Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Effectiveness of Forgiveness Meditation Intervention in the Group of Emerging Adult Students Yohanis Franz La Kahija; Amalia Rahmandani; Salma Salma
Jurnal Psikologi Vol 21, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jp.21.1.72-88

Abstract

Evidence of the effectiveness of forgiveness meditation intervention among college students in ‘emergingadulthood’ is still limited. This study aims to examine the effect of forgiveness meditation intervention towardforgiveness, self-forgiveness, forgiveness of others, and forgiveness of situations among college students. Thisstudy used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design with measurements follow-up two weeks aftertreatment ended. The subjects were “emerging adulthood”, as many as 9 college students from DiponegoroUniversity, Indonesia (MAge = 20.67; SDAge = 0.5; Female = 77.8%). The results of quantitative analysis usingstatistical test of Wilcoxon Signed Rank Test between pretest and posttest showed a significant increase inforgiveness (z = -2.668, p < .01), self-forgiveness (z = -2.670, p < .01), and forgiveness of situations (z = -2.384,p < .05). Testing between posttest and follow-up were not significant (p > .05). However, the test results betweenpretest and follow-up on these three variables were still significant, z = -2.668, p <.01; z = -2.673, p < .01; and z= -2.388, p < .05, respectively. In contrast, no significant increase in the variable of forgiveness of others (p >.05). The qualitative analysis and further discussions are also presented.
HUBUNGAN ANTARA ESCAPISM DENGAN KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA ANGGOTA KOMUNITAS ESPORT X SEMARANG Reyhan Maxentia; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.32935

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara escapism dengan kecenderungan kecanduan game online pada anggota komunitas esport X di Semarang. Escapism adalah dorongan dari dalam diri individu untuk melarikan diri dari tekanan ataupun tuntutan yang berasal dari dunia nyata seperti pekerjaan ataupun keluarga dengan cara melakukan kegiatan lain diluar kegiatan yang ingin dihindari. Kecenderungan kecanduan game online adalah perilaku bermain game online pada individu yangwew masih dapat mengontrol perilakunya tersebut, namun perilaku tersebut tetap dapat menyebabkan reaksi psikologis berupa stres, perasaan tidak nyaman ataupun perilaku bermain game online yang berlebihan dan berdampak buruk terhadap orang-orang di sekitarnya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 171 anggota mahasiswa komunitas esport X dengan sampel penelitian berjumlah 74 mahasiswa. Komunitas esport X adalah wadah bagi mahasiswa di Universitas X yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan menghadapi disrupsi industri 4.0 dengan standar kompetensi teknologi tinggi dalam konteks industri game online. Teknik sampling pada penelitian ini adalah dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Escapism (20 aitem, α = 0,92) dan  Skala Kecenderungan Kecanduan Game Online (37 aitem α = 0,94). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,737. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara escapism dengan kecenderungan kecanduan game online pada anggota komunitas esport X. Escapism memberikan sumbangan efektif sebesar 54,3% terhadap kecenderungan kecanduan game online pada anggota komunitas esport X dan 45,7% adalah pengaruh dari faktor-faktor lainnya.  
Relaksasi dan Katarsis Singkat Daring bagi Peningkatan Kebersyukuran dan Penurunan Stres Pengasuhan Amalia Rahmandani; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal Psikologi Integratif Vol 10, No 1 (2022): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v10i1.2258

Abstract

Parenting stress risks causing traumatic events, even complex, in the child which further hinder their development. The psychological burdens that cause parenting stress can be released with gratitude and through relaxation and catharsis techniques. This study aims to examine the effect of online brief interventions of relaxation and catharsis on gratitude and parenting stress. The research was conducted with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design and instruments of the Gratitude (α=0,765; D= 0,455-0,620) and the Parenting Stress Scale (α=0,800; D= 0,283-0,693). Participants were 7 parents of elementary school students obtained by convenience sampling (MAge=41,14; SDAge= 4,95; Female=85,71%). The results of the Wilcoxon Signed Rank Test inferential statistical test showed no significant increase in gratitude as well as decrease in parenting stress. However, further data analysis found an outlier among participants. Reexamination by removing an outlier showed a significant effect of the intervention on reducing parenting stress.Abstrak. Stres pengasuhan berisiko mengakibatkan peristiwa traumatik, bahkan kompleks, pada anak yang selanjutnya menghambat tumbuh kembangnya. Beban psikologis penyebab stres pengasuhan dapat dilepaskan dengan kebersyukuran dan melalui teknik relaksasi dan katarsis. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intervensi relaksasi dan katarsis singkat daring terhadap kebersyukuran dan stres pengasuhan. Penelitian dilakukan dengan eksperimen kuasi one-group pretest-posttest design serta instrumen Skala Kebersyukuran (α=0,765; D= 0,455-0,620) dan Skala Stres Pengasuhan (α=0,800; D= 0,283-0,693). Partisipan adalah 7 orangtua dari siswa sekolah dasar yang diperoleh secara convenience sampling (MUsia=41,14; SDUsia= 4,95; Perempuan=85,71%). Hasil pengujian statistik inferensial Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak adanya peningkatan kebersyukuran dan penurunan stres pengasuhan secara signifikan. Meski demikian, analisis data lebih lanjut menemukan pencilan di antara partisipan. Pengujian ulang dengan menghilangkan data pencilan menunjukkan pengaruh signifikan intervensi terhadap penurunan stres pengasuhan.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS Frida Eriska Riyanti; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.988 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara hardiness dengan stres kerja pada perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 145 dengan sampel sebanyak 63 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Hardiness (23 aitem, α=0,901) dan Skala Stres Kerja (28 aitem, α= 0,937). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dengan stres kerja (rxy=-0,641;p<0,001). Semakin kuat hardiness maka semakin rendah stres kerja yang dialami perawat, dan sebaliknya semakin lemah hardiness maka semakin tinggi stres kerja yang dialami perawat. Sumbangan efektif hardiness terhadap stres kerja sebesar 41,1%, sedangkan sisanya sebesar 58,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.  
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DAN CITRA TUBUH PADA MAHASISWI PROGRAM S-1 MANAJEMEN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG Rina Dwi Anggraheni; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.374 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23591

Abstract

Terjadi banyak perubahan dalam aspek kehidupan individu pada masa remaja, dimana pandangan individu mengenai bentuk tubuhnya sendiri menjadi salah satunya. Begitupun dengan para mahasiswi di usia remaja yang tidak lepas dari permasalahan mengenai bentuk tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara self-compassion dan citra tubuh pada mahasiswi program sarjana Jurusan Manajemen Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Sampel penelitian yang diperoleh dengan teknik stratified cluster random sampling berjumlah 96 mahasiswi pada usia remaja. Pengumpulan data menggunakan dua skala pengukuran, yaitu Skala Self-Compassion (26 aitem, α = 0,849) dan Skala Citra Tubuh (24 aitem, α = 0,874). Hasil analisis statistik regresi sederhana menunjukkan rxy = 0,464 dengan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan citra tubuh. Semakin tinggi self-compassion maka semakin positif citra tubuh. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion maka semakin negatif pula citra tubuh. Self-compassion memberikan sumbangan efektif sebesar 21,5% terhadap citra tubuh.
PENGALAMAN PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS FISIK BERPRESTASI: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF Wan Isyraf Naufal; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.95 KB) | DOI: 10.14710/empati.2020.27700

Abstract

Golden Burden of Disease pada tahun 2004 menyatakan 15,3% atau 978 juta orang dari total 6,4 milyar penduduk di seluruh dunia mengalami disabilitas fisik, 93 juta di antaranya adalah anak-anak. Keterbatasan-keterbatasan anak dengan disabilitasmenjadi tantangan untuk berprestasi. Peran keluarga bagi anak disabilitas yang berprestasi menjadi menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengalaman pengasuhan ibu yang memiliki anak disabilitas fisik berprestasi. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria ibu yang memiliki anak disabilitas fisik dalam kategori usia remaja dan sudah berhasil mendapatkan prestasi baik di bidang akademikatau non akademik. Subjek adalah tiga orang. Metode penelitian adalah Penelitian Fenomenologis Deskriptif (PFD), menggunakan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur dan model analisis Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Hasil penelitian mendapatkan lima sintesis tema mengenai pengalaman pengasuhan ibu dengan anak remaja disabilitas fisik berprestasi yaitu, (1) adanya upaya pengobatan yang telah dilakukan, (2) pentingnya mendapatkan bantuan dari lingkungan sosial, (3) upaya mendukung anak agar berprestasi, (4) berbagai upaya yang dilakukan saat mengasuh anak, dan (5) penerimaan atas kondisi anak, yang mana penerimaan atas kondisi anak ini menjadi faktor paling penting bagi ibu untuk bisa mengasuh dan mendorong anak agar dapat berprestasi. 
HUBUNGAN ANTARA PEMAAFAN DIRI DENGAN REGULASI EMOSI PADA ANAK DIDIK LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS I KUTOARJO DAN KELAS II YOGYAKARTA Ferawati Ferawati; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.998 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26498

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengatur dan mengubah reaksi emosi dengan menggunakan kesadaran untuk mencapai tujuan.Pemaafan diri juga diperlukan untuk membantu individu mengatasi rasa bersalah yang muncul atas kesalahan yang diperbuat.Individu yang dapat melakukan pemaafan diri dapat terhindar dari kecemasan dan depresi sehingga memiliki regulasi emosi yang baik.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi pada anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo dan Kelas II Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan studi populasi yang melibatkan subjek sebanyak 31 anak didik,pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala pemaafan diri (20 aitem, α= 0,878) dan skala regulasi emosi (18 aitem, α= 0,831). Hasil regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pemaafan diri dengan regulasi emosi (rxy = 0, 455, p= 0,005). Artinya semakin baik pemaafan diri maka semakin baik pula regulasi emosi.Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,207 yang artinya pemaafan diri memprediksi sebanyak 20,7% terhadap regulasi emosi pada anak didik.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN KETANGGUHAN PADA TARUNA TINGKAT II POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG Afifah Mardliyah; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.235 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23482

Abstract

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memberlakukan sistem pendidikan berdisiplin tinggi untuk membentuk mental dan moral, sehingga taruna PIP Semarang diharapkan menjadi SDM pelaut yang handal dan profesional. Dalam kaitannya dengan kesanggupan taruna untuk bertahan dalam mengikuti kegiatan yang ada, efikasi diri memberikan peran besar untuk meningkatkan ketangguhan dengan cara beradaptasi dan melakukan tindakan sesuai dengan kemampuannya dalam mencapai tujuan. Taruna yang menjalani pendidikan di PIP Semarang tentu harus memiliki ketangguhan guna menunjang aktivitas mereka. Jika tidak, maka hal tersebut akan menimbulkan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan ketangguhan. Populasi penelitian adalah taruna tingkat II Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 101 taruna. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri (48 aitem, α = 0.962) dan Skala Ketangguhan (44 aitem, α = 0.949). Uji korelasi Spearman Rho menunjukkan rxy = 0.731 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.001), yang berarti ada hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan ketangguhan. Artinya, semakin tinggi efikasi diri taruna maka ketangguhan juga semakin tinggi, demikian pula sebaliknya. Taruna diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan efikasi diri maupun ketangguhan yang dimiliki.
PENGALAMAN KETERLIBATAN AYAH DALAM MERAWAT ANAK DENGAN SKIZOFRENIA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Alania Fitri; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28343

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pengalaman keterlibatanperawatan ayah yang memiliki anak dengan skizofrenia, menggunakanmetodepenelitianfenomenologi. Subjek dalam penelitian ini sejumlahtiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek yakni seorang ayah yang memiliki anak skizofrenia tak terinci dengan onset pada masa remaja. Pengambilan data dilakukandenganmenggunakan wawancara semi terstuktur, denganteknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkanempat tema induk yaitu (1) upaya memahami kondisi sakit anak, (2) upaya menanggulangi sakit anak, (3) penghambat dalam upaya penanggulangan sakit anak, dan (4) pendukung dalam upaya penanggulangan sakit anak.Upaya memahami kondisi sakit anak meliputi upaya ketiga subjek untuk mengetahui gejala dan sebab sakit anak. Upaya menanggulangi sakit anak meliputi adanya tindakan langsung untuk kesembuhan, strategi dalam perawatan, dan keterlibatan lingkungan sosial. Penghambat dalam penanggulangan sakit anak meliputi adanya permasalahan dalam perawatan, dan perasaan negatif selama perawatan. Pendukung dalam penanggulangan sakit anak meliputi perasaan positif dan harapan untuk anak. 
DISTRES PSIKOLOGIS PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI NEGERI BERBADAN HUKUM Amalia Rahmandani; Salma Salma; Yohanis ranz La Kahija; Dian Veronika Sakti Kaloeti; Hastaning Sakti; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31281

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi distres psikologis sebagai risiko masalah kesehatan mental di antara tenaga kependidikan perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Sejumlah 178 tenaga kependidikan dari Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum ‘X’ (Laki-laki=41,6%) terlibat dalam penelitian ini. Distres psikologis diukur menggunakan General Health Questionnaire-12 (Cronbach α = 0,857), yang memuat dimensi disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Statistik deskriptif dan uji beda nonparametrik dilakukan dalam analisis data. Hasil menunjukkan bahwa sebesar 26,4% subjek berisiko memiliki masalah kesehatan mental umum (cut-off score 10/11). Baik jenis kelamin maupun bidang keilmuan tidak membedakan level distres psikologis secara general maupun menurut dimensinya. Mayoritas manifestasi distres psikologis ditemukan pada dimensi disfungsi sosial, sedangkan terendah pada dimensi kehilangan kepercayaan diri. Hal tersebut didukung perbedaan mean skor antar dimensi yang signifikan, secara berturut dari yang tertinggi adalah disfungsi sosial, kecemasan dan depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Self-serving bias diduga berperan sebagai strategi penanggulangan dari ancaman terhadap diri sehingga meningkatkan penghargaan terhadap diri. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya menyediakan program kesehatan mental bagi tenaga kependidikan perguruan tinggi.