Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : METAMORFOSA Journal of Biological Sciences

Uji Kompatibilitas Persilangan Interspesies dan Resiprok Anggrek Dendrobium Reza Priski Dwi Jayanti; Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The compatibility of a cross is indicated by the formation of fruit. The compatibility of an interspecies cross or a cross between different orchid species is used to increase diversity. To compare and determine the power of compatibility, it is necessary to cross back and forth (reciprocal). The purpose of this study was to determine the compatible crosses between interspecies and reciprocals of Dendrobium orchids and to observe the growth of fruit from these crosses. The research procedure was to cross pollen on one orchid flower species to the stigma of another orchid species, then the variables observed were the time of fruit formation (days after pollination / DAP), sepal and petal wilting day (DAP), fruit length and diameter (cm) for two days. months of observation, cross compatibility, and fruit/flower fall. The data obtained were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of this study showed that the sepal and petal wilting days varied from 10-22 days. Formation of fruit from day 7-16. Days of fruit formation vary greatly depending on the species crossed. The shape of the fruit is determined by the female parent, while the size of the fruit depends on the nutrients contained in the plant. The compatibility of this cross is 75% and it can be said that the breeds used are compatible. Keywords: Crosses, Interspecies, Reciproc, Dendrobium, Compatibility.
Peranan BAP dan Air Kelapa pada Medium VW terhadap Organogenesis Dendrobium sp. Nindi Afifa Nisa; Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2021.v08.i02.p14

Abstract

Anggrek Dendrobium merupakan genus favorit bagi pecinta anggrek di bandingkan dengan anggrek lainnya, karena kemampuan anggrek Dendrobium yang mudah beradaptasi di berbagai lingkungan. Produksi anggrek di Indonesia sangat lambat, sedangkan peminatnya dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga perlu di percepat dengan kultur jaringan secara in vitro. Perbanyakan tanaman secara in vitro ini menggunakan media VW sebagai faktor penentu, media VW adalah media yang sering digunakan pada perbanyakan tanaman Dendrobium sp. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan BAP dan air kelapa pada organonogenesis eksplan Dendrobium sp. Penelitian ini di dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan FMIPA, Universitas Islam Malang, mulai dari bulan September sampai November 2020, menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan dengan 3 ulangan, BAP 0,5 ml, 1 ml dan 1,5 ml dan air kelapa100 ml, 150 ml dan 200 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organogenesis tertinggi pada perlakuan BAP yaitu konsentrasi 1,5 ml dengan rata-rata 1,3 tunas, 3,86 daun, 0,86 akar dan panjang akar 0,4 cm. Sedangkan perlakuan air kelapa menunjukkan organogenesis tertinggi yaitu konsentrasi 150 ml, dengan rata-rata 0,63 tunas, 3,53 daun, 1 akar dan panjang akar 1,66 cm. Perlakuan air kelapa lebih efektif pada pemanjangan akar dengan jumlah akar 1 dan panjang akar 1,66 cm. Sedangkan perlakuan BAP lebih efektif pada pembentukan tunas dengan jumlah tunas 1,3 dan jumlah daun 3,86. Kata kunci: BAP, Bahan organik, Dendrobium, Organogenesis.