Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBEDAAN TEKNIK MASASE EFFLEURAGE DAN ABDOMINAL LIFTING TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I PERSALINAN DI PMB JAWIRIYAH BANDA ACEH Hajar, Siti; Hasanah, Siti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i2.2173

Abstract

Pendahuluan : Sebagian besar persalinan sebanyak 90% selalu disertai rasa nyeri sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi. Dilaporkan dari 2.700 ibu bersalin hanya 15 % persalinan yang berlangsung dengan nyeri ringan, sebanyak 35 % dengan nyeri sedang, sebanyak 30% dengan nyeri hebat dan 20% persalinan disertai nyeri sangat hebat. Nyeri hebat pada proses persalinan menyebabkan ibu mengalami gangguan psikologis. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan teknik Masase Effleurage dan Teknik Masase Abdominal lifting terhadap intensitas pengurangan nyeri persalinan kala I di BPM Jawiriyah,SST Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini bersifat quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest posttes dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan jumlah sampel 10 orang ibu menyusui. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Januari s/d 15 Februari 2024 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang dilakukan teknik masase effleurage rata-rata penurunan nyeri sebesar 3.90, sedangkan pada responden yang dilakukan teknik masase Abdominal lifting rata-rata penurunan nyeri sebesar 2.70 dengan perbedaan penurunan sebesar 1.20, hal ini berarti terdapat perbedaan nyeri pada kelompok teknik masase effleurage dengan kelompok teknik masase Abdominal lifting ρ value 0,007. Kesimpulan dari penelitian ini adapun teknik masase effleurage lebih efektif menurunkan nyeri persalinan dibandingkan teknik masase abdominal lifting. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu bersalin dengan menerapkan teknik masase effleurage lebih efektif menurungkan nyeri persalinan dibandingkan teknik masase abdominal lifting.
Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui Yang Benar Di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Hajar, Siti; Hasanah, Siti
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 2 (2024): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i2.89

Abstract

Menurut United National Children’s Fund (UNICEF), masih tingginya angka dunia ibu yang mengalami masalah menyusui sekitar 17.230.142 juta jiwa yang terdiri dari putting susu lecet 56,4%,  bendungan payudara 36,12%, dan mastitis 7,5%. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di Puskesmas Darul Imarah kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel 35 orang ibu nifas. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 s/d 24 Juni 2024 dengan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar sebanyak 24 responden (68,57%), pengetahuan baik tentang pengertian teknik menyusui yang yang benar sebanyak 27 responden (77,14%), pengetahuan baik tentang cara teknik menyusui yang yang benar sebanyak 24 responden (68,57%), pengetahuan baik tentang tujuan teknik menyusui yang benar sebanyak 28 responden (80%), pengetahuan baik tentang manfaat teknik menyusui yang benar sebanyak 25 responden (71,42%). Sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan bagi ibu nifas agar aktif bertanya kepada petugas kesehatan atau pun bisa mengakses informasi melalui media sosial agar dari kebiasaan yang salah menjadi benar.
ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA GIZI KURANG DENGAN MODIFIKASI PEMBERIAN ES KRIM DAUN KELOR DI WILAYAH KERJA DARUL IMARAH ACEH BESAR Hanum, Nisrina; Fajrina, Eulisa; Hasanah, Siti; Muna, Sirajul; Hajar, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4116

Abstract

Prevalensi gizi kurang atau underweight di dunia dari tahun 2000 sebanyak 20,5% menurun menjadi 12,6% pada tahun 2020. Prevalensi gizi kurang di Indonesia mengalami peningkatan dari 16,3% pada tahun 2019 menjadi 17,1% pada tahun 2022. Aceh menduduki posisi ketiga dengan kasus gizi kurang tertinggi di Indonesia yaitu 24,3%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada balita gizi kurang dengan pemberian daun kelor di wilayah kerja Darul Imarah dan melakukan pendokumentasi dalam bentuk SOAP. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan case studi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Subjek asuhan ini adalah balita yang berusia 27 bulan dengan berat badan 9,1 kg dan panjang badan 83 cm. Pelaksanaan studi kasus dilakukan pada tanggal 31 Juli sampai 16 Agustus 2023. Hasil asuhan pemberian es krim daun kelor selama 14 hari pada balita gizi kurang meningkatkan berat badan balita dari 9,1 kg menjadi 9,8 kg. Pemberian es krim daun kelor dapat meningkatkan berat baban anak yang mengalami gizi kurang. Diharapkan ibu untuk melakukan timbangan setiap bulannya di posyandu atau fasilitas kesehatan dan memberikan makanan bergizi pada anaknya, serta dapat mengolah daun kelor menjadi es krim atau makanan lainnya untuk dijadikan cemilan agar membantu pemenuhan asupan gizi anak.Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Balita, Es Krim Daun Kelor, Gizi Kurang
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH T. Murhadi; Siti Hajar; Elviana
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.227

Abstract

The production of breast milk in mothers who undergo Caesarean section is influenced by several factors, including psychological ones such as anxiety. In Indonesia, the rate of exclusive breastfeeding for infants aged 0–6 months is 72.07%, and the tendency to give colostrum is 85.4%. One of the factors affecting colostrum secretion is the use of medication during Caesarean procedures. This study aimed to examine the relationship between anxiety levels and colostrum secretion in post-Caesarean section mothers at Meuraxa Regional Hospital, Banda Aceh. The study used an analytical method with a cross-sectional approach. The population consisted of all post-Caesarean section mothers treated in the maternity ward. A total of 36 respondents were selected using accidental sampling. The results showed that 75% of mothers who experienced anxiety had inhibited colostrum secretion, while 16.7% of those who were not anxious experienced smooth colostrum flow. Statistical analysis showed a significant relationship (p-value = 0.000). In conclusion, there is a significant association between anxiety and colostrum secretion in post-Caesarean mothers. These findings can help improve the quality of maternal care and guide midwives in managing postpartum care for mothers after Caesarean delivery.
PSIKOEDUKASI: MENINGKATKAN RESILIENSI PSIKOLOGIS PADA LANSIA Mauvizar, Erly; Hasanah, Siti; Hajar, Siti; Ariyani, Roza; Darliani, Ani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50499

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok usia yang rentan mengalami berbagai tekanan psikologis akibat perubahan fisik, sosial dan emosional.  Secara keseluruhan, lansia menghadapi berbagai tantangan besar dalam menjaga kesehatan mental mereka. Rendahnya tingkat resiliensi psikologis pada lansia dapat meningkatkan risiko stres, depresi dan penurunan kualitas hidup. Kegiatan ini laksanakan untuk meningkatkan resiliensi psikologi pada lansia, sehingga lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih mandiri dan sejahtera. lansia sangat membutuhkan dukungan psikologis yang terstruktur untuk meningkatkan resiliensi psikologis mereka dalam menghadapi perubahan hidup besar dalam hidup, seperti kehilangan pasangan, isolasi sosial, atau penurunan kesehatan. Lansia juga menghadapi masalah psikologis, seperti kecemasan dalam menghadapi kematian. Salah satu aspek penting yang berperan dalam menghadapi tantangan adalah resiliensi psikologis yaitu kemampuan individu untuk beradaptasi dan pulih dari kesulitan atau perubahan hidup yang signifikan. Perawatan yang terstruktur, termasuk nutrisi, kegiatan fisik dan sosial yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, akan menjadi hal yang menjadi prioritas. Kegiatan Psikoedukasi, senam lansia dan makanan sehat yang diadakan dapat membantu mengurani risiko depresi dan demensia sehingga dapat menjaga mental lansia tetap aktif     
OPTIMALISASI PERAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI HIPERTENSI KASIH IBU DI DESA TUMBO BARO KECAMATAN KUTA MALAKA KABUPATEN ACEH BESAR Afriana, Afriana; Hajar, Siti; Umara, Dian Dinita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.24215

Abstract

Pola gaya hidup adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku hidup sehat. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh pola gaya hidup, dimana hipertensi adalah salah satu penyakit yang dapat memicu penyakit lainnya seperti penyakit jantung dan stroke. Penyakit hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang banyak ditemukan pada usia lanjut. Penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan kardiovaskular. Beberapa faktor resiko yang dapat memperberat kondisi hipertensi diantaranya adalah obesitas.Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023. Pengabdian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kadar penyakit tidak menular seperti penyakit hipertensi yang ada di desa Tumbo Baro Alat yang digunakan unutk pemeriksaan tekanan darah systole dan diastole dilakukan dengan alat tensi meter. Hampir rata-rata masyarakat yang datang ke posyandu mengalami penyakit hipertensi. Sehingga peran kader posbindu sangat penting guna bisa memberikan masukan kepada masyarakat yang menderita penyakit hipertensi agak bisa menjaga pola hidup yang sehat dan mengkomsumsi makanan yang bergizi.
PENGUATAN PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Hajar, Siti; Hasanah, Siti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.33649

Abstract

Masa kehamilan adalah masa yang indah dialami oleh setiap perempuan, tetapi perubahan besar pada tubuh dengan waktu yang singkat dapat menimbulkan beberapa gangguan dan keluhan yang mengurangi kenikmatan pada masa kehamilan (Suananda, 2018). Perubahan yang terjadi pada ibu hamil meliputi perubahan secara fisik maupun psikologis. Kejadian ini terus dialami oleh ibu hamil selama kurang lebih 9 bulan 10 hari di masa kehamilannya. (Wulandari, dkk, 2021).Perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya peningkatan hormon yaitu hormon estrogen dan progesterone, sehingga mengakibatkan aspek-aspek psikologis dan timbullah berbagai masalah pada ibu hamil yaitu kecemasan (Suristyawati,dkk, 2019). Upaya yang dilakukan untuk mengatasi perubahan dan komplikasi yang terjadi pada ibu hamil yaitu dengan melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Antenatal Care (ANC) merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan (Rukiah & Yulianti, 2014). Pada hakikatnya pemeriksaan kehamilan bersifat Preventif Care yang bertujuan mencegah hal- hal yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin (Purwaningsih & Fatmawati, 2010). Puskesmas Darul Imarah memiliki jumlah ibu hamil sebanyak 959 orang dalam periode Januari- Juni 2024.Salah satu manfaat mengikuti kelas ibu hamil diantaranya adalah ibu mendapatkan materi secara menyeluruh dan terencana sesuai dengan pedoman yang di berikan oleh petugas kesehatan, waktu pembahasan materi menjadi efektif karena penyajian materi terstruktur dengan baik, ada interaksi antara petugas kesehatan dengan ibu hamil pada saat pembahasan materi dilaksanakan dan dilaksanakan secara berkesinambungan (Hanni Ummi, Marjati JK, Yulifah R, 2011). Pada kelas ibu hamil bermanfaat untuk mengoptimalkan pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Anemia pada ibu hamil Sehingga ibu memiliki kehamilan yang berkualitas, persalinan aman, serta bayi lahir dalam keadaan sehat, maka perlu dikembangkan suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.
Efektifitas Penerapan Endorphin Massage Menggunakan Minyak Aromaterapi Lavender Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Hajar, Siti; Hasanah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3050

Abstract

Metode yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu metode non farmakologi adalah endorphin massage menggunakan minyak aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan endorphin massage dengan menggunakan minyak aromaterapi lavender dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif di UPTD Puskesmas Lokop Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment dengan desain yang dipakai adalah pretest-posttest one group design. Pengambilan sampel secara total populasi yaitu 22 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata pretest intensitas nyeri persalinan adalah 6,18 dengan standar deviasi 2,519. Sedangkan nilai rerata posttest intensitas nyeri persalinan adalah 4,32 dengan standar deviasi 1,961. Hasil uji Wilcoxon rank test didapatkan nilai ρ-value=0,000. Diharapkan ibu bersalin dapat melakukan endorphin massage sebagai salah satu terapi dalam mengurangi nyeri persalinan dan dapat digunakan saat proses persalinan selanjutnya.Kata kunci: Endorphin Massage, Aromaterapi Lavender,  Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif, Ibu BersalinMethods used to reduce pain in labor, using pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological methods is endorphin massage using lavender aromatherapy oil. Research objective is to find out the effectiveness of the application of endorphin massage by using lavender aromatherapy oil in reducing labor pain when active phase. This methods of research is quasi experiment with the design used is pretest-posttest one group design. The sampling method is a total sampling is 22 people. Data analysis using the wilcoxon sign rank test.It shows that the average value of labor pain intensity pretest is 6.18 with a standard deviation of 2.519. While the average value of labor pain intensity posttest was 4.32 with a standard deviation of 1.961. The results of the paired t test obtained the ρ-value= 0.000. It is hoped that maternity mothers can do endorphin massage as a therapy in reducing labor pain in the active phase of the first stage and can be used during the next delivery process.Keywords: Endorphin Massage, Lavender Aromatherapy, Labor Pain When I Active Phase, Maternity Mother