Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Pengaruh ph Air Terhadap Ketahanan Batulempung dengan Pengujian Durability Lokasi PT. RCI, Samarinda, Kalimantan Timur Nur Afni; Shalaho Dina Dhevy; Agus Winarno; Revia Oktaviani; Windhu Nugroho
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i8.396

Abstract

Uji slake durability bertujuan untuk mengetahui ketahanan batuan dengan cara mempercepat proses pelapukannya secara maksimal dengan cara membasahi dan mengeringkan kemudian dilakukan pengayakan. Dalam pengujian slake durability ini saya menggunakan standar pengujian SNI 3406 (2011). Pengujian ini menggunakan batu lempung pada formasi Balikpapan daerah Samarinda. Dimana batulempung memiliki sifat yang tidak tahan terhadap air dan udara. Batulempung dapat mengembang saat basah dan menyusut ketika kering dari keadaan tersebut maka batulempung sangat rentan untuk mengalami penurunan durabilitas, sehingga membuat saya tertarik untuk melakukan pengujian slake durability pada batulempung formasi Balikpapan dengan pengaruh pH air yang berbeda untuk mengetahui ketahanan batulempung terhadap pH air. Dapat dsimpulkan bahwa nilai indeks durability yang paling rendah terdapat pada pH air asam dengan menunjukkan kerentanan setiap siklus pada batuan tersebut. Nilai indeks durability pada pH asam pada sampel 1, 2, 3, dan 4 memiliki nilai Indeks durability 46,8%, 53,5%, 39,2%, dan 54,5% termasuk dalam klasifikasi rendah dan sampel pada pH basa yang memiliki indeks durability yang tinggi yaitu sampel 1, 2, dan 3 dengan nilai indeks durability (Id2) 86,3%, 81,4% dan 76,9% masuk dalam klasifikasi Tinggi. Sampel 4 dengan nilai indeks durability (Id2) 69,3 % masuk klasifikasi Menengah
Optimasi Kadar dan Perolehan Sisa Hasil Pencucian Menggunakan Shaking Table Unit Processing PT. Menara Cipta Mulia Fasih Hardian; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Agus Winarno; Revia Oktaviani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 8 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i8.398

Abstract

Indonesia merupakan negara yang berjuluk World’s Tin Belt (Sabuk Timah Dunia), hal ini membuat Indonesia berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan logam timah dunia. PT. Menara Cipta Mulia (PT. MCM) merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada sektor penambangan timah. Dalam mengolah hasil penambangan, PT. MCM memiliki unit pengolahan sendiri yaitu Unit Processing Plant Lacat. Unit pengolahan ini memiliki alur pengolahan yang sederhana, sehingga membuat Sisa Hasil Pencucian (SHP) yang berada pada kolam pengendapan masih memiliki potensi kandungan timah berkadar rendah. SHP tersebut kemudian diolah kembali menggunakan alat shaking table dengan pengaturan variabel kemiringan meja dan kecepatan air pencucian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi kadar dan perolehan sisa hasil pencucian cassiterite menggunakan shaking table pada unit processing plant lacat pt. menara cipta mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, mencari buku, jurnal, dan data terkait permasalahan yang ada. Untuk tahap selanjutnya melakukan orientasi lapangan, orientas lapangan ini untuk mengetahui bagaimana kondisi dan situasi pada tempat penelitian agar mendapat gambaran pengambilan data penelitian. Kemudian tahap selanjutnya yaitu melakukan pengambilan data, data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan primer. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan rekomendasi pengaturan variabel kemiringan meja dan kecepatan air pencucian dalam mengolah SHP adalah dengan dengan kemiringan meja 1,24° dan kecepatan air pencucian 0,87 m/s, dengan nilai berat kadar 16,67 KgSn
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF GRAIN SIZE ON INCREASING CALORIES OF LOW RANK COAL USING THE BROWN COAL UPGRADING METHOD: ANALISIS PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP PENINGKATAN KALORI BATUBARA PERINGKAT RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE UPGRADING BROWN COAL Krisanto Yardin Panggeso; Windhu Nugroho; Shalaho Dina Devy; Agus Winarno; Revia Oktaviani
INTAN Jurnal Penelitian Tambang Vol. 6 No. 2 (2023): INTAN Jurnal Penelitian Tambang
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan Program Studi S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56139/intan.v6i2.186

Abstract

Upgrading Brown Coal aims to reduce the water content in coal so that the calorific value of coal will increase. The methods used in the upgrading process are inherent moisture, volatile matter, ash content, and fixed carbon. The results after upgrading the calorific value of coal by varying the coal size and heating time showed that the most optimum coal calorific value was in sample B1 size 100 mesh with a mixture composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil and 100 ml of diesel, namely with a calorific value of 7388. 86 Cal/gr. The greater the composition value of used cooking oil and diesel, the smaller the inherent moisture value. In sample A with a mesh size of 50 with a composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil, and 100 ml of diesel, the inherent moisture value was 6.7132%. Sample B with a mesh size of 100 with a composition of 50 grams of coal, 100 ml of used cooking oil, and 100 ml of diesel obtained an inherent moisture value of 6.9858%. The smaller the composition of used cooking oil and diesel, the smaller the ash content value, in the sample the mesh size is 50 with a value of 2.0771%, and in sample B the mesh size is 100 with a value of 1.9070%. The effect of coal size on the upgrading process is to increase the maximum calorific value of the 50 mesh size of the coal.
Analisis Produktivitas Alat Angkut Dump Truck Liugong DW90A dan Hino 500 pada Product Coal Stockpile PT. Victor Dua Tiga Mega Site Luwe Hulu Kab. Barito Utara Prov. Kalimantan Tengah Gokma Rohartama Gultom; Agus Winarno; Rety Winonazada; Windhu Nugroho; Henny Magdalena
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2026
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v14i1.26988

Abstract

Produktivitas alat angkut adalah besarnya produksi yang dapat dicapai dalam kenyataan kerja alat angkut berdasarkan kondisi yang dicapai saat ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi batubara diantaranya alat angkut tidak dalam kondisi baru sehingga sering mengalami breakdown dan perbaikan ditengah kegiatan produksi yang sedang berlangsung. Selain itu hal ini juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidakserasian kerja alat angkut, waktu kerja kerja yang tidak optimal dan efisiensi kerja alat mekanis. Metode yang digunakan dalam penulisan yaitu dengan pendekatan masalah yang berupa pengambilan bahan, baik berupa dasar teori maupun data-data objek yang diamati secara langsung dilapangan. Sehingga dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pra lapangan, tahap lapangan, dan tahap pasca lapangan.Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh produktivitas teoritis, alat angkut jenis Hino 500 dan Liugong secara berturut turut adalah 21 m3/Jam dan 25 m3/Jam. Produktivitas aktual alat angkut Hino 500 dan Liugong secara berturut turut adalah 5 m3/Jam dan 7 m3/Jam.
PERSENTASE TEREDUKSI PENGARUH PENGGUNAAN SEQUENTIAL BLASTING TERHADAP GROUND VIBRATION PADA KEGIATAN PELEDAKAN DI PIT. PINANG A9, PT. BUKIT BAIDURI ENERGI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Rabin Daruis; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Windhu Nugroho; Lucia Litha Respati
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i2.22818

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan kegiatan pemberaian batuan yang membantu memudahkan pembongkaran dalam kegiatan penggalian. Pada PT. BBE masih melakukan kegiatan peledakan hingga saat ini dalam membantu memberaikan batuan yang ada dilokasi penambangan khususnya pada lokasi PIT. Pinang A9. Kegiatan peledakan sendiri memiliki dampak yang cukup membahayakan bagi lingkungan sekitar, salah satunya adalah getaran tanah yang mana dapat memberikan dampak cukup serius jika nilai getarannya cukup tinggi. Dalam upaya mlelakukan kegaiatan ini masih didapati nilai getaran yang cukup tinggi dalam perhitungan teoritisnya dengan nilai rata-rata PPV nya adalah 1,68 mm/s. Kondisi batuan yang mendominasi pada lokasi kegiatan peledakan adalah batuan claystone dan batuan sanstone dimana untuk nilai kuat tekannya cukup lemah yaitu berada pada kategori lunak dengan nilai 8 hingga 16 Mpa. Sehingga dalam proses kegiatan ini diperlukan suatu solusi untuk meredam besar getaran yang ada, dalam hal ini PT. BBE memilih langkah dengan menggunakan solusi teknik Sequential Blasting dimana dalam penerapannya diberikan Dummy Holes sebagai penambah delay untuk membuat banyaknya lubang ledak menjadi kelompok-kelompok kecil saat meledak. Setelah dilakukannya aktivitas kegiatan peledakan didapatkan nilai PPV bisa berkurang cukup drastic dengan nilai rata-ratanya menjdai 0,46 mm/s dimana dalam hal ini teknik Sequential Blasting dapat mereduksi besarnya getaran hingga 69,55%.
Evaluasi Trigger Action Response Plan (TARP) Pergerakan Lereng Disposal Menggunakan Alat Slope Stability Radar (SSR) Pada Disposal PT. Bara Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Irianta Ibo Sembiring; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19258

Abstract

PT Bara Tabang merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan alat Slope stability radar (SSR) sebagai alat monitoring lereng. SSR merupakan salah satu alat pemantauan lereng yang memiliki kelebihan dalam memantau keadaan lereng secara real time. SSR dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam pengembangan dan penerapan Trigger Action Response Plan (TARP) untuk manajemen risiko. TARP merupakan sistem respon terstruktur yang mengatur langkah-langkah yang perlu diambil berdasarkan pemicu tertentu (trigger) yang terdeteksi di lapangan, guna mencegah kecelakaan dan kerugian. Penerapan SSR dalam menentukan TARP fokus pada identifikasi pemicu yang terkait dengan pergerakan lereng yang berbahaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ambang batas pada alarm dengan menggunakan metode Upper Control Limit (UCL) dan merekomendasikan nilai Trigger Action Response Plan (TARP). Hasil penelitian didapatkan nilai ambang batas pada VCP 1440, nilai rekomendasi alarm ialah 5.71 mm/jam dengan critical value sebesar 15.871 mm/jam dan berdasarkan nilai VCP 1440, tindakan yang diperlukan dapat disesuaikan terhadap status kestabilan lereng Disposal Pit Bara Tabang yang dikategorikan menjadi empat yaitu kondisi hijau – aman (< -1.48 mm/jam), kondisi kuning – awas (-1.48 – 4.28 mm/jam), kondisi oranye – kritis (4.28 -5.71) mm/jam, dan kondisi merah – longsor (>15.871 mm/jam).`
Studi Perhitungan Biaya Pada Kegiatan Pengupasan Overburden Pada PIT 5 PT. Indochin Resources Jobsite PT. Energi Cahaya Industritama: Cost Calculation Study On Overburden Removal Activities At Pit 5 Pt. Indochin Resources Jobsite Pt. Industritama Light Energy Hikmawati; Henny Magdalena; Windhu Nugroho; Harjuni Hasan; Lucia Litha Respati
Jurnal Pengetahuan dan Pendidikan Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the stripping and hauling of overburden, there are several things that affect this activity, namely the productivity of the equipment, working front conditions, loading methods, and working hours. Before carrying out mining activities, it is necessary to calculate a budget, the aim is to provide an overview of the costs to be incurred by the company for mining activities. The results of research that has been carried out for one month shows that the productivity of the tools used for stripping overburden is obtained as follows. The productivity of the Sany SY365H PRO excavator in fleet 1 was 221.13 bcm/hour and the productivity of the Sany SY365H PRO excavator in fleet 2 was 226.11 bcm/hour. And the productivity of the DT SYZ322C-8S conveyance in Fleet 1 is 37.37 bcm/hour and the productivity of the DT SYZ322C-8S conveyance in Fleet 2 is 37.38 bcm/hour. The costs that must be incurred for the tools used in overburden stripping activities are obtained as follows. The ownership cost of the Sany SY365H PRO Excavator digging-loading equipment is US$ 9.93/hour, operating costs are US$ 32.55/hour. The cost of owning the DT SYZ322C-8S means of transportation is US$ 0.54/hour, and operating costs are US$ 12.14/hour.
The Effect of Heating Temperature on Uniaxial Compressive Strength Test of Sandstone Balikpapan Formation and Pulaubalang Formation in Samarinda City, East Kalimantan Province Irens Megayanti Rerang; Tommy Trides; Windhu Nugroho
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 1 No 2 (2022): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.137 KB) | DOI: 10.32487/nuce.v1i2.392

Abstract

Uji kuat tekan uniaksial (UCS) adalah pengujian yang sering di gunakan dalam mekanika batuan untuk mengetahui kekuatan atau Titik runtuh batuan yang menjadi tolak ukur seberapa kuat batuan menahan beban yang diberikan. Batupasir adalah batuan sedimen yang sebagian besar terbentuk oleh kuarsa atau feldspar . Temperature dibawah permukaan bumi bertambah seiring bertambahnya kedalaman. Pengaruh pemanasan akan mempengaruhi sifat fisik dan mekanik batuan sekitar massa batuan sehingga dapat menyebabkan kerusakan di dalam batuan sehingga mengganggu kekuatan massa batuan sekitar. Memahami pengaruh suhu pada mekanik batuan sangat penting untuk desain struktur batuan dan penilaian keamanan dalam rekayasa batuan bawah tanah. Oleh karena itu perlu dipelajari lebih lanjut tentang pengaruh suhu terhadap sifat. mekanik batuan . Pada pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu yang bervariasi terhadap nilai kuat tekan batupasir yang diuji. Contoh batuan dipanaskan dengan suhu 200°c, 250°c, 300°c, 350°c, dan 400°c, dalam waktu pemanasan 3 jam. Hasil pengujian menunjukkan adanya pengaruh variasi suhu terhadap sifat mekanik batuan. Dari hasil pengujian pada batupasir formasi Balikpapan terjadi peningkatan maksimum nilai kuat tekan pada suhu pemanasan 250°c sebesar 15,89 Mpa, dan pada formasi Pulaubalang terjadi peningkatan maksimum nilai kuat tekan pada suhu pemanasan 350°c sebesar 39,48 Mpa.
PERHITUNGAN TONASE BATUBARA BERDASARKAN METODE MINE SURVEY DAN TRUCK COUNT DI PIT KUMALA PT. KHOTAI MAKMUR INSAN ABADI: COAL TONNAGE CALCULATION BASED ON MINE SURVEY AND TRUCK COUNT METHOD AT PIT KUMALA PT. KHOTAI MAKMUR INSAN ABADI Yosia Paonganan; Henny Magdalena; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Agus Winarno
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 2 (2026): Agustus, 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i2.27128

Abstract

Perhitungan tonase batubara merupakan parameter penting dalam evaluasi pencapaian produksi dan pengendalian kegiatan penambangan. Penelitian bertujuan membandingkan hasil perhitungan tonase batubara menggunakan metode mine survey dan truck count serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perbedaan tonase pada kegiatan penambangan di Pit Kumala, PT. Khotai Makmur Insan Abadi. Penelitian menggunakan dengan data primer koordinat roof dan floor batubara hasil pengukuran Total Station serta data ritase dan timbangan sebagai data sekunder. Perhitungan tonase metode mine survey menggunakan cut and fill, metode truck count menggunakan data ritase dan timbangan. Identifikasi penyebab perbedaan tonase menggunakan analisis fishbone. Pada progres pertama, tonase mine survey untuk Seam 22 dan Seam 19 masing-masing sebesar 47.185,14 ton dan 5.768,56 ton, sedangkan truck count sebesar 45.846,64 ton dan 5.708,75 ton. Pada progres kedua, tonase mine survey sebesar 54.661,23 ton dan 4.653,49 ton, sedangkan truck count sebesar 53.313,09 ton dan 4.650,68 ton. Berdasarkan analisis fishbone, perbedaan tonase dipengaruhi oleh faktor manusia, lingkungan, metode pengukuran, dan karakteristik material. Selisih tonase yang diperoleh masih berada dalam batas toleransi operasional perusahaan, sehingga kedua metode dapat digunakan sebagai dasar evaluasi produksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi akurasi perhitungan. Kata kunci: cut and fill, fishbone, mine survey, tonase batubara, truck count
Analisis Pengaruh Perubahan Suhu Batubara terhadap Nilai Total Moisture, Ash content, dan Nilai Kalori Batubara pada Area ROM Coal Stockpile di PT Mahakam Sumber Jaya Indaswati Indaswati; Windhu Nugroho; Albertus Juvensius Pontus; Agus Winarno; Ardhan Ismail
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v4i3.1438

Abstract

Coal stacked in stockpiles is directly exposed to sunlight and rain, which can significantly affect coal quality. These enviromental conditions influence the temperature of coal piles, subsequently causing fluctuations in moisture content. This stucdy investigates the effect of coal temperature on coal quality parameters at the ROM Coal Stockpile area of PT. Mahakam Sumber Jaya. Using actual field sampling methods with 30 samples collected form the ROM C HTS (High Total Sulphur) area during November – Desember 2024, coal temperature was measured using a thermogun and quality parameters total moisture, ash content and calorific value were analyzed using ASTM standard. Simple linear regression and correlation analysis were applied for data processing. Result showed that coal temperature has very stong negative correlation with total moisture (r = -0,89), a strong positive correlation with ash content (r = 0,59). The correlation between total moisture and calorific value was strong (r= -0,66). Temperature grouping into three ranges (30-50°C, 50-70°C, and 70-95°C) showed consistent trends: total moisture decreased by 2%, ash content increased by 1%, and calorific value increased by 66 kcal/kg as tempreture rose. These findings suggest that optimal coal tempreture maangement is essential to maintining coal quality during storage .