Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Terhadap Pengelolaan Vaksin Di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir Widia Rahayu Fitriani; Noval Noval; Risyda Komaliya; Tuti Alawiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1086

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan vaksin yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan program imunisasi karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas vaksin. Vaksin merupakan produk biologis yang sensitif terhadap perubahan suhu sehingga memerlukan penerapan sistem rantai dingin (cold chain) yang sesuai standar. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, serta pendistribusian vaksin. Pengetahuan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan serta menganalisis hubungan pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan vaksin, diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan dan praktik pengelolaan vaksin meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Nilai korelasi Spearman berada pada rentang 0,676–0,707, yang menandakan bahwa semakin baik pengetahuan responden, semakin baik pula pengelolaan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, dan distribusi vaksin. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tenaga kesehatan dan pengelolaan vaksin. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan vaksin di Puskesmas.
Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas Romika Romika; Ali Rakhman Hakim; Risyda Komaliya; Rina Saputri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1091

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.
Evaluasi Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien Psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2022-2023: Evaluation of the Used of Hypertension Drugs in Psychiatric Patients at the Sambang Lihum Psychiatric Hospital In South Kalimantan Province for the Period 2022-2023 Nurul Hidayah; Rina Saputri; Risyda Komaliya; Erlina Syamsu
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.9785

Abstract

Gangguan jiwa merupakan sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu abnormalitas fungsi psikolog dan biologik. Pasien psikiatri berpotensi mengalami penyakit penyerta seperti hipertensi. Penggunaan obat psikiatri dengan beberapa obat hipertensi berpotensi mengalami interaksi dan menyebabkan pengunaan obat yang tidak rasional. Belum ada penelitian mengenai evaluasi penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri, sehingga perlu dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pengambilan data rekam medik secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang mengacu kepada penilaian rasionalitas penggunaan obat berdasarkan WHO (4T + 1 W). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik jenis kelamin, yaitu laki-laki 57,7% dan perempuan 42,3%. Berdasarkan usia 19-44 tahun sebesar 36,54%, usia 45-59 tahun 42,31% dan usia >60 tahun 21,15%. Penggunaan obat Amlodipin secara tunggal sebesar 50%, dan kombinasi Amlodipin + Sprinolactone + Lisinopril sebesar 3,85%. Rasionalitas penggunaan obat hipertensi dari 52 sampel diperoleh berdasarkan penilaian 4T + 1W sebesar 100%. Penggunaan obat hipertensi pada pasien psikiatri di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2023 sudah rasional.
EFEKTIVITAS KARBON AKTIF DARI KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis) YANG DIAKTIVASI HCl, UNTUK PENGURANGAN KONSENTRASI ZAT BESI PADA AIR SUNGAI MARTAPURA Hafiz ihyadin; Tuti Alawiyah; Risyda Komaliya; Rahmadani
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1568

Abstract

Latar Belakang: Sungai Martapura merupakan salah satu sumber air utama di Kalimantan Selatan yang saat ini mengalami pencemaran logam berat, khususnya besi (Fe), dengan kadar melebihi baku mutu air bersih. Akumulasi logam Fe dalam tubuh berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan sehingga perlu dilakukan upaya penurunan konsentrasinya. Tujuan: Mengetahui efektivitas karbon aktif dari kulit jeruk siam (Citrus nobilis) yang diaktivasi menggunakan HCl dalam menurunkan kadar Fe pada air Sungai Martapura. Metode: Penelitian ini merupakan true exsperimental laboratorium dengan rancangan posttest only control group design. Karbon aktif dibuat melalui proses karbonisasi pada suhu 500°C, kemudian diaktivasi dengan HCl 0,1 N. Uji kualitas karbon aktif meliputi kadar air, kadar abu, dan daya serap iodin. Sampel air Sungai Martapura dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) dengan variasi waktu kontak 30, 60, dan 90 menit. Hasil: Karbon aktif kulit jeruk siam memiliki daya serap iodin sebesar 848 mg/g serta mampu menurunkan konsentrasi Fe dengan penurunan tertinggi pada waktu kontak 30 menit sebesar 40,65%. Simpulan: Karbon aktif dari kulit jeruk siam yang diaktivasi HCl efektif digunakan sebagai adsorben alami untuk menurunkan kadar Fe dalam air Sungai Martapura.