Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Pektin Jeruk Bali dan Ekstrak Bawang Putih Terhadap Karakteristik Edible Film Berbahan Pati Kentang Dan Gliserol Muryeti, Muryeti; Al Faraby Dzaki Abdillah, Sulthan
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 25 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edible film dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kemasan plastik sintetis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pektin dan ekstrak bawang putih terhadap karakteristik edible film yang dihasilkan. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan edible film berdasarkan konsentrasi pektin (0 g, 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g), sedangkan ekstrak bawang putih (0 ml, 0,5 ml, dan 1 ml).  Pada karakteristik optik, variasi terbaik didapatkan dari P0B0 dengan nilai L* sebesar 80,72 dan transparansi 91,20. Pada karakteristik fisik, ketebalan seluruh edible film yang dihasilkan memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) dengan hasil sebesar 0,1805 mm - 0,2137 mm, daya serap air terbaik didapat dari variasi P0B2 sebesar 57,94%, dan kelarutan terbaik didapatkan dari variasi P2B0 sebesar 27,23. Pada karakteristik mekanik, kuat tarik seluruh edible film yang dihasilkan dinyatakan memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) yakni >0,0,392MPa. Kuat tarik dan elongasi tertinggi didapat dari variasi P2B1 sebesar 3,5340MPa dan 57,86%, namun elongasi pada seluruh sampel belum memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) karena <70%. Modulus young terbaik didapat dari variasi P3B1 sebesar 5,76MPa. Pada karakteristik kimia, kadar air dan biodegradasi terbaik didapat dari variasi P3B0 sebesar 9,28% dan 12,14%,  Hanya sampel P0B0, P2B0, P3B0, P1B1, dan P2B1 yang memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) karena memiliki kadar air tidak lebih dari 13%. Pada karakteristik barrier, seluruh sampel memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) dan laju transmisi uap air terbaik didapatkan dari variasi P3B2 sebesar 0,5329 g/m²/jam.
Analisis proses pengendalian kualitas produk X menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) pada PT XYZ Imam, Saeful; Muryeti, Muryeti; Prihandini, Anisa Nur
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.32572

Abstract

Packaging X is a folding carton packaging that has many product defects that do not meet predetermined standards, with an average defect of 19.40% during the period March 2023 to February 2024, exceeding the company's tolerance target of 3%. This study aims to identify the types of defects and the factors that cause them, as well as to provide suggestions for improvements related to the problem of product defects. The method used in this research is the Fault Tree Analysis method with pareto diagram analysis. The results showed six types of defects in X packaging, including light color (6.7%), flooding (17.2%), bulky color (5.8%), glue bleber (55%), wrinkle (8.6%), and powder (6.7%). Based on the fault tree diagram, there are 5 (five) top events, namely humans, machines, materials, methods, and the environment. The proposed improvements are creating new work standards, modifying packaging design, improving supervision, asking maintenance to monitor machine conditions, repairing blisters and preparing spare parts stock, wrapping paper with wrap, improving machine stability control, and scheduling machine area cleaning.
APLIKASI EDIBLE COATING LIDAH BUAYA DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI CMC PADA STROBERI SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH: APPLICATION OF ALOE VERA-BASED EDIBLE COATING WITH CMC ADDITION ON STRAWBERRIES DURING LOW-TEMPERATURE STORAGE Rina Ningtyas; Arif Aprilliansah; Muryeti Muryeti
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i2.6012

Abstract

Stroberi merupakan buah non-klimaterik yang memiliki daya simpan pasca panen yang rendah dan mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edible coating berbasis gel lidah buaya dengan penambahan Carboxymethyl Cellulose (CMC) terhadap mutu dan umur simpan stroberi. Tahapan penelitian meliputi pembuatan edible coating, penambahan CMC (0–1%), dan aplikasinya pada buah stroberi yang kemudian disimpan pada suhu rendah (150C) selama 12 hari. Evaluasi dilakukan setiap 4 hari terhadap parameter pH, kadar padatan terlarut, vitamin C, susut bobot, dan sifat organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan CMC 1% (A3) memberikan hasil terbaik dalam menurunkan susut bobot dan meningkatkan kadar padatan terlarut. Namun, edible coating tidak berpengaruh signifikan terhadap pH, vitamin C, dan sifat organoleptik. Sementara itu, penerimaan panelis terhadap semua sampel masih dapat diterima hingga hari ke-8, dengan nilai tertinggi pada kontrol (tanpa coating). Dengan demikian, penggunaan gel lidah buaya sebagai edible coating belum efektif dalam memperpanjang umur simpan stroberi secara keseluruhan, namun menunjukkan potensi dalam mengurangi kehilangan bobot dan mempertahankan kandungan padatan terlarut.
Tinta Alami Berbasis Ekstrak Bit, Pektin dan Kitosan: Potensi Sebagai Alternatif Tinta Ramah Lingkungan Muryeti, Muryeti; Fachturozi, Nizar Ikhwanul
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 9, No 1: JANUARI 2026
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rmme.v9i1.26415

Abstract

The growth of the food and packaging industry demands the use of printing inks that are safe for both health and the environment, while conventional inks still contain heavy metals and volatile organic compounds (VOCs) that pose risks of irritation and pollution. Natural components such as beetroot extract, pectin, and chitosan have potential to produce eco-friendly inks; however, previous studies remain partial and lack comprehensive formulations. This study aims to formulate bio ink based on beetroot extract, orange peel pectin, and chitosan as a sustainable printing alternative. A total of 24 formulations were tested with chitosan (0–5 mL) and beetroot extract (4–8 g) at 60 °C and 80 °C. Results showed viscosity ranged from 27.983–117.667 s at 60 °C and 12.31–104.357 s at 80 °C, with chitosan significantly acting as a thickening agent. Solid content was 98.103–99.597% (60 °C) and 97.527–99.360% (80 °C), with lower chitosan levels yielding higher stability. Color analysis revealed L* decreased with increasing beetroot extract (83.710–88.087 at 60 °C; 75.847–85.743 at 80 °C), a* increased especially in K5B8 (11.443–18.840), while b* shifted from –6.500 to +0.893. ΔE values ranged from 2.13 (K1B6, most stable) to 12.49 (K5B8, least stable). These findings confirm that chitosan and beetroot extract strongly influence viscosity, solid stability, and color intensity, supporting the development of eco-friendly natural inks.