Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang untuk meningkatkan kualitas asesmen dalam pendidikan khusus. Namun, guru Sekolah Luar Biasa (SLB) masih menghadapi kendala dalam merancang asesmen yang adaptif dan inklusif. Berdasarkan survei awal, 56,5% responden menyatakan bahwa asesmen konvensional membutuhkan waktu yang lama, 34,8% menyebutkan soal kurang sesuai dengan kemampuan siswa, serta masing-masing 26,1% responden mengalami kesulitan dalam memberikan variasi media dan melakukan koreksi serta pemberian umpan balik secara cepat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru SLB melalui pemanfaatan AI dalam mendesain asesmen adaptif dan inklusif. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop, pelatihan praktik, dan pendampingan penggunaan perangkat berbasis AI untuk pengembangan instrumen asesmen bagi 15 guru dari enam SLB di Kota Jambi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 92,9% peserta menyatakan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan, 100% menilai materi disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, serta 86,7% menyatakan materi relevan dengan kebutuhan pembelajaran di SLB. Selain itu, 70% peserta berkomitmen untuk menerapkan asesmen berbasis AI dalam pembelajaran, baik segera maupun dalam 1–2 bulan ke depan. Program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional guru serta mendukung pengembangan praktik asesmen inklusif di pendidikan khusus.