Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN EKONOMI PETANI MELALUI SISTEM INTEGRASI PADI TERNAK (SIPT) DI KELOMPOK TANI LAPORRANG KABUPATEN PINRANG I Gde Adhika Priyamanaya; Uswatun Hasanah; Yuliana Yuliana; Abdul Azis Ambar; Sahabuddin Toaha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12062

Abstract

The Integrated Rice–Livestock Farming System (SIPT) is an integrated farming model with strong potential to improve efficiency and farmer income through the optimal utilization of agricultural waste. This study aimed to analyze the economic performance of rice and cattle farming under integrated and non-integrated systems at the Laporrang Farmer Group, Pinrang Regency. The study was conducted in December 2025 using a survey method with a census technique involving 15 farmer group members who implemented both systems simultaneously. Data were collected through structured interviews, field observations, and documentation, then analyzed descriptively and comparatively through cost analysis, income analysis, R/C Ratio, and value-added assessment. The results showed that the integrated system produced an R/C Ratio of 2.34, higher than the non-integrated system at 2.11, with net rice farming income reaching IDR 10,600,000 per hectare per growing season. Utilization of rice straw through fermentation technology increased livestock economic value by four times, from IDR 300,000 to IDR 1,200,000 per month per head, accompanied by an increase in daily weight gain from 6 kg to 24 kg per month. The use of livestock manure as organic fertilizer also improved soil fertility and reduced dependence on external inputs. It is concluded that SIPT is capable of creating a sustainable circular economy pattern at the farm household level, making it a viable model for broader rural economic empowerment. ABSTRAK Sistem Integrasi Padi–Ternak (SIPT) merupakan model usahatani terpadu yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani melalui pemanfaatan limbah pertanian secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekonomi usahatani padi dan ternak sapi pada sistem integrasi dan non-integrasi di Kelompok Tani Ternak Laporrang, Kabupaten Pinrang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode survei dengan teknik sensus terhadap 15 anggota kelompok tani yang menerapkan kedua sistem secara bersamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif melalui analisis biaya, pendapatan, R/C Ratio, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi menghasilkan R/C Ratio sebesar 2,34, lebih tinggi dibandingkan sistem non-integrasi sebesar 2,11, dengan pendapatan bersih usahatani padi mencapai Rp10.600.000/ha/musim tanam. Pemanfaatan jerami padi melalui teknologi fermentasi meningkatkan nilai tambah usaha ternak hingga empat kali lipat, dari Rp300.000 menjadi Rp1.200.000 per bulan per ekor, disertai peningkatan pertambahan bobot badan dari 6 kg menjadi 24 kg per bulan. Penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk organik turut memperbaiki kesuburan tanah dan menekan ketergantungan terhadap input eksternal. Disimpulkan bahwa SIPT mampu menciptakan pola circular economy di tingkat rumah tangga tani yang berkelanjutan, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan yang layak dikembangkan secara lebih luas.
Analisis Peran Lembaga pada Pengembangan Sistem Agribisnis Ikan Mas (Cyprinus carpio) Di Kabupaten Pinrang Erni Irwan; Sahabuddin Toaha; Abdul Azis Ambar
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.4995

Abstract

Analisis peran lembagapada pengembangan system agribisnis ikan mas mengindikasikan bahwa ada lembaga yang seharusnya berperan tetapi tidak menunjukkan peran yang signifikan serta lemahnya fungsi manajemen dan ketidakoptimalan fungsi koordinasi antar lembaga terkait dalam program ataupun kebijakan yang menyangkut dalam perencanaan dan strategi pengembangan sistem agribisnis yang ada di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mengetahui lembaga-lembaga yang terkait pada pengembangan sistem agribisnis ikan mas di Kabupaten Pinrang, 2) Untuk Menganalisis lembaga-lembaga yang memiliki peran penting yang berada diposisi dan level tertinggi pada pengembangan sistem agribisnis ikan mas di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2023. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Analisis Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian Lembaga- lembaga yang terkait pada pengembangan system agribisnis ikan mas di kabupaten pinrang adalah kelompok tani, penyuluh perikanan, tengkulak, UMKM ikan mas, dinas perikanan, dinas perdagangan koprasi, dinas kesehatan, perbankkan, balai pengkajian teknologi perikanan, lembaga social (pasar, supermarket) dan rumah makan. Lembaga – Lembaga yang memiliki peran penting dan berada di posisi dan level tertinggi pada pengembangan sistem agribisnis ikan mas di kabupaten pinrang adalah Dinas perikanan Kabupaten Pinrang, balai pengkajian teknologi perikanan, kelompok tani, perbankkan (Independent), lembaga sosial dan penyuluh masuk kategori lingkage, dinas perdagangan, perindustrian, koperasi dan UMKM, tengkulak, dinas kesehatan, UMKM dan rumah makan pada kategori dependent.