Dwina Moentamaria
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENJADWALAN DAN PENGEMBANGAN RENCANA KERJA DI INDUSTRI YOGHURT Noer Khofifah; Dwina Moentamaria
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.392

Abstract

Penjadwalan dan perencanaan kerja pada industri diperlukan untuk memastikan ketepatan dan efisiensi waktu proses produksi. Industri yoghurt berbahan baku susu yang rentan terkontaminasi, membutuhkan penjadwalan dan perencanaan produksi yang tepat untuk pembibitan mikroba Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang terjadi pada proses fermentasi. Penggunaan sistem batch pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi perlu direncanakan secara terintegrasi. Metode penjadwalan dan perencanaan yang tepat dapat menggunakan gantt chart yang dapat mengintegrasikan beberapa proses menjadi urutan kerja yang yang efisien untuk produksi. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui pembuatan penjadwalan menggunakan metode gantt chart pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi di industri yoghurt berkapasitas 30.000 ton/tahun. Studi literatur ini dilakukan dengan penjadwalan produksi yoghurt menggunakan metode ini diawali dengan membuat uraian aktivitas harian dan gantt chart pada tangki pembibitan dan tangki fermentasi. Kelebihan gantt chart yaitu sederhana, mudah dibuat, menunjukkan waktu, urutan kegiatan, dapat digunakan berulang pada penjadwalan produksi yang berjalan, baik penjadwalan sederhana atau penjadwalan proyek yang rumit. Hasil perencanaan dengan metode gantt chart menunjukkan, bahwa proses produksi efektif berjalan setiap hari, walaupun sistem batch dilakukan pada 3 tangki pembibitan dan 4 tangki fermentasi, masing - masing dengan waktu yang berbeda yaitu 3 dan 12 jam.
MANAJEMEN PENGELOLAAN WAKTU MENGGUNAKAN SMART DIAGRAM PERT PADA INDUSTRI YOGHURT Safira Khairina; Dwina Moentamaria
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.422

Abstract

Kebijakan dan manajemen waktu memegang peran yang penting dalam kesuksesan suatu proses produksi. Penjadwalan merupakan salah satu solusi agar proses produksi dapat berjalan baik dan lancar. Pada industri yoghurt tangki seeding dan fermentor beroperasi secara batch dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses secara batch ini dapat menghambat proses produksi jika tidak dilakukan manajemen waktu yang tepat. Manajemen waktu dengan diagram PERT (Program Evaluation and Review Technique) dapat menjadi metode penjadwalan yang tepat untuk mengefisiensikan waktu produksi industri yoghurt. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang pengelolaan waktu di industri yoghurt dengan metode diagram PERT serta menganalisa efisiensinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan waktu industri dengan metode diagram PERT dapat digunakan untuk menyelesaikan sebuah penjadwalan proses produksi di industri yoghurt terutama pada bagian tangki seeding dan fermentor yang beroperasi secara batch. Manajamen pengelolaan waktu dengan metode diagram PERT ini terbukti efisien untuk penjadwalan proses produksi industri yoghurt.
PENGARUH SUHU PENDINGINAN UMPAN PADA PROSES REFRIGERATION TERHADAP PRODUK LEAN GAS DI UNIT LPG PLANT DI PT GASUMA FEDERAL INDONESIA (GFI) SOKO - TUBAN Achmad Salman Almujahidi; Dwina Moentamaria; Hadi Prasetyo Utomo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.116

Abstract

Distribusi gas alam merupakan bagian yang penting dalam menunjang kegiatan industri saat ini. Dengan kemajuan teknologi yang ada, maka beberapa metode rekayasa telah dikembangkan dalam perancangan fasilitas untuk memproduksi gas alam. PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) merupakan perusahaan swasta nasional dalam bidang pengolahan gas alam. Karena kondisi plant dalam keadaan running dan tiba tiba berhenti secara mendadak (blackout), Maka perlu dilakukan trial ulang untuk mencari kondisi operasi suhu pada unit Refrigeration System, laju alir dan konsentrasi produk lean gas (C1 dan C2) yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh PT GFI. Analisis GC dilakukan setiap kenaikan suhu operasi pada unit Refrigeration System. Dalam pemurnian lean gas didapatkan kondisi terbaik pada suhu -30 oF dengan konsentrasi produk C1 dan C2 (lean gas) sebesar 96,2% dan laju alir massa sebesar 2585 kg/jam.
INOVASI PENGGUNAAN WAVE BIOREACTOR SEBAGAI PEMBIAKAN KULTUR PADA INDUSTRI FROZEN YOGHURT Dinda Rahmah Firmandani; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.529

Abstract

Yoghurt merupakan salah satu produk hasil olahan susu dengan tekstur seperti gel yang diproduksi dengan proses fermentasi. Sebelum dilakukan proses fermentasi, bakteri yang akan digunakan akan melalui proses inokulasi dengan menggunakan kultur murni bakteri yang telah dibiakkan untuk membantu agar biaya produksi cukup rendah. Pembiakan ini umumnya dilakukan dalam shake flask atau spinner glass. Akan tetapi penggunaan spinner flask akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tegangan geser yang dihasilkan cukup tinggi sehingga cukup membahayakan pertumbuhan sel. Akibatnya, diperlukan suatu alat yang dapat mempersingkat tahapan dan waktu serta tegangan geser yang lebih rendah seperti wave bioreactor. Tujuan dari penelusuran ini yaitu untuk mengkaji proses pembiakan kultur menggunakan wave bioreactor serta proses pembiakan yang digunakan. Penelitian ini dilakukan melalui penelusuran studi literatur dengan membandingkan proses pembiakan secara konvensional dan intensifikasi serta alat yang digunakan. Dari penelusuran ini diperoleh hasil bahwa kultur murni yoghurt dapat diperbanyak dengan dibiakkan dalam media susu pada wave bioreactor. Penggunaan wave bioreactor dengan proses intensifikasi juga dapat mempersingkat waktu pembiakan melalui pengurangan tahapan pembiakan pada spinner flask sehingga dapat mengurangi waktu 1–2 minggu.
PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS GLUKOMANAN Nur Aminah Hasanah Faizin; Dwina Moentamaria; Zakijah Irfin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.510

Abstract

Penggunaan plastik di Indonesia sebagai bahan kemasan untuk memenuhi keperluan seharian sangat besar karena keunggulan sifatnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan sebagai penahan yang baik dan memiliki kelemahan karena sifatnya tidak mudah didegradasi. Akibatnya terjadi penumpukan limbah plastik menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Maka perlu dikembangkan jenis kemasan dari bahan organik yang berasal dari bahan yang terbarukan dan ekonomis, yaitu dengan mengembangkan plastik biodegradable dalam bentuk edible film. Salah satu polisakarida yang digunakan edible film adalah pati dari glukomanan yang berasal dari Umbi Porang. Glukomanan adalah bahan alternatif yang dikembangkan karena adanya kandungan polisakarida yang tinggi dalam umbi porang yaitu mannan yang memiliki kemampuan membentuk lapisan film yang baik. Edible film bertujuan sebagai pengganti kemasan plastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Carboxymethyl Cellulose (CMC), gelatin, minyak kelapa, gliserol, dan lidah buaya terhadap pembuatan edible film. Pembuatan edible film dilakukan dengan metode melalui 1) pencampuran bahan dan pemanasan pada suhu 50⁰C - 85⁰C, 2) pencetakan hasil pada plat kaca, 3) pemanasan pada suhu 60⁰C selama 1 hari, 4) uji hasil. Hasil terbaik edible film diperoleh dengan formulasi CMC 1 g, gelatin 2 g, gliserol 3 mL, minyak kelapa 0,7 mL, dan 10 mL larutan lidah buaya. Produk edible film yang dihasilkan memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) yaitu ketebalan 0,05 mm, kuat tarik 8,03 kgf/cm2, elongasi 12,57%, dan laju transmisi uap air 1,006 g/m2hari. Formulasi ini menunjukkan bahwa edible film dapat digunakan sebagai kemasan pangan.
MANAJEMEN PENGELOLAAN WAKTU MENGGUNAKAN SMART DIAGRAM PERT PADA INDUSTRI YOGHURT Safira Khairina; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.422

Abstract

Kebijakan dan manajemen waktu memegang peran yang penting dalam kesuksesan suatu proses produksi. Penjadwalan merupakan salah satu solusi agar proses produksi dapat berjalan baik dan lancar. Pada industri yoghurt tangki seeding dan fermentor beroperasi secara batch dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses secara batch ini dapat menghambat proses produksi jika tidak dilakukan manajemen waktu yang tepat. Manajemen waktu dengan diagram PERT (Program Evaluation and Review Technique) dapat menjadi metode penjadwalan yang tepat untuk mengefisiensikan waktu produksi industri yoghurt. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang pengelolaan waktu di industri yoghurt dengan metode diagram PERT serta menganalisa efisiensinya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan waktu industri dengan metode diagram PERT dapat digunakan untuk menyelesaikan sebuah penjadwalan proses produksi di industri yoghurt terutama pada bagian tangki seeding dan fermentor yang beroperasi secara batch. Manajamen pengelolaan waktu dengan metode diagram PERT ini terbukti efisien untuk penjadwalan proses produksi industri yoghurt.
PERANCANGAN SISTEM UNIT PEMBEKUAN PADA INDUSTRI FROZEN YOGHURT KAPASITAS PRODUKSI 10.000 TON/TAHUN Saaroh Dhiyaa’ul Hasanah; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.424

Abstract

Yoghurt merupakan salah satu minuman yang memiliki daya simpan tidak lama yang menyebabkan produk cepat mengalami pembusukan. Alternatif memperlama daya simpan yoghurt yaitu dibuat produk inovasi berupa frozen yoghurt (froyo). Bahan baku pembuatan yoghurt sendiri antara lain adalah susu sapi segar, bakteri asam laktat (Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Thermophillus), ekstrak buah-buahan, serta gelatin. Proses pembuatan froyo dimulai dari unit produksi yoghurt secara fermentasi dan unit pembekuan froyo. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem unit pembekuan froyo dengan kapasitas produksi 10.000 ton/tahun. Metode penelitian ini dimulai dari uraian proses secara umum pembuatan froyo dan perancangan unit pembekuan froyo yaitu homogenizer, tangki aging, tangki freezing, dan tangki hardening. Perhitungan dimensi tebal tutup atas dan bawah, tinggi tutup atas dan bawah. Data yang diperoleh dari hasil perancangan, 1) homogenizer: panjang 79 in, lebar 79 in, tinggi 67 in. 2) Tangki aging: panjang 40 in, lebar 43 in, dan tinggi 63 in. 3) Tangki freezing: tebal silinder, tebal tutup atas, dan bawah adalah 3/16 in, tinggi impeller 22 in, diameter pengaduk 19 in, tinggi 105 in, panjang leg 66 in. Bahan yang digunakan yaitu stainless steel SA 240 Grade M 316. Jenis tutup atas dan bawah menggunakan standard dished. 4) Tangki hardening 1.023 in, lebar 157 in, tinggi 118 in. Hasil perancangan unit pembekuan menunjukkan froyo dapat diproduksi secara kontinyu.
PERANCANGAN PLATE HEAT EXCHANGER SEBAGAI HIGH TEMPERATURE SHORT TIME PASTEURIZER SUSU Mar’atus Sholikhah; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.394

Abstract

Pasteurisasi merupakan salah satu proses penting pada industri olahan susu untuk membunuh mikroorganisme patogen. Proses pasteurisasi di industri dengan skala relatif besar biasanya menggunakan heat exchanger (HE), dilakukan secara kontinyu dengan metode Low Temperature Long Time (LTLT) pada 72℃ selama 30 menit dan High Temperature Short Time (HTST) pada 72℃ selama 15 detik. Efisiensi utilitas, perawatan mudah, higienis, serta koefisien perpindahan panas lebih tinggi dibanding jenis HE yang lain, menjadikan plate heat exchanger (PHE) dengan sistem HTST sebagai alternatif metode pasteurisasi susu yang baik. Tujuan penelitian ini adalah merancang PHE dengan metode HTST untuk pasteurisasi dengan laju alir masuk 1.000 kg susu /jam. Metode perancangan PHE dilakukan dengan menentukan laju aliran susu masuk, suhu masuk dan keluar serta kondisi properti aliran susu dingin dan panas. Flow arrangement, number of passes dan karakteristik pelat ditentukan terlebih dahulu untuk membantu perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh spesifikasi rancangan yang cocok digunakan untuk pasteurisasi susu skala industri yaitu dimensi panjang x lebar pelat sebesar 0,68 m x 0,4 m, tebal pelat 0,005 m, serta jumlah pelat pada masing-masing bagian cooling, regenerating, dan heating, yaitu 33, 118, 231, membutuhkan 52,04 kg/jam air panas bersuhu 850C, dan tidak membutuhkan air pendingin dari unit utilitas.
SELEKSI PROSES DAN PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI PABRIK HIGH FRUCTOSE CORN SYRUP Annisa Rahma Nurfadila; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5067

Abstract

Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia terutama perannya sebagai pemanis, naik untuk dikonsumsi langsung ataupun untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Kebutuhan gula nasional Indonesia secara umum mencapai 7,3 juta ton dengan produksi gula nasional sebesar 2,35 juta ton tidak bisa menutupi kebutuhan konsumsi. Produksi dalam negeri perlu terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah mencari alternatif bahan pemanis lain yang mampu mensubstitusi gula. Salah satu gula alternatif yang digunakan yaitu sirup jagung fruktosa tinggi. Gula dari pati jagung dinilai memiliki rasa serta kemanisan yang hampir sama dengan sukrosa. Pati jagung dipilih sebagai bahan baku utama pembuatan sirup fruktosa dikarenakan salah satu komoditas terjamin di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, provinsi Jawa Timur memperoleh peringkat pertama dalam produksi jagung dengan luas panen 1,19 juta hektar menghasilkan 5,37 juta ton. Tujuan studi literatur ini adalah untuk menentukan seleksi proses dan besar kapasitas produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS). Penentuan seleksi proses ditentukan dengan metode studi literatur dari berbagai macam proses produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) diantaranya hidrolisis asam-asam, asam-enzim, dan enzim-enzim. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan dengan metode perhitungan pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) dari penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2012-2021. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) yang akan didirikan pada tahun 2025 di Tuban, Jawa Timur adalah sebesar 15.000 ton/tahun dengan seleksi proses yang dipilih enzim-enzim.
PENGARUH ULTRASONIK PADA SINTESIS PERISA ALAMI DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA, MINYAK SEREH, DAN PAPPERMINT Medyna Mutiara Azzahra; Dwina Moentamaria
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5068

Abstract

Perisa alami alami digunakan sebagai alternatif dari perisa buatan yang dijual dipasaran. Perisa alami disintesis melalui reaksi transesterifikasi trigliserida dan alkohol secara enzimatik. Reaksi enzimatik bekerja secara spesifik tanpa memerlukan energi yang tinggi dan membutuhkan waktu reaksi yang sangat lama hingga 20 jam. Penelitian ini,menggunakan penambahan bahan yang memiliki aroma serta rasa yang kuat yaitu peppermint. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan teknologi dalam mengoptimalisasi waktu reaksi dan menganalisis pengaruh daya, waktu, dan suhu pemaparan gelombang ultrasonik pada pembuatan perisa alami melalui metode transesterifikasi minyak kelapa, minyak sereh, dan peppermint. Tahapan penelitian yaitu immobilisasi lipase pada PUF(polyurethane foam), kemudian melakukan reaksi transesterifikasi untuk menghasilkan produk perisa alami, dan analisis hasil meliputi %konversi, bilangan asam. Pada tahap transesterifikasi minyak kelapa, minyak sereh, dan peppermint direaksikan dengan immobillized lipase lalu dimasukkan dalam ultrasonic bath. Percobaan menggunakan variabel daya 60 W, 80 W, 100 W. Dengan waktu reaksi 30 menit, 60 menit, 120 menit, 150 menit pada suhu 40°C. Pada setiap variasi, dilakukan analisis terhadap karakteristik perisa yang dihasilkan termasuk aroma, kekuatan, dan kesegaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada waktu reaksi 150 menit diperoleh hasil perisa alami dengan karakteristik aroma yang optimal. Kondisi ini menghasilkan kombinasi yang harmonis antara komponen utama dari minyak sereh dan minyak peppermint, serta mengoptimalkan efek dari penggunaan ultrasonik pada proses pembuatan perisa alami. Hasil analisis bilangan asam yang memiliki nilai paling rendah yaitu pada penggunaan daya 100 Watt dengan waktu 150 menit, sedangkan pada hasil konversi mengalami kenaikan.Hasil nilai aktivitas enzim tertinggi yaitu pada penggunaan daya 100W dengan nilai sebesar 75.833 U/g PUF.