Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Etnopedagogi dalam Ruang Kelas Anak Usia Dini: Menumbuhkan Tradisi Melalui Musik dan Gerak Febriyando; Arhamuddin Ali; Erwin Sianturi
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 7 No. 1 (2026): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/clef.v7i1.2837

Abstract

PAUD kontemporer kerap meminggirkan identitas budaya lokal melalui dominasi standar kurikulum Eurosentris, sehingga berisiko melemahkan rasa aman budaya anak. Tulisan ini mengeksplorasi implementasi etnopedagogi melalui musik dan gerak tradisional di RA At Taqwa, Manado, Indonesia. Berdasarkan observasi lapangan mendalam, penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas ritmik dan kinetik tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya atau hiburan, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran menubuh. Melalui pengalaman sensori, gerak, dan ritme, anak membangun pengetahuan, identitas budaya, serta keterhubungan sosial secara alami. Sinkronisasi ritmik dan negosiasi ruang bersama turut menumbuhkan regulasi diri, resiprositas sosial, atensi, kontrol diri, dan ekspresi emosional positif dalam suasana belajar yang bebas tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik dan gerak tradisional merupakan instrumen etnopedagogis penting untuk mendukung perkembangan sosio-emosional, rasa memiliki, dan penguatan identitas budaya anak usia dini.
Implementasi Metode Montessori dalam Pembelajaran Musik Anak Usia Dini di IAIN Manado febriyando febriyando; Erwin Sianturi; Siguti Aprionnstein Sianipar
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 5 No. 1 (2024): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v5i1.1724

Abstract

Degradasinya peran pendidikan musik pada anak usia dini diakibatkan pengetahuan pendidik/guru anak usia dini yang tidak menguasai secara komprehensif tentang paradigma musik. Padahal pendidikan musik pada anak usia dini memiliki peran penting dalam pengembangan kognitif, emosional, dan sosial mereka. Salah satu pendekatan yang semakin populer dalam pembelajaran anak usia dini adalah metode Montessori. Artikel ini membahas implementasi metode Montessori dalam pembelajaran musik anak usia dini, dengan fokus pada prinsip-prinsip Montessori yang dapat diterapkan dalam konteks musik, manfaatnya, serta beberapa strategi praktis untuk menerapkannya.Pertanyaan yang diajukan oleh peneliti adalah bagaimana aktualisasi penerapan metode Montessori dalam pembelajaran musik anak usia dini. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model Miles Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis pembahasan peneliti menyimpulkan metode Montessorimemiliki dua poin penting. (1) memilih aktivitas musik yang diminati mereka. Dalam metode Montessori, penting untuk memberi kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi musik secara mandiri sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. (2) Guru dalam metode Montessori berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak dalam proses pembelajaran, bukan sebagai pemimpin yang memberikan instruksi langsung. Berikan dukungan saat anak mengeksplorasi alat musik dan biarkan mereka belajar dari pengalaman langsung.
Tackling Inequality: Asymmetric Vocational Education and Training for Women’s Empowerment Kusmawaty Matara; Febriyando Febriyando; Sri Yunita Taligansing; Esa Arsyiatul Alfath
Khazanah Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Khazanah Pendidikan Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kpi.v8i1.54301

Abstract

This study aims to analyze and reveal the success of the Juriya village program through Asymmetric Vocational Education and Training on community empowerment, especially for women. The study focuses on gender mainstreaming in development through strengthening local planning and budgeting institutions responsive to gender and the environment. This study uses a descriptive qualitative approach, with study subjects including the Juriya vocational village development team, the Wire-G women’s community, the village head, village officials, and the Juriya village women’s community. Data collection used interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques were done through data condensation, data display, and conclusion. The results showed that asymmetric vocational education and training significantly impacted women’s empowerment, especially in improving the economic and social status of the women’s community and making them more dexterous and skilled in managing local resources in Juriya village. The conclusion of this study confirms that an education and training approach responsive to gender and the demands of modern industry can effectively empower women at the local level.