Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI MESIN-MESIN DALAM SATU RANGKAIAN PADA PROSES PRODUKSI KAYU LAPIS (STUDI KASUS DI PT BASIRIH INDUSTRIAL) Noor Fitriadi; Zainal Abidin; Budi Sutiya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i2.8541

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effectiveness and efficiency of the machines in the plywood production process at PT. Basirih Industrial. The method used includes the process of collecting data in the form of observations, interviews, and literature studies, as well as descriptive data analysis in the form of tables and calculation graphs which are then analyzed using the Effectiveness and Efficiency formula. The effectiveness value of using machines in one series at PT Basirih Industrial has reached a high effectiveness value of 100% on seven machines in the plywood production process including the Log cutting, Rotary, Continues Dryer, Glue Spreader, Hot press, Composser and Scraf joint stages and two the engine value is not high, namely at the Sizer and Sander stages it only reaches 91.66% and the engine efficiency value at PT Basirih Industrial ranges from 54.02% - 96.15%. The most efficient stage in the production process is the Hot Press stage of 96% and the lowest efficiency is the Composer, Sander and Rotary respectively 54.02%, 66.57% and 66.66%.Tujuan dari penelitian ialah menganalisis dari nilai efektifitas dan efisiensi mesin-mesin pada proses produksi di industri kayu lapis di PT. Basirih Industrial. Metode yang digunakan meliputi dari kumpulan data berupa data observasi, tahap wawancara, dan metode studi pustaka, serta analisis data secara deskriftif berupa tabel serta grafik hasil perhitungan yang selanjutya dianalisis menggunakan rumus Efektifitas dan Efesiensi. Nilai dari efektifitas penggunaan mesin pada satu rangkaian di PT Basirih Industrial sudah mencapai nilai efektifitas yang tinggi sebesar 100% pada tujuh mesin tahap proses produksi kayu lapis diantaranya tahap Log cutting, Rotary, Continues Dryer, Glue Spreader, Hot press, Composser dan Scraf joint dan dua mesin nilainya belunn tinggi yaitu pada tahap Sizer dan Sander hanya mencapai 91,66% dan Nilai efisiensi mesin pada PT Basirih Industrial berkisar antara 54,02% - 96,15%. Tahap yang paling efisien dalam proses produksi yaitu tahap Hot Press sebesar 96% dan efisiensi paling rendah yaitu pada Composer, Sander dan Rotary masing – masing 54,02%, 66,57% dan 66,66%.
KARAKTERISTIK ANATOMI DAN SIFAT FISIK KAYU HALABAN (Vitex pinnata L) YANG TUMBUH SECARA ALAMI DI BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA Sinta Amanah; Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i3.9216

Abstract

Halaban (Vitex pinnata L) wood is an endemic wood species originating from Kalimantan. Halaban wood is one of the types of wood that is familiar to the people of Kalimantan because it is used as wood charcoal and liquid smoke from the combustion of the wood, but many industries actually use wood as the main raw material and result in reduced availability of wood as pulp material being depleted. The purpose of this study was to analyze the anatomical and physical characteristics of Halaban wood that grows naturally in Banjarbaru, South Kalimantan. From 1 tree, 3 stems were sampled, each position was taken a wooden disk with a thickness of 5 cm from a height of 130 cm from the ground. Measurement of moisture content (KA), specific gravity (BJ), wood anatomy, and fiber derivative values. The test results show that halaban wood has an average of KA (16.79%±0.87), BJ (0.56±0.26). The anatomy of halaban wood obtained fiber length (1502.4 mm), lumen length (112.96 μm), fiber Ø (28.35 μm), lumen Ø (21.61 μm), and cell wall thickness (3.37 μm). Halaban fiber derivative values are Runkel Ratio (0.31), Slendernes (52.71), Muhlsteph Ratio (72.7%), Coefficient of Rigidity (0.11), and Flexibility Ratio (0.75). According to the fiber quality results obtained, Halaban wood is classified as class 2 with a total value of 375, meaning that it can be used as raw material for pulp and paper.Kayu Halaban (Vitex pinnata L) merupakan jenis kayu yang endemik atau berasal dari Kalimantan. Kayu halaban ini salah satu jenis kayu yang familiar bagi masyarakat Kalimantan karena digunakan sebagai arang kayu dan asap cair dari hasil pembakaran kayu tersebut, akan tetapi banyak industri ternyata memanfaatkan kayu untuk bahan baku utama dan mengakibatkan tersedianya kayu untuk bahan pulp menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik anatomi dan sifat fisik kayu halaban yang tumbuh secara alami di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dari 1 pohon di ambil sampel 3 batang, setiap posisi diambil disk kayu dengan ketebalan 5 cm dari ketinggian 130 cm dari permukaan tanah. Pengukuran kadar air (KA), berat jenis (BJ), anatomi kayu, dan nilai turunan serat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu halaban memiliki rata-rata KA (16,79%  BJ (0,56 . Anatomi kayu halaban diperoleh panjang serat (1502,4 mm), panjang lumen (112,96 μm), Ø serat (28,35 μm), Ø lumen (21,61 μm), dan ketebalan dinding sel (3,37 μm). Nilai turunan dari serat halaban yaitu Bilangan Rankel (Runkel Ratio) (0,31), Daya Tenun (Slendernes) (52,71), Perbandingan Muhlsthep (Muhlsteph Ratio) (72,7%), Koefisien kekakuan (Coefficient of Rigidity) (0,11), dan Perbandingan fleksibilitas (Flexibility Ratio) (0,75). Menurut hasil kualitas serat yang diperoleh, kayu halaban termasuk kategori kelas 2 dengan jumlah nilai 375 artinya bisa digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas.
Pengembangan Usaha Kerajinan Manik-manik dan Batu Alam di Banjarbaru Wiwin Tyas Istikowati; Sunardi Sunardi; Budi Sutiya
Abdimas Mandalika Vol 2, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v2i2.11073

Abstract

Abstract:  The Community Partnership Program aims to identify and address problems in handicraft business group that are partners in this activities. Partner in this program are group of women are engaged in the handicraft business of beads and natural stone located in Loktabat Utara, Guntung Payung, Banjarbaru, South Kalimantan. Some of the problems faced include (1) management, (2) production, (3) marketing, and (4) administration. Activities are carried out by providing socialization and motivation, increase quality and type of product, increased omsed by marketing using social media and exhibitions and improved bookkeeping system. Therefore, for this activyty, the target has been achieved.Abstrak: Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi persoalan-persoalan yang ada di kelompok usaha kerajinan manik-manik yang dijadikan mitra dalam kegiatan ini. Mitra dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu-ibu yang bergerak di bidang usaha kerajinan manik-manik dan batu alam yang berlokasi di kelurahan Loktabat Utara, Guntung Payung, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain (1) dalam bidang managemen, (2) produksi, (3) pemasaran, dan (4) administrasi. Kegiatan dilakukan dengan memberi sosialisasi dan motivasi kepada mitra terkait bidang usaha yang mereka tekuni. Pelatihan juga dilakukan oleh tim pengabdi dan setelahnya, pendampingan terus dilakukan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan adalah meningkatnya motivasi mitra, peningkatan kualitas dan jenis produk yang dihasilkan, paningkatan omset dengan pemasaran menggunakan media sosial dan pameran dan sistem pembukuan yang mulai diperbaiki. Oleh karena itu, dari kegiatan pengabdian ini, target kegiatan sudah tercapai.
Sosialisasi Manfaat Sekat Kanal di Lahan Eks Pengembangan Lahan Gambut di Provinsi Kalimantan Tengah Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Kissinger Kissinger; Hafizianor Hafizianor; Rina Muhayah; Sunardi Sunardi
Abdimas Mandalika Vol 1, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i2.7362

Abstract

Abstract:  The aims of this community service program is to socialize the canal blocking development program in Dadahup Sub District, Kapuas, Central Kalimantan. The program aims to restore the peat ecosystem to support food estate program. The method used by the community service team was to gather representatives of community member from seven villages in Dadahup sub district to discuss about canal blocking program. The socialization was carried out by the service community team using focus group discussion method with community in Dadahup sub-district. From that activity, the community welcome the plan and to be actively involved in canal blocking development activities in Central Kalimantan.Abstrak Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan rencana program pembangunan sekat kanal yang dilaksanakan di kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah untuk memulihkan ekosistem gambut untuk mendukung program food estate untuk ketahanan pangan nasional. Metode yang dilakukan oleh tim pengabdi adalah dengan mengumpulkan perwakilan warga masyarakat dari tujuh desa di kecamatan tersebut untuk berdiskusi dengan tim pengabdi terkait rencana yang akan diprogramkan, yaitu pembangunan sekat kanal di wilayah mereka. Sosialisasi dilakukan oleh tim pengabdi dengan metode focus group discussion (FGD) dengan masyarakat di kecamatan Dadahup. Dari diskusi terlihat masyarakat menyambut baik rencana tersebut dan ingin terlibat aktif dalam kegiatan pembangunan sekat kanal di Kalimantan Tengah.
KARAKTERISTIK BRIKET ARANG DARI LIMBAH SERBUK PENGGERGAJIAN KAYU KARET DAN LIMBAH SERBUK PENGGERGAJIAN KAYU MERANTI MERAH Dian Taufani; Yuniarti Yuniarti; Budi Sutiya
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i5.10653

Abstract

Charcoal briquettes made from a mixture of rubber wood sawing powder and red meranti sawdust is one of the efforts to utilize waste. The purpose of this study was to determine the characteristics of charcoal briquettes from a mixture of rubber sawdust waste and red meranti sawdust waste. The mixture of raw materials used 5 treatments, namely 1) 100% rubber wood charcoal briquettes; 2) 75% rubber wood charcoal briquettes and 25% red meranti wood charcoal; 3) 50% rubber wood charcoal briquettes and 50% red meranti wood charcoal; 4) 25% rubber wood charcoal briquettes and 75% red meranti wood charcoal; and 5) 100% red meranti wood charcoal briquettes. The resulting data were then analyzed by means of variance and compared with SNI. The quality of charcoal briquettes was not affected by the composition of the mixture of rubber wood charcoal briquettes and red meranti wood charcoal briquettes. Treatment with 100% rubber wood charcoal briquettes as raw material, without a mixture of red meranti wood charcoal briquettes, was charcoal briquettes with the quality closest to SNI standards, in the form of volatile substances, and calorific value. Other parameters such as moisture content, density, ash content and bound carbon still do not meet the SNI standardBriket arang yang terbuat dari campuran serbuk penggergajian kayu karet dan serbuk penggergajian kayu meranti merah merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik briket arang dari campuran limbah serbuk penggergajian kayu karet dan limbah serbuk penggergajian kayu meranti merah. Campuran bahan baku menggunakan 5 perlakuan yaitu 1) briket arang kayu karet 100%; 2) briket arang kayu karet 75% dan arang kayu meranti merah 25%; 3) briket arang kayu karet 50% dan arang kayu meranti merah 50%, 4) briket arang kayu karet 25% dan arang kayu meranti merah 75%; dan 5) briket arang kayu meranti merah 100%. Data yang dihasilkan selanjutnya dianalisis dengan sidik ragam dan dibandingkan dengan SNI. Kualitas briket arang tidak dipengaruhi oleh komposisi campuran briket arang kayu karet dan briket arang kayu meranti merah. Perlakuan dengan bahan baku briket arang kayu karet 100%, tanpa campuran briket arang kayu meranti merah, merupakan briket arang dengan kualitas yang paling mendekati standar SNI, berupa zat terbang, dan nilai kalor.  Parameter lainnya berupa kadar air, kerapatan, kadar abu dan karbon terikat masih belum memenuhi standar SNI.
KAJIAN PULPING SODA BERBAHAN BAKU PANDAN RASAU (Pandanus helicopus) DENGAN VARIASI TINGKAT KONSENTRASI PEMASAKAN Dety Yuliana Rosa; Budi Sutiya; Wiwin Tyas Istikowati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11985

Abstract

The source of raw materials from non-timber plants to make pulp can be from various plants, one of which is pandanus rasau (Pandanus helicopus). The pandan rasau plant is considered a nuisance plant because of its easy nature to grow around rivers and in swamps. The purpose of this research is to analyze the mechanical pulp characteristics of pandan rasau pulp, determine the optimal concentration of cooking ingredients and kaolin in the manufacture of pandan rasau pulp soda pulp. The method used is pulping soda with a cooking concentration (NaOH) of 7.5%, 10% and 12.5%. The results obtained related to the yield test with the treatment of cooking concentrations of 7.5%, 10% and 12.5% obtained an average of 33.61%, 26% and 26.92%, while in black liquor the precipitate average was 15.04%, 22.06%, and 25.71%. The results of the paper mechanical test, namely the tear index obtained the highest average of 10.05 mN m²/g, while the cracked/broken index obtained the highest average of 1.1 kPa m²/g. The optimal mechanical test treatment for pandan rasau pulp is at a cooking concentration of 7.5% without the addition of kaolin.Sumber bahan baku dari tumbuhan bukan kayu untuk dijadikan pulp bisa dari berbagai tumbuhan, salah satunya pandan rasau (Pandanus helicopus). Tumbuhan pandan rasau dianggap sebagai tumbuhan pengganggu karena sifatnya yang mudah tumbuh di sekitar sungai maupun di rawa. Tujuan dari penilitian ini adalah menganalisis karakteristik pulp mekanik pulp pandan rasau, menentukan konsentrasi optimal bahan pemasak dan kaolin pada pembuatan pulping soda pulp pandan rasau. Metode yang digunakan yaitu pulping soda dengan konsentrasi pemasak (NaOH) 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil yang diperoleh terkait uji rendemen dengan perlakuan konsentrasi pemasak 7,5%, 10% dan 12,5% didapatkan rerata sebesar 33,61%, 26% dan 26,92%, sementara pada lindi hitam didapatkan rerata endapan sebesar 15,04%, 22,06%, dan 25,71%. Hasil dari uji mekanik kertas yaitu pada indeks sobek didapatkan rerata tertinggi sebesar 10,05 mN m2/g, sementara pada indeks retak / jebol didapatkan rerata tertinggi sebesar 1,1 kPa m²/g. Perlakuan uji mekanik pulp pandan rasau yang optimal terdapat pada konsentrasi pemasak 7,5% tanpa penambahan kaolin
PULPING SODA DENGAN PERLAKUAN VARIASI LAMA WAKTU PEMASAKAN DAN BERBAGAI KONSENTRASI KAOLIN TERHADAP KARAKTERISTIK KERTAS PELEPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) Muhammad Nur Aminullah; Budi Sutiya; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11022

Abstract

Research tokprocess banana midrib waste so that it can be reused is carried out by processing banana midrib into pulp and paper. The pulp processing is carried out chemically using the pulping soda method using a cooking solution in the form of NaOH with a concentration of 10%. This study aims to analyze the effect of cooking time and various additions of kaolin fillers on the mechanical properties of banana kepok (Musa paradisiaca) midrib paper. The results obtained from pulping related to the yield test with a long cooking time of 1 hour; 1.5 hours; and 2 hours obtained an average yield of 20.97%, 24.56%, and 24.92% respectively. The results of the paper mechanical test were the highest average tearing index which was 18.84 mN m2/g, the highest average bursting index which was 2.57 kPa m2/g, and the highest average tensile index which was 11.67 N m/g.Penelitian untuk mengolah limbah pelepah pisang agar dapat dimanfaatkan kembali dilakukan dengan mengolah pelepah pisang menjadi puIp dan kertas. Proses pengolahan pulp dilakukan secara kimia dengan metode pulping soda dengan menggunakan larutan pemasak berupa NaOH dengan konsentrasi 10%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama waktu pemasakan dan berbagai penambahan bahan pengisi kaolin terhadap sifat mekanik kertas pelepah pisang kepok (Musa paradisiaca). Hasil yang diperoleh dari pembuatan pulp terkait uji rendemen dengan perlakuan lama waktu pemasakan 1 jam; 1,5 jam; dan 2 jam didapatkan rerata rendemen secara berturut sebesar 20,97%, 24,56% dan 24,92%. Hasil uji mekanik kertas berupa rerata indeks sobek tertinggi sebesar 18,84 mN m2/g, rerata indeks jebol / retak tertinggi sebesar 2,57 kPa m2/g, dan rerata indeks tarik tertinggi sebesar 11,67 N m/g. Perlakuan uji karakteristik mekanik kertas yang paling optimal terdapat pada perlakuan Iama pemasakan 1ljam dengan tanpa penambahan kaolin
PKM Pengembangan Kerajinan Berbahan Limbah Pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru Wiwin Tyas Istikowati; Budi Sutiya; Sunardi Sunardi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11030

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemanfatan limbah pertanian berupa kulit jagung yang banyak terdapat di lingkungan mitra. Kulit jagung jika tidak dikelola dengan baik bisa berdampak pada pencemaran tanah dan air di lingkungan mitra. Mitra adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Guntung Manggis yang membuat beberapa kerajinan dengan bahan kain dan plastik. Pelatihan dilakukan oleh tim pengabdi dengan memanfaatkan limbah pertanian berupa kulit jagung. Kulit jagung dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kertas dan juga bisa dioleh menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan dilakukan dengan membuat kerajinan berupa bunga hias, tempat tissue dan kotak minuman dengan hiasan berbahan limbah kulit jagung. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh mitra dan dari kegiatan ini mitra memperoleh peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan libah pertanian.
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT DAYAK DEAH DESA PANGELAK KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Anggi Ocman Tampubolon; Budi Sutiya; Yuniarti Yuniarti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12318

Abstract

Pangelak Village is inhabited by the majority of Dayak Deah who have knowledge in the use of medicinal plants for generations. The knowledge possessed by the Dayak community is diverse, such as belief in the spirits of previous ancestors and ethnobotanical studies that they conduct in traditional medicine. This study used a descriptive method with in-depth interviews with selected persons, including traditional leaders and traditional healers using a questionnaire and purposive sampling techniques. The results obtained indicate that there are 39 types of medicinal plants. These medicinal plants are used for the treatment of back pain, impotence, nefrolitiasis, ulcers, antidote, hepatitis, cough, wound infection, cancer, diarrhoea, typhoid, bone fracture, stomach. pain, fever and hypertension. The most widely used plant part is the root, which is as much as 45.95%.  Plant parts can be processed into medicine in 5 ways: mixed with other plants and soaked with water, mixed with other plants and boiled, mixed with other plants or other ingredients and mashed, steamed, and sliced for sapDesa Pangelak dihuni oleh mayoritas Dayak Deah yang memiliki pengetahuan dalam penggunaan tanaman obat secara turun temurun. Pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat Dayak beragam, seperti kepercayaan terhadap arwah nenek moyang sebelumnya dan studi etnobotani yang mereka lakukan dalam pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan wawancara mendalam dengan narasumber terpilih, antara lain tokoh adat dan pengobat tradisional dengan menggunakan kuesioner dan teknik purposive sampling. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada 39 jenis tanaman obat, tanaman obat ini digunakan untuk pengobatan sakit pinggang, lemah syahwat, kencing batu, maag, penawar, hepatitis, batuk, infeksi luka, kanker, diare, tipus, patah tulang, perut, nyeri, demam dan hipertensi. Bagian yang banyak digunakan adalah akar sebanyak 45,95%. Bagian tumbuhan dapat diolah menjadi obat dengan 5 cara: dicampur dengan tumbuhan lain dan di rendam dengan air, dicampur dengan tumbuhan lain dan di rebus, dicampur tumbuhan lain atau bahan lain dan dihaluskan, dikukus, dan disayat diambil getahnya.