Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH KOMITMEN, IKLIM KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA LUBUKLINGGAU Reniyati, Reniyati; Sardiyo, Sardiyo; Sutanta, Sutanta
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 25 No 2 (2020): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Agustus
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/jurmek.v25i2.1120

Abstract

This research was conducted in Office of Investment and One Stop Integrated Service Lubuklinggau City. The purpose of research to determine the influence of motivation, work discipline and remuneration of service performance in Office of Investment and One Stop Integrated Service Lubuklinggau City both simultaneously and partially. The sample in this research as many as 41 employees in Office of Investment and One Stop Integrated Service Lubuklinggau City. Data analysis technique used in this research is multiple linear regression test, coefficient of determination test, F test and t test. The results obtained are 1). The partial test (t test) performed proves motivation has a significant effect on employee performance where tcount 4,695 > ttable 2,019 and also sig 0,001 < 0,05. 2). Work Discipline significantly influence the performance where tcount 4,806 > ttable 2,019 and also sig is 0,001 < 0,05. 3). Remuneration significantly influence the performance where tcount 5,817 > ttable 2,019 and also sig is 0,000. 4). Motivation, Work Discipline and Remuneration have significant influence simultaneously on Service in Office of Investment and One Stop Integrated Service Lubuklinggau City, where Fcount 8,203 > Ftable 2,86 and also sig of 0,000 < 0.05.
PENGARUH KOMPETENSI DAN KEDISIPLINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI KASUS DINAS DPPKAD KABUPATEN MURATARA) Susanto, Yohanes; Sutanta, Sutanta
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 23 No 3 (2018): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompetensi Dan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini dalam pelaksanaannya menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan teknik-teknik pengumpulan data untuk memperoleh dan mengumpulkan data melalui observasi, angket kuisioner, dan dokumentasi dengan populasi berjumlah 46 orang. Hasil penelitian kompetensi memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja pegawai; kedisiplinan memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja pegawai; kompetensi dan kedisiplinan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan bahwa kompetensi dan kedisiplinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Musi Rawas Utara.
PENGARUH TANGGUNG JAWAB DAN EFEKTIVITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN MUSI RAWAS Sutanta, Sutanta; Yohanes, Yohanes
Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) Vol 24 No 1 (2019): Jurnal Media Ekonomi (JURMEK) April
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tanggung jawab dan efektivitas kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas. Metode penelitian dalam penelitian ini ialah penelitian survey dengan sampel sebanyak 61 pegawai. Hasil penelitian menunjukkan Tanggung Jawab berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai; Efektivitas Kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai; Tanggung Jawab dan Efektivitas Kerja secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kesimpulan bahwa Terdapat pengaruh tanggung jawab dan efektivitas kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Musi Rawas.
KAJIAN HUBUNGAN INDSUTRIAL DTINJAU DARI PERAN SERIKAT PEKERJA DI PT BUMI BELITI ABADI Siandra, Aandri; Rimbano, Dheo; Sutanta, Sutanta
Jurnal Interprof Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Interprof, Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v4i1.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan industrial di PT. Bumi Beliti Abadi yang meliputi, fungsi serikat pekerja, peran serikat pekerja, cara menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dan penerapan perjanjian kerja bersama di PT. Bumi Beliti Abadi. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokementasi dan tinjauan pustaka. Analisis data yang digunakan menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah: Bahwasanya fungsi serikat pekerja di PT. Bumi Beliti Abadi fungsi serikat pekerja di PT. Bumi Beliti Abadi sudah dilakukan sebagaimana mestinya. Akan tetapi fungsi serikat dalam melakukan pemogokan kerja dan sebagai wakil pekerja buruh dalam memperjuangkan saham dalam perusahaan belum dilakukan.peran serikat pekerja yang di PT. Bumi Beliti Abadi sudah dilakukan tapi belum cukup optimal. Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial di PT. Bumi Beliti Abadi sudah dilakukan dengan benar. Hanya pada tahap pengadilan hubungan industrial bahkan ke mahkamah agung (jalur hukum) belum pernah terjadi dikarenakan perselisihan tersebut bisa tuntas pada musyawarah untuk mufakat. Penerapan PKB di PT. Bumi Beliti Abadi sudah diterapkan dan ada juga yang belum diterapkan. Sedangkan pada isinya ada sebagian hak pekerja yang belum dicantumkan atau pada penjelasannya bisa mengakibatkan salah tafsir. Kelemahan daripada hasil penelitian ini yaitu tidak melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan antara perusahaan yang kurang optimal dan sudah optimal tentang hubungan industrialnya, sehingga didapatkan standar optimal yang sebenarnya. Belum melakukan pemilihan pada salah satu perselisihan, serikat pekerja atau penerapan perjanjian kerja bersama saja agar mendapatkan hasil yang sifatnya lebih spesifik (fokus pada satu objek).
PENINGKATAN KAPASITAS CALON PENGELOLA BUMDES DAERAH TERTINGGAL Sutanta, Sutanta
Jurnal Interprof Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Interprof, Desember
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32767/interprof.v3i1.721

Abstract

Dalam mewujudkan pembangunan nasional Pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mewujudkannya, misalnya dalam hal mengembangkan perekonomian di daerah tertinggal. Investor diberikan kesempatan seluas luasnya untuk mengembangkan daerah tertinggal menjadi daerah maju. Perwujudan yang diinginkan dan dicita-citakan yaitu pergerakan mencapai cita-cita bangsa, yaitu masyarakat yang adil, makmur dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di desa maupun di kota.Indonesia merupakan negara yang memiliki daerah pedesaan yang sangat banyak sehingga pembangunan pedesaan menempatkan desa sebagai sasaran pembangunan dan sebagai usaha untuk mengurangi berbagai kesenjangan pendapatan, kesenjangan kaya dan miskin,serta kesenjangan desa dan kota. Tulisan ini mengulas tentang seberapa besar andil Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di daerah tertinggal dalam mensejahterakan masyarakat di daerah tertinggal. Referensi yang digunakan dalam tulisan ini adalah suasana kebathinan sewaktu menyelenggarakan workshop calon pengelola Bumdes Daerah Tertinggal yang dilaksanakan di Yogjakarta, dan berpraktek di Lereng Merapi, tanggal 16 – 20 Agustus 2017, disamping referensi sekunder yang tercatat dalam setiap bait tulisan. Kegiatan Bisnis Ala Bumdes Secara luas, istilah bisnis tak terkecuali usaha-usaha Bumdes sering diartikan sebagai keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh dua orang atau lebih atau badan usaha tertentu secara teratur dan terus-menerus dengan memiliki modal dasar pengalaman, kemampuan dan keterampilan manusia, modal peralatan dan modal uang,yaitu yang berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa- jasa maupun fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan, dipertukarkan, atau disewagunakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Dalam tatanan hokum bisnis di Indonesia, ada 4 (empat) jenis badan usaha yang ikut serta dalam kegiatan bisnis. Tiga jenis badan usaha tersebut adalah Badan Usaha Milik Swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan Koperasi. Dan setelah dilahirkannya UU No. 6 Tahun 2016 tentang Desa berkembanglah Badan usaha Milik Desa (Bumdes).
PENGARUH KUALITAS SDM DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN EMPAT LAWANG Sutanta, Sutanta
Jurnal Interprof Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Interprof, Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 39 orang. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah survey sample, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Hasil penelitian yaitu Kualitas SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai; Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai; Kualitas Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang.
Vaksinator Vaksin Booster Covid-19 di Desa Metuk Mojosongo Boyolali Sutanta, Sutanta
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Philanthropy, Januari 2023
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v1i1.67

Abstract

The third dose vaccination program is held as a continuation of the primary vaccination. In addition, this booster vaccine is also an effort to restore decreased immunity and clinical protection in the population found based on the results of the sero survey. The implementation of the Covid-19 booster vaccine aims to accelerate the recovery of the immune system of all levels of society, especially in the village of Metuk Mojosongo. STIKes Estu Utomo as an educational institution implementing the Tri Darma of Higher Education dedicates nursing lecturers as co-19 booster vaccine vaccinators. This community service was carried out on Wednesday, July 13, 2021 at 09.00 – 1.00 WIB at the Metuk Mojosongo Boyolali village hall. This activity was attended by 250 participants, namely 177 women (71%) and 73 men (9%). Activities are coordinated by the head of the service team with the assistance of village officials and midwives. The activities in community service are in the form of a co-19 booster vaccine vaccinator. After being given a booster vaccination, 250 community members attended according to the plavon prepared by the Health Service. All participants underwent vaccination well, none of them experienced difficulties or disturbance from the participants.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN RAWAT JALAN Sutanta, Sutanta; Widayatmi, Sri
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.30797

Abstract

Gastritis merupakan masalah kesehatan yang berbahaya, jika kronis menimbulkan dampak yang berujung pada kematian. Selain pola makan, salah satu faktor pemicu gastritis adalah stres. Tujuan penelitian ingin mengetahui hubungan kejadian gastritis dengan pasien rawat jalan yang mengalami stres. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik survei dengan menggunakan desain cross-sectional. Jumlah responden penelitian seluruh pasien gastritis dipolikinik rawat jalan rumah sakit sebanyak 57 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Uji analisis data menggunakan analisis Chi-Square mendapatkan hasil pengujian ρ = 0,000 sehingga didapatkan kesimpulan terdapat hubungan antara kejadian gastritis dengan pasien rawat jalan yang mnegalami tingkat stres. Hasil penelitian memberikan rekomendasi pada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi pada pasien supaya bisa mengelola stres sehingga bisa terhindar dari faktor penyebab gastritis.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN NIAT UNTUK MELAKUKAN VCT PADA POPULASI BERESIKO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOYOLALI II Sutanta, Sutanta; Sari, Ilma Widiya; Ulfa, Hana Rosiana; Al Hasbi, Habid; Bahri, Ahmad Syamsul; Rismawati, Rismawati; Handoyo, Kusworo Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 16 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v16i2.1486

Abstract

Jumlah penderita HIV/AIDS semakin meningkat di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia. Pemerintah telah menerapkan beberapa kebijakan dan kegiatan dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas. Program tes dan tes sukarela yang dilaksanakan puskesmas sampai saat ini masih belum ideal karena kesadaran masyarakat terhadap isu HIV/AIDS masih sangat rendah. Peran penting tenaga kesehatan khususnya puskesmas terdekat dengan masyarakat adalah memberikan edukasi mengenai risiko HIV agar kelompok berisiko siap dan bersedia menjalani tes dan tes sukarela. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan niat menjalani tes dan tes sukarela pada kelompok risiko di wilayah kerja Puskesmas Boyolali II. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik. Desain penelitian menggunakan metode crossectional dengan menggunakan uji statistik rank Spearman. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 46 responden penelitian, sebagian besar memiliki karakteristik jenis kelamin perempuan sebanyak 30 orang (65,2%). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan HIV/AIDS di kategori kurang sebanyak 22 orang (47,8%) dan sebagian besar mempunyai niat untuk melakukan VCT sebanyak 19 orang (41,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan niat melaksanakan vCT pada kelompok risiko di wilayah kerja Puskesmas Bojolali II dengan p = 0,020 (p < 0,05).
PENCEGAHAN DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA KADER KESEHATAN DI DUSUN KEYONGAN, BOYOLALI Sutanta, Sutanta; Al Hasbi, Habid; Wulandari, Arif Dwi
Aspirasi Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): November
Publisher : ICON Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71154/zgbqjx93

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with a steadily increasing prevalence both globally and nationally. Indonesia has a high number of DM sufferers, which continues to grow annually. This situation demands community-based prevention efforts, one of which is through the empowerment of health cadres. This community service program, implemented in Keyongan Hamlet, Boyolali, aimed to improve the understanding and skills of health cadres in recognizing risk factors, early signs, and prevention strategies for DM. The activity method consisted of interactive counseling combined with group discussions and the use of leaflets. The activity took place on January 20, 2025, with 30 participants. Evaluation was conducted in a participatory manner, both through active participant involvement in the discussion and direct feedback. The results of the activity showed an increase in cadre knowledge, particularly regarding the importance of a healthy lifestyle, diet management, physical activity, and early detection. Community-based education has proven effective as a promotive and preventive measure, and strengthens the role of cadres in supporting public health.