Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENYELENGGARAKAN BIMBINGAN BELAJAR DITENGAH PEMBELAJARAN ONLINE UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Friska Juliana Purba; Kelly Sinaga; Candra Yulius Tahya; Debora Suryani Sitinjak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1667

Abstract

Pelayanan Diakonia merupakan kegiatan pembelajaran dan dilakukan secara online bagi anak-anak jemaat lokal GKPS Resort Tangerang. Kegiatan belajar-mengajar ini merupakan bentuk Kerjasama yang dilakukan antara Gereja GKPS Tangerang dan UPH Teachers College – Prodi Pendidikan Kimia. ProDi Pendidikan Kimia ini mempersiapkan serta menyediakan pengajar yang merupakan mahasiswa yang memiliki minat serta berprestasi untuk dapat mengajar TK sampai SMA, sedangkan pihak gereja mensosialisasikan pelayanan pembelajaran ini untuk jemaat yang merupakan pelajar di Gereja GKPS Resort Tangerang. Pembelajaran ini merupakan kegiatan yang diberikan untuk dapat memfasilitasi tutee dan menyesuaikan materi pembelajaran serta kurikulum yang ada di sekolah. Kegiatan ini dilakukan hari Selasa dan Kamis pukul 16.30-18.00 WIB dengan periode April-Juli 2022. Dalam kegiatan ini peran tutor membantu para tutee memahami pembelajaran sesuai dengan kurikulum sekolah. Pembelajaran yang diajarkan baik dari TK/PAUD yaitu mengenal alfabet, menulis, membaca, serta menghitung. Selanjutnya untuk tingkat SD sederajat yang diajarkan merupakan Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Indonesia, Seni Budaya, dan PKn, tingkat SMP memuat Matematika, Bahasa Inggris, Indonesia, IPA, IPS, dan juga PKn, serta tingkat SMA memuat Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Kimia, Fisika, Biologi. Melalui kegiatan ini minat dalam belajar tutee meningkat dapat dilihat dari kuesioner yang ada, tutee merasakan pertumbuhan dan tertarik dalam mengikuti bimbingan belajar, serta berdasarkan tes tertulis hampir semua tutee mendapatkan nilai yang optimal.
BIMBINGAN BELAJAR TATAP MUKA DI KOMUNITAS BELAJAR RUMAH KITA KELAPA DUA - TANGERANG Purba, Friska Juliana; Nababan, Ernie Bertha; Priyanti, Neng; Bermuli, Jessica Elfani; Dirgantoro, Kurnia Putri S.; Sianturi, Vera Nengsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2054

Abstract

Keinginan siswa belajar tatap muka semakin meningkat setelah masa pandemi berakhir. Anak-anak tidak dapat belajar efektif di rumah seefektif belajar di sekolah. Pembelajaran yang dilakukan secara daring membuat siswa belajar dengan metode dan media yang monoton. Selain itu, siswa juga tidak dapat berinteraksi banyak dengan orang lain seperti interaksinya di sekolah. Banyak orang tua mengeluh atas kondisi pembelajaran selama pandemi dikarenakan anak-anak mengalami penurunan semangat dan kompetensi belajar. Kondisi ini menjadi latar belakang yang mendorong bimbingan belajar dilaksanakan. Pelayanan ini merupakan wujud kerja sama antara pihak Fakultas Pendidikan UPH dengan pihak komunitas belajar “Rumah Kita” yang dipimpin oleh Ibu Susilowati. Kondisi perekonomian masyarakat di kelurahan Kelapa Dua juga menjadi penyebab terbatasnya akses pendidikan yang bermutu. Begitu juga dengan latar pendidikan orang tua siswa yang tidak mampu memberikan tambahan belajar di rumah. PKM ini menjadi jawaban atas keresahan orang tua dengan menghadirkan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Materi yang diajarkan bertujuan untuk membantu anak memahami pelajaran dari sekolah serta untuk meningkatkan kemampuan anak dalam belajar. Tutor merupakan mahasiswa calon guru yang memperoleh mata kuliah Pedagodi dan Psikologi Perkembangan Anak sehingga para tutor diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran di komunitas belajar “Rumah Kita” yang sesuai dengan kebutuhan, usia, dan kondisi setiap anak. Kata kunci: Komunitas belajar, pedagogi, Rumah Kita, Tutor, Pembelajaran
Design Storyboard dalam mengembangkan Virtual Laboratorium Purba, Friska Juliana; Haryani , Calandra A.
PendIPA Journal of Science Education Vol 8 No 2 (2024): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.8.2.323-329

Abstract

The storyboard aims to facilitate the initial stage of creating a virtual laboratory, which can be used to enhance understanding according to different levels and classes. The research method used in this study is Development Research with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), which is an instructional design model that demonstrates basic steps of an easily executable learning system. The technique used to analyze the product includes suggestions or comments from evaluation results, validation sheets, and reviews from content experts and media experts. The storyboard display greatly facilitates the creation of a virtual laboratory because of its easy-to-understand appearance, which represents the material being delivered. This storyboard will be further developed into the next stage, which is a web-based virtual laboratory.
Identifikasi Miskonsepsi Materi Kinetika Kimia Pada Mahasiswa Tahun Kedua Pendidikan Kimia Teachers College Purba, Friska Juliana; Sihombing, Chatrina Yohana; Inabuy, Marchella
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 1 (2025): February
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.1.46-52

Abstract

The student’s learning outcome on 1st general chemistry is in the low score. Based on the observation, most of the students tend to memorize the formulas rather than understand the concepts that involve in almost chemistry subjects. Sometimes, this could lead to a misconception. Through this research, we are trying to identify the misconception that commonly happen in Chemical Kinetics to avoid the protracted mistakes that might affect the profession of theses student-teacher candidates. From this finding, it will also help the lecturers to find better teaching strategies and methods. The research approach used is a qualitative and descriptive approach. Subject of this research is the seconds year student-teacher candidates of chemistry education in Teachers College. The instrument that help to gather the student’s misconceptions is a four-tier diagnostic questions test, and to get more information on what causing the misconceptions we will do interview to some of the students.  From the analysis there are 52.17% of student who are misconception in rate equation reaction, 30.43% in order reaction, 13.04% inactivation energy, 17.39% rate constant reaction. From the inteview, it was found out that the causes of misconceptions are such as students’ unreadiness, inaccuracy in applying the concept during the learning process and lack of practices.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa melalui Percobaan Identifikasi Keberadaan Senyawa dalam Praktikum Kimia Analitik Purba, Friska Juliana; Sihombing, Chatrina Yohana; Inabuy, Marchella
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 8 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v8i1.10882

Abstract

The purpose of this study is to improve students' science process skills (SPS) by applying the experimental approach in a guided practical method in the Analytical Chemistry Practical course. The study uses the Classroom Action Research (PTK) method, which is carried out in two cycles, each of which includes the planning, action, observation, and reflection stages. The study involved 23 students. Data collection techniques include tests and non-tests, such as pre- and post-tests, laboratory reports, and observation sheets based on science process skills. The data was analyzed using quantitative descriptive methods. The results of the study showed an increase in students' science process skills from cycle I to cycle II. The observation skill increased from an average score of 2.8 (70%) to 3.3 (82.5%) with a very good category. The measurement skill increased from an average score of 2.9 (72.5%) to 3.1 (77.5%) in the good category. The experimental skill was in the excellent category since the first cycle (82.5%) and remained stable in the second cycle. The communication skill increased from an average score of 2.8 (70%) to 3.1 (75.5%) in the good category. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the laboratory method with a guided experimental approach supported by a laboratory manual is effective in improving students' science process skills, particularly in the areas of observation, measurement, and scientific communication in analytical chemistry education.