Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana work engagement berperan? Aditiya, Muhammad Rizqi; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11810

Abstract

Abstrak Perusahaan retail penjualan motor atau disebut dealer menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Persaingan penjualan motor terjadi pada merek dagang yang berbeda dan merek dagang yang sama dengan toko yang berbeda. Persaingan yang ada menuntut karyawan untuk menjukkan kinerja yang maksimal dalam rangka mencapai hasil kerja maksimal. Salah satu upaya perilaku untuk meningkatkan performa yaitu perilaku extra-role yang juga disebut organizational citizenship behavior. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi organizational citizenship behavior yaitu work engagement. Karyawan yang memiliki work engagement dapat digambarkan dengan semangat tinggi, ulet dalam melaksanakan tanggung jawab pekerjaan, tekun dan memiliki kemauan, menunjukkan keterikatan kerja yang kuat, antusias, memiliki inspirasi, kebanggaan, dalam melakukan pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 72 orang yang bekerja di divisi administrasi, sales marketing dan mekanik. Metode pengumpulan data menggunakan skala Organizational Citizenship Behavior (Podsakoff dkk, 1996) dan UWES (Scahufelli & Bakker, 2004). Teknik analisis data menggunakan Spearman Brown. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi yang menunjukkan rxy = 0.324 dengan p= 0.006 <0.01, yang artinya adalah adanya korelasi positif dan sangat signifikansi, antara organizational citizenship behavior dengan work engagement. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa responden penelitian yaitu karyawan di divisi marketing, sales dan administrasi termasuk kategori tinggi, yang artinya sesuai dengan hasil uji hipotesis sebelumnya yaitu adanya hubungan positif yang signifikansi antara work engagement dengan OCB. Kata Kunci: organizational citizenship behavior, work engagement, kinerja
Work Engagement pada Mahasiswa Bekerja: Bagaimana Peran Regulasi Emosi dan Persepsi Dukungan Organisasi? Firdaus, Muhammad Robby; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12603

Abstract

Secara global, sekitar 85% karyawan merasa tidak terlibat dalam pekerjaan mereka. Di Asia Tenggara, hanya 19% karyawan yang merasa engaged, Di Indonesia, sekitar 76% karyawan melaporkan bahwa mereka tidak engaged dengan pekerjaan mereka, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat disengagement tertinggi di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan persepsi dukungan organisasi dengan work engagement, serta menjawab beberapa rumusan masalah. Penelitian ini menggunakan purposive sempling dengan 384 responden. Hasil penelitian ini hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan persepsi dukungan organisasi secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan work engagement. Adapun Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan work engagement. Sedangkan pada hipotesis ketiga Hasil pengujian hipotesis ketiga mengungkapkan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan work engagement.
Self Esteem pada Pengguna Filter Instagram di Kalangan Mahasiswa Perempuan ditinjau dari Prespektif Body Image Setiawan, Robertus Putra; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12643

Abstract

Penggunaan filter Instagram seringkali menjadi salah satu cara pelajar untuk mempercantik penampilannya di media sosial. Namun penggunaan filter ini dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh aslinya; Apalagi jika tingkat kecantikan yang mereka gambarkan sulit dicapai di dunia nyata. Mengandalkan filter ini dapat memengaruhi citra tubuh dan harga diri pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan body image dengan harga diri pada mahasiswa psikologi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dan metode kuantitatif untuk menganalisis hubungan dua variabel. Skala pengukuran “ Body image” dan skala pengukuran “Self-Esteem” diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi product moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara body image dengan harga diri. Hubungan ini membuat individu menjadi lebih positif terhadap tubuhnya. Hal ini menunjukkan harga diri yang tinggi. Sebaliknya, orang yang memiliki citra tubuh negatif memiliki harga diri yang rendah. Filter Instagram memungkinkan individu dapat meningkatkan persepsi citra tubuh dan meningkatkan harga diri. Namun penelitian ini menemukan bahwa orang dengan citra tubuh rendah menggunakan filter untuk memenuhi ekspektasi sosial dan penerimaan diri di media sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat beberapa individu yang mengunakan filter adalah individu dengan body image positif dan juga self esteem yang tinggi, sehingga individu tersebut mengunakan filter bertujuan untuk memperkuat citra diri dan juga harga dirinya
Internal Locus of Control dan Manajemen Waktu: Kunci Atasi Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Berorganisasi Firdaus, Muhammad Mauris; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara internal locus of control, manajemen waktu, dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Prokrastinasi akademik sering menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama mereka yang harus menyeimbangkan tugas akademik dengan tanggung jawab organisasi. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari mahasiswa organisasi di sebuah Universitas Swasta di Surabaya. Analisis menggunakan regresi linier berganda menunjukkan hubungan signifikan antara internal locus of control dan manajemen waktu terhadap prokrastinasi akademik (R = 0,043, p < 0,05). Mahasiswa dengan internal locus of control tinggi cenderung memiliki manajemen waktu yang lebih baik, sehingga mampu meminimalkan prokrastinasi akademik. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan program intervensi yang berfokus pada peningkatan manajemen waktu dan penguatan internal locus of control guna mengurangi prokrastinasi akademik di kalangan mahasiswa.
Konformitas dengan Perilaku Agresi pada Suporter Bola pada Usia Dewasa Awal Wicaksono, Alwi Dwi; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12821

Abstract

Dari tahun tahun ke tahun perilaku agresi semakin meningkat. Menurut badan pusat statistik dari tahun 2018 hingga 2020 kasus perilaku agresi meningkat sebesar 10,7%. Perilaku agresi menjadi fenomena yang belum terselesaikan sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konformitas dengan perilaku agresi pada supporter sepak bola di Kota Surabaya. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan melibatkan 202 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala berbasis skala Likert, yang kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas dan perilaku agresi (r = 0,545, p < 0,00). Artinya, semakin tinggi tingkat konformitas semakin tinggi perilaku agresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konformitas dapat mempengaruhi perilaku agresi pada supporter bola di Kota Surabaya.
Regulasi Emosi dan Work-life Balance dengan Burnout pada Karyawan Bagian Pemasaran Al Haq, Muhammad Dava; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12842

Abstract

Karyawan merupakan aset penting dalam sebuah perusahaan. Para karyawan dituntut memiliki kinerja serta etos yang tinggi seperti melakukan pekerjaan secara total, bekerja sesuai dengan deadline, disiplin waktu yang tinggi, dan dituntut memiliki konsentrasi yang tinggi diharapkan meningkatnya motivasi karyawan dalam mencapai target sesuai standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Berbagai tugas dan tekanan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan akan berdampak pada mental dan fisik karyawan. Tujuan dari penelitian korelasional kuantitatif ini adalah untuk mengetahui bagaimana regulasi emosi dan work life balance mempengaruhi burnout pada karyawan PT. Dwi Surya Perkasa. Partisipan penelitian ini sebanyak 70 responden yang terdapat pada PT. Dwi Surya Perkasa. Analisis regresi berganda adalah metode analisis yang digunakan. Menurut data, terdapat dampak sebesar 60% dari burnout dan hubungan sebesar 0,604 antara regulasi emosi dan work life balace. Regulasi emosi tidak berkorelasi dengan burnout dengan nilai signifikansi 0,252 (p
Unlocking Gen Z Potential in Government Institutions: The Impact of Self-Efficacy and Job Satisfaction on Organizational Citizenship Behavior Sholihah, Husna; Sofiah, Diah; Ramadhani, Hetti Sari
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 1 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2024, Generation Z accounted for 8% of the total number of civil servants (ASN) in Indonesia, totaling 312,870 employees. Previous studies have indicated differences in work values between Generation Z and earlier generations. These differences may lead Generation Z employees to avoid engaging in Organizational Citizenship Behavior (OCB), even though OCB is a crucial indicator of organizational performance. This study aims to examine OCB among Generation Z civil servants, with self-efficacy as the predictor variable and job satisfaction as the mediating variable. The participants consisted of 302 Generation Z civil servants working in the provincial government of Region XYZ. A purposive sampling technique was used for participant selection. Data were collected using three instruments: an OCB scale, a self-efficacy scale, and a job satisfaction scale. Data were analyzed using the Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results showed that both self-efficacy and job satisfaction had a positive and significant influence on OCB. All hypotheses in this study were supported. These findings highlight the important role of self-efficacy and job satisfaction in enhancing OCB among Generation Z civil servants.
Efikasi diri dan kecemasan karir mahasiswa tingkat akhir Surya, Aldo; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v6i1.132399

Abstract

Uncertainty in obtaining decent employment can lead to increased anxiety among university students. This condition is often triggered by intense job market competition, negative perceptions of the professional world, and rising demands for individual qualifications. This study aims to identify the relationship between self-efficacy and career anxiety among undergraduate students in the final stage of their academic studies. A quantitative approach with a correlational research design was employed, involving 129 final-semester students from the undergraduate psychology program at University of 17 Agustus 1945 Surabaya, enrolled in the 2018–2019 cohorts during the study period. The instruments used were the Career Anxiety Scale developed by Tsai et al. (2017) and a self-efficacy scale based on the theoretical framework proposed by Bandura (1997). Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique. The results indicated a strong negative correlation between self-efficacy and career anxiety. Higher levels of self-efficacy were associated with lower levels of career-related anxiety. Self-efficacy accounted for 40.45% of the variance in career anxiety, suggesting a substantial influence. Ketidakpastian mendapat pekerjaan yang layak dapat menyebabkan munculnya kecemasan di kalangan mahasiswa, yang dipicu oleh persaingan kerja yang semakin ketat, pandangan negatif terhadap dunia kerja, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualifikasi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan karir pada mahasiswa yang berada pada tahap akhir studi sarjana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 129 mahasiswa semester akhir program studi sarjana psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang terdaftar pada angkatan 2018-2019 selama masa periode penelitian Instrumen pengukuran penelitian ini menggunakan career anxiety scale yang dikembangkan Tsai, et al (2017) dan skala efikasi diri merujuk konsep teoritis oleh Bandura (1997). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri berhubungan erat dengan kecemasan karir. Semakin tinggi tingkat efikasi diri maka akan semakin rendah kecemasan karir pada mahasiswa. Efikasi diri memiliki pengaruh dengan kecemasan karir sebesar 40,45% menunjukkan adanya pengaruh yang kuat.
Organizational citizenship behavior pada karyawan: Bagaimana peranan quality of work life? Suciyanti, Novi; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior at PT KAI (Persero) Operational Area 8 Surabaya. The approach used in this study is quantitative with a correlational design. The research sample consisted of 108 employees selected through a simple random sampling technique. Data were collected directly using a printed questionnaire, which contained a quality of work life scale and an organizational citizenship behavior scale. Data analysis was performed using the Spearman's rho correlation technique. The results of the analysis showed that there was a significant positive relationship between quality of work life and organizational citizenship behavior with rxy = 0.515, p = 0.000 (p < 0.01). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara quality of work life dengan organizational citizenship behavior karyawan PT KAI (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 karyawan yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan secara langsung menggunakan kuesioner cetak, yang memuat skala quality of work life serta skala organizational citizenship behavior. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of work life dan organizational citizenship behavior dengan rxy = 0,515, p = 0,000 (p < 0,01).
Organizational citizenship behavior guru : Seberapa besar peran budaya organisasi ? Pratiwi, Mita Fauziyah; Sofiah, Diah; Muslikah, Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No 1 Juni 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior among teachers at vocational high schools in Surabaya. Active teacher involvement is a challenge in improving the effectiveness of schools as educational organizations. This study aims to determine the extent to which organizational culture is related to teachers' organizational citizenship behavior. This study used a quantitative correlational approach. The study population consisted of 110 vocational high school teachers in Surabaya, with 86 respondents being selected using a random sampling technique. The data collection instrument was a questionnaire with a rating scale that has been tested for validity and reliability. There is a positive and significant relationship between organizational culture and organizational citizenship behavior, meaning that the stronger the organizational culture, the higher the organizational citizenship behavior among teachers. This finding emphasizes the importance of strengthening organizational culture as a strategy to encourage teacher involvement. Building a strong organizational culture can be a strategic step in improving the quality of human resources and organizational effectiveness at the school level. Penelitian ini membahas hubungan budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi pada guru di sekolah menengah kejuruan di surabaya. Keterlibatan aktif guru menjadi tantangan dalam meningkatkan efektivitas sekolah sebagai organisasi Pendidikan. Adanya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana budaya organisasi berhubungan dengan perilaku kewargaan organisasi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional .Populasi penelitian berjumlah 110 yang merupakan guru sekolah menengah kejuruan di surabaya dengan sampel yang diambil adalah 86 responden menggunakan Teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala penilaian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Adanya hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dan perilaku kewargaan organisasi, atau semakin tinggi budaya organisasi maka semakin tinggi perilaku kewargaan organisasi pada guru. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan budaya organisasi sebagai strategi untuk mendorong keterlibatan guru sehingga membangun budaya organisasi yang kuat dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan efektivitas organisasi di tingkat sekolah.