Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dan Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Karadenan Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor 2025 Elsa Sabila; Saiful Gunardi; Irma Herliana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (dm) pada lansia merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penurunan fungsi tubuh dan ketergantungan pada orang lain dapat memperburuk kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga dan aktivitas fisik merupakan faktor penting yang dapat membantu lansia mempertahankan kesehatan fisik dan psikologisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus di puskesmas karadenan, kabupaten bogor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 189 lansia dengan sampel 65 responden yang diambil menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan keluarga, kuesioner aktivitas fisik, dan kuesioner kualitas hidup (Whoqol-Bref). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p=0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (P=0,000). Arah hubungan bersifat positif, yang berarti semakin baik dukungan keluarga dan aktivitas fisik, maka semakin baik pula kualitas hidup lansia. Kesimpulan, dukungan keluarga dan aktivitas fisik memiliki kaitan erat dengan kualitas hidup lansia penderita DM. Disarankan bagi keluarga untuk terus memberikan dukungan motivasi dan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan program aktivitas fisik terstruktur bagi lansia.
Hubungan Tingkat Stres Dan Kualitas Tidur Dengan Timbulnya Acne Vulgaris Pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Indonesia Maju Siti Mariah Ulfa; Saiful Gunardi; Irma Herliana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang sering dialami mahasiswa dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat stres dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kualitas tidur dengan timbulnya acne vulgaris pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Indonesia Maju. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 136 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling (strata). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan derajat acne vulgaris dinilai menggunakan Global Acne Grading System (GAGS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan timbulnya acne vulgaris (r = 0,078; p = 0,368). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan timbulnya acne vulgaris (r = 0,244; p = 0,004), dengan arah hubungan positif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan timbulnya acne vulgaris pada mahasiswa, sedangkan tingkat stres bukan merupakan faktor utama. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas tidur perlu diperhatikan sebagai bagian dari pencegahan acne vulgaris pada mahasiswa.
Pengaruh Kombinasi Seduhan Bunga Rosella Dan Latihan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tekanan Darah Pada Pralansia Enjel Likasri Tamauri Purba; Irma Herliana; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami pralansia dan berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak terkontrol. Proses penuaan menyebabkan perubahan struktur dan elastisitas pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan di komunitas, seperti kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam yang memiliki efek vasodilatasi dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pralansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan pada pralansia di Posyandu Anggrek I Cipayung, Depok, Jawa Barat. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata tekanan darah responden berada pada kategori hipertensi. Setelah pemberian kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam, terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,01 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah. Kesimpulan: Kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam efektif menurunkan tekanan darah pralansia dan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis pendamping di komunitas
Perbandingan Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender Dengan Terapi Musik Suara Alam Terhadap Insomnia Siswa SMKN 8 Jakarta Tahun 2025 Musdalifah Musdalifah; Irma Herliana; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh remaja dan dapat berdampak pada kesehatan serta prestasi belajar. Faktor seperti stres akademik, penggunaan gawai pada malam hari, dan tekanan psikologis menjadi pemicu terjadinya insomnia pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian aromaterapi lavender dengan terapi musik suara alam terhadap penurunan tingkat insomnia pada siswa SMK Negeri 8 Jakarta Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with two groups. Jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok aromaterapi lavender dan kelompok terapi musik suara alam, masing-masing terdiri dari 15 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner Insomnia Rating Scale (IRS). Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), sedangkan terapi musik suara alam juga menurunkan tingkat insomnia namun dengan efektivitas yang lebih rendah. Hasil uji perbandingan kedua intervensi menggunakan Uji Mann–Whitney U Test memperoleh hasil p-value (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,020. Nilai p-value tersebut 0,05 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak dengan artian terdapat perbedaan efektivitas pemberian aromaterapi lavender dengan terapi musik suara alam terhadap insomnia siswa SMKN 8 Jakarta Tahun 2025. Di mana aromaterapi lavender lebih efektif dibandingkan terapi musik suara alam dalam menurunkan tingkat insomnia pada siswa di SMKN 8 Jakarta.
Pengaruh Pemberian Ramuan Kunyit, Jahe dan Madu terhadap Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Ciranjang Tahun 2025 Aliya Nurhalifa; Irma Herliana; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan kematangan organ reproduksi, salah satunya melalui menstruasi pertama (menarche). Menstruasi sering disertai keluhan nyeri yang dikenal sebagai dismenore. Dismenore terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang memicu kontraksi uterus secara berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari remaja putri. Salah satu upaya penanganan dismenore yang dapat dilakukan adalah terapi nonfarmakologis dengan memanfaatkan bahan herbal alami seperti kunyit, jahe, dan madu yang memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ramuan kunyit, jahe, dan madu terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ciranjang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok eksperimen mengalami nyeri berat (75%). Setelah diberikan ramuan kunyit, jahe, dan madu terjadi penurunan tingkat nyeri menjadi nyeri sedang (65%), nyeri ringan (15%), dan tidak nyeri (20%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 pada kelompok eksperimen dan p = 0,005 pada kelompok kontrol, sedangkan uji Mann-Whitney U diperoleh nilai p = 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian ramuan kunyit, jahe, dan madu berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri dismenore.
Efektivitas Teh Chamomile terhadap Peningkatan Kualitas Tidur pada Remaja Jihaan Nakhwah; Irma Herliana; Emi Yuliza
Window of Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v7i1.2311

Abstract

Sleep is a basic need for everyone, people cannot be separated from sleep, where the person's condition depends on the quality of sleep. Factors: physiological, poor sleep quality can lead to low individual health state and increase or decrease fatigue, psychologically low sleep quality emotional instability, lack of overconfidence, overly impulsiveness and carelessness. This research was conducted to determine the effect of chamomile tea on sleep quality in adolescents at An-Najah Middle School, Bogor Regency. This research uses quantitative research with experimental methods. The design used in this research was pre-experimental designs, which only involved 25 teenagers as an experimental class without a control class. The pre-experimental design used in this research is One Group Pretest-Posttest Design. In this research, the test was carried out 2 times, namely before the experiment and after the experiment. Based on the results of the Wilcoxon test, it shows that the quality of sleep before and after being given chamomille tea therapy was Sig. 0.000 which means P-value <0.05. Interpretation results from the Wilcoxon test if Asymp.Sig <0.05 then the hypothesis can be accepted. Concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is an influence of giving chamomille tea on the sleep quality of teenagers at MTS An-Najah Middle School, Bogor Regency.