Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Product Marketing Education and Branding Strengthening to Increase Sales Results Among Teenagers Novfitri Landong Namora Sihombing; Zahra Hardiyanti; Lyscha Novitasari; Herlini Gani?; Jana Sandra
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS) Vol. 2 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketing is basically a communication phenomenon because in marketing most of the activities are communication activities ranging from products designed and packaged to information about products that are disseminated to the wider community. , the problem does not stop there, marketing has followed a digitally controlled system known as e-commerce, and every business needs a strategy as a means of winning the competition and achieving goals. Strategy requires individuals who are smart in creating business concepts but also requires individuals who are brave and persistent and tenacious in implementing corporate ideals. Therefore, it is built starting from the individual level. It will not go well without qualified individuals, therefore human resources are the main key Community service activities are carried out to educate human resources who do not have very broad insight related to business practices and entrepreneurship, marketing, and marketing communications which are indispensable if you want to become business actors so that they will create resources that have creative, innovative, smart and ready businesses. compete competitively.    
PENGGUNAAN KEKAYAAN KEARIFAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI BRANDING BAGI UMKM DI KABUPATEN PIDIE Ady Santoso; Lyscha Novitasari; Ida Susanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.594 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bermaterikan mengenai kekayaan kearifan lokal sebagai strategi branding ini diberikan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang tergabung sebagai anggota Asosiasi Pusat Pemberdayaan Sumberdaya Wanita di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan kearifan lokal sebagai salah satu materi dalam kegiatan strategi branding yang dapat diterapkan di dalam desain label kemasan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan menggunakan perantara media video teleconference dalam jaringan. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan pemberian materi, sesi tanya jawab, dan sesi asistensi mengenai proses perancangan desain label kemasan. Hasil dari kegiatan ini berupa perancangan desain label kemasan dari para peserta yang mulai menerapkan unsur unsur kekayaan kearifan lokal pada perancangan desain label kemasaran mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini berupa kesadaran akan penggunaan unsur unsur kekayaan kearifan lokal dari para peserta yang mulai tumbuh sebagai kekuatan dalam kegiatan strategi branding yang diterapkan pada perancangan desain label kemasan.
Desain Komunikasi Visual Berbasis Segmentasi Pelanggan untuk H&M Terisia, Vany; Hastomo, Widi; Sestri, Elliya; Syamsu, Muhajir; Novitasari, Lyscha; Putra, Yoga Rarasto; Fiqhri, Zul; Sudarwanto, Pantja; Daruningsih, Kukuh
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi komunikasi visual berdasarkan segmentasi pelanggan pada industri fashion retail, studi kasus pada H&M Group. Data diambil dari dataset H&M Personalized Fashion Recommendations di Kaggle dan diolah dengan pendekatan RFM (Recency, Frequency, Monetary) serta algoritma K-Means clustering untuk mengidentifikasi tipe pelanggan. Hasil analisis menunjukkan tiga klaster utama: pelanggan bernilai tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang pendekatan visual yang berbeda untuk setiap segmen, baik dalam desain iklan digital maupun visual merchandising. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan pemasaran visual yang berbasis data untuk meningkatkan retensi pelanggan.
Kufic Calligraphy as a Digital Da‘wah Medium on @kufislami’s Instagram for Millennials: A Visual–Semiotic Case Study Putra, Yoga Rarasto; Novitasari, Lyscha
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 20, No. 1, Mei 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.vi.11062

Abstract

The development of information technology has given rise to a digital generation that is increasingly connected to various social media platforms. Instagram, as one of the most popular social media platforms, is closely tied to millennials because it provides information quickly, practically, and accessibly through mobile phones. This condition opens new opportunities for the development of Islamic da’wah to transform from conventional patterns into more creative and innovative models. The Instagram account @Kufislami represents this transformation by presenting Kufi calligraphy as a form of decorative art that serves as a medium for modern visual da’wah. This study aims to examine how Kufi calligraphy is used as a medium of digital da’wah that appeals to the millennial generation. The method employed is a case study with Charles Sanders Peirce’s visual semiotic approach, which analyzes signs, symbols, and meanings in the Kufi calligraphy works published through the @Kufislami account. This method explores how the use of visual signs in synergy with design elements such as form, composition, and color generates visually appealing and meaningful aesthetics. The research was conducted by randomly selecting samples of calligraphy posts from 2022 to 2023, featuring excerpts from verses of the Qur’an. The findings indicate that the exploration of Qur’anic verses in the form of Kufi calligraphy produces unique, aesthetic, and contextual visual da’wah messages, thereby expanding the reach of Islamic da’wah in the digital era. Khat Murabba employed in the design of Kufi calligraphy is a decorative khat that is highly flexible and can be developed into various design forms and modern trends favored by young generations.
Perancangan flashcard edukatif Wadai Banjar bagi anak sekolah dasar sebagai sarana pelestarian budaya lokal Yolanda Pratiwi; Muhammad Yunus; Lyscha Novitasari
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan media pembelajaran berupa flashcard edukatif "Wadai Banjar" sebagai sarana pengenalan dan pelestarian kuliner tradisional Banjar untuk siswa Sekolah Dasar. Masalah utamanya adalah minimnya media edukatif yang menarik dan sesuai karakteristik anak-anak dalam konteks budaya lokal di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil pengembangan berupa 42 kartu dua sisi (cetak dan digital) yang dilengkapi QR code untuk akses informasi interaktif. Uji coba produk pada 27 siswa SD menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan minat anak terhadap Wadai Banjar, dengan 85% responden menyatakan kartu mudah dipahami. Secara keseluruhan, flashcard ini dinilai menarik, mudah digunakan, dan edukatif. Kesimpulannya, flashcard edukatif ini adalah media pembelajaran inovatif yang efektif untuk pengenalan budaya lokal, direkomendasikan untuk digunakan di lingkungan pendidikan formal dan nonformal.
Representasi kesegaran rasa buah dalam visualisasi TVC Djarum 76 Mangga edisi Juli 2023 Yoga Rarasto Putra; Lyscha Novitasari; Firdaus Azwar Ersyad
Jurnal Desain Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i3.28989

Abstract

TVC (Television Commerce) merupakan salah satu media branding produk berbentuk iklan televisi yang populer sejak dulu. Iklan berbasis audio visual kini makin berkembang memanfaatkan berbagai platform media sosial, guna menjangkau audiens yang lebih luas. TVC Djarum 76 Mangga turut memanfaatkan tren media sosial YouTube untuk menyiarkan dan mengkomunikasikan pesan iklannya. Djarum 76 Mangga sebagai produk rokok, memiliki ciri khas yang berbeda dengan TVC-TVC Djarum 76 sebelumnya, dengan mengeksplorasi visual buah mangga ranum serta beragam cara menikmatinya. Pada dasarnya, aturan yang ketat tentang promosi produk tembakau membatasi iklan pada sisi visualisasinya. Hal ini membuat lebih banyak iklan rokok berusaha menonjolkan citra produk melalui penggunaan simbol-simbol yang dekat dengan gaya hidup masyarakat terutama kaum laki-laki. Melalui pendekatan teori representasi Stuart Hall, proses sirkulasi atau pertukaran makna terjadi antara visual iklan dan khalayak sebagai pembaca iklan. Hasil dari proses ini kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan visualisasi pesan yang dapat dipahami dan diinterpretasikan dalam konteks sosial budaya masyarakat berdasarkan elemen-elemen visual iklan. Dari proses tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar khalayak melihat visualisasi iklan Djarum 76 Mangga tampak lebih segar dengan menghadirkan banyak pemeran anak muda, kostum dan latar yang berwarna-warni, serta kenikmatan dari berbagai cara dalam menikmati buah mangga. Kesegaran buah mangga yang diperlihatkan merupakan upaya simbolik dari produsen untuk mengekspos citra dari rasa yang ditawarkan. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana respon dan persepsi masyarakat terhadap visual TVC Djarum 76 Mangga sebagai gambaran terhadap TVC-TVC lainnya dengan konsep sejenis.
Studi Komparasi Desain Kemasan Lama Vitacimin dengan Desain Kemasan Terbaru Versi Tahun 2016 Varian Fresh Lemon Lyscha Novitasari
Jurnal Desain Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v11i2.17907

Abstract

Desain kemasan saat ini tidak hanya berfungsi untuk melindungi sebuah produk tertentu, tetapi lebih dari itu. Desain kemasan menjadi bagian terpenting bagi sebuah produk atau perusahaan sebagai sarana media promosi dan informasi. Hal ini dikarenakan desain kemasan menjadi bagian utama yang dapat terlihat langsung oleh calon konsumen di pasaran, yakni produk itu sendiri. Vitacimin varian Fresh Lemon merupakan produk Vitacimin yang paling sering dijumpai di pasaran. Vitacimin melakukan penyegaran desain kemasan, yakni dengan me-redesain kemasan pada tahun 2016. Dimana pada kemasan lama hanya berisi logo dan sedikin infromasi dalam bentuk teks, sedangkan pada kemasan terbaru versi tahun 2016 terdapat informasi yang lebih lengkap seperti jenis vitamin dan varian rasa, beserta gambar buah Lemon. Peneliti melakukan kajian antara desain kemasan lama dan terbaru versi tahun 2016 dengan pendekatan studi komparatif. Dimana pada studi komparatif ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan mengenai desain kemasan Vitacimin lama dengan desain kemasan Vitacimin yang terbaru versi tahun 2016 pada varian rasa Fresh Lemon. Dari hasil analisis persamaan dan perbedaan tersebut peneliti menemukan perubahan konsep yang dilakukan oleh desain kemasan Vitacimin, dimana pada desain kemasan versi terbaru tahun 2016 varian Fresh Lemon memiliki desain yang lebih estetik dan informatif untuk mempermudah konsumen dalam mengindetifikasi produk.
Pelatihan Canva dan Literasi Digital serta Penguatan Karakter di SDS Darul Amal Desa Bojonggenteng Kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Anisa Nur Fitriana; Gusti Roby Navela; Heri Wahyudin; Lyscha Novitasari; Meilia Irma Sari; Muhammad Fauzi; Mya Zulfaa Alyaa Nadya; Nurhasanah Nurhasanah; Succia Dayuhani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2735

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan media digital dalam pembelajaran serta rendahnya literasi digital siswa di SDS Darul Amal Desa Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Selain itu, pemahaman siswa terkait etika digital dan penguatan karakter, termasuk sikap disiplin dan anti-bullying, masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi melalui pelatihan aplikasi Canva, penguatan literasi digital, serta pembinaan karakter. Kegiaatan dilaksanakan pada 13-23 November 2025. Program ini melibatkan 283 siswa kelas 3-6 dan 33 orang guru. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test untuk mengukur peningkatan pemahaman literasi digital, serta penilaian produk berupa karya desain (poster dan media pembelajaran) menggunakan rubrik keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap penggunaan teknologi digital secara positif, meningkatnya kreativitas dalam proses pembelajaran, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya sikap saling menghargai, toleransi, dan keadilan sejak usia dini. Siswa juga mampu menghasilkan karya poster digital menggunakan Canva dengan kategori baik. Di sisi lain guru juga mampu memanfaatkan canva untuk membuat bahan ajar sederhana seperti LKS dan media presentasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam peningkatan keterampilan digital dan penguatan karakter siswa, serta mendukung guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar.
Culturally Adaptive AI System for Wayang Character Visualization and Recognition for Children Yoga Rarasto Putra; Reza Fitriansyah; Lyscha Novitasary
Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan Vol 13 No 1 (2026): June
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtit.v13i1.482

Abstract

This study developed an artificial intelligence–based drawing and classification system to support the visual reinterpretation of wayang characters for children while preserving their cultural identity. The research addressed the declining interest of younger generations in traditional cultural heritage by introducing a visually engaging and culturally adaptive digital approach. A generative model based on StyleGAN-3 was trained to produce child-friendly visual adaptations of ten wayang characters, while a ResNet-18 classification model was implemented to recognize character images. The dataset consisted of 400 training images and 60 testing images, including children’s drawings used to evaluate model generalization. Image preprocessing and data augmentation techniques were applied to improve model robustness. The classification model achieved an overall accuracy of 87%, indicating strong capability in recognizing distinctive visual characteristics of wayang characters across varied visual styles. In addition, a visual preference evaluation involving children showed that several generated characters received positive responses, particularly those with balanced proportions and expressive features. The results demonstrated that the proposed system can function as an interactive cultural learning medium and provide an innovative strategy for introducing traditional wayang characters to digital-native children.
Analisis Semiotika Desain Kemasan: Pop Mie Ayam Dower sebagai Komponen Sistem Informasi Pemasaran Digital Lyscha Novitasari; Yoga Rarasto Putra; Ida Susanti; Wulandari Wulandari
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotik yang tertanam dalam desain kemasan Pop Mie Ayam Dower sebagai komponen sistem informasi pemasaran digital Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif kualitatif dengan kerangka semiotik Roland Barthes yang meliputi denotasi konotasi dan mitos Analisis difokuskan pada tujuh elemen kemasan: warna tipografi ilustrasi teks verbal tata letak simbol dan bahasa instruksional Temuan menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif kemasan didominasi oleh warna merah tipografi yang berani elemen visual seperti ilustrasi api dan cabai dan ekspresi informal misalnya Diemin Seruput Sob Pada tingkat konotatif terdapat kontradiksi antara bahasa kasual yang menunjukkan keakraban dan isyarat visual ekstrem yang mewakili bahaya dan keberanian Istilah Dower dalam konteks lokal Indonesia merujuk pada bibir bengkak akibat rasa pedas yang ekstrem Pada tingkat mitologis penelitian ini mengidentifikasi tujuh mitos dominan: keberanian identitas komunitas tantangan kebersamaan status sosial pseudo keintiman dan pengutamaan sensasi di atas kesehatan Dalam konteks sistem informasi pemasaran digital desain kemasan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika visual tetapi juga sebagai media penyampaian informasi yang membentuk persepsi konsumen melalui representasi data visual Studi ini menyimpulkan bahwa kemasan mie instan beroperasi sebagai bagian dari sistem informasi yang mengkomunikasikan identitas produk dan membangun makna mengubah konsumsi ekstrem menjadi pengalaman yang dinormalisasi dan diinginkan