Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan Asrul Hamid; Syaipuddin Ritonga; Andri Muda Nst
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i1.74809

Abstract

Kearifan lokal Dalihan Na Tolu bukan hanya sekedar sistem kekerabatan melainkan juga merupakan pilar yang dijadikan pedoman oleh masyarakat Tapanuli Selatan dalam mewujudkan nilai-nilai toleransi beragama dalam berbagai kegiatan horja siriaon (pesta) dan siluluton (musibah). Dalihan Na Tolu dijadikan sebagai pengerat rasa persaudaraan meskipun berbeda etnis ataupun agama. Penelitian ini bertujuan menguraikan implementasi kearifan lokal dalam membentuk nilai toleransi pada masyarakat Tapanuli Selatan yang dikenal dengan multi etnis dan agama. Penelitian ini merupakan field research yang bersifat deskriptif analitis dengan menggambarkan dengan tepat kondisi, sifat dan gejala sosial dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi budaya dengan model deskriptif etnografi. Pengumpulan data digunakan menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal Dalihan Na Tolu dalam bentuk kualitas (deskriptif) bukan dengan angka. Hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi Dalihan Na Tolu sangat efektif dalam mewujudkan toleransi beragama dengan mengedepankan nilai filosofis Dalihan Na Tolu yaitu Hombar do Adat Dohot Ibadat (berdampingan adat dengan ibadat) dengan mendasarkan holong (kasih sayang) sehingga tidak ada masyarakat yang merasa diabaikan dan dikesampingkan. Toleransi beragama yang didasarkan pada kearifan lokal Dalihan Na Tolu sudah berlangsung turun-temurun sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan sosial yang terus berubah.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI KEPADA SISWA SISWI SMP 03 DI JORONG HUTA TONGA NAGARI BAHORAS KECAMATAN GUNUNG TULEH Syaipuddin Ritonga; Ahmad Royyan; Fadjrur Rahman; Ardani Ramdhan Thamimy; Suci Mulyani; Siti Aminah; Rizki Fadilah; Sumina Rambe; Nurul Amelia; Tina Mayasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.3294

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh salah satu pasangan yang memiliki usia di bawah umur yang biasanya di bawah 17 tahun. melihat banyak nya anak muda sekarang yang ingin menikah di usia muda menyebabkan kelompok kami tergerak untuk membuat program kerja mengenai polemik pernikahan dini. Sesuai dengan tema KKN Moderasi, Kolaborasi dan Literasi STAIN Mandailing NATAL maka tujuan dari di adakan nya program ini yaitu untuk memberikan sosialisasi polemik pernikahan mengenai bagaimana meningkatkan kesadaran remaja melalui bahaya pernikahan dini di Desa Jorong Huta Tonga.. Metode yang kami gunakan yaitu dengan mengamati keadaan remaja di Desa Jorong Huta Tonga kemudian melaksanakan sosialisasi. Kegiatan ini di ikuti oleh siswa dan siswi SMP 03 Jorong Huta Tonga nagari Bahoras Kecamatan Gunung Tuleh. Hasil dari penelitian ini memberikan edukasi dari aspek hukum dan psikologi agar sisa dan siswi dapat mengembangkan diri lebih jauh atas perjalanan kehidupan nya.(Afifah & Hukum, 2018)
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PARMERAAN Raja Ritonga; Asrul Hamid; Ilham Ramadan Siregar; Akhyar Akhyar; Andri Muda NST; Syaipuddin Ritonga; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu intoleransi dalam berbangsa dan bernegara menjadi kajian serius dewasa ini. Pola fikir sebagian masyarakat telah terpapar faham radikalisme yang mereka peroleh dari oknum dan media tertentu. Oleh karena itu, pemerintah di setiap jenjang mencoba melakukan berbagai upaya dalam mensosialisasikan   faham moderat dalam berbangsa, bernegara dan juga dalam beragama. Tentu dengan upaya ini dapat memberikan pengaruh positif dan membuat pemahaman masyarakat tercerahkan terkait kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama dalam bingkai kemajemukan. Pengabdian ini dilakukan untuk memberikan penguatan moderasi beragama bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan pre-tes terlebih dahulu, dilanjutkan kegiatan presentasi, diskusi dan mengkomparasikan pemahaman sejumlah tokoh dalam memahami teks agama dan pengamalannya yang disesuaikan dengan realita dan fakta sosial. Selanjutnya dilakukan tanya jawab dan ditutup dengan kegiatan post-test serta menyimpulkan. Adapun hasil pengabdian menunjukkan bahwa santri Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan dapat memilah pemahaman para tokoh dalam memahami teks agama. Selain itu santri juga telah mampu mencontohkan faham moderat dalam berbangsa, bernegara dan beragama. Sebagai kesimpulan bahwa kegiatan pelatihan secara umum telah dapat memberikan penguatan faham moderasi beragama bagi santri Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan. Kata Kunci: Moderasi beragama, santri, pondok pesantren, moderat.
Mandailing Local Wisdom-Based Arabic Teaching Materials for Critical Thinking in Islamic Higher Education Fadlan Masykura Setiadi; Syaipuddin Ritonga; Zulpina Zulpina; Hajer Abdallah Albshkar
Alsina : Journal of Arabic Studies Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/alsina.8.1.30942

Abstract

The cultural mismatch between Arabic teaching materials and students' local backgrounds remains a persistent challenge in Islamic higher education in Indonesia, often hindering cognitive engagement and critical thinking development. This study aimed to develop Arabic teaching materials integrating Mandailing local wisdom to support reading skills and critical thinking among undergraduate students at STAIN Mandailing Natal, using a Research and Development (R&D) framework with the ADDIE model. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, questionnaires, expert validation, and pre-test and post-test assessments involving 30 third-semester students of the Arabic Education Program. These findings carry strategic implications for instructional innovation in Arabic language education, suggesting that culturally grounded teaching materials can serve as a meaningful pedagogical framework for strengthening linguistic competence, fostering critical thinking, and affirming students' cultural identity in Islamic higher education contexts across Indonesia.