Tanaman hortikultura bersifat rentan terhadap gangguan hama yang berdampak signifikan terhadap kualitas dan hasil tanaman, sehingga diperlukan pestisida untuk menanggulanginya.[d1] Namun, ketergantungan berlebihan pada pestisida sintetis menimbulkan masalah ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan tanaman sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama, melalui praktik pembuatan pestida nabati. Objek pengabdian ini adalah anggota KWT Bayur Lestari di kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Data dikumpulkan melalui pretest, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok, lalu dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan tematik. Hasil pretes menunjukkan sebagian besar peserta belum mengenal insektisida nabati; 73% tidak tahu apa itu insektisida, dan 91% belum pernah membuat insektisida alami. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam meracik larutan dari bahan seperti daun pepaya dan kulit bawang. Peserta mulai memahami perbedaan insektisida kimia dan nabati serta manfaat ekologis penggunaan pestisida nabati. Penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan partisipan, mendorong peralihan ke pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Hama Tanaman, Insektisida, Pestisida Nabati, Tanaman Pekarangan, Pertanian Berkelanjutan Plants are inherently vulnerable to pest infestation, which can critically affect crop quality and yield. Excessive reliance on synthetic pesticides creates substantial economic and environmental concerns. This initiative aimed to equip members of the Bayur Lestari Women Farmers’ Group (KWT) in Rajabasa, Bandar Lampung, with knowledge and awareness regarding the use of backyard plants as botanical pesticides for pest management. The community service employed an educational and participatory method, comprising outreach sessions, demonstrations, and hands‑on training in the preparation of botanical pesticide formulations. Data were collected through pre‑tests, interviews, observation, and group discussions, and subsequently analyzed using descriptive quantitative and thematic analysis. The pre‑test results indicated that most participants were unfamiliar with botanical insecticides—73% did not know what an insecticide was, and 91% had never formulated a natural pesticide. After the training, participants demonstrated increased comprehension and skill in preparing solutions from ingredients such as papaya leaves and onion skins. They also began to appreciate the ecological advantages of botanical versus chemical insecticides. Overall, the outreach and demonstration activities successfully enhanced participants’ awareness, knowledge, and practical abilities, fostering a transition toward environmentally sustainable agricultural practices.