Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

LEACHATE WATER MODELING USING GEOLISTRIK METHOD OF RESISTANCE TYPE OF CONFIGURATION OF WENNER-SCHLUMBERGER AT TPAS AMPANG KUALO DISTRICT SOLOK WEST SUMATERA Ridho Yovanda; Adree Octova; Yoszi Mingsi Anaperta
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 3, No 1 (2018): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.655 KB) | DOI: 10.24036/bt.v3i1.9069

Abstract

TPAS Ampang Kualo is the final dumping place in Solok city of West Sumatra which is located near the residential area. Garbage accumulation in TPAS Ampang Kualo resulted in environmental pollution, therefore it is necessary to conduct research on TPAS Ampang Kualo with the aim to know the distribution of its waste. Estimation of the distribution of waste below the surface of the soil can be done by using the geolistrik type resistance method. Data retrieval with MAE X612 EM Resistivity meter using geoelectric method of resistance of configuration type Wenner - Schlumberger. The measurement data is then inverted using Res2dinv software to bring up the 2D resistivity profile and the Voxler 4.0 software for 3D resistivity profiles. The results showed that the leachate water of TPAS Ampang Kualo was almost evenly distributed. On Track one is around a leachate pond stretching from South to North, Lindi is detected from a range of 5 meters to 42 meters with a depth of 2.10 to 5.80 meters. On Track 2 also around a leachate pond stretching from East to West, Lindi is detected from a stretch of 7 meters to 44 meters with a depth of 1.50 to 6.35 meters. At Trajectory 3 is in the vicinity of a residential population stretching from South to North that cuts off the flow of leachate ditches, Lindi is detected from a 1 meter to 31 meter stretch with depths of 0.25 to 7.38 meters.Based on the results of the research and geological map in the area, point to the research area at TPAS Ampang Kualo subsurface layer composed of rocks and minerals, ie, clay, sand, gravel, and quartzite igneous rock.It was concluded that the distribution of waste at the TPAS Ampang Kualo to the south to the southwest followed the small flow of leachate discharge, due to the lower topography of the TPAS and the distribution of its waste also to the vicinity of Green Hills Arya housing.
Study of Benefit Economic Value of Post Coal Mining Land as Carbon Absorber at PT Sungai Pangean Jaya Ridho Yovanda; Restu Juniah; Anna Yulianita
MOTIVECTION : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering Vol 4 No 3 (2022): Motivection : Journal of Mechanical, Electrical and Industrial Engineering
Publisher : Indonesian Mechanical Electrical and Industrial Research Society (IMEIRS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.775 KB) | DOI: 10.46574/motivection.v4i3.151

Abstract

Ex-mining land becomes an important thing to pay attention to after all or part of mining activities end in order to provide benefits for current and future generations. One of the efforts that can be done is to plant ex-mining land with plants such as oil palm. Oil palm plants, apart from providing the benefits of their harvest, can be sold, but also useful as a carbon sink. The purpose of this study is to calculate the economic value of the benefits of the ex-coal mining land of PT Sungai Pangean Jaya as a carbon sink. The data needed to achieve this goal are carbon prices, interest rates, the area of revegetated areas, and the carbon sequestration capacity of oil palm plantations. The calculation results show that the economic value for the years 2012-2026 that can be obtained is IDR 9,458,184,656.75, with the benefit value at the price in 2022 (present value in 2022) is IDR 9,960,926,612.01. Lahan bekas tambang menjadi hal yang penting untuk diperhatikan setelah seluruh atau sebagian kegiatan pertambangan berakhir agar memberikan kebermanfaatan bagi generasi sekarang dan di masa mendatang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menanami lahan bekas tambang dengan tanaman seperti kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit selain memberikan kebermanfaatan hasil panenya dapat dijual, namun juga bermanfaat sebagai penyerap karbon. Tujuan penelitian ini adalah menghitung nilai ekonomi manfaat manfaat lahan bekas tambang batubara PT Sungai Pangean Jaya sebagai penyerap karbon. Data yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah harga karbon, suku bunga, luasan area yang direvegetasi, dan kemampuan serap karbon tanaman sawit. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai ekonomi untuk tahun 2012-2026 yang bisa diperoleh adalah sebesar Rp 9.458.184.656,75, dengan nilai manfaat pada harga tahun 2022 (present value tahun 2022) adalah senilai Rp 9.960.926.612,01.
Analisis Pengelolaan Air Asam Tambang Menggunakan Kapur Tohor (CAO) Pada Tambang Batubara PT Bukit Asam Tbk Ahmad Husni; Ridho Yovanda; Suhardiman Gumanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.13130

Abstract

Pertambangan merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan yang dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif, dampak positif adalah dapat menghasilkan bahan galian, dalam hal ini yaitu batubara sedangkan dampak negatif dapat menyebabkan terbentuknya air asam tambang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis kapur tohor dalam menetralkan (AAT). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah menggunakan study literature, dimana penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa artikel yang berkaitan dengan pengelolaan air asam tambang. Dosis kapur tohor Tambang Air Laya adalah sebesar 0,5 gr sedangkan Tambang Banko Barat 0,2 gr/liter dalam skala laboratorium dan untuk skala lapangan 1.793,051 kg/hari – 8.107,061 kg/hari kapur tohor jika dikonversikan dalam jumlah karung, maka kebutuhan kapur tohor sejumlah 72 - 325 karung dengan asumsi bahwa 1 karung berisi kapur tohor seberat 25 kg.
ANALISIS NILAI KEEKONOMIAN PERUNTUKAN LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA SEBAGAI ASIMILATOR KARBON Yovanda, Ridho; Juniah, Restu; Yulianita, Anna; Anaperta, Yoszi; Rahmi, Hisni
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2023
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol19.No1.2023.1311

Abstract

The environmental issues that usually arise from mining activities are ex-coal mining lands in the form of mine pits (void) and land (non void) which are not managed properly. The company has an obligation to manage ex-coal mining land so that the environment remains sustainable and benefits the community by carrying out reclamation activities. Reclamation of ex-coal mining land by planting oil palm provides benefits in the form of incomes and as a carbon assimilator. This study aims to analyze the economics value of the ex-coal mining land use as a carbon assimilator by using the extended NPV analysis method. The result of analysis revealed a positive extended NPV value of IDR. 1,961,057,020,-, which means that ex-coal mining land can provide positive benefits as a carbon assimilator.
ANALISIS PENGARUH KINERJA ALAT BOR FURUKAWA HCR 1200 TERHADAP PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI BATU ANDESIT BULAN FEBRUARI DI PT BUKIT ASAM TBK Anggraini, Aprilia Astra; Ahmad Husni; Ridho Yovanda
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i4.5314

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh kinerja alat bor HCR 1200 terhadap pencapaian target produksi batu andesit di area penambangan PT Bukit Asam Tbk. Penelitian ini dilakukan di Quarry Bukit Tapuan PT Bukit Asam Tbk., Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dari 8 Januari hingga 8 Maret 2024, dengan alat penelitian berupa stopwatch, meteran, dan peralatan lainnya untuk mengukur produktivitas dan efisiensi alat bor. Perusahaan ini menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit mining, tidak hanya menambang batubara tetapi juga memproduksi batu andesit yang penting untuk infrastruktur jalan tambang, pembangunan perkantoran, dan pengelolaan lingkungan. Efisiensi pemboran sangat mempengaruhi produksi, di mana peningkatan efisiensi kerja akan meningkatkan produksi secara otomatis. Faktor-faktor yang mempengaruhi penetrasi bor meliputi umur alat bor, jenis mata bor, tekanan, berat mata bor, dan kondisi medan. Hambatan seperti cuaca buruk, kerusakan alat berat, dan area pemboran yang tidak rata dapat memperlambat waktu edar alat bor. Penelitian dilakukan dengan metode analisis data kuantitatif, melibatkan data waktu pemboran, diameter dan kedalaman lubang bor, serta target produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis alat bor Furukawa HCR1200-DSIII belum sepenuhnya mendukung target produksi 39 lubang ledak per hari, meskipun memiliki efisiensi kerja 58,33% dan kemampuan mengebor 31-39 lubang ledak per hari. Kendala utama meliputi buruknya kondisi medan dan ketidakefisienan dalam penggunaan waktu kerja. Kata Kunci : Produksi, Alat bor HCR 1200, Batu Andesit, PT. Bukit Asam Tbk
EVALUASI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DI BANKO BARAT PT BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Safitri, Titis Putri; Ahmad Husni; Ridho Yovanda
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i4.5429

Abstract

ABSTRAKKegiatan penambangan ini dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan seperti hilangnya vegetasi, sehingga harus dilakukan kegiatan reklamasi dengan tujuan untuk memperbaiki atau memulihkan kondisi lingkungan yang telah rusak dan mengembalikan vegetasi di lingkungan bekas penambangan. Keberhasilan reklamasi 50% ditentukan oleh kegiatan revegetasi, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi pada pertumbuhan tanaman di area reklamasi Banko Barat id 17 PT Bukit Asam Tbk Tahun Tanam 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan reklamasi pada tambang batubara Pt bukit asam tbk tanjung enim di dapatkan nilai tingkat keberhasilan reklamasi sebesar 44% sehingga kegiatan reklamasi di PT Bukit Asam Tbk. tahun tanam 2021 belum dikatakan berhasil dan dapat diterima, sesuai dengan ketentuan Permenhut No P60 Tahun 2009 karena disesuaikan dengan data - data yang sudah diambil dilapangan .Kata Kunci : PT Bukit Asam Tbk., Reklamasi, Revegetasi, Keberhasilan Revegetasi. Kepustakaan : Tahun 1999-2020.
ANALISIS PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG PADA KOLAM PENGENDAP LUMPUR KPL AL-01 CIK AYIB SITE TAMBANG AIR LAYA PT BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Febrianti, Mulis; Yuniar Pratiwi; Ridho Yovanda
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i5.5531

Abstract

ABSTRAK PT Bukit Asam (PTBA) menggunakan metode penambangan terbuka yang berpotensi menimbulkan air asam tambang yang mengandung logam berat, yang dapat merusak ekosistem dan menurunkan kualitas air serta tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan air asam tambang di Kolam Pengendap Lumpur (KPL) AL-01 Cik Ayib Tambang Air Laya PTBA, serta upaya pemantauan dan perawatan yang dilakukan. Penelitian mencakup metode preventive dan curative. Metode preventive meliputi enkapsulasi dan manajemen PAF dan NAF, sementara metode curative menggunakan kapur tohor dan tawas sebagai penetral serta tanaman air untuk passive treatment. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan air asam tambang di KPL AL-01 Cik Ayib efektif dalam memenuhi standar baku mutu air limbah. Pada Januari dan Februari 2024, pengukuran pH dan TSS di outlet memenuhi standar, meskipun pH inlet masih di bawah standar. Pengelolaan dengan active dan passive treatment berhasil meningkatkan kualitas air. Pengelolaan air asam tambang di PTBA efektif menurunkan kadar logam berat dan meningkatkan pH, serta memenuhi standar baku mutu air limbah sebelum dialirkan ke lingkungan. Upaya berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kualitas lingkungan. Kata Kunci : Air asam tambang, Pengelolaan air, Active Treatment, Passive Treatment
ANALISIS REVEGETASI LAHAN BEKAS TEMPORARY STOCKPILE BATUBARA BANGKO BARAT TAHUN TANAM 2020 PT BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Marta Lestari; Yuniar Pratiwi; Ridho Yovanda
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i5.5661

Abstract

Revegetasi dilakukan untuk perbaikan biodiversitas dan pemulihan estitakan tanaman serta mengembalikan fungsinya sebagai penghasil oksigen dan penyerap karbondioksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan revegetasi yang dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk pada lahan bekas temporary stockpilebatubara ID 16 Bangko Barat 2020. Metode yang digunakan yaitu dengan metode observasi langsung ke lapangan dan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan tahapan revegetasi yang dilakukan meliputi pemasangan ajir, pembuatan lubang tanam, pemupukan, penanaman, dan pemeliharaan. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan revegetasi di antaranya adalah pemilihan jenis tanaman yang tepat, penataan lahan yang baik, pemeliharaan tanaman yang intensif, dan pengendalian hama dan penyakit.
ANALISIS PENGARUH GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI PADA LAPISAN TANAH PENUTUP (OVERBURDEN) GUNA MENGOPTIMALISASI HASIL PELEDAKAN DI PIT TSBC PT BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Anjeli Dwita; Ahmad Husni; Ridho Yovanda
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v4i6.5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis beberapa aspek penting dalam kegiatanpeledakan di bidang pertambangan, khususnya di PT Pamapersada Nusantara, Pit TSBC Tambang Air Laya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat rancangan peledakan yang optimal, menganalisis distribusi fragmentasi hasil peledakan, serta mengevaluasi efektivitas peledakan berdasarkan hasil fragmentasi yang diperoleh. Metodologi penelitian melibatkan observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis data menggunakan perangkat lunak Wipfrag. Proses peledakan melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan hingga pengecekan pasca peledakan, serta penanganan misfire dan pembuatan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan peledakan yang diterapkan melibatkan bahan peledak utama seperti ANFO dan powergel, dengan pola peledakan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Datageometri peledakan aktual diukur dan dibandingkan dengan data geometri rencana untuk mengevaluasi deviasi dan pengaruhnya terhadap hasil fragmentasi. Analisis distribusi fragmentasi menggunakan perangkat lunak Wipfrag menunjukkan efektivitas peledakan yang dilakukan.
Analisis Efektivitas Penggunaan Kapur Tohor dan Tawas Pada KPL AL 03 Saluran ALP Tambang Air Laya PT Bukit Asam TBK Tanjung Enim Sumatra Selatan Nopriyansah, Rezky; Reni Arisanti; Ridho Yovanda
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 10 (2025): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v3i10.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan kapur tohor dan tawas dalam pengendalian air asam tambang (AAT) pada Kolam Pengendapan Lumpur (KPL) AL-03 Saluran ALP, Tambang Air Laya, PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. AAT merupakan limbah hasil oksidasi mineral sulfida yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian dilakukan dengan skala laboratorium menggunakan metode jar test dengan variasi dosis 0,2; 0,4; dan 0,6 gram/500 mL, kemudian hasilnya diimplementasikan pada kondisi aktual di lapangan. Parameter utama yang dianalisis adalah pH dan total suspended solid (TSS). Hasil menunjukkan bahwa kapur tohor efektif menaikkan pH air hingga memenuhi baku mutu (6–9), sedangkan tawas efektif menurunkan kadar TSS. Perbandingan antara dosis hasil uji laboratorium dan penggunaan aktual di lapangan menunjukkan adanya perbedaan signifikan yang mempengaruhi efisiensi biaya operasional. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup penyesuaian dosis bahan kimia untuk meningkatkan efektivitas penetralan AAT sekaligus mengoptimalkan biaya pengolahan, sehingga mendukung pengelolaan lingkungan tambang yang berkelanjutan.