Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

THE EFFECT OF THE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) MODEL ON THE CRITICAL THINKING SKILLS OF FOURTH-GRADE ELEMENTARY STUDENTS Ainun; Sri Suryaningsih; Jessy Parmawati Atmaja
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i4.15815

Abstract

The background of this research stems from the importance of mastering critical thinking skills from the elementary school level, especially in the development of science and technology. The purpose of this study is to determine the effect of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model on students’ critical thinking skills in IPAS learning for fourth-grade students at SDN Inpres Leu. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research subjects were all 36 fourth-grade students of SDN Inpres Leu, consisting of 18 students in the experimental class and 18 students in the control class. The instrument used was an open-ended test designed to measure students’ critical thinking skills. The data analysis technique was carried out through several stages, including prerequisite tests such as normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the independent sample t-test. The results of the analysis showed a significance value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. Thus, there is a significant effect of using the CIRC learning model on improving the critical thinking skills of fourth-grade students. These findings suggest that the implementation of the CIRC learning model can serve as an innovative instructional strategy to enhance the quality of the teaching and learning process, particularly in IPAS learning at the elementary school level.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Fitri Fitri; Arwan Arwan; Sri Suryaningsih
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v7i1.1082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria seperti, siswa yang memiliki gadjet dan hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah, sehingga sampel sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa angket untuk mengukur intensitas penggunaan gadget. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas untuk mengetahui distribusi data penelitian. Uji korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Uji signifikansi digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan gadget dengan hasil belajar siswa. Semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka cenderung semakin rendah hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget perlu dikendalikan pada siswa sekolah dasar. Meskipun demikian, gadget juga dapat memberikan dampak positif jika digunakan secara tepat. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan penggunaan gadget. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.
KETERLIBATAN SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN TEKNIK PENILAIAN INOVATIF DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS BIBLIOMETRIK Faridah Faridah; Abas Oya; Sri Suryaningsih; Azra Fauzi
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i1.355

Abstract

This bibliometric analysis explores the impact of interactive learning methods and innovative assessment techniques on student engagement in primary education from 2019 to 2024. By analyzing a dataset of 1000 publications, the study highlights significant fluctuations in research outputs, particularly during the COVID-19 pandemic in 2022, which saw an increased focus on educational technology. Publication trends show a rise from 93 documents in 2019 to a peak of 253 documents in 2022, followed by a gradual decline to 150 documents in 2024, suggesting shifts in research priorities or the maturation of the field. The research identifies that video-based learning media and interactive multimedia are proven to be effective in enhancing student engagement and learning outcomes. Key findings indicate that these technologies significantly improve student motivation and learning outcomes while facilitating more innovative teaching practices among educators. The study also examines assessment techniques such as project-based assessment and self-assessment, which are shown to foster greater student engagement by encouraging active and collaborative learning. By synthesizing information across various studies, this research provides a comprehensive overview of the impact of interactive learning methods and assessment techniques on primary education and offers insights into their effectiveness and adaptability in diverse educational contexts.
PERAN GURU DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR Nur&#039;itam Nur&#039;itam; Nurwalidainismawati Nurwalidainismawati; Sri Suryaningsih
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i1.399

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan kebebasan bagi sekolah dan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses implementasi. Metode Penelitian jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar  SDN O’o Mpili Kecamatan Donggo dengan subjek penelitian adalah guru-guru kelas di sekolah terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru-guru yang terlibat dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, observasi kegiatan belajar mengajar, dan dokumentasi terkait implementasi kurikulum di sekolah tersebut. Teknik keabsahan data menggunakan triagulasi waktu dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan 4 tahapan dari Miles dan Huberman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting sebagai fasilitator, inovator, dan motivator, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaan, termasuk keterbatasan sarana dan kesiapan profesional. Kesimpulannya Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar memerlukan peran proaktif guru dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa. Guru tidak hanya sebagai penyampai materi tetapi juga sebagai fasilitator yang mendukung siswa untuk mandiri dan kreatif.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD II MAHASISWA STKIP HARAPAN BIMA Sri Suryaningsih; Nurlailatun Ramdani
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v4i1.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan dan peningkatan hasil belajar mahasiswa semester VI pada mata kuliah pembelajaran matematika SD II. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan tes. Analisis data menggunakan rumus N-gain dan mendeskripsikan proses pembelajaran inti yang diterapkan dengan menggunakan model PjBl. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan model PjBL, peningkatan tertinggi sebanyak 7 mahasiswa, sedang sebanyak 18 mahasiswa, dan rendah sebanyak 10 mahasiswa, ditunjukan juga dengan skor minimal pre-test 10 dan post-test 15 sedangkan skor maksimal pada pre-test 78 dan post-test 95. Penerapan model PjBL ini dapat dilakukan bukan hanya pada matakuliah pembelajaran matematika SD II akan tetapi pada matakuliah yang lain juga dengan artikel ini sebagai panduan dalam mengaplikasikan langkah pembelajarannya. Perbaikan pada langkah mendesain perencaan proyek agar dosen lebih menfokuskan untuk seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi sehingga hasil belajar lebih banyak mengalami peningkatan pada tahap tinggi.
ANALISIS KEAKTIFAN BELAJAR SISWA: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BOLO Anggun Sofiani; Sri Suryaningsih; Hardyanti Hardyanti
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v5i1.364

Abstract

This study aims to analyze student learning liveliness at Primary School Negeri 1 Bolo, focusing on aspects of collaboration, engagement, and motivation. The methods employed include questionnaires, observations, and interviews to gather data from 30 fifth-grade students. The results indicate that students exhibit high levels of collaboration and engagement but face challenges in motivation and active participation. These findings suggest the need for implementing more interactive and inclusive teaching strategies to enhance learning liveliness. This research is expected to provide recommendations for educators and school administrators to create a supportive learning environment that fosters students' academic and social development.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual pada Mata Pelajaran IPA kelas III SDN Inpres Tente Kabupaten Bima Kasmir Kasmir; Sri Suryaningsih; Muhammad Yani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i01.880

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis pre- experimental Design dalam bentuk one- group pretest-posttest design. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis pre- experimental Design dalam bentuk one- grup pretest–posttest design. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelas yaitu kelas IIIA yang akan diberikan perlakuan media audio visual.Temuan penelitian bahwa pada pre tes dapat dilihat bahwa sedikit sekali siswa yang tuntas lebih dari 80% siswa tidak dapat menyelesaikan hasil tes dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa siswa memiliki masalah dalam memahami materi pembelajaran IPA. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SDN Inpres Tente Kecamatan Woha Kabupaten Bima. Hasil Kemampuan Pemahaman Siswa Dengan Penerapan Media Audio Visual Pada Kelas III di SDN INPRES TENTE Pada pre tes dapat dilihat bahwa sedikit sekali siswa yang tuntas lebih dari 80% siswa tidak tuntas dan setelah penggunaan media audio visual dengan menggunakan video jumlah siswa yang tuntas meningkat sekitar 75%. Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Pemahaman Siswa Kelas III di SDN INPRES TENTE Berdasarkan t hitung atau t kritis maka diperoleh t= 3,712 1,746 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05% dinyatakan pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media audio visual terhadap pemahaman siswa. Artinya media audio visual sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa.