Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Makanan Haram dan Pengaruhnya dalam Kehidupan: Kajian Tafsir Ahkam Surat Al-Māidah Ayat 3-5 Anshori, Muhammad
ISLAMITSCH FAMILIERECHT JOURNAL Vol. 1 No. 01 (2020): Islamitsch Familierecht Journal
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/ifj.v1i01.1492

Abstract

This paper explains the interpretation of Surah al-Mā’idah verses 3-5 regarding unlawful food and its effect on life. Humans being are living creatures who need to food and drink, so Allah commands them to fulfill their daily lives in a good way. Teh Qur’an has explained several criteria for halal (lawfull) dan haram (ulawfull) foods. As a source of Islamic teachings, the Qur’an must be interpreted appropriately, so that it can be applied in the real life. Al-Qur’an continues to be studied with various methods and approaches untill gives the rises and develop the various the literatures of exegesis. One of the Styles of interpretation that has developed in the history of Islamic thought is the legal interpretation, or what is known with tafsīr aḥkām (legal exegesis/interpretation). Surah al-Mā’idah verses 3-5 is one form of the application of the tafsīr aḥkām (legal exegesis), because it describes some foods that are forbidden. Among the things that are forbidden was carcasses, blood, pork, animal that died from being beaten, died from being strangled, fall from high places, are gored by other animals, and animal that are slaughted in names othe than Allah. Understanding the verses 3-5 of surat Al-Mā’idah has a correlation with modern scientific discoveries so that the Al-Qur’an can be understandood contextually.
Pemikiran Hadis Kaum Modernis Indonesia : (Analisis Pemikiran Hadis Soekarno) Anshori, Muhammad
El Nubuwwah Jurnal Studi Hadis Vol. 2 No. 1 (2024): El Nubuwwah Jurnal Studi Hadis
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/elnubuwwah.v2i1.13061

Abstract

This paper analyzes Soekarno’s thoughts on hadith. Hadith studies that have developed so far are still Arab-oriented, rarely in the context of Indonesia. Using the descriptive-analytical method, this paper tries to explain Soekarno's hadith thoughts that are scattered in several of his books. Soekarno is known as a modernist thinker who is critical in reading religious discourses, including hadith. Among the themes of hadith studies raised by Soekarno in this paper are the importance of hadith studies, ḍa’īf hadith, and the methods of understanding hadith
Intercultural Communication: A Study of Normativity and Historicity from a Literature Review Perspective anshori, Muhammad; Januri, Januri; Alfazri, M.; Ristiyani, Dian Yuly
Ahsan: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a comprehensive literature review that examines the dynamics of intercultural communication in Indonesia based on previous studies. The research focuses on two main aspects, namely normativity and historicity. Normativity encompasses the values and social norms that shape patterns of cross-cultural communication, such as customs, speaking etiquette, and social hierarchy. Meanwhile, historicity refers to the historical background that shapes relations between ethnic, religious, and regional groups, including the influence of colonialism, migration, and government policies in shaping Indonesia's multicultural landscape. Data was obtained from 15 primary and secondary sources, including nationally indexed journal articles, academic books, and official reports from international institutions such as UNESCO and the World Bank. The results of the study indicate that intercultural communication in Indonesia is greatly influenced by factors such as language, religious beliefs, social perceptions, and the complex history of interactions between groups. Tensions and harmony in communication often stem from individuals' lack of readiness to understand cultural differences. Therefore, effective communication strategies must include cultural adaptation, strengthening attitudes of tolerance, and improving cultural literacy through education and the media. This study recommends integrating an intercultural approach into education and communication training curricula to build an inclusive and mutually respectful society. These findings provide important contributions to the development of social policies and communication practices amid Indonesia's dynamic cultural diversity.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI DESA MUJAHIDDIN KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT Tri Setiawan, Jihan; Mawarni, Heni; Syihab, Marzaq; Susilawati, Susilawati; Saputra, Demmalewa; Amelia Oktarina, Meli; Adlan, M. Farhat; Anshori, Muhammad; Fitrianingsih, Neneng; Saputra, Boby; Adesya, Elza; Saniawati, Saniawati; Sartika, Sartika; Pratama, Harsayan; Tri Setiawan, Jihaan; Ratri Primulisa, Wibawanti; Furnia, Leni; Muliani, Muliani
Jurnal Pepadu Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i4.3583

Abstract

Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Selain itu, stunting dapat berpengaruh pada anak balita dalam jangka panjang yaitu mengganggu kesehatan, pendidikan serta produktifitasnya di kemudian hari. Anak balita stunting cenderung akan sulit mencapai potensi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal baik secara fisik maupun psikomotorik. Desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki prevalensi stunting cukup tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting di Desa Mujahiddin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Pengabdian ini dilakukan dari bulan april sampai Agustus 2023 melibatkan dosen, mahasiswa Universitas Cordova, dan pemerintah desa Mujahiddin. Strategi yang dilakukan pada pengabdian ini yaitu; membentuk tim yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Tim turun kelapangan lokus penanganan stunting. menyusun program kegiatan pencegahan dan penanganan stunting. mengadakan rapat persiapan, dan pelaksanaan program kegiatan pencegahan dan penanganan stunting di desa Mujahiddin. Adapun program-program yang dilakukan dalam pengabdian ini sebagai berikut; observasi awal ke poskesdes, konsultasi terkait program-program kesehatan serta informasi-informasi terkait stunting; penyuluhan penyebab dan dampak stunting; Pendampingan posyandu; Sosialisasi menu pemberian makanan tambahan (PMT) dan pelatihan keterampilan mengolah makanan lokal bergizi; dan Sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting. Program-program tersebut dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan terhadap pencegahan dan penanganan stunting di Desa Mujahiddin.
Institusionalisasi Kesejahteraan Komunal: (Studi Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Sumberdaya Kepemilikan Bersama Di Desa Kemuja Kabupaten Bangka) Anshori, Muhammad
Society Vol 5 No 2 (2017): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v5i2.55

Abstract

Berfokus pada pengelolaan sumberdaya kepemilikan bersama melalui Lembaga Karet Desa yang berlokus di Desa Kemuja Kabupaten Bangka, tulisan ini hendak menyoroti bagaimana kesejahteraan sebagai produk hilir dari pengelolaan sumberdaya diberi makna secara institusional oleh masyarakat komunal. Institusionalisasi kesejahteraan ala Masyarakat komunal Kemuja menyajikan warna yang unik dan khas yang diturunkan dari nilai-nilai lokalitas yakni kearifan lokal. Oleh karena itu, artikel ini hendak menjawab pertanyaan bagaimana proses institusionalisasi kesejahteraan yang berbasis kearifan lokal dipraktikkan oleh masyarakat Kemuja dalam rangka pecapain kesejahteraan bersama. Menjawab persoalan diatas, artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini dipilih karena mempertimbangkan aspek kehandalanya dalam menguak dan menginterpretasikan secara lebih mendalam tentang makna terdalam dari berbagai informasi mengenai pengelolaan sumberdaya bersama. Data diperoleh melalui informasi, narasi dan pernyataan langsung dari berbagai infroman serta dari berbagai naskah peraturan dan profil masyarakat desa. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa inisiasi pelembagaan pengelolaan sumberdaya kepemilikan bersama berangkat dari rasa kegelisahan dan kecemasan atas kondisi perekonomian dan keagamaan masyarakat. Atas dasar pertimbangan dan kebutuhan tersebut muncul berbagai kreatifitas berbalut kearifan lokal (mekanisme, nilai dan institusi) dalam pengelolaan sumberdaya. Dalam persoalan ekonomi komunal, masyarakat Kemuja menginisiasi berdirinya Lembaga Karet Desa (LKD). Dalam persoalan pendidikan keagamaan mereka mendirikan Pondok Pesantren, dan dalam persoalan sosial-keagamaan mereka mendirikan Masjid. Tiga tungku kelembagaan ini menjadi sumber inti dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Kemuja.
How Social Media Affects the Image of Religious Figures Syaputra, Dedi; Anshori, Muhammad; al Rizkiyah, Khusnu; Nugroho, Dixi
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The focus of this research is to understand how the public reaction to Habib Bahar's harsh da'wah style shapes his image in the eyes of the public, as well as how social media plays a role in strengthening or damaging the perception of religious figures. This research uses a qualitative approach with content analysis techniques, where the analysis unit includes text, images, and interactions on social media. Data was collected from various social media platforms and articles relevant to the phenomenon, which were then analyzed to identify emerging patterns, themes, and narratives. The results of the study show that although Habib Bahar's harsh da'wah style has attracted sharp criticism, this phenomenon actually strengthens his visibility and image in the eyes of his supporters. However, it also created a deep polarization among the public, with most audiences supporting his assertive approach, while others deemed the style not reflective of the morals of a religious figure. The implications of this study show that social media has an important role in shaping public perceptions, both positively and negatively, of religious figures, and the importance of balancing freedom of speech and social responsibility in communicating on digital platforms.
DAMPAK “BEDOL DESO” TERHADAP MEDIA DAKWAH PENDEKATAN KOMUNIKASI BUDAYA DI DESA GIRI PURNO, TEBO, JAMBI anshori, muhammad; januri, januri; rosyidi, Andri
INTERCODE Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ire.v4i1.2760

Abstract

Giri Purno Village "GIRI" means originally from Wonogiri "PURNO" means Perfect, so Giri Purno means the Community from Wonogiri that is Perfect. the Bedol Deso program, some residents were eventually sent to the island of Sumatra as a form of population transmigration, specifically placed in the province of Jambi, Bungo Tebo district, Rimbo Ilir sub-district, Giri Purno village. The community of Giri Purno Village mostly earns a living as farmers, with the majority of the population being Javanese, in addition to the Minangkabau, Malay, and Batak ethnic groups. Living side by side in harmony among neighbors and sharing the same situation as transmigrants, who are referred to as migrants and reside in another area. Keywords: Giri Purno Village, The Bedol Deso, The community
Desain Produk UMKM Sebagai Upaya Untuk Menciptakan Peluang Kerja dan Kualitas Hidup Masyarakat Mandomai Anshori, Muhammad; Suyati, Endang Sri; Rezki, Istighfaris
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v1i1.5207

Abstract

Desa Mandomai merupakan salah satu kawasan bantaran sungai di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. UMKM di desa Mandomai masih sedikit dan masih banyak warga Mandomai yang tidak produktif. Hal ini menjadi peluang yang baik bagi para pengusaha UMKM untuk mengembangkan diri. Memberdayakan warga Mandomai untuk meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Mandomai Kabupaten Kapuas. Tujuan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini pada dasarnya adalah untuk membawa ide-ide baru tentang kewirausahaan kepada masyarakat Mando dan mendorong masyarakat Mando untuk mencobanya. Tujuannya agar masyarakat dapat berkreasi dan membuat berbagai produk olahan dari alam di Mandomai sebagai ide sebagai peluang wirausaha sehingga dapat menambah pendapatan keluarga dan menganalisis kewirausahaan dalam produksi makanan ringan. Keadaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap tantangan dan kebutuhan hidup. Metode pelaksanaan kegiatan bakti sosial adalah melalui pelatihan dan diskusi terkait penyiapan jajanan, serta kegiatan jarak jauh yang dilakukan oleh tim bakti sosial. Tujuan pengabdian adalah agar masyarakat peserta pelatihan termotivasi dan percaya diri dalam usaha khususnya pembuatan makanan ringan, sehingga dapat menambah pemahaman dan pengetahuan tentang usaha pembuatan makanan ringan serta meningkatkan perekonomian masyarakat
Adapting Palabe folk tales into multimodal literacy for early childhood education Indhra, Feerlie Moonthana; Anshori, Muhammad; Solihin, Muhammad
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 6 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v6i3.5365

Abstract

This study examines the urgency of adapting Palabe, an oral literature from the Bungo community in Jambi Province, into multimodal literacy resources for early childhood education. Palabe is at risk of extinction due to limited documentation, reduced oral transmission, and declining interest among younger generations. Yet, Palabe contains significant moral, social, and religious values that align with national character education goals. A qualitative descriptive method with a content analysis approach was applied, grounded in Early Literacy theory. Data were obtained from 23 Palabe narratives collected from 12 participants (7 males and 5 females) across eight sub-districts in Bungo Regency, selected purposively for their cultural expertise and involvement in oral tradition. Data collection included participatory observation, oral recording, transcription, and documentation. Findings show that 12 Palabe stories possess high educational values, including patience, collaboration, sincerity, perseverance, and trust in God. However, these stories require adaptation to be developmentally appropriate for children aged 5–6 years. The adaptation process involves simplifying sentences, adding repetition, shortening plots, and integrating visual illustrations to enhance comprehension and engagement. The study recommends incorporating adapted Palabe into early childhood curricula and developing illustrated storybooks to preserve cultural identity, foster literacy, and strengthen character education through enjoyable, meaningful learning.
Literature Review: Pendekatan Berdiferensiasi di Perguruan Tinggi Muzakki, M.; Hidayah, Novita Nurul; Istikomah, Istikomah; Anshori, Muhammad
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 12 No. 2 (2025): (October 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v12i2.1160

Abstract

Keberagaman mahasiswa di perguruan tinggi—meliputi perbedaan gaya belajar, kemampuan, minat, dan latar belakang—menuntut pendekatan pembelajaran yang responsif dan fleksibel. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yang menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis 11 artikel ilmiah terkait penerapan pendekatan berdiferensiasi di perguruan tinggi (2021–2025). Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan berdiferensiasi dapat diterapkan secara efektif di perguruan tinggi melalui berbagai strategi inovatif seperti Picture and Picture, Brain-Based Learning, dan integrasi teknologi; (2) penerapannya berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, keterlibatan mahasiswa, literasi keberagaman, kepercayaan diri, serta sikap moderasi beragama; dan (3) terdapat peluang luas untuk mengintegrasikan pendekatan ini dengan model pembelajaran lain (seperti PBL, PjBL, atau blended learning) serta memperluasnya ke kegiatan ekstrakurikuler. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berdiferensiasi layak dikembangkan lebih lanjut sebagai respons terhadap keragaman dan kebutuhan belajar di perguruan tinggi.