Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Transformasi Limbah MDF Menjadi Mainan Edukatif: Desain Ayunan Kuda Dinosaurus Flat-Pack Dengan Teknologi CNC Widiyanto, Wahyu
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 1 (2025): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah - Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v16i1.7526

Abstract

Banyak industri furnitur menggunakan Medium Density Fiberboard (MDF) sebagai bahan utama dalam proses produksi mereka. Penanganan limbah potongan MDF merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Salah satu langkah yang dapat diambil untuk menangani limbah potongan MDF adalah dengan mendaur ulang limbah tersebut. Salah satu contohnya adalah mengubah limbah MDF menjadi mainan ayunan kuda dengan konsep furnitur flat pack. Desain ayunan kuda ini mengambil bentuk dinosaurus brontosaurus yang sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan, seperti jinak, badan yang membungkuk, dan punggung yang lapang sebagai tempat duduk. Dimensi keseluruhan produk adalah panjang 650 mm, lebar 380 mm, dan tinggi 559,54 mm, dengan ketinggian tempat duduk sebesar 336,75 mm. Proses pembuatan ayunan kuda ini menggunakan Mesin CNC Exitech dengan setting tiga jenis toolpath: area clearance, profil inside, dan profil outside. Kedalaman potong untuk ketiga toolpath diatur sebesar 15,5 mm untuk memastikan material terpotong secara penuh. Stepover diatur sebesar 1,2 mm, stepdown 1,5 mm, feed rate 76 mm/detik, plunge rate 50 mm/detik, dan kecepatan spindle 15.000 rpm. Total waktu pengerjaan dengan pengaturan tersebut adalah 1 jam 24 menit 17 detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk ayunan kuda telah memenuhi standar keamanan dan daya tahan sehingga aman untuk dimainkan oleh anak-anak.
Pengaruh Metode Penyayatan dan Kedalaman Penyayatan terhadap Dimensi dan Kekasaran Permukaan Kayu Olahan Rahmat, Bahtiar; Purwanto, Agung Ari; Fahrudin, Muhammad; Widiyanto, Wahyu
Infotekmesin Vol 16 No 1 (2025): Infotekmesin: Januari 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v16i1.2537

Abstract

The application of CNC technology in the furniture industry has already become familiar, in addition to its use in the metal and plastic industries. HMR (High Moisture Resistant) panels, which had better moisture resistance than MDF (Medium Density Fiberboard), had also started to develop. However, few studies have investigated the effects of variations in machining parameters on the cutting quality of HMR boards. This study aimed to test the effects of machining parameters (cutting method and cutting depth) on the dimensions and surface roughness of the workpiece. Four schemes of machining parameter settings, namely conventional and climb methods with cutting depths of 2 mm and 4 mm, respectively, were performed with three repetitions each. After testing, it was found that the cutting method, cutting depth, and the interaction between the cutting method and cutting depth had not significantly affected the length and width dimensions of the specimen. However, the cutting method significantly influenced the final surface roughness of the specimen. The conventional cutting method with a cutting depth of 2 mm produced the best surface roughness, measuring 26.47 µm.
Pengaruh Jenis Finir Dan Jumlah Perekat Terhadap Kualitas Plywood Interior : Effect of Veneer Type and Amount of Adhesive on Plywood Face Coating Nurmadina, Nurmadina; Wijayanto, Arip; Widiyanto, Wahyu; Nugroho, Alfani Risman; Purwanto, Agung Ari
Jurnal Silva Tropika Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jsilvtrop.v6i2.23788

Abstract

Utilization of composite boards for furniture has been widely used in order to substitute solid wood. Coating veneer (veneering) is a technique to improve the appearance of composite panel products, such as plywood. This research was conducted to determine the effect of the type of veneer and the mass of adhesive lath on the physical and mechanical properties of veneering plywood. The veneer used are from teak, mahogany and mindi. The adhesive used was polyvinyl acetate (PVAc) with a melting weight of 130 g/m2, 150 g/m2, 170 g/m2. The results showed that the type of veneer had no effect on the physical and mechanical properties of the composite board. The physical properties in the form of density are affected by the weight of the adhesive, the higher the amount of adhesive, the higher the density. Veneer delamination with glue spread of 150 and 170 g/m2 complies with JAS Type 2 standards. Veneer composite products with PVAc adhesives can be used in interior areas where there is frequent short term exposure to water.   Keywords: adhesive, glue spread, plywood, veneer   ABSTRAK Pemanfaatan plywood untuk furnitur telah banyak digunakan dalam rangka mensubtitusi kayu pejal. Veneering merupakan suatu teknik pelapisan permukaan untuk meningkatkan penampilan panel misalnya pada plywood. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis finir dan berat labur perekat terhadap sifat fisika dan mekanika veneering plywood. Finir yang digunakan adalah dari kayu jati, mahoni dan mindi. Perekat yang digunakan adalah polyvinyl asetat (PVAc) dengan berat labur 130 g/m2, 150 g/m2, 170 g/m2 . Hasil penelitian menunjukkan jenis finir tidak berpengaruh terhadap sifat fisika, mekanika papan komposit. Sifat kerapatan dipengaruhi oleh berat labur perekat, yaitu semakin tinggi berat labur maka kerapatan semakin meningkat. Delaminasi veneering dengan berat labur 150 dan 170 g/m2 memenuhi standar JAS Type 2. Produk komposit veneering dengan perekat PVAc dapat digunakan pada interior dan dapat perpapar kelembapan secara singkat.   Katakunci: berat labur, finir, perekat, plywood
PENGARUH SERABUT KELAPA DAN ARANG SEKAM UNTUK MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN ARUGULA (Eruca sativa) PADA SISTEM VERTIKULTUR Widiyanto, Wahyu; Banjarnahor, Dina
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4554

Abstract

Verticultural plant cultivation can overcome the problem of limited land in agricultural fields. Verticulture is a method of cultivating plants which is done by placing planting media in containers such as paralon, large bamboo, gutters, large buckets and others which are arranged vertically. Verticulture system cultivation, a plant that is suitable for cultivation is the Arugula plant. However, with verticulture cultivation there is a problem where continuous watering of the planting media causes the media to become solid. The planting media in paralon is attempted to maintain the humidity of the media so that it can provide the nutrients needed by plants which have good drainage and aeration by using coconut fiber planting media and husk charcoal where the media has porous properties, maintains the humidity of the planting media, has good aerase and drainage. good, and provides nutrients for plants. The research method used a randomized block design (RBD) consisting of 4 control treatments (soil), SK1AS1 (coconut fiber 1:1 husk charcoal), SK1AS2 (coconut fiber 1:2 husk charcoal), SK2AS1 (coconut fiber 2:1 husk charcoal) with 6 groups. This treatment has a real influence on the quality of plant results, namely plant wet & dry weight (g), vitamin C (mg/g), chlorophyll (mg/l) and carotenoids mg/l). At the verticulture level, where there are upper (A), middle (B) and lower (C) levels, it has a relative influence on the quality of the plants because of the absorption of nutrients from the upper verticultural level downwards. Keywords: arugula, charcoal husk, coconut fiber, verticulture INTISARIBudidaya tanaman vertikultur dapat mengatasi permasalaham lahan sempit diliahan pertanian. Vertikultur merupakan cara budidaya tanaman yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah seperti paralon, bambu besar, talang, ember besar dan yang lainnya yang disusun secara vertical. budidaya sistem vertikultur tanaman yang cocok untuk di budidayakan adalah tanaman Arugula.  Namun dengan budidaya vertikultur terdapat masalah dimana dengan penyiraman terus menerus pada media tanam menyebabkan media menjadi padat. Media tanam dalam paralon diusahakan untuk menjaga kelembapan media agar dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang memiliki drainase dan aerasi baik dengan memanfaatkan media tanam serabut kelapa dan arang sekam dimana mdia tersebut memiliki sifat berpori, menjaga kelembapan media tanam, memiliki aerase dan deranase yang baik, dan menyediakan nutrisi bagi tanaman. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri atas 4 perlakuan kontrol(Tanah), SK1AS1(Serabut kelapa 1:1 Arang sekam), SK1AS2(Serabut kelapa 1:2 Arang sekam), SK2AS1(Serabut kelapa 2:1 Arang sekam) dengan 6 kelompok. Pada perlakuan tersebut memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas hasil tanaman yaitu Bobot basah&kering tanaman (g), vitamin C (mg/g), klorofil (mg/l) dan karotenoid mg/l). Pada tingkatan vertikultur dimana terdapat tingkatan atas(A), Tengah(B) dan bawah(C) relatif berpengaruh terhadap hasil kualitas tanaman karena adanya penyerapan nutrisi dari tingkat vertikultur atas turun kebawah. Kata kunci: arugula, arang sekam, serabut kelapa, vertikultur
ANALISA BENDING STRESS PADA FILAMEN ABS TERHADAP ARAH CETAKAN 3D PRINTING TIPE FDM Widiyanto, Wahyu
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.4587

Abstract

Rapid Prototyping (RP) technology is rapidly advancing and plays a crucial role in various sectors. One of the methods used in this technology is Fused Deposition Modelling (FDM), which involves the process of melting thermoplastic material using an extrusion mechanism. FDM-type 3D printers control nozzle movements through computerization, resulting in various directions of movement, including parallel to the x-axis (0°), y-axis (90°), and diagonal (45°). Differences in these directions impact the mechanical characteristics of flexural strength in the produced prints. This research involves a bending test according to ASTM D790 standards, using the Beste KJ-1065 testing machine. Test specimens were created in three different types, with nozzle direction settings that differ in external infill angle offset and internal infill angle offset, specifically at 0° (parallel to the X-axis), 45° (parallel to the diagonal), and 90° (parallel to the Y-axis). The research results show that the nozzle direction in FDM-type 3D printers also influences the flexural strength of the produced products. The highest flexural strength was found in products with a 0° nozzle direction, reaching 65.21 MPa, while the lowest occurred in products with a 90° nozzle direction in the horizontal condition, reaching 45.18 MPa. Key words : Rapid prototyping, 3D Printing, Fused Deposition Modelling
Peningkatan Skill Elektro Pneumatik Pada Kompetensi Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik Siswa SMK 1 Karangdadap Widiyanto, Wahyu; Setyani, Tutut Indah; Sportyawan, Candra Wahyu
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.80

Abstract

Pada akhir 2015, era persaingan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah diberlakukan. Artinya dunia usaha di Indonesia memasuki babak baru persaingan bebas, baik produk maupun tenaga kerja. Menjawab tantangan tersebut, maka perlu peningkatan salah satunya disektor pendidikan. SMK 1 Karangdadap merupakan sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Pekalongan. Pada jurusan TITL telah mempelajari pengendalian motor listrik 1 dan 3 fasa. Tetapi, kompetensi tersebut dirasa masih kurang karena industri saat ini banyak menggunakan sistem elektro pneumatik sebagai penggerak mesin industri. Di jurusan tersebut telah memiliki beberapa alat praktikum yang menunjang pembelajaran, tetapi belum memiliki alat praktikum sistem pneumatik. Jadi untuk membekali siswa tentang pengetahuan sistem pneumatik, pembelajaran dilaksanakan hanya dengan cara teori. Padahal kebanyakan lulusan yang bekerja di industri pasti menjumpai sistem pneumatik pada mesin – mesin di industri. Oleh sebab itu perlunya pelatihan untuk meningkatkan skill elektro pneumatik pada kompetensi mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik bagi siswa SMK N 1 Karangdadap. Pada peleatihan ini menggunakan peraga dan jobsheet elektro pneumatik. Peserta pelatihan yang dinyatakan lulus oleh penyelenggara pada test akhir pelatihan maka mendapatkan sertifikat pelatihan. Pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Hasil Belajar pada pelatihan peningkatan skill elektro pneumatik yang barkaitan dengan ketuntasan siswa meningkat.