Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efforts to prevent oil spills in bunker supply activities at Pertamina Trans Kontinental Plaju Branch Magdalena, Susiarni; Tumanggor, Arief Hidayat; Prasetyo, Hendi; Prihandono, Boedi; Irwansyah, Rudi Harun; Mentari, Sabrina Puti
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami dampak pencemaran laut akibat tumpahan minyak dari operasi kapal sebagai alat transportasi laut. Metode pengumpulan data meliputi studi pustaka, dokumentasi, dan data deskriptif dari berbagai sumber. Penelitian ini menyoroti pentingnya pola pencegahan pencemaran yang efektif untuk meminimalkan dampak negatif tumpahan minyak pada ekosistem laut dan lingkungan perairan. Masalah utama yang dikaji adalah upaya pencegahan tumpahan minyak sebelum meluas dan merusak ekosistem. Teori yang digunakan adalah teori pengelolaan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan dan pencegahan pencemaran laut. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara triangulasi dan berkelanjutan hingga data jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan penanganan tumpahan minyak secara berkala bagi seluruh pekerja sangat penting. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu keselamatan, helm, dan pelampung khusus wajib dilakukan untuk mencegah dampak fatal dari kecelakaan kerja.
Analisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi dalam menentukan umur pakai propeller perahu nelayan tradisional Misra Jaya; Ahmad Munawir; Rudi Harun Irwansyah; Asnawi
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.71

Abstract

Propeller menjadi salah satu faktor keselamatan kapal dan awak kapal maka dari itu propeller yang digunakan harus bisa menjamin keamanan dalam berlayar atau mencari ikan. Salah satu kegagalan pada propeller perahu nelayan disebabkan oleh kerusakan atau korosi. Salah satu cara untuk mengetahui penyebab dari kegagalan yang terjadi pada propeller adalah dilakukan pengujian kandungan komposisi dari propeller. Tujuan pengujian tersebut adalah mengetahui jenis dari aluminium paduannya. Kemudian dilakukan uji kekerasan dan laju korosi untuk estimasi korosi akibat dari air laut. Pengujian tersebut dilakukan untuk menganalisis pengaruh jumlah daun propeller dan temperatur air laut terhadap laju korosi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh laju korosifitas pada propeller dengan jumlah daun yang berbeda serta temperaur air laut yang berbeda pada perahu nelayan tradisional. Propellers are one of the safety factors for ships and crew. Therefore, the propellers used must guarantee safety when sailing or fishing. One of the failures in fishing boat propellers is caused by damage or corrosion. One way to find out the cause of a failure that occurs in a propeller is to test the composition of the propeller. The purpose of this test is to find out the type of aluminum alloy. Hardness and corrosion rate tests were then carried out to estimate corrosion due to seawater. This test was carried out to analyze the effect of the number of propeller blades and seawater temperature on the corrosion rate. This research aims to investigate the impact of the rate of corrosivity on propellers with different numbers of leaves and seawater temperatures on traditional fishing boats.
Socialization of sailing safety for fishermen at Cituis Port Prasetyo, Hendi; Asnawi, Asnawi; Irwansyah, Rudi Harun; Munawir, Ahmad; Setyawan, Deny Adi; Zulkarnain, Mokhammad; Shulhany, Ahmad; Ischak, Rabbani; Hidayatuloh, Ade Taopik; Sunanto, Hari; Widodo, Agus
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 3, No 2 (2024): Available Online in October 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jocse.v3i2.29791

Abstract

This community service project, conducted by Politeknik Pelayaran Banten, focused on providing sailing safety counseling to fishermen at Cituis Port in Karang Serang village. The initiative sought to address the challenges faced by local fishermen by improving their awareness of safety practices, alleviating economic constraints, and mitigating the risks associated with navigating and operating in demanding marine environments. Through participatory workshops and practical demonstrations, fishermen were educated on effective safety practices and emergency responses. The distribution of life jackets further emphasized the importance of preparedness. The project also involved collaborating with local governments and organizations to enhance sustainability. By increasing safety awareness and equipping fishermen with critical resources, this program protected lives and fostered a safer and more resilient maritime community. This effort aligns with the institution's mission of contributing to sustainable marine development and community empowerment. Kegiatan pengabdian masyarakat ini, yang dilaksanakan oleh Politeknik Pelayaran Banten, bertujuan memberikan penyuluhan tentang keselamatan berlayar kepada para nelayan di Pelabuhan Cituis, Desa Karang Serang. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi nelayan lokal dengan meningkatkan kesadaran mereka tentang praktik keselamatan, meringankan kendala ekonomi, dan mengurangi risiko yang terkait dengan navigasi serta operasi di lingkungan laut yang menantang. Melalui lokakarya partisipatif dan demonstrasi praktis, para nelayan diberikan edukasi tentang langkah-langkah keselamatan yang efektif dan respons darurat. Pembagian jaket keselamatan juga menjadi penekanan penting akan kesiapan menghadapi keadaan darurat. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dan organisasi terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan meningkatkan kesadaran keselamatan dan menyediakan sumber daya yang penting, program ini tidak hanya melindungi nyawa, tetapi juga membangun komunitas maritim yang lebih aman dan tangguh. Upaya ini selaras dengan misi institusi dalam mendukung pembangunan kelautan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan Handout Matematika untuk Meningkatkan Minat Belajar Shulhany, Ahmad; Munawir, Ahmad; Asnawi, Asnawi; Irwansyah, Rudi Harun
Media Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v12i2.11705

Abstract

Mahasiswa pelayaran pada tahun pertama diwajibkan mengambil mata kuliah matematika dasar atau matematika terapan. Bahan ajar yang tersedia saat ini masih bersifat umum dan belum secara spesifik memperkenalkan konsep-konsep yang relevan dengan bidang pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa handout yang memiliki ciri khas pelayaran guna meningkatkan minat belajar mahasiswa. Handout yang dikembangkan berisi materi matematika dan contoh-contoh yang berkaitan langsung dengan pelayaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang meliputi tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat pertama. Validitas handout diuji melalui lembar validasi, sementara kepraktisan dan kemenarikannya diuji menggunakan angket respons pengguna. Efektivitasnya diuji melalui lembar soal pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan handout ini berhasil meningkatkan minat belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil angket respons yang mengindikasikan peningkatan minat belajar di kalangan mahasiswa pelayaran.
Application of the Traffic Separation Scheme (TSS) in the Sunda Strait: A Literature Review Nursyamsu Nursyamsu; Vidiana Anggeranika; Syairi Anwar; Rudi Harun Irwansyah
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 4 No 12 (2025): Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/bavrmb63

Abstract

The Sunda Strait is one of Indonesia’s strategic maritime choke points, connecting the Indian Ocean with the Java Sea. The high volume of vessel traffic, complex geographical conditions, and limited navigation facilities pose significant risks of maritime accidents. The International Maritime Organization (IMO) approved the implementation of a Traffic Separation Scheme (TSS) in the Sunda Strait on July 1, 2020, aimed at enhancing navigational safety and preventing marine pollution. This study employs a literature review method by analyzing international regulations, national laws, technical reports, and previous research. The review focuses on four aspects: navigational safety, traffic efficiency, environmental protection, and implementation challenges. Findings indicate that the TSS significantly contributes to reducing collision risks and improving maritime traffic order. However, challenges remain, including limited Vessel Traffic Service (VTS) facilities, compliance by foreign vessels, and inter-agency coordination. This study emphasizes the need for improved navigation infrastructure, AIS-based monitoring, and continuous awareness programs to optimize TSS implementation in the Sunda Strait.
Inovasi kapal bertenaga panel surya sebagai implementasi energi baru terbarukan dalam transportasi laut Semuel Palembangan; Nursyamsu Nursyamsu; Rudi Harun Irwansyah; Alvian Demaz Peramutya; Rahmat Santoso; Amirullah Amirullah; Ade Taopik Hidayatuloh; Rabbani Ischak
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.137

Abstract

Ketergantungan sektor maritim pada bahan bakar fosil telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi karbon, pencemaran lingkungan laut, dan tingginya biaya operasional kapal. Tantangan ini menuntut inovasi energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan prototipe kapal wisata bertenaga surya sebagai sumber energi utama penggerak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, perakitan, pengujian, dan evaluasi kinerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapal berbobot 1,3 ton dapat beroperasi dengan kecepatan rata-rata 3,5–4 knot menggunakan enam panel surya berkapasitas 100 WP dan empat baterai 200 Ah, dengan waktu pengisian penuh sekitar 12 jam pada kondisi penyinaran optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kapal bertenaga surya berpotensi menjadi alternatif transportasi laut yang efisien, ramah lingkungan, serta mendukung penerapan energi terbarukan di sektor maritim.   The maritime sector's reliance on fossil fuels has significantly contributed to increased carbon emissions, marine environmental pollution, and high vessel operational costs. These challenges necessitate the development of environmentally friendly and sustainable alternative energy solutions. This study aims to design and implement a solar-powered tourist boat prototype as the primary propulsion energy source. The research employed a Research and Development (R&D) approach, encompassing needs analysis, design, assembly, testing, and performance evaluation stages. The test results indicate that a 1.3-ton vessel can operate at an average speed of 3.5–4 knots using six 100 WP solar panels and four 200 Ah batteries, with a full charging time of approximately 12 hours under optimal sunlight conditions. These findings suggest that solar-powered boats have the potential to serve as an efficient and environmentally friendly alternative for maritime transportation while promoting the adoption of renewable energy in the maritime sector.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KONDISI KAPAL, SUMBER DAYA MANUSIA, DAN KONDISI LINGKUNGAN, TERHADAP KECELAKAAN KAPAL PADA ALUR PELAYARAN DI SELAT SUNDA DAN LAUT JAWA Nursyamsu; Arief Hidayat Tumanggor; Rudi Harun Irwansyah; Boedi Prihandono
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi kapal, sumber daya manusia (SDM), dan kondisi lingkungan terhadap tingkat kecelakaan kapal di alur pelayaran Selat Sunda dan Laut Jawa, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Berdasarkan data Mahkamah Pelayaran dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) periode 2019–2025, tercatat 125 kasus kecelakaan kapal, dengan human error sebagai penyebab utama (46,4%) dan kandas (grounding) sebagai insiden terbanyak (28,8%). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode regresi linier berganda. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden dari KNKT, Vessel Traffic Service (VTS) Merak, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Hasil uji validitas dan reliabilitas memastikan kelayakan seluruh instrumen penelitian. Pengujian statistik secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa kondisi kapal, SDM, dan kondisi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kecelakaan kapal (F-hitung = 45,287; Sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi ($R^2$) sebesar 0,733 menunjukkan bahwa 73,3% variasi tingkat kecelakaan kapal dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Secara parsial (Uji t), seluruh variabel independen juga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan. SDM diidentifikasi sebagai faktor paling dominan dengan koefisien regresi tertinggi (0,417) dan nilai t-hitung sebesar 4,389. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM—khususnya dalam hal pengetahuan, pengalaman operasional, dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP)—merupakan langkah krusial untuk menekan angka kecelakaan maritim di wilayah perairan tersebut.   This study aims to analyze the influence of ship conditions, human resources, and environmental conditions on the rate of ship accidents in the shipping lanes of the Sunda Strait and the Java Sea, as well as to identify the most dominant factor. According to data from the Maritime Court and the National Transportation Safety Committee (KNKT) for the 2019–2025 period, 125 ship accidents were recorded, with human error being the primary cause (46.4%) and grounding as the most frequent incident (28.8%). This quantitative research employs a multiple linear regression method. Primary data were collected through a questionnaire survey administered to 60 respondents from KNKT, Merak Vessel Traffic Service (VTS), and the Harbormaster and Port Authority (KSOP). The validity and reliability test results confirmed the suitability of all research instruments. The simultaneous statistical analysis (F-test) indicates that ship conditions, human resources, and environmental conditions significantly affect ship accidents (F-value = 45.287; Sig. 0.000). The coefficient of determination ($R^2$) of 0.733 indicates that 73.3% of the variance in ship accidents is explained by these three variables. Partially (t-test), all independent variables also exhibit a significant impact. Human resources emerged as the most dominant factor, possessing the highest regression coefficient (0.417) and a t-value of 4.389. These findings emphasize that enhancing human resource competency—particularly regarding knowledge, operational experience, and compliance with Standard Operating Procedures (SOP)—is a crucial step in reducing maritime accidents in the studied region.
The Influence of port concession schemes on the performance of port business entities in Indonesia: A systematic literature review Fauhidzi Zulistian; Syairi Anwar; Rudi Harun Irwansyah; Rahmat Santoso
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.228

Abstract

Port concession schemes have emerged as a primary policy instrument for the Indonesian government to accelerate infrastructure development, enhance operational efficiency, and stimulate private sector participation in the maritime sector. Following the enactment of Shipping Law No. 17 of 2008, Indonesia's port governance transitioned from a service port to a landlord port model, wherein Port Authorities act as regulators while Port Business Entities (Badan Usaha Pelabuhan/BUP) operate facilities via concession agreements. Despite the widespread adoption of these arrangements, their actual impact on port performance, investment realization, and service quality remains contested. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) to evaluate the influence of concession schemes on BUP performance in Indonesia. Drawing on scientific journals, regulatory documents, and international publications, the analysis reveals that concessions generally foster infrastructure modernization, operational efficiency, and service competitiveness. However, significant hurdles persist, including regulatory ambiguities, disputes over concession durations, asset transfer complexities, tariff determinations, and institutional friction. Ultimately, the findings indicate that the success of port concessions extends beyond contractual terms, demanding robust governance, regulatory consistency, and performance-based monitoring. This paper concludes with strategic recommendations to refine concession policies, thereby securing the long-term competitiveness and sustainability of Indonesian ports.   Skema konsesi pelabuhan kini menjadi salah satu kebijakan andalan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan efisiensi operasional, dan menarik keterlibatan sektor swasta di industri maritim. Sejak disahkannya UU Pelayaran No. 17 Tahun 2008, sistem tata kelola pelabuhan kita beralih dari model service port ke landlord port. Dalam sistem ini, Otoritas Pelabuhan berperan sebagai regulator, sedangkan fasilitasnya dioperasikan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) lewat perjanjian konsesi. Meski skema ini sudah banyak diterapkan, efektivitasnya terhadap peningkatan kinerja pelabuhan, masuknya investasi, dan kualitas layanan masih sering diperdebatkan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk melihat sejauh mana pengaruh skema konsesi tersebut terhadap kinerja BUP di Indonesia. Berdasarkan telaah terhadap berbagai jurnal ilmiah, dokumen regulasi, dan publikasi internasional, terlihat bahwa pemberian konsesi secara umum membawa dampak positif. Infrastruktur pelabuhan menjadi lebih modern, operasional lebih efisien, dan layanannya makin berdaya saing. Namun, di lapangan masih terdapat sejumlah hambatan besar. Beberapa di antaranya adalah aturan yang masih ambigu, perdebatan soal masa berlaku konsesi, rumitnya proses serah terima aset, penetapan tarif, hingga masalah koordinasi antarlembaga. Temuan ini menegaskan bahwa kesuksesan konsesi pelabuhan tidak bisa hanya mengandalkan isi kontrak hitam di atas putih. Diperlukan tata kelola yang kuat, aturan yang konsisten, serta pengawasan yang benar-benar berbasis pada pencapaian kinerja. Sebagai penutup, kajian ini memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperbaiki kebijakan konsesi, demi menjaga daya saing dan keberlanjutan pelabuhan Indonesia di masa depan.