Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Pengaruh ph Air Terhadap Ketahanan Batulempung dengan Pengujian Durability Lokasi PT. RCI, Samarinda, Kalimantan Timur Nur Afni; Shalaho Dina Dhevy; Agus Winarno; Revia Oktaviani; Windhu Nugroho
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i8.396

Abstract

Uji slake durability bertujuan untuk mengetahui ketahanan batuan dengan cara mempercepat proses pelapukannya secara maksimal dengan cara membasahi dan mengeringkan kemudian dilakukan pengayakan. Dalam pengujian slake durability ini saya menggunakan standar pengujian SNI 3406 (2011). Pengujian ini menggunakan batu lempung pada formasi Balikpapan daerah Samarinda. Dimana batulempung memiliki sifat yang tidak tahan terhadap air dan udara. Batulempung dapat mengembang saat basah dan menyusut ketika kering dari keadaan tersebut maka batulempung sangat rentan untuk mengalami penurunan durabilitas, sehingga membuat saya tertarik untuk melakukan pengujian slake durability pada batulempung formasi Balikpapan dengan pengaruh pH air yang berbeda untuk mengetahui ketahanan batulempung terhadap pH air. Dapat dsimpulkan bahwa nilai indeks durability yang paling rendah terdapat pada pH air asam dengan menunjukkan kerentanan setiap siklus pada batuan tersebut. Nilai indeks durability pada pH asam pada sampel 1, 2, 3, dan 4 memiliki nilai Indeks durability 46,8%, 53,5%, 39,2%, dan 54,5% termasuk dalam klasifikasi rendah dan sampel pada pH basa yang memiliki indeks durability yang tinggi yaitu sampel 1, 2, dan 3 dengan nilai indeks durability (Id2) 86,3%, 81,4% dan 76,9% masuk dalam klasifikasi Tinggi. Sampel 4 dengan nilai indeks durability (Id2) 69,3 % masuk klasifikasi Menengah
Optimasi Kadar dan Perolehan Sisa Hasil Pencucian Menggunakan Shaking Table Unit Processing PT. Menara Cipta Mulia Fasih Hardian; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Agus Winarno; Revia Oktaviani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i8.398

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berjuluk World’s Tin Belt (Sabuk Timah Dunia), hal ini membuat Indonesia berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan logam timah dunia. PT. Menara Cipta Mulia (PT. MCM) merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada sektor penambangan timah. Dalam mengolah hasil penambangan, PT. MCM memiliki unit pengolahan sendiri yaitu Unit Processing Plant Lacat. Unit pengolahan ini memiliki alur pengolahan yang sederhana, sehingga membuat Sisa Hasil Pencucian (SHP) yang berada pada kolam pengendapan masih memiliki potensi kandungan timah berkadar rendah. SHP tersebut kemudian diolah kembali menggunakan alat shaking table dengan pengaturan variabel kemiringan meja dan kecepatan air pencucian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi kadar dan perolehan sisa hasil pencucian cassiterite menggunakan shaking table pada unit processing plant lacat pt. menara cipta mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, mencari buku, jurnal, dan data terkait permasalahan yang ada. Untuk tahap selanjutnya melakukan orientasi lapangan, orientas lapangan ini untuk mengetahui bagaimana kondisi dan situasi pada tempat penelitian agar mendapat gambaran pengambilan data penelitian. Kemudian tahap selanjutnya yaitu melakukan pengambilan data, data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan primer. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan rekomendasi pengaturan variabel kemiringan meja dan kecepatan air pencucian dalam mengolah SHP adalah dengan dengan kemiringan meja 1,24° dan kecepatan air pencucian 0,87 m/s, dengan nilai berat kadar 16,67 KgSn
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF GRAIN SIZE ON INCREASING CALORIES OF LOW RANK COAL USING THE BROWN COAL UPGRADING METHOD: ANALISIS PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP PENINGKATAN KALORI BATUBARA PERINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPGRADING BROWN COAL Krisanto Yardin Panggeso; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Agus Winarno; Revia Oktaviani
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 6 No. 2 (2023): INTAN Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v6i2.186

Abstract

Upgrading Brown Coal aims to reduce the water content in coal so that the calorific value of coal will increase. The methods used in the upgrading process are inherent moisture, volatile matter, ash content, and fixed carbon. The results after upgrading the calorific value of coal by varying the coal size and heating time showed that the most optimum coal calorific value was in sample B1 size 100 mesh with a mixture composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil and 100 ml of diesel, namely with a calorific value of 7388. 86 Cal/gr. The greater the composition value of used cooking oil and diesel, the smaller the inherent moisture value. In sample A with a mesh size of 50 with a composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil, and 100 ml of diesel, the inherent moisture value was 6.7132%. Sample B with a mesh size of 100 with a composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil, and 100 ml of diesel obtained an inherent moisture value of 6.9858%. The smaller the composition of used cooking oil and diesel, the smaller the ash content value, in the sample the mesh size is 50 with a value of 2.0771%, and in sample B the mesh size is 100 with a value of 1.9070%. The effect of coal size on the upgrading process is to increase the maximum calorific value of the 50 mesh size of the coal.