Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pengajar Rahmat Santoso; Alvian Demaz Peramutya; Anicitus Agung Nugroho; Imam Safi’i
Journal of Management and Bussines (JOMB) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Management and Bussines (JOMB)
Publisher : IPM2KPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jomb.v4i2.4587

Abstract

This study aims to determine the relationship between leadership and organizational culture on the performance of the Banten Shipping Polytechnic instructor. The method used is descriptive quantitative with a sample of 40 teachers at Poltekpel Banten. Data was collected through questionnaires distributed via google form. The results showed that there was a positive influence between leadership and teacher performance, between organizational culture and teacher performance, and between leadership and organizational culture. Good leadership will affect organizational culture and teacher performance will be good too. Just as a good organizational culture will also have a good effect on teacher performance. That way, teachers are motivated and become loyal to the organization. In conclusion, leadership, organizational culture, and teacher performance influence each other. Keywords: Organizational Culture, Work Leadership, Teacher Performance
Pengaruh Tingkat Kebisingan Mesin Kapal terhadap Fungsi Pendengaran dan Stress Kerja pada Teknisi Mesin Kapal Heru Widada; Alvian Demaz Peramutya; Anicitus Agung Nugroho; Hari Sunanto
Quantum Teknika : Jurnal Teknik Mesin Terapan Vol 4, No 1 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jqt.v4i1.15313

Abstract

This study aimed to determine the effect of ship engine noise level on hearing function and work stress on ship engine technicians. The data collection process was carried out within 30 days, from 15 February 2021 to 15 March 2021. This study took a collation at the Merak port of Banten. The method used is a survey using research subjects, ship engine technicians, and the object of research is noise. This study uses primary data in engine maintenance design and the intensity of noise distribution on the ship's engine. The research sample was 2 units of machines with engine criteria aged 1 year and 6 years. The equipment used in this study is a sound level meter, an object to measure the noise that has been calibrated. This research uses the descriptive analysis method. The results showed that the noise value at full rpm was 70.3-104 dB (A) and 59.2-77.5 dB (A) when in a stationary state. Referring to the data, the age of the machine does not affect the noise level. As a preventive measure against something that can become an obstacle regarding noise on board, it is necessary to use ear protection devices such as ear protection devices called earplugs. Noise can be minimized by regularly lubricating the engine and installing silencers to prevent sound from spreading to other rooms so that it can reduce the risk due to noise that causes stress, headaches, high blood pressure and other diseases
Analisis Keterampilan dan Pengetahuan Kru Mesin Menggunakan Alat Pemadam Kebakaran dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Kamar Mesin MT. Ketaling Hari Sunanto; Alvian Demaz
Journal Marine Inside Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.534 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v1i2.12

Abstract

Salah satu penyebab kecelakaan kapal yang menyebabkan materi dan jiwa adalah kebakaran diatas kapal. Sebagai syarat diterimanya Anka Buah Kapal (ABK) untuk bekerja diatas kapal haruslah memiliki basic keterampilan dalam upaya penanganan dan pencegahan diatas kapal namun masih banyak anak buah kapal yang belum mampu memaksimalkan keterampilan tersebut sehingga masih banyak kelalaian-kelalaian dalam bekerja yang menyebabkan terjadinya kebakaran diatas kapal. Dari hasil penelitian bahwa anak buah kapal memiliki kekurangan ilmu pengetahuan keterampilan menangani kebakaran, bahkan membedakan sebuah peralatan dan penandaan pun masih belum optimal, tentu saja hal ini ada sebabnya yakni jarang terlaksananya kegiatan pelatihan diatas kapal untuk familiarisasi anak buah kapal terhadap masalah tersebut adalah alasan utama penyebab hal tersebut. Adanya pemberian pengetahuan dan sosialisasi dari officer yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan ini harus berjalan maksimal sehingga kejadian kebakaran diatas kapal MT. Ketaling menjadi sebuah pembelajaran untuk para anak buah kapal lainnya bahkan untuk perusahaan yang bersangkutan.
Perancangan Prototipe Kapal Latih Dengan Sistem Penggerak Tenaga Surya Menggunakan Software Solidworks Mujiono, Mujiono; Riyanto, Riyanto; Peramutya, Alvian Demaz; Effendi, Yafid; Rosyidin, Ali
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2023): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v7i2.9984

Abstract

Energi terbarukan pada bidang maritim sangatlah diperlukan, hal ini dilakukan untuk peningkatan efisiensi, khususnya penggunaan tenaga surya merubah energi listrik sebagai sistem penggerak pada kapal latih. Saat ini kapal latih masih banyak menggunakan bahan bakar minyak bumi, tentunya berakibat menipisnya cadangan minyak bumi. Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi dampak lingkungan, penggunaan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, menjadi sangat penting. Pemanfaatan tenaga surya dalam penggerak kapal adalah langkah menuju sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Tenaga surya dapat mengurangi biaya bahan bakar dan pemeliharaan. Kapal latih dengan tenaga surya dapat digunakan untuk tujuan pelatihan dan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil serta efisiensi energi dengan penggunaan surya cell sebagai sistem pengerak pada kapal latih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan melakukan pengamatan secara langsung kapal latih. Serta studi literatur sebagai referensi dalam menganalisa perhitungan dan desain kapal latih dengan menggunakan software Solidworks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah surya cell 18 panel, tiap panel menghasilkan daya 114 WP, dan daya yang dihasilkan oleh surya cell adalah 2592 W.
Inovasi kapal bertenaga panel surya sebagai implementasi energi baru terbarukan dalam transportasi laut Palembangan, Semuel; Nursyamsu, Nursyamsu; Irwansyah, Rudi Harun; Peramutya, Alvian Demaz; Santoso, Rahmat; Amirullah, Amirullah; Hidayatuloh, Ade Taopik; Ischak, Rabbani
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.137

Abstract

Ketergantungan sektor maritim pada bahan bakar fosil telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi karbon, pencemaran lingkungan laut, dan tingginya biaya operasional kapal. Tantangan ini menuntut inovasi energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan prototipe kapal wisata bertenaga surya sebagai sumber energi utama penggerak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, perakitan, pengujian, dan evaluasi kinerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapal berbobot 1,3 ton dapat beroperasi dengan kecepatan rata-rata 3,5–4 knot menggunakan enam panel surya berkapasitas 100 WP dan empat baterai 200 Ah, dengan waktu pengisian penuh sekitar 12 jam pada kondisi penyinaran optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kapal bertenaga surya berpotensi menjadi alternatif transportasi laut yang efisien, ramah lingkungan, serta mendukung penerapan energi terbarukan di sektor maritim.   The maritime sector's reliance on fossil fuels has significantly contributed to increased carbon emissions, marine environmental pollution, and high vessel operational costs. These challenges necessitate the development of environmentally friendly and sustainable alternative energy solutions. This study aims to design and implement a solar-powered tourist boat prototype as the primary propulsion energy source. The research employed a Research and Development (R&D) approach, encompassing needs analysis, design, assembly, testing, and performance evaluation stages. The test results indicate that a 1.3-ton vessel can operate at an average speed of 3.5–4 knots using six 100 WP solar panels and four 200 Ah batteries, with a full charging time of approximately 12 hours under optimal sunlight conditions. These findings suggest that solar-powered boats have the potential to serve as an efficient and environmentally friendly alternative for maritime transportation while promoting the adoption of renewable energy in the maritime sector.