Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS KERJA DAN ANTI RADIKALISME PEGAWAI SERTA MASUKAN PEMIKIRAN DARI PURNA TUGAS Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2587

Abstract

Kualitas kerja adalah hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang berkualitas dan mampu mempersiapkan masa purna tugasnya dengan baik akan bekerja dengan efisien dan menjadi lebih unggul. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada tanggal 24 April 2022 dengan menggunakan metode pelatihan. Hasil analisis pre-test dan post test dihitung menggunakan SPSS 20 for windows dengan menggunakan Uji Mann Whitney U-Test. Hasil analisis pada persiapan pensiun diperoleh skor Z sebesar -9,916 dengan signifikasi = 0,000 (p<0,05). Artinya dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara persiapan pensiun dosen ketika sebelum dan sesudah diberi pelatihan. Kemudian, Berdasarkan hasil analisis pada kualitas kerja dosen diperoleh skor Z sebesar -9,920 dengan signifikasi = 0,000 (p<0,05). Artinya dapat dijelaskan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara kualitas kerja dosen ketika sebelum dan sesudah diberi pelatihan.
The Effect of Mindfulness on Psychological Well-Being through Self Compassion as a Mediator for Employees Iskandar, Natalia; Sofiah, Diah; Sari Ramadhani, Hetti
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i2.3032

Abstract

Employee welfare is important because employees are a valuable asset of the company. Employees who have psychological well-being will contribute more to the company. The purpose of this study was to examine the relationship between mindfulness and employee psychological well-being with self-compassion as a mediator. Non-experimental quantitative research method with survey method, using google form. The research scale used was Ryff Psychological Well Being 18 items, Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) 15 items, 12 items Short Form Neff's Self-Compassion. The data analysis technique uses path analysis with the JASP Program. The results of the study showed that all hypotheses were accepted, mindfulness had an effect (estimate=0.147) on the psychological well-being of employees. Self Compassion has an effect (estimate=0.808) on psychological well-being. Mindfulness can increase self-compassion (estimate= 0.399) so that individual interpersonal interaction improves, self-compassion is one of the potential mechanisms that link mindfulness with psychological well-being (estimate=0.323). The conclusion of this study is that there is a positive relationship between mindfulness, self-compassion and psychological well-being. Increasing mindfulness and self-compassion will improve the psychological well-being of employees. Employees who have high psychological well-being will automatically be better in their performance and performance.
Peran Work Engagement dan Self-Control terhadap Cyberloafing pada Karyawan Pt. X Resnanda, Mochamad Rezha; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara Work Engagment dan Self Control dengan Cyberloafing pada Karyawan PT X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 134 Karyawan PT X. Hasil analisis regresi berganda menunjukan bahwa hubungan antara Work Engagment dan Self Control secara simultan dengan Cyberloafing  memperoleh nilai F = 32.716 dengan signifikasi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Work Engagment dan Self Control dengan Cyberloafing pada Karyawan PT X. Hasil uji parsial pada variabel Work Engagment memperoleh nilai (β= -0,079; t= -0,952) dengan signifikasi 0,343 < 0,01 tidak terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara work engagement dengan cyberloafing. sehingga Dalam penelitian ini, work engagement tidak terbukti secara statistik berpengaruh terhadap cyberloafing. Sedangkan hasil uji parsial pada variabel Self Control memperoleh nilai (β= -0,532; t= -6.396) dengan signifikasi 0,000 < 0,01 yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara Self Control dengan Cyberloafing sehingga semakin tinggi perilaku Cyberloafing, maka semakin rendah Self Control yang dimiliki.
Hubungan Antara Optimisme dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi pada Pekerja Coffee Shop Generasi Z di Surabaya Kusumawati, Roro Tarisha Ayu Aprilliani; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan optimisme dan dukungan sosial dengan resiliensi pada pekerja coffee shop Generasi Z di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Partisipan berjumlah 163 pekerja coffee shop Generasi Z yang direkrut melalui kuesioner daring (Google Form) yang disebarkan dengan mendatangi coffee shop serta melalui tautan WhatsApp pada komunitas pekerja coffee shop di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri dari skala optimisme berdasarkan Scheier dkk. (1994) (10 aitem; α = 0,728), skala dukungan sosial berdasarkan Zimet (1988) (12 aitem; α = 0,894), dan skala resiliensi berdasarkan Connor & Davidson (2003) (24 aitem; α = 0,922). Analisis data dilakukan menggunakan uji parametrik dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa optimisme dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap resiliensi (R = 0,801; R² = 0,642; F = 143,156; p < 0,001), yang mengindikasikan kontribusi keduanya sebesar 64,2% terhadap variasi resiliensi. Secara parsial, optimisme menjadi prediktor positif yang sangat signifikan terhadap resiliensi (B = 1,425; t = 10,455; p < 0,001) dan dukungan sosial juga menjadi prediktor positif yang sangat signifikan (B = 0,441; t = 4,779; p < 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan optimisme dan dukungan sosial untuk meningkatkan resiliensi pekerja coffee shop Generasi Z di Surabaya.
Membangun Agen Perubahan: Bagaimana Kepemimpinan Transformasional dan Work Engagement Membentuk Karyawan yang Berorientasi pada Perubahan Gunawan, Jennifer Stella; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan transformasional dan work engagement dengan change-oriented organizational citizenship behavior (OCB-CH) pada karyawan kafe di Surabaya. Di tengah persaingan industri food and beverage (F&B) yang ketat, perilaku OCB-CH menjadi penting bagi inovasi dan adaptasi organisasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 91 karyawan kafe di Surabaya dan dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan work engagement secara simultan dan parsial berhubungan positif dan signifikan dengan OCB-CH. Kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif yang lebih besar terhadap OCB-CH dibandingkan dengan work engagement. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengembangan kepemimpinan transformasional dan peningkatan work engagement dalam mendorong perilaku proaktif dan berorientasi pada perubahan di kalangan karyawan kafe. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pemilik dan manajer kafe dalam menciptakan budaya kerja yang inovatif dan berdaya saing.