Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Potensi Tenaga Listrik Dan Penggunaan Turbin Ulir Untuk Pembangkit Skala Kecil Di Saluran Irigasi Banjarcahyana Mohammad Anggara Setiarso; Wahyu Widiyanto; Sanidhya Nika Purnomo
Dinamika Rekayasa Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2017
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2017.13.1.155

Abstract

Potensi tenaga listrik mikrohidro tidak hanya terdapat di sungai namun juga terdapat di saluran irigasi. Berbeda dengan sungai, pada saluran irigasi umumnya tidak dijumpai beda elevasi yang besar. Sehingga pembangkit listrik mikrohidro pada saluran irigasi lebih mengandalkan debit aliran daripada beda elevasi untuk membangkitkan daya listrik. Studi ini bertujuan mencari potensi tenaga listrik dan menampilkan alternatif rancangan untuk pembangkit listrik skala kecil pada Saluran Irigasi Primer Banjarcahyana, Jawa Tengah. Potensi aliran saluran irigasi dihitung dari data saluran, selanjutnya dilakukan survei lokasi yang potensial untuk rumah pembangkit dan dirancang bangunan utama dan bangunan pelengkap. Turbin ulir dipilih karena kesesuaiannya untuk pembangkit di saluran dengan tinggi tenaga kecil. Survei lapangan menghasilkan titik potensial untuk rumah pembangkit adalah pada bangunan terjun berkode B.BC 14, yaitu bangunan (B) nomor 14 yang terletak di saluran induk Banjarcahyana (BC), sesuai tata nama pada jaringan irigasi tersebut. Pada lokasi terpilih tersebut, hasil analisis menunjukkan bahwa debit andalan untuk pembangkit adalah 5,67 m3/d dan daya teoritis yang dapat dibangkitkan sebesar 153,12 kW. Dimensi bangunan juga diperoleh dari hasil hitungan yang meliputi bangunan intake, saluran pembawa, bak penenang,saluran pengarah, turbin dan saluran pembuang. Turbin memiliki ukuran casing 1,25 m, jari-jari luar 0,51 m, jari-jari dalam 0,347 m, jarak pitch 1,02 m, sudut dalam dan luar berturut turut adalah 64,91° dan 72,33°
Analisis Probabilitas Kecepatan Angin untuk Pesisir Cilacap dengan Menerapkan Distribusi Weibull dan Rayleigh Wahyu Widiyanto
Dinamika Rekayasa Vol 9, No 1 (2013): Dinamika Rekayasa - Februari 2013
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2013.9.1.96

Abstract

Wind characteristics especially the event probability have been more studied in the relation to wind energy availability in an area. Nevertheless, in the relation to coastal structure, it is still rare to be unveiled in a paper particulary in Indonesia. In this article, therefore, it is studied probability distribution commonly used to wind energy analysis i.e. Weibull and Rayleigh distribution. The distribution is applied to analyze wind data in Cilacap Coast. Wind data analyzed is from Board of Meteorology, Climatology and Geophysics, Cilacap branch, along two years (2009 – 2011). Mean, varians and standard deviation are founded to calculate shape factor (k) and scale factor (c) which must be available to arrange distribution function of Weibull and Rayleigh. In the region, it gains a result that wind speed probabilities follow Weibull and Rayleigh function fairly. Shape parameter value has been gotten k = 3,26, while scale parameter has been gotten respectively c = 3,64 for Weibull and Cr = 2,44 for Rayleigh. Value of k ≥ 3 indicates the region has regular and steady wind. Besides, mean speed of wind is 3,3 m/s.
PENGARUH POLA AGIHAN HUJAN TERHADAP PROFIL MUKA AIR DI SUNGAI OPAK Sanidhya Nika Purnomo; Wahyu Widiyanto
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 2 No 2 (2014): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.156 KB) | DOI: 10.33019/fropil.v2i2.277

Abstract

Debit banjir merupakan dasar bagi perancangan sebuah bangunan air. Pada kondisi tertentu, perlu dilakukan analisis hidrograf satuan sintetik (HSS) menggunakan pola agihan hujan untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Walaupun demikian belum banyak yang mengkaji pengaruh debit banjir rancangan sebuah metode HSS menggunakan pola agihan hujan tertentu terhadap profil muka air pada sebuah sungai. Pada penelitian ini dilakukan analisis debit rancangan menggunakan metode HSS Nakayasu berdasarkan pola agihan hujan Alternating Block Method (ABM) dan Tadashi Tanimoto. Hasil analisis debit banjir rancangan diverifikasi dengan rekaman data AWLR (Automatic Water Level Recorder) Karang Semut di Sungai Opak, kemudian dilakukan analisis hidraulika menggunakan software HEC-RAS versi 4.1, sehingga didapatkan profil muka air banjirnya. Hasil analisis hidrologi menunjukkan bahwa besar debit puncak banjir rancangan untuk kala ulang 25 tahun menggunakan metode HSS Nakayasu dengan pola agihan ABM adalah sebesar 1046 m3/det, sedangkan untuk pola agihan Tadashi Tanimoto adalah sebesar 558,76 m3/det. Berdasarkan analisis frekuensi, debit puncak dari rekaman AWLR Karang Semut untuk kala ulang 25 tahun adalah sebesar 242,04 m3/det. Hasil analisis hidraulika menunjukkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan pola agihan ABM lebih tinggi 2,4 m dibandingkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan rekaman data AWLR Karang Semut, sedangkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan pola agihan Tadashi Tanimoto lebih tinggi 1,18 m dibandingkan hasil simulasi elevasi muka air banjir berdasarkan rekaman data AWLR Karang Semut.
ANALYSIS OF COMMUNITY PERCEPTIONS TOWARDS THE EXISTENCE OF SATRIA BUS MASS TRANSPORTATION IN KEDIRI CITY Pertiwi , Ananda Tria Budi; Widiyanto, Wahyu
MSJ : Majority Science Journal Vol. 2 No. 1 (2024): MSJ-February
Publisher : PT. Hafasy Dwi Nawasena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61942/msj.v2i1.87

Abstract

This research aims to determine public perceptions regarding free city transportation "Satria Bus" in Kediri City, as well as finding out the advantages and disadvantages of this city transportation. The method in this research is descriptive with a qualitative approach using observation, interview and documentation study techniques. The validity test used is source triangulation. From the research results, it is known that the public's perception of the Satria Bus is that they are greatly helped by the free facilities provided by the Kediri City government. Satria buses can reduce the number of traffic accidents and reduce people's use of private vehicles which has an impact on reducing congestion. The existence of free buses is very supportive, especially for people in Kediri City as a means of moving from one place to another to carry out activities. This shows that the Satria Bus is very useful for the people in Kediri City. So, the government takes better care of the maintenance of the Satria Bus.
Evaluasi Pelaksanaan Training Penggunaan Software Solidworks bagi Karyawan di Industri Furnitur. Fitrianto, Taufik Ramadhan; Rahmat, Bahtiar; Widiyanto, Wahyu; Nurmadina, Nurmadina; Ma'wa, Safarah Putri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6611

Abstract

Keterbatasan kompetensi dalam pemanfaatan perangkat desain digital masih menjadi tantangan utama di sektor industri furnitur, khususnya bagi industri skala kecil dan menengah. Di tengah tuntutan pasar terhadap desain yang presisi, efisiensi produksi, dan adaptasi terhadap teknologi manufaktur modern, pelatihan teknis dapat menjadi langkah efektif untuk menjawab kesenjangan keterampilan tersebut. Studi ini mengevaluasi efektivitas program pelatihan SolidWorks yang diselenggarakan di CV Mebel Internasional. Dirancang untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam menggunakan perangkat lunak desain parametrik untuk kebutuhan manufaktur furnitur. Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas pegawai tetap, tenaga lepas, dan mahasiswa magang, dengan metode yang menggabungkan sesi teori dan praktik untuk mengisi materi keterampilan dalam pemodelan 3D, pembuatan gambar teknik, serta perakitan komponen furnitur. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 71% dalam keterampilan teknis peserta, sebagaimana ditunjukkan oleh skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan skor pre-test. Umpan balik yang diberikan peserta memberikan penilaian tinggi terhadap relevansi materi pelatihan (4,23) dan tingkat keterlibatan dalam pelatihan (4,22), meskipun masih terdapat catatan perbaikan pada aspek fasilitas pelatihan (3,02) dan cakupan fitur-fitur lanjutan dari SolidWorks. Rekomendasi untuk pelatihan di masa mendatang mencakup peningkatan dukungan logistik, perpanjangan durasi sesi pelatihan, serta penyampaian materi yang lebih menyeluruh terkait fitur-fitur kompleks SolidWorks
The Influence of Cutting Methods and Feed Rate on Dimensional Accuracy and Surface Roughness of HMR Panel Rahmat, Bahtiar; Widiyanto, Wahyu; Purwanto, Agung Ari; Fahrudin, Muhammad
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 19 No. 1 (2025): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.19.1.1-10

Abstract

This study investigates the influence of cutting methods and feed rates on the dimensional accuracy and surface roughness of HMR (High Moisture Resistance) panels. The aim is to determine the optimal cutting parameters that yield precise dimensions and smooth surfaces in CNC machining. Two cutting methods—single and double passes—were applied using feed rates of 2, 4, and 6 m/min. Dimensional accuracy was measured using a digital caliper, while surface roughness was evaluated with a surface tester. The results indicate that the double-pass cutting method significantly improves both dimensional accuracy and surface finish. Statistical analysis using ANOVA revealed that feed rate has a significant effect on surface roughness (p < 0.05), whereas dimensional accuracy is primarily influenced by the cutting method. These findings provide practical insights for optimizing CNC machining processes in furniture manufacturing using HMR panels.
Pengaruh Proses Bleaching Terhadap Finishing Kayu Pinus Dan Kayu Karet Terserang Blue Stain: The Effect of Bleaching Process on Finishing of Pine Wood and Rubber Wood Attacked by Blue Stain Mulyosari, Desy; Wijayanto, Arip; Muhamad, Soleh; Nurhanifah, Nurhanifah; Anggiriani, Siska; Fitrianto, Taufik Ramadhan; Widiyanto, Wahyu
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.44692

Abstract

ABSTRACT One of the problems faced by the furniture industry is the attack of coloring fungi or what is commonly called blue stain. The attack of coloring fungi causes color changes so that the appearance of the wood decreases. The bleaching process is one way that can be done to overcome the attack of blue stain. The bleaching process in the industry uses the chemical white agent 250 (WA-250). However, research related to the effect of the bleaching process on the finishing of pine wood and rubber wood attacked by blue stain has not been carried out. This study aims to determine the effect of the bleaching process on the finishing of pine wood and rubber wood attacked by blue stain. Finishing tests include testing the adhesion of the finishing layer (cross cut test) referring to ASTM D 3359, flexibility testing is carried out with a coin test, and hardness testing refers to ASTM D 3363. The results of this study are that the bleaching process does not affect the finishing process on pine wood and rubber wood attacked by blue stain, both those treated with bleaching and those without bleaching treatment, which are included in the same finishing quality category. Based on the adhesion test, it is included in class 4B (Good) and its flexibility gets a value of 5 (very good), while the hardness of the finishing layer is in the less category.   Keywords: bleaching, blue stain, finishing, pine wood, rubber wood   ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi oleh industri furnitur salah satunya adalah serangan jamur pewarna atau yang biasa disebut blue stain. Serangan jamur pewarna tersebut menyebabkan perubahan warna sehingga terjadi penurunan penampilan kayu. Proses bleaching merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya serangan blue stain. Proses bleaching pada industri menggunakan bahan kimia white agent 250 (WA-250). Namun, penelitian terkait pengaruh proses bleaching pada finishing kayu pinus dan kayu karet terserang blue stain belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proses bleaching terhadap finishing pada kayu pinus dan kayu karet yang terserang blue stain. Pengujian finishing meliputi pengujian daya lekat lapisan finishing (cross cut test) mengacu pada ASTM D 3359, pengujian fleksilbilitas dilakukan dengan coin test, dan pengujian kekerasan mengacu pada ASTM D 3363. Hasil penelitian ini adalah proses bleaching tidak mempengaruhi proses finishing pada kayu pinus dan kayu karet yang terserang blue stain baik yang diberi perlakuan bleaching maupun tanpa perlakuan bleaching masuk dalam kategori kualitas finishing yang sama. Berdasarkan uji daya lekat termasuk pada kelas 4B (baik) dan fleksibilitasnya memperoleh nilai 5 (sangat bagus), sedangkan kekerasan lapisan finishingnya kategori kurang. Kata kunci: bleaching, blue stain, finishing, kayu karet, kayu pinus
Pengaruh Bleaching Terhadap Sifat Fisis Dan Perubahan Warna Kayu Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) Terserang Blue Stain: The Effect of Bleaching on Physical Properties and Color Change of Blue Stain-Infected Pine Wood Anggiriani, Siska; Wijayanto, Arip; Nurhanifah, Nurhanifah; Muhamad, Soleh; Mulyosari, Desy; Widiyanto, Wahyu; Fitrianto, Taufik Ramadhan
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.44803

Abstract

ABSTRACT Pine is one of wood species that widely used as raw material for furniture making. Pine is easy to obtain, easy to work with, and has distinctive colors and patterns. However, pine is susceptible to being attacked by contaminating fungi (blue stain) on its surface. Blue stain attack wood surface is a problem that must be solved due to its effect on wood appearance. The idea to restrain this problem is bleaching process. Bleaching process carried out in this study used 25% sodium hypochlorite which was dissolved in water in a ratio of 1:2 (w/w). The bleaching process carried out has a significant effect on  moisture content (MC) of pine wood, but does not have a significant effect on its density. The MC value of pine wood after bleaching tends to increase compared to the untreated wood. The color change of pine wood after bleaching is indicated by the ΔE value (3.0 < ΔE < 6.0) which is classified as a moderate effect. The color of the control pine wood was originally slightly desaturated orange and after bleaching it became slightly desaturated orange   Keywords: bleaching, color change, finishing, furniture, pine.   ABSTRAK Pinus merupakan salah satu jenis kayu yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan furnitur. Hal ini karena Pinus  mudah mudah didapatkan, mudah dikerjakan, dan memiliki warna dan corak yang khas. Namun, Pinus rentan terserang jamur pengotor (blue stain) pada permukaannya. Serangan blue stain pada permukaan kayu merupakan permasalahan yang harus diatasi karena adanya seranagn blue stain dapat mempengaruhi penampilan kayu. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan proses bleaching. Proses bleaching yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan sodium hipoklorit 25% yang dilarutkan menggunakan air dengan perbandingan 1:2 (b/b). Proses bleaching yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap kadar air (KA) kayu pinus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatannya. Nilai KA kayu pinus setelah bleaching cenderung meningkat dibanding kontrolnya. Perubahan warna kayu Pinus setelah bleaching ditunjukkan dengan nilai ΔE (3,0 < ΔE < 6,0) yang tergolong pengaruhnya sedang. Warna pada kayu pinus control semula berwarna slightly desaturated orange dan setelah bleaching menjadi slightly desaturated orange.   Kata kunci: bleaching, finishing, furnitur, perubahan warna, pinus.
Pembuatan Meja Belajar Adjustable dengan Menerapkan Sistem Knockdown Cristiana, Maria; Widiyanto, Wahyu
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 1 No 1 (2023): JIFKA Desember 2023
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaksesuiaan ketinggian meja belajar dengan ketinggian pengguna dapat menyebabkan masalah seperti keluhan musculoskeletal disorder. Selain itu, hunian minimalis dan perkembangan anak menyebabkan penerapan knockdown pada furnitur. Tujuan pembuatan Tugas Akhir ini adalah untuk membuat meja belajar adjustable sesuai dengan keinginan pengguna dengan menerapkan sistem knockdown pada pembuatan furnitur. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan meja belajar ini adalah kayu meranti dan papan FJL. Metode yang digunakan dalam proses pembuatan meja belajar ini dimulai dari proses pembahanan, miling dan kosntruksi, pra assembling, pemasangan ulir, finishing, assembling, dan pengujian. Pengujian yang dilakukan yaitu general test requirements, horizontal static load test, dan drop test. Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa produk bebas dari sudut yang tajam dan dapat menanggung beban hingga 60 kg. Selain itu, produk ini dapat disesuaikan dengan keinginan pengguna dan dapat dibongkar pasang ketika tidak digunakan.
Penerapan Teknologi Bubut CNC Pada Proses Produksi Kursi Klasik Widiyanto, Wahyu; Prasojo, Adjie
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 2 No 1 (2024): JIFKA Juni 2024
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elemen penting dari sebuah rumah adalah furnitur, yang meliputi barang-barang seperti kursi, meja, dan lemari. Kursi klasik adalah salah sarana duduk bergaya kuno dengan desain elegan dan ditambah ornamen ukiran dengan kaki bubut yang menambah kesan mewah dan diminati oleh banyak orang. Teknologi CNC pada mesin bubut memberikan dampak positif bagi suatu industri furniture terutama dalam pembuatan kursi bergaya klasik. Cara kerja dari mesin CNC bubut dengan menjalankan program komputer untuk mengatur gerakan pisau potong dan benda kerja. Program ini dibuat dengan menggunakan software bawaan mesin yang dapat menghasilkan kode-kode program CNC yang kemudian dijalankan oleh mesin CNC. Pada tugas akhir ini akan dibuat produk kursi klasik dengan mengaplikasikan aksen bubut pada komponen kaki depan dan slat sandaran menggunakan mesin CNC bubut. Produk kursi klasik akan dibuat dengan menggunakan bahan baku kayu solid mangga. Proses pembuatan kursi klasik dilakukan melalui berbagai tahapan, dimulai dari pembuatan mal, pembahanan hingga finishing. Kursi klasik yang dibuat memiliki dimensi panjang 567mm, lebar 500mm, dan tinggi 891,5mm.