Articles
TRUST BUILDING DAN FILOSOFI KERJA PENGUSAHA BATIK ETNIS JAWA, ARAB DAN CINA DI KOTA PEKALONGAN
*, Susminingsih
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.087 KB)
|
DOI: 10.28918/jupe.v9i1.131
Penelitian ini difokuskan pada: (1) pembentukan kepercayaan bangunan yang berhubungan dengan filosofi kerja Jawa,Arab dan Cina pengusaha batik di Pekalongan, dan (2) faktor yang mempengaruhi membangun kepercayaan antara etnis. Beberapa teori seperti teori pertukaran sosial, teori modal sosial kewirausahaan dan teori tentang etos kerja yang digunakan untuk menilai kedua masalah. Hasilnya bahwa Jawa, Arab dan Pengusaha batik Cina memiliki aspek yang berbeda yang mendorong kerjasama antara mereka. Motif utama adalah untuk keuntungan dan memperluas bisnis. Ini berarti bahwa pertimbangan mereka bekerja sama adalah motif ekonomi lebih banyak dan transaksional. Sementara itu, membangun kepercayaan dipengaruhi oleh baik eksternal dan internal faktor.
NEUROEKONOMI & TRUST PADA MENTALITAS ENTREPRENEUR MUSLIM DI KOTA PEKALONGAN
*, Susminingsih
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1: Mei 2010
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (62.766 KB)
|
DOI: 10.28918/jupe.v7i1.208
This research explains that among the Muslim entrepreneur of Pekalongan City, the role of trust as an output of neuro-economic process has taken a part in forming their entrepreneur mentality. The dimension of their entrepreneur mentality includes their commitment to business (commitment to chance, sources, and appearing risk), creative behavior (thinking new thing and doing new thing or create the new and different thing), confidence, responsibility, and positive thinking. This research used qualitative approach based on post-positivistic paradigm, and symbolic interactionism theory to explain. Content analysis-philosophy was used to analyze the answers of interviewee, so that the result of this research is philosophical-analytical-holistic.
FROM FUNCTIONAL INTO POSITIONAL DESIRE The Transforming of Ethical Consumer Decision on Religiosity Perspective
Susminingsih, Susminingsih
Jurnal Penelitian Vol 12 No 1: Mei 2015
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.741 KB)
|
DOI: 10.28918/jupe.v12i1.645
Penelitian ini mengasumsikan bahwa perilaku konsumen dapat dilihat sebagai suatu bidang multi-disiplin dengan subdisiplin yang lebih maju. Penelitian ini melibatkan paradigma baru dalam memandang perilaku konsumen. Riset perubahan konsumen merupakan pendekatan yang relatif baru dalam memahami identitas konsumen. Berpijak pada kenyataan bahwa banyak orang mengkonsumsi sesuatu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akan tetapi keinginan mereka. Untuk itu, mereka harus menghabiskan banyak uang terus menerus sehingga Islam melarang dan menyebutnya israf, perilaku buruk, tabdzir, bahkan dapat membuat strata sosial di masyarakat. Hal ini menjadi menarik untuk dianalisis bagaimana pergeseran ini terjadi. Desain penelitian ini adalah kualitatif dan berbicara tentang keputusan konsumsi oleh manusia dimana banyak faktor yang mempengaruhinya seperti budaya dan religiusitas. Religiusitas juga berperan dalam proses pengambilan keputusan. Di samping itu, konsumsi dipandang dari perspektif identitas moral, perlu integrasi antara sistem moral dan diri. Penelitian ini menemukan bahwa hasrat memiliki hubungan yang mendalam dengan proses imitasi, identitas diri dan komitmen agama serta adanya fenomena pergeseran tentang fungsi nilai: dari fungsional menjadi hasrat posisional yang terjadi di sekitar masyarakat.
MORAL SEBAGAI EFEK MODERASI PADA SIKAP MENTAL DAN KOMITMEN KERJA GURU
*, Susminingsih
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.511 KB)
|
DOI: 10.28918/jupe.v6i1.219
Guru wiyata bhakti sebagai human resource mempunyai kompetensi nalar sosial dan nalar spiritual yang menjadi modal utama bagi performa mereka sebagai pendidik. Sikap mental didukung dengan pemahaman moral yang baik ternyata melahirkan komitmen kerja para guru yang luar biasa. Potensi ini sangat penting untuk membangun mutual relationship dari para stakeholder pendidikan, agar terwujud kualitas pendidikan yang kompetitif. Kematangan kedua nalar tersebut dalam pembentukan kepribadian yang matang pada akhirnya akan memunculkan sikap profesional dan tanggung jawab profesional. Hal ini terjadi karena secara otomatis akan memunculkan sikap moral atau integritas moral yang tinggi pula.
KULTUR EKONOMI PADA KLUSTER INDUSTRI KECIL (Pendekatan Sosiologi terhadap Relasi Ekonomi & Agama Melalui Strategi: Moral, Rasional & Modal Sosial)
*, Susminingsih
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.998 KB)
|
DOI: 10.28918/jupe.v5i2.242
Fenomena industri kecil dipandang sebagai salah satu tahap dari sebuah proses besar evolusi masyarakt di Indonesia. Pasca krisis moneter era 1997an, sektor industri justru didominasi usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises atau SMEs). Di Kota Pekalongan sendiri, sektor industri skala mikro atau kecil mempunyai eksistensi tersendiri walaupun kehadirannya tidak jarang hanya dilihat sebagai effect multiplier dari industri-industri besar. Dengan struktur kepemilikan dan pola kerja antara pengusaha dan karyawan yang sangat unik dilihat dari sisi moral, rasional sekaligus menjadikannya sebagai modal sosial yang tidak mudah dikesampingkan begitu saja. Konsekuensinya, profil industri dalam kategori dormant cluster ini perlu didukung, dibina dan dikembangkan tanpa menghilangkan identitas mereka sebagai kaum santri.
TRUST BUILDING DAN FILOSOFI KERJA PENGUSAHA BATIK ETNIS JAWA, ARAB DAN CINA DI KOTA PEKALONGAN
Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jupe.v9i1.131
Penelitian ini difokuskan pada: (1) pembentukan kepercayaan bangunan yang berhubungan dengan filosofi kerja Jawa,Arab dan Cina pengusaha batik di Pekalongan, dan (2) faktor yang mempengaruhi membangun kepercayaan antara etnis. Beberapa teori seperti teori pertukaran sosial, teori modal sosial kewirausahaan dan teori tentang etos kerja yang digunakan untuk menilai kedua masalah. Hasilnya bahwa Jawa, Arab dan Pengusaha batik Cina memiliki aspek yang berbeda yang mendorong kerjasama antara mereka. Motif utama adalah untuk keuntungan dan memperluas bisnis. Ini berarti bahwa pertimbangan mereka bekerja sama adalah motif ekonomi lebih banyak dan transaksional. Sementara itu, membangun kepercayaan dipengaruhi oleh baik eksternal dan internal faktor.
NEUROEKONOMI & TRUST PADA MENTALITAS ENTREPRENEUR MUSLIM DI KOTA PEKALONGAN
Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1: Mei 2010
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jupe.v7i1.208
This research explains that among the Muslim entrepreneur of Pekalongan City, the role of trust as an output of neuro-economic process has taken a part in forming their entrepreneur mentality. The dimension of their entrepreneur mentality includes their commitment to business (commitment to chance, sources, and appearing risk), creative behavior (thinking new thing and doing new thing or create the new and different thing), confidence, responsibility, and positive thinking. This research used qualitative approach based on post-positivistic paradigm, and symbolic interactionism theory to explain. Content analysis-philosophy was used to analyze the answers of interviewee, so that the result of this research is philosophical-analytical-holistic.
MORAL SEBAGAI EFEK MODERASI PADA SIKAP MENTAL DAN KOMITMEN KERJA GURU
Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jupe.v6i1.219
Guru wiyata bhakti sebagai human resource mempunyai kompetensi nalar sosial dan nalar spiritual yang menjadi modal utama bagi performa mereka sebagai pendidik. Sikap mental didukung dengan pemahaman moral yang baik ternyata melahirkan komitmen kerja para guru yang luar biasa. Potensi ini sangat penting untuk membangun mutual relationship dari para stakeholder pendidikan, agar terwujud kualitas pendidikan yang kompetitif. Kematangan kedua nalar tersebut dalam pembentukan kepribadian yang matang pada akhirnya akan memunculkan sikap profesional dan tanggung jawab profesional. Hal ini terjadi karena secara otomatis akan memunculkan sikap moral atau integritas moral yang tinggi pula.
KULTUR EKONOMI PADA KLUSTER INDUSTRI KECIL (Pendekatan Sosiologi terhadap Relasi Ekonomi & Agama Melalui Strategi: Moral, Rasional & Modal Sosial)
Susminingsih *
Jurnal Penelitian Vol 5 No 2: Nopember 2008
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jupe.v5i2.242
Fenomena industri kecil dipandang sebagai salah satu tahap dari sebuah proses besar evolusi masyarakt di Indonesia. Pasca krisis moneter era 1997an, sektor industri justru didominasi usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises atau SMEs). Di Kota Pekalongan sendiri, sektor industri skala mikro atau kecil mempunyai eksistensi tersendiri walaupun kehadirannya tidak jarang hanya dilihat sebagai effect multiplier dari industri-industri besar. Dengan struktur kepemilikan dan pola kerja antara pengusaha dan karyawan yang sangat unik dilihat dari sisi moral, rasional sekaligus menjadikannya sebagai modal sosial yang tidak mudah dikesampingkan begitu saja. Konsekuensinya, profil industri dalam kategori dormant cluster ini perlu didukung, dibina dan dikembangkan tanpa menghilangkan identitas mereka sebagai kaum santri.
FROM FUNCTIONAL INTO POSITIONAL DESIRE The Transforming of Ethical Consumer Decision on Religiosity Perspective
Susminingsih Susminingsih
Jurnal Penelitian Vol 12 No 1: Mei 2015
Publisher : IAIN Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28918/jupe.v12i1.645
Penelitian ini mengasumsikan bahwa perilaku konsumen dapat dilihat sebagai suatu bidang multi-disiplin dengan subdisiplin yang lebih maju. Penelitian ini melibatkan paradigma baru dalam memandang perilaku konsumen. Riset perubahan konsumen merupakan pendekatan yang relatif baru dalam memahami identitas konsumen. Berpijak pada kenyataan bahwa banyak orang mengkonsumsi sesuatu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akan tetapi keinginan mereka. Untuk itu, mereka harus menghabiskan banyak uang terus menerus sehingga Islam melarang dan menyebutnya israf, perilaku buruk, tabdzir, bahkan dapat membuat strata sosial di masyarakat. Hal ini menjadi menarik untuk dianalisis bagaimana pergeseran ini terjadi. Desain penelitian ini adalah kualitatif dan berbicara tentang keputusan konsumsi oleh manusia dimana banyak faktor yang mempengaruhinya seperti budaya dan religiusitas. Religiusitas juga berperan dalam proses pengambilan keputusan. Di samping itu, konsumsi dipandang dari perspektif identitas moral, perlu integrasi antara sistem moral dan diri. Penelitian ini menemukan bahwa hasrat memiliki hubungan yang mendalam dengan proses imitasi, identitas diri dan komitmen agama serta adanya fenomena pergeseran tentang fungsi nilai: dari fungsional menjadi hasrat posisional yang terjadi di sekitar masyarakat.