisan Mining Journal, April 2025
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/imj.Vol28.No1.2025.1595

Abstract

Coal mining has positive impacts in the form of increasing the national economy and people's income. However, it also has negative impacts, including the decrease of environmental quality such as air, soil, and noise, as well as the potential for spontaneous combustion. The research was conducted to assess the technical and economic aspects of environmental management at coal stockpiles in the Tarahan Port Unit of PT Bukit Asam Tbk to support environmental sustainability. The technical assessment of stockpile environmental management was carried out by comparing observation results with the Environmental Management and Monitoring Plan Document (RKL/RPL) and Indonesia’s applicable Environmental Quality Standards. The economic assessment focused on the cost of environmental monitoring and management by observing the discrepancies between the planned and realization in the first and second quarters. The technical assessment results show that environmental management at the stockpile has been implemented effectively. Air quality parameters and noise levels remain below the established standards, soil quality is classified good as indicated by vegetation growth, and no spontaneous combustion occurred during the observation period. The economic assessment revealed a discrepancy of 2.02% between the planned cost of IDR 121,183,548 to the actual realization of IDR 123,641,668. This increase was attributed to the construction of a dust reduction system and an operational chimney for the 2X8 MW Steam Power Plant, through the use of Electrostatic Precipitators. The study recommends a detailed inventory of environmental cost plans and potential cost escalation to anticipate risk factors. It also highlights the need for regular maintenance of machines that are known to frequently produce emissions. These efforts are expected to reduce the emissions and lower the costs of environmental management and monitoring.
ANALISIS NILAI KEEKONOMIAN PERUNTUKAN LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA SEBAGAI ASIMILATOR KARBON Yovanda, Ridho; Juniah, Restu; Yulianita, Anna; Anaperta, Yoszi; Rahmi, Hisni
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2023
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol19.No1.2023.1311

Abstract

The environmental issues that usually arise from mining activities are ex-coal mining lands in the form of mine pits (void) and land (non void) which are not managed properly. The company has an obligation to manage ex-coal mining land so that the environment remains sustainable and benefits the community by carrying out reclamation activities. Reclamation of ex-coal mining land by planting oil palm provides benefits in the form of incomes and as a carbon assimilator. This study aims to analyze the economics value of the ex-coal mining land use as a carbon assimilator by using the extended NPV analysis method. The result of analysis revealed a positive extended NPV value of IDR. 1,961,057,020,-, which means that ex-coal mining land can provide positive benefits as a carbon assimilator.