Muhammad Amin
STITNU Sakinah Dharmasraya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURA DI SD NEGERI 19 SITIUNG Muhammad Amin; Zulmuqim Zulmuqim; Iswantir Iswantir; Erwin Erwin
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v9i2.3003

Abstract

This research is on the implementation of multicultural education in PAI subjects. This research was conducted at The State Elementary School 19 Sitiung using a descriptive qualitative method. This study aims to determine the extent of the cultivation and application of multicultural education values in the school. From the research results by researchers by conducting observations and interviews with related parties, the importance of multicultural education carries out well. There is no discrimination against minorities and migrants studying and studying at this school—Islamic education values implement as well as possible.
Pengembangan Modul Pembelajaran berbasis Inkuiri pada Materi Pernikahan Mata Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas XII di SMAN 1 Pariangan Kabupaten Tanah Datar Jamal Mirdad; Afriwes Afriwes; Muhammad Amin
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4250

Abstract

The purpose of the study is to obtain data on whether the characteristics of the resulting learning module have met valid and practical criteria. The type of research used is development research, which is a research method used to produce products / modify products, namely inquiry-based learning modules. The development model used is the 4-D model, namely: define, design, develop, and dissemination and is only carried out until the develop stage. Data collection techniques are carried out through questionnaires, observations and interviews. Based on research that has been done, it is known that the inquiry-based learning module on the marriage material that has been produced is very valid by showing the calculated value of the Aiken index coefficient of 82 through validation tests by 3 validators. The results of the practicality test through the student response questionnaire are categorized as very practical with an assessment percentage of 92.08%.
Paradigma Pendidikan Multikultural Mereduksi Prasangka dan Konflik Antar Umat Beragama Rani Safitri; Pely Welgya; Yenitadini Indah Sari; Maya Sitisholihah; Muhammad Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18584

Abstract

Indonesia memiliki keberagaman agama, suku, budaya, dan etnis yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Intoleransi, prasangka, diskriminasi, dan konflik antarumat beragama menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan multikultural. Tujuan penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma pendidikan multikultural dalam mereduksi prasangka dan konflik antarumat beragama serta mengidentifikasi strategi implementasinya dalam pendidikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, karya tokoh pendidikan multikultural, dan dokumen kebijakan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi secara deskriptif kualitatif. Subjek: Sumber kajian berupa berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan pendidikan multikultural, toleransi, prasangka, dan konflik antarumat beragama. Hasil pendidikan multikultural berperan strategis dalam mengurangi prasangka melalui pembelajaran kolaboratif, dialog antariman, budaya sekolah inklusif, peningkatan kompetensi guru, keterlibatan keluarga, dan literasi digital. Kesimpulannya adalah pendidikan multikultural merupakan strategi preventif yang efektif untuk membangun toleransi, empati, dan kerukunan serta mencegah konflik antarumat beragama.