Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisa Kejadian Ekspulsi IUD Pasca Plasenta Pada Ibu Bersalin Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Ratna Sari; Nur Lathifah; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.714

Abstract

Latar Belakang : IUD (Intrauterine Device) pasca plasenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang setelah persalinan dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir. IUD pasca plasenta memiliki kelebihan, lebih mudah saat memasang dan mengurangi nyeri saat pemasangan. Namun, memiliki resiko eskpulsi (2%-3,5%) sehingga mengakibatkan nyeri perut ataupun vagina dan kehamilan tidak diinginkan. RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh melayani pemasangan IUD pasca plasenta pada tahun 2024 sebanyak 93 akseptor Namun belum ada data berapa kejadian ekspulsi. Tujuan : “Menganalisis Kejadian Ekspulsi IUD Pasca Plasenta pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin ”. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik , dengan pendekatan Cross Sectional. Sample pada penelitian ini adalah Ibu bersalin yang menggunakan IUD Pasca Plasenta, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik kuota sampling berjumlah 31 orang, Instrumen penelitian berupa Ceklist. Data dianalisa dengan teknik univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact Test karena syarat untuk uji chi square tidak terpenuhi. Hasil : Menunjukkan sebagian besar responden Usia 20-35 tahun 80.6%, Paritas Multipara 54.8%, Jenis persalinan sectio caesarea 77.4%, dan kejadian ekspulsi IUD 3.2%. Hasil uji Bivariat Usia terhadap kejadian ekspulsi IUD di dapat p value 0,194, Paritas terhadap kejadian ekspulsi IUD p value 0,419. dan Jenis Persalinan terhadap kejadian ekspulsi IUD p value 0,774. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara Usia, Paritas, dan Jenis Persalinan terhadap kejadian ekspulsi IUD pasca plasenta di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
Studi Deskriptif Upaya Penerapan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara Tahun 2022 Arbayanti Arbayanti; Sismeri Dona; Putri Vidiasari Darsono; Istiqamah Istiqamah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1059

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki angka kematian ibu (AKI) bersalin yang cukup tinggi. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah upaya pemerintah untuk menurunkan AKI. Pelaksanaan P4K yang difasilitasi bidan di desa dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga, dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman serta persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta penggunaan KB pascapersalinan, termasuk perencanaan untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu. Tujuan: Mengetahui upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi di Puskesmas Lanjas, Kabupaten Barito Utara. Metode: Penelitian dengan desain deskriptif. Sampel adalah ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Lanjas yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Lanjas pada tahun 2022 sebanyak 70 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Upaya penerapan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di Puskesmas Lanjas Kabupaten Barito Utara tahun 2022 menunjukkan bahwa yang menerapkan P4K sebanyak 47 orang (67,1%) dan yang tidak menerapkan P4K sebanyak 23 orang (32,9%). Simpulan: Penerapan P4K di Puskesmas Lanjas sebesar 67,1% menerapkan dan 32,9% tidak menerapkan. Puskesmas diharapkan meningkatkan pelaksanaan program dengan diadakan kembali refreesing kembali dengan sweeping ke rumah ibu-ibu hamil agar hubungan dengan keluarga dan masyarakat di lingkungan ibu hamil lebih dekat.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Terhadap Pernikahan Dini di Pondok Pesantren Kampung Baru Mailinda Sari; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Nur Lathifah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1060

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dini merupakan pernikahan pada remaja yang terjadi pada usia di bawah 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Kabupaten Banjar merupakan Kabupaten no 3 tertinggi se Kalimantan Selatan. Kasus pernikahan dini di Kecamatan Beruntung Baru terus meningkat dari tahun 2020 hingga 2022. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini. Metode: Jenis penelitian analitik dilakukan dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah santri kelas 1, 2, dan 3 tingkat ulya (SMA) dengan rentang usia 16 – 18 tahun di Pondok Pesantren Kampung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 62 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman rank (p < 0,05). Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji Spearman rank menunjukkan p = 0.011 < α (0.05), maka disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yaitu ada hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pernikahan dini di pondok pesantren Kampung Baru. Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap pernikahan dini, dengan p-value 0.011 < α (0.05).
Penatalaksanaan Asifiksia Bayi Baru Lahir Oleh Bidan Prarujukan ke RSUD Datu Sanggul Kabupaten Tapin Sri Mulia Anggeraini; Istiqamah Istiqamah; Umi Hanik Fetriyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1063

Abstract

Pendahuluan: Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator keberhasilan program kesehatan ibu dan anak. Asfiksia neonatorum mengalami kecenderungan peningkatan, oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang komprehensif untuk menanganinya. Data rujukan RSUD Datu Sanggul periode Januari tahun 2021 sampai November tahun 2022 menunjukkan sebanyak 27 kasus rujukan bayi dengan asfiksia yang diterima di wilayah Kabupaten Tapin. Pada bulan Januari-Desember 2021 didapatkan sebanyak 16 kasus, sedangkan di tahun 2022, periode bulan Januari-November didapatkan sebanyak 11 kasus rujukan dengan asfiksia. Tujuan: mengetahui penatalaksanaan asfiksia bayi baru lahir oleh bidan prarujukan ke RSUD Datu Sanggul Kabupaten Tapin dengan mengeksplorasi karakteristik bidan prarujukan (meliputi umur, pendidikan terakhir, pelatihan resusitasi dan masa kerja). Tahap persiapan, pelaksanaan dan pascaresusitasi bayi dengan kasus asfiksia. Proses pengambilan keputusan oleh bidan prarujukan dalam melaksanakan rujukan kasus bayi asfiksia. Metode: Deskriptif kualitatif dengan desain fenomenologis. Tiga informan utama dan tiga informan triangulasi. Hasil: Informan utama berumur 35-40 tahun dengan masa kerja sebagai bidan 10-15 tahun, dan seluruh informan utama sudah pernah mengikuti pelatihan penanganan bayi dengan kasus asfiksia. Informan sudah mengetahui penanganan bayi asfiksia, yaitu dari tahap persiapan peralatan, namun masih mengalami kendala, yaitu minimnya alat untuk pelaksanaan dan pascaresusitasi. Dalam pengambilan keputusan rujukan bayi asfiksia, sudah diberikan edukasi kepada orang tua atau keluarga bayi. Simpulan: Penatalaksanaan asfiksia BBL oleh para bidan sudah memadai, tetapi perlu ditingkatkan pada tahap persiapan. Tetap diperlukan pelatihan berkala, peningkatan fasilitas kesehatan, serta jejaring rujukan yang baik.
Studi Deskriptif Jenis Anemia Berdasarkan Mean Corpuscular Haemoglobin (Mch) Pada Ibu Hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap Kabupaten Tanah Laut Izatil Afifah; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1064

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan hasil data World Health Organization (WHO) sebesar 38,2% Ibu hamil yang mengalami anemia di dunia. Di Indonesia, ibu hamil dengan kadar Hb di bawah 11 g/dl presentase sebesar 30% dari populasi ibu hamil, sedangkan kadar Hb di bawah 7 g/dl (anemia berat) sebesar 0,5%. Data-data ibu hamil dengan anemia menunjukkan bahwa anemia masih memerlukan penanganan di Indonesia. Kadar Hb anemia diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu anemia berat, anemia sedang, dan anemia ringan. Konsentrasi Hb selama kehamilan akan menurun. Mean Corpuscular Haemoglobin (MCH) merupakan indeks eritrosit yang dapat dinilai untuk menentukan jenis anemia, yaitu anemia hipokromik mikrositik <28 pg (menurun), anemia normokromik normositik 28-34 pg (normal). Tujuan: Mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscular haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur Kintap, Kabupaten Tanah Laut, tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuatitatif yang bertujuan mengetahui gambaran jenis anemia berdasarkan mean corpuscolar haemoglobin pada ibu hamil di RSUD KH. Mansyur tahun 2023. Hasil: Sebanyak 118 sampel, anemia ringan (51,7%, n=61), anemia sedang (48,3%, n=57), dan tidak ditemukan anemia berat. Gambaran jenis MCH (menurun) anemia hipokromik mikrositik (100%, n=118); tidak ditemukan anemia normokromik normositik maupun anemia makrositer. Berdasarkan indeks eritrosit menunjukan anemia hipokromik mikrositik memiliki presentase terbanyak dan nilai hb anemia ringan dengan presentase tebanyak. Simpulan: Penelitian ini merupakan hasil pemeriksaan anemia pada ibu hamil berdasarkan pemeriksaan indeks eritrosit (MCH) di RSUD KH. Mansyur Kintap 2023 sebagian besar mengalami anemia ringan dan anemia hipokromik mikrositik.
Penjaringan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru Izatil Afifah; Istiqamah Istiqamah; Iwan Yuwindry; Susanti Suhartati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1065

Abstract

Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dapat dilihat dari pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang <23,5 cm. Komplikasi pada ibu hamil KEK bukan hanya berdampak pada ibu, tetapi juga pada janin, yaitu terjadinya anemia, persalinan sebelum waktunya, keguguran, anemia pada bayi, dan BBLR. Kabupaten Banjar berada di urutan kesepuluh dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Puskesmas Beruntung Baru pada tahun 2023 memiliki sasaran ibu hamil sebanyak 283 orang dan sasaran ibu hamil KEK sebanyak 33 orang. Ibu hamil KEK dari Januari sampai Juni tercatat sebanyak 23 orang. Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK). Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Beruntung Baru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah ceklis. Analisis data secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi umur mayoritas tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 19 orang (63,3%0, distribusi frekuensi paritas mayoritas multipara sebanyak 10 orang (33,3%), distribusi frekuensi jarak kehamilan mayoritas ≥2 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), distribusi frekuensi pemeberian makanan tambahan mayoritas ibu hamil yang tidak diberikan makanan tambahan sebanyak 25 orang (83,3%) dan distribusi frekuensi kunjungan ANC mayoritas sesuai dengan usia kehamilan sebanyak 18 orang (60%). Simpulan: Berdasarkan karakteristik umur, paritas, dan jarak kehamilan, saling berkaitan dengan terjadinya ibu hamil kekurangan energi kronik. Pemberian makanan tambahan dan kunjungan ANC.
Hubungan Pengetahuan dengan Persepsi Penggunaan Kontrasepsi IUD di UPT Puskesmas Lanjas Maya Sari; Putri Yuliantie; Istiqamah Istiqamah; Nurul Hidayah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1072

Abstract

Pendahuluan: Pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan masalah utama yang dihadapi oleh rakyat Indonesia dibidang kependudukan. Upaya untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas sasaran utamanya pertumbuhan penduduk yang terkendali dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien yakni penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Melihat dari pengetahuan dan persepsi dalam penggunaan kontrasepsi, salah satu cara untuk meningkatkan penggunaan kontrasepsi IUD adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang manfaat, cara kerja, serta risiko dan manfaatnya. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD di UPT Puskesmas Lanjas. Metode: Penelitian kuantitatif metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi 30 orang ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi AKDR. kajian data menggunakan kuesioner pada variabel pengetahuan dan persepsi, Dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil: karakteristik yaitu sebagian besar berusia 20-35 tahun 25 orang atau (83.3), memiliki pendidikan yang rendah sebanyak 26 orang atau (86,7%), mayoritas responden tidak bekerjan 21 orang atau (70%), sebagian besar paritas multipara 22 orang atau (73,3%), Jenis kontrasepsi yang digunakan adalah sebagian besar sunti 23 orang atau (76.7%). Responden memiliki pengetahuan yang sebagian besar adalah kategori baik 18 orang atau 60%, dan persepsi yang sebagian besar adalah kategori baik 17 orang atau 58,7%. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi penggunaan kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Lanjas (p value = 0,001 < 0,05).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Persalinan Pada Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Jorong Tri Eva Mandasari; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati; Adriana Palimbo
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1496

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia dan belum mencapai target Sustainable Development Goals(SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya penting dalam menurunkan AKI dan AKB adalah memastikan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan tenaga kesehatan terlatih. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ibu hamil yang memilih tempat persalinan di luar fasilitas kesehatan. Keputusan pemilihan tempat persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, pedapatan keluarga, aksesibilitas fasilitas kesehatan, serta budaya dan kepercayaan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 66 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik (98,5%), pendapatan keluarga kategori cukup (84,8%), aksesibilitas fasilitas kesehatan baik (60,6%), serta budaya dan kepercayaan tradisional kategori kuat (59,1%). Pemilihan tempat persalinan terbanyak adalah Rumah Sakit (51,5%), diikuti Puskesmas (47,0%), dan Bidan Praktik Mandiri (1,5%). Simpulan: Pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendapatan, aksesibilitas, serta budaya dan kepercayaan. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi kesehatan dan pelayanan yang ramah budaya untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.