Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Relationship Between Mother's Knowledge Level and Parenting Patterns with Stunting in Toddlers Aged 12–59 Months Dike Fitriani; Abdullah; Alifiyanti Muharramah; Desti Ambar Wati
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.392

Abstract

Introduction: Stunting remains a major global and national public health problem, including in Sukamulya Village, where a high prevalence of growth disorders among toddlers indicates the need for further investigation of contributing factors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between mothers’ knowledge and parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers aged 12–59 months. Methods:This quantitative study applied a descriptive–correlative approach with a cross-sectional design. A total of 63 mothers were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires on maternal knowledge and parenting patterns, and analyzed using the Gamma test. Results: The findings show that most mothers had good knowledge (81.0%) and good parenting practices (57.1%), while the proportion of toddlers categorized as stunted (short and very short) reached 19.1%. There was a significant relationship between maternal knowledge and stunting (p = 0.000), as well as between parenting patterns and stunting (p = 0.000). Conclusion : In conclusion, higher maternal knowledge and optimal parenting practices are associated with a lower risk of stunting. Strengthening health education on balanced nutrition, sanitation, and increasing mothers’ participation in community health services is recommended to support effective stunting prevention.
Hubungan Tingkat Kecukupan Protein, Vitamin C, Fe, dan Zinc dengan Dismenorea Primer pada Remaja Putri Di SMK Minhajuth Thullab Al Amin Kabupaten Mesuji indah citra sandra; Masayu Dian Khairani; Alifiyanti Muharramah; Abdullah
Jurnal Gizi Aisyah Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Gizi Aisyah
Publisher : Journal Aisyah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore primer adalah nyeri haid yang umum dialami oleh remaja perempuan, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kinerja akademik. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi kejadiannya antara lain kecukupan asupan nutrisi seperti protein, vitamin C, zat Fe, dan Zinc. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecukupan asupan protein, vitamin C, Fe, dan Zinc serta kejadian dismenore primer pada remaja perempuan di SMK Minhajuth Thullab Al Amin Kabupaten Mesuji. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan total populasi 84 mahasiswi. Kecukupan nutrisi dinilai berdasarkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XI, 2018, sedangkan nyeri dismenore primer diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki asupan protein, vitamin C, zat besi, dan seng yang tidak memadai. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecukupan nutrisi dan dismenore primer: protein (p = 0,808), vitamin C (p = 0,454), zat besi (p = 0,673), dan seng (p = 0,401). Kesimpulannya, kecukupan asupan protein, vitamin C, zat besi, dan seng tidak berhubungan signifikan dengan dismenore primer. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk memeriksa faktor lain yang berkontribusi seperti aktivitas fisik, status anemia, indeks massa tubuh, dan stres. Pendidikan gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja harus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya promosi dan pencegahan.