Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

H Pendekatan Health Belief Model (HBM) Untuk Menganalisis Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Dalam Menggunakan Insulin Di Kota Banjarmasin: Pendekatan Health Belief Model (HBM) Untuk Menganalisis Kepatuhan Pasien Diabetes Mellitus Dalam Menggunakan Insulin Di Kota Banjarmasin Sariyasih Sariyasih; Iwan Yuwindry; Erlina Syamsu
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 1 (2022): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v3i1.213

Abstract

Background: Health Belief Model (HBM) is a theory used to understand health attitudes and behavior towards a disease, HBM consists of perceived vulnerability factors, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, and triggers to move. Efforts to prevent the spread of the covid-19 virus in Indonesia are carried out by establishing regulations to vaccinate covid-19, especially for the elderly who are susceptible to infection with a vaccination coverage of 70% to achieve Herd Immunity. Objectives: To determine the perception of vulnerability, perceived severity, perceived benefits, and perceived barriers in influencing the elderly's perception of receiving covid-19 vaccination in Tanah Bumbu Regency. Methods: This research is a cross sectional with the type of research used is quantitative. The sampling method was purposive sampling technique and the instrument used in the study was a questionnaire with google form. The data analysis used was Univariate, Bivariate with Chi Square, and Multivariate with logistic regression. Results: The study showed that from 120 elderly respondents in Tanah Bumbu Regency, 65.8% of the elderly stated that they would vaccinate against covid-19. The dominant factor in influencing vaccination is the perception of barriers, namely the high possibility of infection in the near future. Perceived susceptibility, severity, benefits and barriers have an influence on the acceptance of vaccination in the elderly in Tanah Bumbu. Demographic factors (age, gender, occupation, education, religion, whether or not a chronic disease was diagnosed) did not have a significant influence on the acceptance of the covid-19 vaccine in Tanah Bumbu Regency. Conclusion: 65.8% of the elderly in Tanah Bumbu stated that they would vaccinate against covid-19. Perceptions of barriers, benefits, vulnerabilities, severity, and triggers to move have an influence on acceptance of the covid-19 vaccination.
Cost Minimization Analysis (CMA) Penggunaan Obat Captopril dan Lisinopril pada Pasien Hipertensi di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin: Cost Minimization Analysis (CMA) Use of Captopril and Lisinopril Drugs in Hypertensive Patients at Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin Nailul Muna; Melviani Melviani; Erlina Syamsu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.4015

Abstract

Hypertension is a world health problem leading to increased morbidity and mortality, as well as burdening the cost of health services, including in Indonesia. Cost Minimal hypertension treatment can reduce the high incidence of hypertension. The purpose of this study was to determine the cost that is more cost-minimize among the use of captopril and lisinopril in outpatient hypertension patients at Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin. This study is an analytic with a design cross sectional. Data collection is done by looking at the medical records of hypertensive patients outpatient hospital Sultan Suriansyah Banjarmasin who received antihypertensive therapy captopril and lisinopril. The sampling method used is non-probability sampling by using the technique purposive non-random sampling. Samples that 35 patients were used. The cost component measured is direct medical costs outpatient hypertensive patients which includes the cost of antihypertensive drugs, the cost of disease drugs participants, laboratory fees, and consulting fees. The results showed that the average total direct medical cost in the captopril group was Rp127.886 and the group lisinopril Rp.274.971. In the captopril group it has a more minimal cost compared with the lisinopril group.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Terhadap Penggunaan Sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin Dwi Ramadhayanti; Saftia Aryzki; Erlina Syamsu; Setia Budi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1112

Abstract

Pendahuluan: Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan faktor resiko utama terjadinya gangguan kulit, terutama di negara tropis seperti di Indonesia. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi kulit dari dampak sinar matahari, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaannya. Faktanya, masih terdapat pasien yang belum memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang optimal terkait penggunaan sunscreen yang benar. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap penggunaan sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 50,7%, kategori cukup  30,4% dan kategori baik 18,8%. Sikap responden terhadap penggunaan sunscreen berada pada kategori negatif sebesar 56,5%, sedangkan sikap positif sebesar 43,5%. Simpulan: Pada penelitian ini, pasien di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap yang negatif terhadap penggunaan sunscreen.
Analisis Tingkat Kepatuhan Obat Hipertensi Pada Pasien Prolanis Di UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya Roslyn Djumala; Kunti Nastiti; Erlina Syamsu; Saftia Aryzki
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1249

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi medis di mana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg secara konsisten. Hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan merupakan upaya promotif dan preventif dalam menangani penyakit kronis seperti hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui analisis tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional pada 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai p = 0,004 (p < 0,05) pada variabel umur. Kemudian pada variabel pekerjaan didapatkan nilai p = 0,008 (p < 0,05). Pada variabel pendidikan didapatkan nilai p = 0,017 (p < 0,05) dan pada variabel jenis kelamin didapatkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dari umur, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan juga jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat. Simpulan: Terdapat hubungan antara umur, pekerjaan, pendidikan, dan jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat dan sebagian besar pasien prolanis memiliki tingkat kepatuhan minum obat pada kategori sedang.
Evaluasi Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien Psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2022-2023: Evaluation of the Used of Hypertension Drugs in Psychiatric Patients at the Sambang Lihum Psychiatric Hospital In South Kalimantan Province for the Period 2022-2023 Nurul Hidayah; Rina Saputri; Risyda Komaliya; Erlina Syamsu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.9785

Abstract

Gangguan jiwa merupakan sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu abnormalitas fungsi psikolog dan biologik. Pasien psikiatri berpotensi mengalami penyakit penyerta seperti hipertensi. Penggunaan obat psikiatri dengan beberapa obat hipertensi berpotensi mengalami interaksi dan menyebabkan pengunaan obat yang tidak rasional. Belum ada penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri, sehingga perlu dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pengambilan data rekam medik secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang mengacu kepada penilaian rasionalitas penggunaan obat berdasarkan WHO (4T + 1 W). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik jenis kelamin, yaitu laki-laki 57,7% dan perempuan 42,3%. Berdasarkan usia 19-44 tahun sebesar 36,54%, usia 45-59 tahun 42,31% dan usia >60 tahun 21,15%. Penggunaan obat Amlodipin secara tunggal sebesar 50%, dan kombinasi Amlodipin + Sprinolactone + Lisinopril sebesar 3,85%. Rasionalitas penggunaan obat hipertensi dari 52 sampel diperoleh berdasarkan penilaian 4T + 1W sebesar 100%. Penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023 sudah rasional.