Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Silase dan Hay Sebagai Solusi Kelangkaan Pakan Saat Musim Kemarau di Desa Slorok Kecamatan Garum, Kabuapten Blitar Fauzi, Moh. Mimbar; Khopsoh, Binti; Afrilia, Tika Fitria Wulan; Lestariningsih, Lestariningsih; Sulaksono, Anang Catur; Khasanah, Ulfa Niswatul; Anifiatiningrum, Anifiatiningrum; Winurdana8, Alfan Setya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2786

Abstract

Desa Slorok merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan garum Kabupaten Blitar. Pemerintah desa Slorok pada tahun anggaran 2024 telah melaksanakan program ketahanan pangan berupa program bantuan induk kambing bunting kepada masyarakat desa, dengan harapan induk akan beranak yang kemudian induk dengan anak yang sudah lepas sapih secara bergilir akan dipelihara Masyarakat yang belum mendapatkan bantuan kambing. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian ini adalah terbagi dalam 3 tahapan. Tahapan yang pertama yakni pra kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari survey, wawancara dan koordinasi dengan mitra. Tahapan yang kedua yakni pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan hay dan silase yang dikemas dalam forum diskusi. Pada saat kegiatan akan dilaksanakan peserta diberikan kuesioner untuk disi sebagai acuan pelaksana dalam menentukan Langkah untuk proses pembinana. Hasil data yang diperoleh saat kegiatan akan dianalis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Setelah kegiatan berlangsung akan dilakukan monitoring secara berkelanjutan sebagai pendampingan peternak. Pelatihan dimulai dengan persiapan Lokasi pelatihan dan beberpa perangkat pendukung sepertihalnya alat dan bahan. Selanjutnya dilakukan pemaparan materi terkait silase dan didalmya ada forum diskusi dengan peternak. Acara terakir adalah praktik lapang pembuatan silase.
ANALYSIS OF WATER QUALITY POLLUTION IN THE TEMPUR RIVER BASED ON TDS, TSS, TEMPERATURE AND COLOR PARAMETERS Khasanah, Ulfa Niswatul; Alfika, Rifqia Rahma Alfika
Indonesian Journal of Engineering, Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2025): VOL. 02 NO. 01 (JUNE 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/ijenset.v2i1.1229

Abstract

This study aims to analyze the level of water pollution in the Tempur River based on physical parameters, including Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), temperature, and color. The Tempur River is one of the water sources used by the surrounding community, so it is important to know its water quality condition. Sampling was carried out at several strategic points along the river. Laboratory analysis was performed to measure TDS, TSS, temperature, and water color intensity, then compared with the quality standards set in Government Regulation No. 22 of 2021 regarding Water Quality and Water Pollution Control. The temperature, TDS, and color parameters of the Tempur River are still within the quality standard limits set by Government Regulation No. 22 of 2021 The results show that the water temperature of 28.9°C is within the normal range but close to the upper limit, potentially influenced by high sunlight intensity, low vegetation shading, and shallow river depth. The TDS level of 305 mg/L is well below the maximum threshold of 1000 mg/L, indicating that dissolved substances are within safe limits, though minor anthropogenic activities may contribute to this value. The TSS concentration of 35 mg/L is below the allowable limit set by Government Regulation No. 82 of 2001, suggesting the water is relatively clear and suitable for agricultural and fishery use. Furthermore, the water color value of 15.0 Pt-Co is significantly below the threshold of 50 Pt-Co, indicating clear water with minimal pollution from dissolved organic compounds or industrial waste. Overall, the water quality of the Tempur River remains within acceptable limits, though ongoing monitoring is recommended to maintain its suitability for various uses
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PRODUKSI PUPUK KOMPOS ORGANIK BERKELANJUTAN DARI LIMBAH RUMAH TANGGA Yuniar Alam; Moh. Hasan Fauzi; Harliana; Ulfa Niswatul Khasanah; Wahyu Dwi Handoko
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.5146

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di lingkungan masyarakat, terutama tingginya proporsi sampah organik yang mencapai 60–70% dari total timbulan sampah. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah organik menyebabkan meningkatnya volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos organik secara berkelanjutan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan praktik komposting berbasis rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pre-test, pelatihan komposting, pendampingan proses selama 3–4 minggu, serta post-test. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran teknis parameter kompos seperti suhu, kelembaban, serta berat input dan output. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 66% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, masyarakat berhasil menghasilkan kompos dengan karakteristik berwarna coklat kehitaman, bertekstur remah, dan bebas bau. Volume sampah organik rumah tangga juga berkurang rata-rata sebesar 10%. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah berkelanjutan. Program direkomendasikan untuk direplikasi pada wilayah lain dengan dukungan fasilitas komposter dan pendampingan lanjutan.