Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TINJAUAN ISTIHSAN TERHADAP PEMAKAIAN URINOAR BAGI JAMA’AH MASJID BAITUL MUTTAQIEN SAMARINDA Saputra, Prima Tama; Materan, Materan; Hasan, Maisyarah Rahmi
Mitsaq: Islamic Family Law Journal Vol 2 No 2 (2024): MITSAQ, VOLUME 2 NOMOR 2, 2024
Publisher : Fasya UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jm.v2i2.8768

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengamatan peneliti mengenai toilet yang berada di Masjid Baitul Muttaqien. Sebagai pusat peradaban Islam di Samarinda, pembangunan fasilitas Masjid Baitul Muttaqien Samarinda harus mempertimbangkan dari segi syariat dan norma-norma masyarakat. Urinoar sebagai perangkat yang mengharuskan penggunanya untuk buang air kecil berdiri, menjadi suatu polemik mengenai kebolehannya. Maka dari itu, artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemakaian urinoar bagi jama’ah Masjid Baitul Muttaqien Samarinda melalui tinjauan istihsan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialahdeskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menjelaskan dan memaparkan data-data yang diperoleh di lapangan. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap jama’ah masjid dan pengurus masjid Baitul Muttaqien Samarinda. Hasil penelitian memiliki kesimpulan bahwa alasan pengurus masjid melakukan pengadaan urinoar ialah untuk memenuhi kebutuhan sanitasi jama’ah jika WC jongkok sedang dalam keadaan penuh dan diperuntukkan bagi jama’ah yang sedang uzur (sakit) dan pemakaian urinoar bagi jama’ah Masjid Baitul Muttaqien Samarinda memiliki tingkat kedaruratan yang kecil, sehingga istihsantidak bisa dijadikan dalil atas kebolehan pemakaian urinoar secara mutlak
PERNIKAHAN SESAMA PENGIKUT MANHAJ SALAFI DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM Nisa, Zakiyatun; Materan, Materan; Sofyan, Akhmad
Mitsaq: Islamic Family Law Journal Vol 3 No 2 (2025): MITSAQ, VOLUME 3 NOMOR 2, 2025
Publisher : Fasya UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jm.v3i2.10000

Abstract

Abstrak: Salah satu yang menganjurkan melakukan pernikahan sesama pengikutnya adalah manhaj Salafi. Berdasarkan hal ini, peneliti ingin mengetahui apa yang menjadi latar belakang pengikut manhaj Salafi dalam melakukan pernikahan sesama pengikutnya. Bahwa terdapat disalah satu daerah, tepatnya di kelurahan Air Putih melakukan pernikahan yang menganjurkan menikah sesama pengikut manhaj Salafi. Penelitian ini bertujuan untuk; pertama, mengetahui latar belakang pernikahan sesama pengikut manhaj Salafi dalam melakukan pernikahan sesama pengikutnya. kedua, mengetahui pernikahan sesama pengikut manhaj Salafi termasuk kedalam kategori kafa’ah menurut Hukum Keluarga Islam atau tidak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris normatif dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yakni penelitian yang menjelaskan dan memaparkan data-data yang diperoleh dari lapangan. Hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah; pertama, mengenai latar belakang pengikut manhaj Salafi melakukan pernikahan sesama pengikutnya adalah untuk menyamakan pandangan dalam beragama, menyamakan pandangan dalam menjalankan syariat, menyamakan pandangan dalam manhaj serta menerapkan sikap, cara beragama dan cara beribadah serta bermuamalah sesuai dengan tuntunan Islam dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah. kedua, pernikahan sesama pengikut manhaj Salafi dalam kategori kafa’ah menurut Hukum Keluarga Islam, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu dinilai kurang tepat. Karena adanya pembatasan pernikahan harus sesama pengikutnya. Adapun kafa’ah dalam nasab yang dimaksud menurut jumhur ulama (Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah) adalah dari keturunan bangsa Arab dan keturunan Nabi SAW, bukan pernikahan sesama pengikutnya semanhaj Salafi, yaitu mereka yang menjelaskan secara terang-terangan dalam pemahaman salaf serta menyikapi orang-orang yang berbuat bid’ah. Kata Kunci: Pernikahan, Manhaj Salafi, Hukum Keluarga Islam
Narasi Moderasi Beragama dalam Manuskrip Melayu Kawasan Borneo: Sebuah Model Penerapan Pendidikan Inklusi Iskandar, Iskandar; Materan, Materan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1222

Abstract

Manuscript-based religious moderation narratives remain rarely studied, although manuscripts contain valuable thoughts and experiences that can serve as models for developing religious moderation in the homeland, especially in modern education. There are three Borneo Malay manuscripts worthy of exploration in terms of their narratives: the Panji Salatin manuscript (1605-1635), the Hikayat Banjar Manuscript (1859), and the Pangeran Syarif Manuscript (1870). This research aims to explore the narrative forms and moderation values contained within them. Based on philological and historical approaches, it can be concluded that: a. The Borneo Malay manuscripts contain various narratives, namely: juridical narrative, historical narrative, and prose literary narrative. b. The Borneo Malay manuscripts contain principles and symbols of religious moderation, including: principles of equality and justice, principles of preservation and respect for local culture, principles of non-violence, cultural symbols, and language; c. The principles and symbols of religious moderation contained in the Borneo Malay Manuscripts provide important implications for the development of inclusive education today.
Integrative Curriculum Framework for Practical Qur’anic-Based Educational Economic Development Iskandar, Iskandar; Materan, Materan; Syamsi, Nur
JURNAL ISLAM NUSANTARA Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Ta'lif wa An-Nasyr (LTN) PBNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33852/jurnalnu.v9i4.642

Abstract

This study examines the implementation and impact of a Qur’an-based integrated curriculum in strengthening Islamic financial literacy among santri in a pesantren within a Muslim minority context. The separation between Islamic ethical teachings and everyday economic practices has contributed to financial vulnerability, consumptive behavior, and weak ethical decision-making among Muslim youth, particularly where access to Islamic financial institutions is limited. Using a qualitative Participatory Action Research (PAR) design, data were collected through observations, interviews, focus group discussions, pre- and post-tests, and documentation, and were analyzed thematically with methodological triangulation. The findings reveal three key results. First, students demonstrated low Islamic financial literacy, marked by ritualistic understanding, the normalization of debt, and susceptibility to social media–driven consumerism. Second, the Qur’an-based integrated learning model effectively enhanced students’ conceptual clarity and ethical awareness by connecting scriptural values, reflective practices, and contextual economic cases. Third, the intervention produced sustained transformations in values, attitudes, and behaviors, including ethical caution toward debt, responsible financial choices, and adaptive community-based economic strategies. The study contributes theoretically by translating the unity of knowledge into applied curriculum practice and practically by offering a replicable model for pesantren-based economic empowerment. Future studies should employ longitudinal designs to assess the durability of behavioral change.
A Philosophical Analysis of Islamic Legal Principles in the Era of Modernity Materan, Materan
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i3.6227

Abstract

This study provides a philosophical analysis of Islamic legal principles in the era of modernity, focusing on their relevance and application in contemporary societal contexts. Employing a qualitative research methodology through a literature study and library research, the paper examines key concepts within Islamic law—such as justice, equality, freedom, and human rights—while comparing them with modern legal frameworks. The findings reveal both alignment and tension between traditional Islamic jurisprudence and modern legal systems. While there is common ground in principles such as justice and human dignity, significant differences arise in areas such as gender equality, individual freedoms, and the application of human rights. The study highlights the role of ijtihad (independent legal reasoning) as a tool for adapting Islamic legal thought to contemporary issues. However, challenges remain in reconciling Islamic law’s traditional interpretations with the demands of modern governance, especially in contexts where secular legal systems prioritize individual rights over collective moral obligations. This research contributes to the ongoing discourse on the adaptability of Islamic law in modern times and suggests avenues for future research, including exploring the practical applications of ijtihad in modern legal systems and further investigating the interpretation of gender equality within Islamic jurisprudence.