Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edu Masda Journal

KAJIAN PUSTAKA : HASIL KLINIS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN BEDAKUILIN TERHADAP PASIEN TB MDR DAN XDR Amalia, Tania Rizki; Fahriati, Andriyani Rahmah; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Aulia, Gina
Edu Masda Journal Vol 6, No 2 (2022): Edu Masda Journal Volume 6 Nomor 2
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v6i2.165

Abstract

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA KOMBINASI EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosipon aristatus var. Aristatus L.) DAN DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DENGAN METODE URIKOURIK Nurihardiyanti, Nurihardiyanti
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.286

Abstract

                                          ABSTRACTAlopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik). Berdasarkan hasil uji in vivo dapat memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikosurik beturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB).                                    ABSTRAKAlopurinol dan probenesid digunakan sebagai terapi hiperurisemia atau gout. Penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat meinumbulkan efek samping. Kumis kucing Orthosipon aristatus var. Aristatus L. dan Tempuyung Sonchus arvensis L. Mengandung metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antihiperurisemia. Studi ini bertujuan mengevaluasi rasio perbandingan terbaik kombinasi ekstrak kumis kucing dan ekstrak tempuyung yang berpotensi memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal pada tikus putih jantan secara in vivo. Pada studi ini digunakan hewan uji tikus putih jantan. Kelompok I kontrol normal; kelompok II (PGA 2%); kelompok III alopurinol/urikostatik (10 mg/kg BB); kelompok IV probenesid/urikosurik (50 mg/kg BB); kelompok V-VII kombinasi ekstrak kumis kucing dan tempuyung berturut-turut 75: 75, 150: 150, dan 300:300 mg/kg BB dilakukan pengukuran kadar pengukuran kadar asam urat dalam urin (urikosurik) dengan cara tikus ditempatkan kedalam kandang metabolik dan urine tikus ditampung selama 5 jam. Lalu urine yang di dapat di simpan dalam vial dengan menggunakan syringe diberi label untuk membedakan kelompok uji lalu urine tersebut diukur kadar asam uratnya menggunakan reagen Uric Acid LS yang diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Pengukuran kadar asam urat dalam dilakukan dengan metode kalorimetri enzimatik menggunakan pereaksi untuk asam urat (Uric Acid LS). Berdasarkan hasil uji in vivo dapat memberikan aktivitas antihiperurisemia optimal sebagai obat antigout melalui mekanisme secara urikosurik beturut-turut adalah Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 300 mg/kg BB dan tempuyung 300 mg/kg BB), Kombinasi dosis 2 (Ekstrak kumis kucing 150 mg/kg BB dan tempuyung 150 mg/kg BB) dan Kombinasi dosis 3 (Ekstrak kumis kucing 75 mg/kg BB dan tempuyung 75 mg/kg BB). 
POTENSI HYDROGEL LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA SECARA IN VIVO PADA MENCIT GALUR SWISS WEBSTER Sari, Diah Permata; Evani, Azmi Zauli; Sopian, Ahmad; Maelaningsih, Firdha Senja; UZ, LM Zulfahrin; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Fauziah, Vina
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.292

Abstract

                                                  ABSTRACTThe use of kepok banana peel as a traditional medicine can be an alternative for people to further develop the use of traditional medicine, one of which is as a wound healing ingredient. The purpose of this study was to formulate hydrogel preparations from kepok banana peel extract (Musa paradisiaca L) with various concentrations as an effort in developing preparations for healing open wounds. The research method used was experimental, namely evaluation of hydrogel preparations and in vivo wound closure tests on Swiss Webster mice. The results of hydrogel tests with 3 formulas obtained that F1 HG-EKPK 2.5%, F2 HG-EKPK 5% and F3 HG-EKPK 7.5%, resulted in no physical problems in the organoleptic test, although in the evaluation of homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness and viscosity there was instability in concentration. Based on the results of the In Vivo test, it was found that the administration of hydrogel preparations at F1 HG-EKPK 2.5%, F2 HG-EKPK 5%, F3 HG-EKPK 7.5% showed optimal wound closure when compared with the negative control                                                      ABSTRAKPemanfaatan kulit pisang kepok sebagai obat tradisional dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk lebih mengembangkan penggunaan obat tradisional, salah satunya sebagai bahan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan hidrogel dari ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L)dengan berbagai konsentrasi sebagai upaya dalam pengembangan sediaan sebagai penyembuhan luka terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yakni evaluasi sediaan hydrogel dan uji penutupan luka secara in vivo pada mencit galur swiss webster. Hasil uji hidrogel dengan 3 formula didapatkan bahwa F1 HG-EKPK 2,5%, F2 HG-EKPK 5% dan F3 HG-EKPK 7.5%, menghasilkan pada uji organoleptis tidak terdapat permasalahan secara fisik, meskipun pada evaluasi homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan juga viskositas terdapat ketidak stabilan pada sediaan. Berdasarkan hasil uji In Vivo pada mencit diketahui bahwa pemberian sediaan hidrogel pada F1 HG-EKPK 2,5%, F2 HG-EKPK 5%, F3 HG-EKPK 7.5% menunjukan penutupan luka optimal jika dibandingkan dengan kontrol negatif.