Pande Made Sukerta, Pande Made
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Panggung

“BE YOURSELF” (The Creation of a Music Composition) Haris, Asep Saepul; Supanggah, Rahayu; Sukerta, Pande Made; Sunarto, Bambang
PANGGUNG Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i4.287

Abstract

AbstractAn artistic workmanship is a creative work process of an artist in creating artworks. Artwork meant by the writer is "Be Yourself", which is related to the establishment of his self-characters that grown up in Sundanese culture. Life journey was a dynamic process and became the will of the Almighty. Gods destiny and life journey made the writer as “urangsumando” (people related by marriage) in Minangkabau. Cross-cultural was a life journey to be (yourself) and the destiny he should do – being in two different culture positions. Such differences did not automatically make the writer soluble in integration – he existed in two conceptions. In the realization, how the concepts are able to deliver other offers which have contribution to the development of artistic creation. The discussion in this article is the artistic forms as the exploration, working material, and forms of performance.Keywords: artistic, workmanship, music work 
Fungsi dan Peran Api dalam Seni dan Kehidupan Masyarakat Bali Sudibya, I Gusti Ngurah; Sukerta, Pande Made; Kusumo, Sardono Waluyo; Supriyanto, Eko
PANGGUNG Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.520

Abstract

ABSTRACTFire is made up of three elements, such as: heat, combustible materials and oxygen. Fire has heat and light. Fire is used in real life in various human life from cooking, to marriage and to burning dead bodies. Fire is available in space, on earth, and in oneself. Symbolically the fire is employed as a symbol of spirit, a sanctification, a destruction, enlightenment, heating temperatures, fire of romance, and fire of revenge. Overheated is possible when one ignores norms, ethics, and rules. Library studies, interviews, observations, and experiments are the methods used in this compilation. Fire both as symbol and text, functioned according to the capacity / role of each, both in and outside themselves, the use of it must be controlled for the harmony of the macrocosms and microcosms, when is the right time is to use small, medium and large fire, because all of them is important.Keywords: function, fire, symbol, harmonic.ABSTRAKApi terbentuk dari tiga elemen yakni, panas, bahan mudah terbakar dan oksigen. Api memiliki panas dan cahaya. Api digunakan dalam kehidupan manusia dari memasak, penerangan, perkawinan sampai pembakaran jenazah. Api terletak di angkasa, di bumi, dalam diri. Api dijadikan simbol semangat, penyucian, peleburan, pencerahan, api asmara, api dendam. Terjadi over heated/panas berlebih yang tidak lagi mengindahkan norma, etika, aturan. Studi kepustakaan, wawancara, observasi, dan percobaan merupakan metode yang digunakan dalam penyusunan ini. Seyogyanya api baik sebagai simbol maupun teks, difungsikan sesuai kapasitas/perannya masing-masing, baik dalam diri maupun diluar diri, semua itu harus dikendalikan penggunaannya, agar keharmonisan bhuana alit dan bhuana agung dapat terwujud, kapan menggunakan api kecil, sedang maupun besar, karena semuanya penting.Kata kunci : fungsi, api, simbol, harmonis.
Dinamika Kehidupan Gong Kebyar Ditinjau dari Perspektif Paradigma Budaya Sukerta, Pande Made; Rochyat, Indra Gunara; Fauzi, Muhammad
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.4285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa barungan gamelan gong kebyar hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Gong kebyar merupakan salah satu jenis barungan gamelan yang paling berkembang di Bali. Dari segi bentuk gamelan gong kebyar ada dua, yaitu bentuk gamelan gong kebyar Bali Utara dan gong kebyar Bali Selatan, sedangkan secara musikal terdapat empat gaya, yaitu gong kebyar gaya Buleleng, gong kebyar gaya Tabanan, gong kebyar gaya Badung, dan gong kebyar gaya Gianyar yang berkembang di wilayah budayanya masing-masing. Pertumbuhan dan perkembangan barungan gamelan gong kebyar, ditentukan oleh lingkungan dan dinamika masyarakatnya salah satu faktor menarik untuk dikaji dari perspektif paradigma budaya yang terkait dengan bentuk, fungsi, dan makna. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas kehidupan gong kebyar sekarang cendrung mengarah keseragaman yang merupakan proses untuk mewujudkan kehidupan dan perkembangan gong kebyar di Bali.