Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analysis of tensile strength and microstructure on GTAW- Aluminum 6061 welding results Ardani Ahsanul Fakhri; Basyirun Basyirun; Ahmad Fikrie; Prihatno Kusdiyarto
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 3, No 2 (2022): (August)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jeatech.v3i2.53149

Abstract

The process of joining aluminum metal requires a special welding method. The use of GTAW welding is a suitable method for joining aluminum plates. This research is intended to analyze the tensile strength and microstructure of the GTAW Aluminum 6061 welding with various currents. The research method used in this research is experimental research. Welding current variations used in this study were 100A, 115A, and 130A, then tested using a destructive test, tensile test. The data analysis used in this study is descriptive analysis, where the data obtained are averaged and then described and concluded. The results of microstructure research on GTAW welding show that changes in the microstructure are very visible in the HAZ area and the weld metal, the greater the heat input, the more spread the Mg2Si grains will be. Good structural dispersion only occurs at 130A current. This is different from the base metal which does not change the material structure at all. Based on the tensile test, the tensile stress value is 80.9 MPa at 100 A current, 84.9 MPa at 115A current variation, and the highest tensile strength is 86.7 MPa at 130A current. So, it can be concluded that the higher the current used, the better the microstructure and tensile strength produced.
Overlay welding analysis on GTAW and SMAW processes in terms of mechanical properties and corrosion rate Ahmad Fikrie; Wiwik Dwi Pratiwi; Ardani Ahsanul Fakhri
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 3, No 2 (2022): (August)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jeatech.v3i2.53148

Abstract

The Overlay welding process is a coating technique that is carried out using the welding process. In this study, a coating was conducted on carbon SA 516 gr. 70 with stainless steel electrodes. Welding was carried out with the GTAW and SMAW processes. The electrode used in the first coating for GTAW was ER309L while for SMAW was E309L. The next coating used in the GTAW electrode was ER316L and the SMAW electrode was E316L. In both welding processes, testing was carried out on mechanical properties and corrosion rates. Testing was carried out to determine mechanical properties, namely bending testing. This was done based on ASME IX. Bending test results in both processes are declared accepted because there are no defects. In testing the corrosion rate using the three-electrode cell method based on the ASTM G102 Overlay welding process with GTAW has a slower corrosion rate of 0.00890 MMPY compared to the overlay welding process with SMAW.
Persepsi Guru SMK Tentang Praktik Pembelajaran Daring Khusni Syauqi; Ardani Ahsanul Fakhri
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v7i2.53397

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pembelajaran daring berdasarkan tanggapan dari guru SMK di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan ketercapaian substansi dan kebutuhan pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah sampel sebanyak 94 responden yang merupakan guru SMK di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses pemilihan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Desain penelitian survei menggunakan pendekatan dari Brenner yang terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) penentuan pengukuran variabel, (2) menentukan sampel, (3) pengumpulan data, dan 4) analisis data. Hasil survei menunjukkan bahwa ketercapaian substansi dalam proses pembelajaran daring di SMK yang dilihat dari pemenuhan kompetensi dasar, efektifitas dan efisiensi pembelajaran, peningkatan hasil belajar siswa, kecepatan memahami materi, serta kedalaman materi dalam media pembelajaran masih tergolong rendah. Model pembelajaran yang digunakan guru adalah blended learning yang didukung oleh pemberian video demonstrasi untuk menyampaikan materi dan video unjuk kerja siswa untuk menilai ketercapaian kompetensi siswa. Hasil survei juga menunjukkan bahwa durasi pembelajaran daring yang ideal yaitu dua jam.
IMPLEMENTASI PERAWATAN DAN PERBAIKAN PERALATAN BENGKEL SMK TEKNIK PEMESINAN DI BANDAR LAMPUNG BERBASIS INDUSTRI Ridho Aritonang; bz Septeiyawan Abdullah; Olivia Laras Sati; Ardani Ahsanul Fakhri; Appriyana Hari Murti; Wahyu Eka Sulistia Sari; Efri Meldianto; Eliza Bahora; Elisa Mayang Sari; iswahyuni wulandari
JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Vol 10, No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v10i1.21403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) pengawasan pada tata kelola bengkel praktik SMK jurusan Teknik Pemesinan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei. Responden pada penelitian ini adalah ketua jurusan, guru produktif, dan teknisi sedangkan pada PT. SUNTER INTI MEGAH adalah kepala bengkel, teknisi dan operator. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: kuesioner, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pada PT. SUNTER INTI MEGAH mempunyai kualitas baik dengan mean 3,18 sementara pada smk mempunyai kualitas baik dengan mean 2,81; (2) pelaksanaan pada PT. SUNTER INTI MEGAH mempunyai kualitas sangat baik dengan mean 3,30 sementara pada smk mempunyai kualitas baik dengan mean 2,68; dan (3) pengawasan pada PT. SUNTER INTI MEGAH mempunyai kualitas baik dengan mean 3,13 sementara pada smk mempunyai kualitas baik dengan mean 2,61. Berdasarkan penelitian ini, SMK dapat mengetahui sampai dimana tata kelola yang sudah dilakukan dan Industri dapat memberikan gambaran serta solusi terhadap SMK untuk menjadi lebih  baik lagi.
OPTIMIZING OF GROOVE ANGLE IN WELDING CAST ALUMINUM A356 FOR PRODUCT REPAIR Wibowo, Heri; Marwanto, Arif; Putera, Raka Hilmi Syah; Fakhri, Ardani Ahsanul
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v10i1.84120

Abstract

The purpose of this study was to investigate the effect of groove angle on the tensile strength, impact toughness, and hardness of A356 cast aluminum and to determine the most optimal groove angle for welding A356 cast aluminum. The research method used was a pure experiment by conducting tensile, impact, and hardness tests on welding specimens with groove angles of 0°, 30°, 55°, and 75°.  The test results showed that the 75o groove angle had advantages over other groove angles with a maximum stress of 26.396 N/mm2, a maximum strain of 10.341%, an elastic modulus of 1625.144 N/mm2, an impact toughness of 0.1518 J/mm2, and a Vickers hardness of 24.7 HVN. Based on the test results, it was concluded that the groove angle of 75o is the most optimal angle for welding A356 cast aluminum in the context of repairing cast aluminum products.
IMPLEMENTASI PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN ALAT-ALAT BENGKEL SMK DI BANDAR LAMPUNG BERBASIS INDUSTRI Ridho Aritonang; Bz. Septeiyawan Abdullah; Olivia Laras Sati; Ardani Ahsanul Fakhri; Appriyana Hari Murti; Wahyu Eka Sulistia Sari; Efri Meldianto; Eliza Bahora; Elisa Mayang Sari; Iswahyuni Wulandari
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v10i1.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) pengawasan pada tata kelola bengkel praktik SMK jurusan Teknik Pemesinan di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei. Responden pada penelitian ini adalah ketua jurusan, guru produktif, dan teknisi sedangkan pada PT. SUNTER INTI MEGAH adalah kepala bengkel, teknisi dan operator. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: kuesioner, wawancara, dan observasi. Statistik deskriptif digunakan sebagai teknik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pada PT. SUNTER INTI MEGAH mempunyai kualitas baik dengan mean 3,18 sementara pada smk mempunyai kualitas baik dengan mean 2,81; (2) pelaksanaan pada PT. SUNTER INTI MEGAH mempunyai kualitas sangat baik dengan mean 3,30 sementara pada smk mempunyai kualitas baik dengan mean 2,68; dan (3) pengawasan pada PT. SUNTER INTI MEGAH mempunyai kualitas baik dengan mean 3,13 sementara pada smk mempunyai kualitas baik dengan mean 2,61. Berdasarkan penelitian ini, SMK dapat mengetahui sampai dimana tata kelola yang sudah dilakukan dan Industri dapat memberikan gambaran serta solusi terhadap SMK untuk menjadi lebih baik lagi.
Pemberdayaan Guru SMKN 1 Binangun dalam Membuat Pola untuk Sand Casting Menggunakan 3D Printing Soemowidagdo, Arianto Leman; Nurhadiyanto, Didik; Mujiyono, Mujiyono; Surahmanto, Fredy; Fakhri, Ardani Ahsanul; Hanifatulloh, Zulfi Nur; Lestari, Endang Sri
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3172

Abstract

Pengecoran merupakan proses utama pada proses manufaktur. Guru-guru SMK Negeri 1 Binangun belum mampu membuat pola untuk proses pengecoran. Kesenjangan ini perlu dijembatani dengan memberdayakan guru-guru melalui program pelatihan membuat pola memanfaatkan 3D printing dengan tahapan mendesain pola menggunakan CAD, mencetak pola menggunakan 3D printer, merkait pola, finishing pola, membuat cetakan pasir, dan melebur dan menuangkan logam cair. Hasil kegiatan menunjukkan 21 orang guru telah berdaya membuat pola untuk SC dengan menggunakan 3D printer dan menghasilkan produk dengan metode pengcoran. Hasil analisis deskriptif terhadap angket evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa program PkM dapat meningkatkan kompetensi dalam membuat pola menggunakan 3D printer dengan skor persepsi 88,74% dan program PkM dinilai tepat dalam memberikan solusi terhadap permasalahan dengan skor persepsi 91,84%. Dengan demikian guru-guru telah siap mentransfer ketrampilan membuat pola menggunakan 3D pronter kepada siswa-siswanya.