Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MORFOLOGI KAWASAN KAMPUNG PEKOJAN SEMARANG Susanti, Anityas Dian
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v4i2.1167

Abstract

Kampung kota adalah bentuk permukiman yang khas di Indonesia. Kampung Pekojan merupakan kampung multietnis, yang terdiri dari etnis Jawa, Koja dan Cina, walaupun asal mula kampung Pekojan dihuni oleh orang-orang Koja atau Moor. Kampung Pekojan merupakan salah satu kampung besar di Semarang dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan kampung kota lainnya. Kampung Pekojan berbatasan dengan Kota Lama, Kampung Pecinan dan Kampung Kauman Kota Semarang. Morfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang permukiman dan proses pembentukannya. Maka dalam makalah ini dibahas mengenai proses pembentukan kampung Pekojan dalam periode waktu 100 tahun.  Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk dan proses pembentukan ruang di dalam kampung Pekojan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis morfologi, yang antara lain mengidentifikasi pola jalan, plot dan bangunan. Pembentukan morfologi kampung Pekojan adanya pengaruh perkembangan agama Islam, kedekatan ruang dengan Pecinan serta aktivitas perdagangan.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
SPACE IDENTITY DI SEKOLAH ARSITEKTUR DAN SENI STUDI KASUS SEKOLAH BAUHAUS DAN AA SCHOOL OF ARCHITECTURE LONDON Susanti, Anityas Dian
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.033 KB) | DOI: 10.54367/alur.v4i1.924

Abstract

Paper ini membahas tentang space identity/ identitas ruang di sekolah atau universitas yang menyelenggarakan program studi atau jurusan arsitektur. Permasalahan yang ditemukan adalah belum adanya pemahaman mengenai space identity yang khusus dalam sekolah arsitektur sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam pembahasan adalah metode kualitatif dengan metode studi kasus.  Hasil dari penelitian ini adalah bahwa space identity memiliki makna yang unik dan memiliki identitas. Sebagai sekolah arsitektur yang memiliki kekhususan dalam hal ruang. Makna dari space identity di sekolah arsitektur dan seni sebagai tempat berekspresi dan makna simbolik ruang. Hal tersebut menjadi ciri keunikan dari sebuah sekolah arsitektur dan seni khususnya dari studi kasus sekolah Bauhaus dan AA School of architecture, London.
MORFOLOGI KAWASAN KAMPUNG PEKOJAN SEMARANG Susanti, Anityas Dian
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1607.197 KB) | DOI: 10.54367/alur.v4i2.1167

Abstract

Kampung kota adalah bentuk permukiman yang khas di Indonesia. Kampung Pekojan merupakan kampung multietnis, yang terdiri dari etnis Jawa, Koja dan Cina, walaupun asal mula kampung Pekojan dihuni oleh orang-orang Koja atau Moor. Kampung Pekojan merupakan salah satu kampung besar di Semarang dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan kampung kota lainnya. Kampung Pekojan berbatasan dengan Kota Lama, Kampung Pecinan dan Kampung Kauman Kota Semarang. Morfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang permukiman dan proses pembentukannya. Maka dalam makalah ini dibahas mengenai proses pembentukan kampung Pekojan dalam periode waktu 100 tahun.  Tujuan penelitian adalah mengetahui bentuk dan proses pembentukan ruang di dalam kampung Pekojan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis morfologi, yang antara lain mengidentifikasi pola jalan, plot dan bangunan. Pembentukan morfologi kampung Pekojan adanya pengaruh perkembangan agama Islam, kedekatan ruang dengan Pecinan serta aktivitas perdagangan.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
MORFOLOGI PERMUKIMAN MULTIETNIK DI KAMPUNG PURWODINATAN SEMARANG: INTEGRASI BUDAYA DALAM RUANG ARSITEKTUR Susanti, Anityas Dian; Nuzuluddin, Taufiq Rizza; Wahyono, Sharfina Bella Pahleva
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4849

Abstract

Purwodinatan Village in Semarang is one of the urban residential areas that exhibits a strong multiethnic character, with Koja, Chinese, and Javanese communities having coexisted for over a century. This study aims to examine the settlement morphology of the village and explore how the cultural values of each ethnic group are integrated into spatial forms and architectural expressions. A qualitative-descriptive approach is employed, using field observations, visual documentation, and spatial mapping to analyze street patterns, plot configurations, residential space organization, and building typologies. The findings indicate that the morphological structure of Kampung Purwodinatan has developed organically, reflecting a gradual process of cultural adaptation. The narrow streets and branching alleys illustrate a community-based social system, while the houses and architectural elements display acculturation between Middle Eastern, Chinese, and traditional Javanese styles. Cultural integration is evident not only in the physical form of the buildings but also in the use of communal spaces such as mosques, temples, and local food stalls, which serve as social meeting points that reinforce intercommunity cohesion. This study highlights the importance of understanding multicultural dynamics in the planning of historic urban areas and its relevance in preserving local identity through an inclusive architectural approach.
MORFOLOGI PERMUKIMAN MULTIETNIK DI KAMPUNG PURWODINATAN SEMARANG: INTEGRASI BUDAYA DALAM RUANG ARSITEKTUR Susanti, Anityas Dian; Nuzuluddin, Taufiq Rizza; Wahyono, Sharfina Bella Pahleva
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4849

Abstract

Purwodinatan Village in Semarang is one of the urban residential areas that exhibits a strong multiethnic character, with Koja, Chinese, and Javanese communities having coexisted for over a century. This study aims to examine the settlement morphology of the village and explore how the cultural values of each ethnic group are integrated into spatial forms and architectural expressions. A qualitative-descriptive approach is employed, using field observations, visual documentation, and spatial mapping to analyze street patterns, plot configurations, residential space organization, and building typologies. The findings indicate that the morphological structure of Kampung Purwodinatan has developed organically, reflecting a gradual process of cultural adaptation. The narrow streets and branching alleys illustrate a community-based social system, while the houses and architectural elements display acculturation between Middle Eastern, Chinese, and traditional Javanese styles. Cultural integration is evident not only in the physical form of the buildings but also in the use of communal spaces such as mosques, temples, and local food stalls, which serve as social meeting points that reinforce intercommunity cohesion. This study highlights the importance of understanding multicultural dynamics in the planning of historic urban areas and its relevance in preserving local identity through an inclusive architectural approach.
Karakteristik Arsitektural Kampung Malang Kelurahan Purwodinatan, Semarang Susanti, Anityas Dian; Priyoga, Iwan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2019: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung kota merupakan wilayah permukiman dengan karakteristik yang cukup khas. Kampung kota merupakan bagian dari tata ruang kota dan perkembangan kota modern menyebabkan kampung kota ini harus terus bertahan. Kampung dulu tempat tinggal orang berpunya atau kelompok elite. Kota menurut Basundoro adalah sebuah kawasan yang di tempat tersebut ada aktivitas penghuninya. Manuel Castells menyebutkan bahwa kota seperti halnya seluruh realitas sosial adalah produk sejarah, tidak hanya pada material fisiknya tetapi juga makna budayanya. Kampung Malang merupakan kampung kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan kerapatan bangunan yang cukup rapat. Infrastruktur lingkungan kurang memenuhi persyaratan lingkungan yang baik. Rumah-rumah penduduk yang mempunyai sejarah sejak jaman kemerdekaan banyak yang kurang terawat, padahal mempunyai potensi menjadi kampung wisata apabila dikembangkan dan ditata dengan lebih baik lagi. Metoda yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggambarkan kondisi Kampung Malang dan karakteristik bangunan dan lingkungannya. Kampung Malang adalah kampung yang unik dengan karakteristik yang khas yaitu adanya bangunan kuno yang berarsitektur Jawa dan Cina, adanya legenda atau cerita rakyat yang menambah nilai lebih pada kampung tersebut, sebagian besar warga adalah penduduk asli yang telah mendiami kawasan tersebut secara turun menurun.
DESIGN OF AN ARTS AND CULTURE MUSEUM WITH A MODERN ARCHITECTURAL APPROACH IN THE CITY OF SEMARANG PERANCANGAN MUSEUM SENI DAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN DI KOTA SEMARANG Puspitasari, Desthania; Sasmito, Adi; Susanti, Anityas Dian
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v4i1.98

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, yang memiliki banyak sekali ragam budaya serta kekayaan seninya. Banyak peninggalan-peninggalan berharga yang harus dirawat serta dilestarikan, seperti peninggalan dari zaman purba, kekayaan budaya, dan lain sebagainya. Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Di Semarang belum ada museum seni dan budaya yang dirancang dengan pendekatan arsitektur modern sehingga perlu kiranya perancangan bangunan museum ini sebagai wadah seni dan budaya yang ada di Jawa Tengah.
POLA TATA RUANG PADA KAWASAN RESORT HOTEL Wardianto, Gatoet; Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Mosses Siallagan, Ralfalendo
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.61

Abstract

Mengikuti berkembangnya pariwisata di Indonesia saat ini banyak sekali jenis akomodasi yang disediakan. Salah satu akomodasi yang disediakan adalah hotel. Terdapat berbagai jenis hotel, seperti city hotel, resort hotel, transit hotel, atau commercial hotel. Resort hotel merupakan salah satu jenis akomodasi hotel berdasarkan lokasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sirkulasi pada pola tata ruang khususnya terhadap kawasan resort hotel. Analisa terkait dengan pola tata ruang didasarkan pada objek penelitian. Variabel yang digunakan dalam studi kasus, adalah pola sirkulasi, topografi, fasilitas, dan jenis resort. Studi kasus penelitian terdiri dari Nusa dua Beach Hotel dan Spa di Bali, Montigo Resort Nongsa di Batam, dan Amanjiwo Resort di Magelang. Hasil analisa berdasarkan studi kasus menunjukan bahwa beberapa resort hotel memiliki pola tata ruang yang serupa.