Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGUATAN DESA SIAGA BENCANA BERBASIS PEMBERDAYAAN KADER DAN REMAJA DALAM PEMULIHAN KESEHATAN PASCABANJIR DI KABUPATEN LANGKAT Amila Amila; Mido Ester J. Sitorus; Fitria Priyulida; Marthalena Simamora; Jelvan Berahmat Hulu; Sadestina Br Sembiring; Tuah Mulie
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir besar pada akhir November 2025 di Desa Jati Sari, Kabupaten Langkat, menyebabkan kerusakan infrastruktur, terhambatnya layanan dasar, dan meningkatnya risiko kesehatan fisik serta psikososial, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan penyandang disabilitas. Keterbatasan layanan kesehatan dan rendahnya kesiapsiagaan masyarakat memperburuk kondisi pascabencana. Program PKM ini bertujuan meningkatkan kemandirian kesehatan dan kesiapsiagaan bencana melalui pemberdayaan kader posyandu dan remaja, serta penguatan Desa Siaga Bencana berbasis kolaborasi. Kegiatan meliputi sosialisasi partisipatif, pelatihan kapasitas, penerapan inovasi kesehatan dan sanitasi, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, penguatan peran kader dan remaja, perbaikan akses layanan kesehatan dan sanitasi, serta meningkatnya kesiapsiagaan masyarakat. Program ini menjadi fondasi bagi pengembangan Desa Siaga Bencana yang berkelanjutan.
ANALISIS HUBUNGAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, ORGANIZATIONAL TRUST, DAN WORK ENVIRONMENT TERHADAP KINERJA PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SEKUPANG BATAM Alma Pradifta; Jenny Marlindawani; Mido Ester J. Sitorus; Kesaktian Manurung; Rinawati Sembiring
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TB) tinggi dan menempati peringkat kedua setelah India. Rendahnya pencapaian indikator success rate (SR) menjadi tantangan utama bagi tim pelaksana Program TB, yang dipengaruhi oleh faktor organisasi, petugas, lingkungan, dan manajemen program. Tujuan: mengetahui pengaruh perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Metode: secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Sekupang Batam yang berjumlah 63 orang. Penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Terdapat hubungan perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam. Variabel yang paling berhubungan terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam work environment (X3).. Kesimpulan: Terdapat hubungan perceived organizational support, organizational trust dan work environment terhadap kinerja penanggulangan tuberkulosis di Puskesmas Sekupang Batam
The Relationship Between Environmental Health Factors and the Incidence of Stunting Mido Ester J. Sitorus; Ivan Elisabeth Purba; Donal Nababan
An Idea Health Journal Vol 6 No 03 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i03.764

Abstract

Background: Stunting is a form of chronic undernutrition that impairs children’s linear growth and development, particularly during the first 1,000 days of life. It remains a major public health problem in many developing countries. Stunting is defined as a length- or height-for-age z-score below −2 standard deviations according to the World Health Organization child growth standards. Environmental health conditions may indirectly contribute to the occurrence of stunting. This study aimed to examine the association between environmental health factors and stunting among children in the working area of the Batang Beruh Health Center, Sidikalang. Methods: This study employed an analytical observational design with a quantitative cross-sectional approach. A total of 64 respondents were recruited using convenience sampling. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the chi-square test.. Result: Drinking water sources were significantly associated with stunting status (p < 0.001). A significant association was also found between the physical quality of drinking water and stunting (p < 0.001). In contrast, drinking water treatment was not significantly associated with stunting (p = 0.366). Latrine ownership and waste management were significantly associated with stunting status (both p < 0.001). Conclusion: Drinking water sources, the physical quality of drinking water, latrine ownership, and waste management were significantly associated with stunting. However, drinking water treatment was not associated with stunting. Health center personnel should strengthen community education regarding safe water, sanitation, and appropriate waste management practices as part of stunting prevention efforts among children under five.