Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Musawa: Journal For Gender Studies

RESPON KAUM PEREMPUAN DALAM MENYIKAPI KASUS PERCERAIAN AKIBAT PERSELINGKUHAN PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA Sitti Musyahidah; Rustina
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v15i1.2069

Abstract

This study aims to determine the response of women in dealing with divorce due to infidelity to upholding family resilience. In this study, researchers focused on the problem of women's efforts in household resilience to the process of divorce due to infidelity. The results of this study indicate that women's response to divorce due to infidelity is family law, namely, women after divorce and living as single parents remain a priority for themselves and their children because the law never leaves individuals, because the law can be in the form of Maslahah with the meaning of maintenance of religion, soul, mind, lineage and property. Women who have become single parents as a result of divorce as a result of an affair, this is not to be ridiculed and must be avoided because things happen beyond a woman's reasoning, therefore these women still exist and remain whole women and appear as great women.
Peran Perempuan dalam Meningkatkan Pendidikan Pada Masyarakat Desa Rustina, Rustina; Suharnis, Suharnis; Pauzia, Restu; Lobud, Sjakir; Ismail
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v16i2.3467

Abstract

Peran perempuan dalam meningkatkan pendidikan di masyarakat desa di Indonesia sangat penting, mengingat tantangan yang dihadapi daerah pedesaan dalam hal akses dan kualitas pendidikan. Perempuan sering menjadi penggerak utama dalam memotivasi anak-anak, khususnya perempuan, untuk tetap melanjutkan pendidikan meskipun terbatasnya fasilitas dan norma sosial yang membatasi peran mereka di luar rumah. Di perkotaan, meskipun akses pendidikan lebih baik, perempuan masih menghadapi ketimpangan dalam partisipasi pendidikan tinggi dan kesetaraan kesempatan kerja. Di desa, angka partisipasi pendidikan perempuan cenderung lebih rendah, dengan banyak yang terhenti di pendidikan dasar atau menengah karena kurangnya dukungan keluarga, beban ekonomi, atau norma sosial. Keberhasilan peningkatan pendidikan perempuan di desa sangat bergantung pada kebijakan yang mendukung akses pendidikan setara, seperti pemberian beasiswa dan peningkatan infrastruktur pendidikan. Dengan demikian, pendidikan perempuan di desa tidak hanya penting untuk pemberdayaan individu, tetapi juga untuk pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Untuk itu, diperlukan intervensi holistik yang mencakup perubahan sosial dan kebijakan yang mendukung pengakuan atas peran perempuan dalam pendidikan.