Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR QUALITY OF LIFE WANITA MENJELANG MASA MENOPAUSE DI DESA KALIREJO KEC WAY RATAI KAB PESAWARAN Oktaviani, Tanti; Fixi Intansari
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6480

Abstract

The premenopausal phase is a transitional period experienced by women before entering menopause, marked by various physical, psychological, social, and environmental changes that can affect quality of life. This study aims to identify the factors that influence the quality of life of women approaching menopause in Kalirejo Village, Way Ratai Subdistrict, Pesawaran Regency. The research used a qualitative approach with a phenomenological perspective. The subjects consisted of three women aged 40–45 years who experienced irregular menstrual cycles, were married, lived with their families, and came from lower-middle socioeconomic backgrounds. Data collection techniques included semi-structured interviews, observation, and documentation. The results showed that all subjects experienced a decline in quality of life in aspects of health and functioning, psychological and spiritual well-being, social and economic conditions, and family relationships. Reported complaints included physical fatigue, sleep disturbances, anxiety, mood changes, financial stress, and lack of emotional support from spouses. Imbalances in family relationships and limited environmental comfort also hindered their ability to carry out daily roles. The subjects continued to maintain emotional balance through religious practices, communication with children, and limited involvement in social activities. This study concludes that the quality of life of women approaching menopause is strongly influenced by physical condition, psychological stability, family support, and social and economic circumstances.
Self-Awareness, Attitudes, and Social Norms Toward Sexual Violence Behavior in Educational Settings Bayu Sekar Larasati; Fixi Intansari
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 3 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Febru
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i3.4073

Abstract

Sexual violence is an act of insulting, degrading, assaulting, or other actions targeting a person's body and sexual desires through intimidation, contrary to their will, forcing the person to comply due to power or gender inequality, leading to physical, psychological, and sexual suffering. The purpose of this study is to analyze the influence of self-awareness, attitudes, and social norms on sexual violence behavior in educational settings. This research employs a quantitative method with multiple linear regression analysis techniques. The study population includes lecturers and educational staff from three universities in Pringsewu Regency, Lampung, with a total of 110 respondents. The data collection technique used in this study is non-probability sampling with convenience sampling. The results show that the significance coefficient of self-awareness, attitudes, and social norms toward sexual violence behavior is 0.004 (p ? 0.01). Based on the findings, it is concluded that self-awareness, attitudes, and social norms have an influence on sexual violence behavior in educational settings. The obtained R-square value is 0.117 (11.7%), indicating that self-awareness, attitudes, and social norms contribute 11.7% to sexual violence behavior, while the remaining 89.3% may be influenced by other variables not examined in this study.
Pengalaman Koping Religius Caregiver Pasangan Pada Wanita Penderita Kanker Payudara Rully Afrita Harlianty; Fixi Intansari; Bayu Sekar Larasati; Hamid Mukhlis; Rismawati Rismawati; Galuh Pradnya Farmasita
Journal of Psychological Perspective Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.412462022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana koping religius pada caregiver kanker payudara mampu membantu caregiver menghadapi permasalahan psikologis yang berkaitan dengan pengasuhan keluarga yang menderita kanker payudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa koping religius subjek berupa: menilai permasalahan sebagai hukuman dari Tuhan, memperoleh ketenangan batin dengan cara mendekatkan diri dengan Tuhan, berserah diri pada Tuhan atas cobaan yang dialami, mengalami perubahan hidup yang ditunjukkan dengan ketaatan yang lebih dalam melakukan ritual agama; dan terakhir dan memperoleh dukungan dari komunitas keagamaan (jemaah) berupa dukungan spiritual. Meskipun strategi koping religius dapat membantu S dalam menghadapi permasalahannya, S tetap membutuhkan bantuan berupa dukungan material agar semakin kuat dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan pengasuhan.
Kematangan Emosi Pada Remaja yang Memiliki Ibu Bekerja Sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) Shofyya Al Karimah Ats-Tsiqoh; Fixi Intansari
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/zm4n9g94

Abstract

Kematangan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan emosi, sehingga dapat berpikir secara matang dan siap dalam bertindak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kematangan emosi pada remaja yang memiliki ibu bekerja sebagai TKW. Peneliti menggunakan ciri-ciri kematangan emosi dari Walgito, sebagai acuan untuk melihat kematangan emosi pada subjek penelitian. Penelitian ini melibatkan tiga orang remaja yang memiliki ibu bekerja di luar negeri, yang bertempat tinggal di Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data berupa wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, dan teknik keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa dua orang partisipan memiliki kematangan emosi, sedangkan satu orang partisipan belum mencapai kematangan emosi. Faktor yang mempengaruhi kematangan emosi yaitu faktor pengalaman dan faktor lingkungan keluarga.
Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dengan Kemandirian pada Siswa SMA X di Pringsewu Desta Yuliantika; Fixi Intansari
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 9 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia (Issue in Progress)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i9.3782

Abstract

Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk mengambil langkah, membuat pilihan, serta memikul tanggung jawab atas tindakannya secara otonom tanpa bersandar pada orang lain. Pembentukan karakter ini sangat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan demokratis, di mana orang tua menerapkan aturan yang relevan dengan perkembangan anak sekaligus memberikan kebebasan yang membangun untuk mencegah dampak pergaulan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara gaya pengasuhan demokratis orang tua dan tingkat kemandirian siswa di SMA X Pringsewu. Desain kuantitatif diterapkan dalam studi ini, yang melibatkan 116 partisipan dari sekolah tersebut yang dipilih melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu Skala Pola Asuh Demokratis dan Skala Kemandirian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment melalui perangkat lunak SPSS versi 25 for Windows. Temuan statistik memperlihatkan nilai koefisien r = 0,385 serta probabilitas p = 0,000 (p < 0,01). Angka tersebut mengindikasikan keberadaan korelasi positif yang signifikan antara kedua variabel yang diuji. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis, maka semakin tinggi pula kemandirian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur perkembangan remaja dan menawarkan implikasi praktis bagi orang tua, guru, serta konselor sekolah dalam merancang intervensi untuk menumbuhkan kemandirian siswa. Korelasi ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan kemandirian. Penerapan komunikasi terbuka, pemberian kesempatan mengambil keputusan, serta penghargaan terhadap pendapat siswa dapat mendukung terbentuknya sikap bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola tindakan secara mandiri dalam kehidupan siswa.
Pelukan Penuh Keyakinan: Penguatan Parenting Self-Efficacy Ibu dalam Mengasuh dan Merawat Anak melalui Psikoedukasi Rizky Aulia Fitriana; Fixi Intansari
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3379

Abstract

Keyakinan diri dalam pengasuhan merupakan aspek penting bagi ibu dalam menghadapi berbagai tuntutan pengasuhan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan keyakinan diri dalam pengasuhan setelah mengikuti psikoedukasi Pelukan Penuh Keyakinan. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest dengan melibatkan 15 ibu yang memiliki anak. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi berbasis kelompok, diskusi, dan refleksi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor dari 31,07 pada pre-test menjadi 31,87 pada post-test. Sebanyak 11 peserta mengalami peningkatan skor, tiga mengalami penurunan, dan satu peserta tetap. Namun, perubahan tersebut belum signifikan secara statistik (Z = −1,696; p = 0,090). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa ibu menghadapi berbagai tantangan dan keraguan terhadap kapasitas diri, tetapi mampu mengenali kompetensi dan usaha dalam pengasuhan. Refleksi menunjukkan penerimaan terhadap ketidaksempurnaan dan pemaknaan pengasuhan sebagai proses belajar.