Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL DAN INDEKS STOMATA PLANLET ANGGREK Dendrobium HASIL INDUKSI ASAM SALISILAT SECARA IN VITRO Syahfitri, Desti; Nurcahyani, Endang; Chrisnawati, Lili; Ernawiati, Eti
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 7, No. 02 October (2022) Analit : Analytical and Enviromental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v7i02.2022.p165-176

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam salisilat terhadap kandungan klorofil dan karakteristik planlet anggrek Dendrobium secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan asam salisilat konsentrasi 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm sebanyak 5 ulangan setiap konsentrasi. Data hasil penelitian diuji menggunakan Analisis Ragam pada taraf 5% dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh asam salisilat terhadap planlet anggrek Dendrobium pada konsentrasi 75 ppm dan 100 ppm terhadap indeks stomata, analisis klorofil a,b, dan total, dimana konsentrasi 75 ppm memiliki indeks stomata tertinggi. Dan pada analisis klorofil, semakin tinggi konsentrasi asam salisilat yang diinduksikan, semakin meningkat kandungan klorofil pada planlet anggrek Dendrobium. Sedangkan pada konsentrasi 25, dan 50 ppm tidak memberikan pengaruh nyata terhadap indeks stomata, dan analisis klorofil planlet anggrek Dendrobium.Kata Kunci: Anggrek Dendrobium, indeks stomata, klorofil.  
Pengaruh Perendaman Benih dalam Ekstrak Etanol Daun Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Pertumbuhan Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Azzahra, Muthia; Yuianty, Yulianty; Chrisnawati, Lili; Agustrina, Rochmah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.465

Abstract

Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat. Peran dan manfaatnya tersebut menjadikannya sebagai salah satu komoditas hortikultura dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Produksi cabai merah besar (C. annuum L.) cenderung terus menurun dan salah satu penyebabnya yaitu gulma. Gulma yang biasa hidup berdampingan dengan tanaman hortikultura ialah rumput teki (Cyperus rotundus L.). Rumput teki mengandung senyawa alelokimia yang akan mempengaruhi tanaman disekitarnya. Senyawa alelokimia tersebut dapat memacu sekaligus menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu dilakukan uji perendaman benih C. annuum L. di dalam ekstrak etanol daun C. rutundus L. untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan C.annuum L. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ekstrak etanol daun rumput teki (C. rotundus L.)  dalam 6 taraf konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) dengan 4 kali pengulangan.  Parameter yang diamati yaitu persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, kandungan klorofil dan skor keracunan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 % (α= 5 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rumput teki pada konsentrasi 5% dapat memacu pertumbuhan jumlah daun, menghasilkan jumlah berat basah dan berat kering terbesar pada tanaman cabai merah besar, sedangkan konsentrasi 25% dapat menghambat proses perkecambahan, menekan pertumbuhan tinggi tanaman, menekan jumlah kandungan klorofil dan menyebabkan keracunan pada daun.
Pemberdayaan Tanaman Pekarangan Sebagai Pestisida Nabati Dalam Upaya Pengendalian Hama Tanaman Pangan Ernawiati, Eti; Chrisnawati, Lili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.16456

Abstract

Tanaman hortikultura bersifat rentan terhadap gangguan hama yang berdampak signifikan terhadap kualitas dan hasil tanaman, sehingga diperlukan pestisida untuk menanggulanginya.[d1]  Namun, ketergantungan berlebihan pada pestisida sintetis menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan tanaman sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, melalui praktik pembuatan pestida nabati. Objek pengabdian ini adalah anggota KWT Bayur Lestari di kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Data dikumpulkan melalui pretest, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok, lalu dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan tematik. Hasil pretes menunjukkan sebagian besar peserta belum mengenal insektisida nabati; 73% tidak tahu apa itu insektisida, dan 91% belum pernah membuat insektisida alami. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam meracik larutan dari bahan seperti daun pepaya dan kulit bawang. Peserta mulai memahami perbedaan insektisida kimia dan nabati serta manfaat ekologis penggunaan pestisida nabati. Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan partisipan, mendorong peralihan ke pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Hama Tanaman, Insektisida, Pestisida Nabati, Tanaman Pekarangan, Pertanian Berkelanjutan Plants are inherently vulnerable to pest infestation, which can critically affect crop quality and yield. Excessive reliance on synthetic pesticides creates substantial economic and environmental concerns. This initiative aimed to equip members of the Bayur Lestari Women Farmers’ Group (KWT) in Rajabasa, Bandar Lampung, with knowledge and awareness regarding the use of backyard plants as botanical pesticides for pest management. The community service employed an educational and participatory method, comprising outreach sessions, demonstrations, and hands‑on training in the preparation of botanical pesticide formulations. Data were collected through pre‑tests, interviews, observation, and group discussions, and subsequently analyzed using descriptive quantitative and thematic analysis. The pre‑test results indicated that most participants were unfamiliar with botanical insecticides—73% did not know what an insecticide was, and 91% had never formulated a natural pesticide. After the training, participants demonstrated increased comprehension and skill in preparing solutions from ingredients such as papaya leaves and onion skins. They also began to appreciate the ecological advantages of botanical versus chemical insecticides. Overall, the outreach and demonstration activities successfully enhanced participants’ awareness, knowledge, and practical abilities, fostering a transition toward environmentally sustainable agricultural practices.