Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL FISIKA PAPUA

Delineasi Struktur Patahan di Wilayah Kabupaten Nabire Papua Menggunakan Analisis Horisontal Derivatif Orde Pertama (FHD) dan Orde Kedua (SHD) Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Bangkit Sudrajad
Jurnal Fisika Papua Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v1i2.5

Abstract

Wilayah Kabupaten Nabire di bagian Utara leher Pulau Papua memiliki kondisi geologi kompleks dan seismisitas tinggi akibat interaksi tumbukkan lempeng Benua Australia dan Samudra Pasifik. Penelitian metode gravitasi ini bertujuan untuk mendelineasi struktur patahan akibat hadirnya mekanisme ekstensional di daerah tersebut melalui analisis horisontal derivatif berdasarkan data anomali gravitasi GGMplus. Analisis horisontal derivatif yang digunakan untuk mendelineasi batas kontak densitas struktur dilakukan dalam orde pertama (first horizontal derivative) dan orde kedua (second horizontal derivative) yang kemudian dikorelasi dengan data mekanisme fokus (focal mechanism). Hasil delineasi menunjukkan bahwa dari analisis horisontal derivatif pada 7 penampang yang memotong struktur patahan yang ada di wilayah penelitian diperoleh 31 batas kontak densitas pada patahan-patahan prediksi dan batas litologi batuan. Kontak densitas ini selain sesuai dengan data struktur dan batas litologi formasi batuan juga bersesuaian dengan sebaran seismisitas gempabumi yang juga mengkonfirmasi keberadaan struktur patahan di wilayah tersebut.
Analisis Deskriptif Perbandingan Data Sekunder Gravitasi GGMplus Terhadap Data Gravitasi Lapangan Panas Bumi Gunung Lawu dan Data Gravitasi Stasiun Referensi (gravity base station) di Pulau Papua Bangkit Sudrajad
Jurnal Fisika Papua Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Fisika Papua
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jfp.v2i1.22

Abstract

Penelitian dengan metode gravitasi dapat dilakukan menggunakan data primer maupun data sekunder. Data sekunder gravitasi berguna untuk survei pendahuluan pada target geologi yang besar atau sulit dijangkau di lapangan. Data sekunder gravitasi GGMplus merupakan data model gravitasi global yang memiliki resolusi sangat tinggi. Namun sebelum memanfaatkan data sekunder gravitasi GGMplus untuk tujuan penelitian, perlu diketahui seberapa akurat data tersebut dibandingkan data pengukuran langsung di lapangan. Pada kajian ini penulis melakukan validasi melalui analisis deskriptif perbandingan data gravitasi GGMplus terhadap data gravitasi lapangan panas bumi Gunung Lawu dan data gravitasi stasiun referensi di Pulau Papua. Dari hasil analisis yang dilakukan diperoleh bahwa data gravitasi GGMplus mampu memberikan nilai anomali gravitasi dengan akurasi yang baik pada titik pengukuran yang berada pada lokasi dengan kontur topografi yang tidak kasar dan pada kondisi litologi yang tidak terlalu kompleks. Sedangkan pada lokasi titik pengukuran dengan kondisi sebaliknya, data gravitasi GGMplus memiliki keterbatasan untuk menangkap anomali yang dangkal atau anomali dari struktur yang terlalu lokal.