Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EVALUASI MANAJEMENT PENYIMPANAN VAKSIN COVID-19 DI KLINIK PRATAMA SEHATI KABUPATEN KUDUS Yulia Pratiwi; Akhmad Najmul Huda; Annis Rahmawaty
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 6, No 2 (2022): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v6i2.209

Abstract

Vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan dan mudah rusak, sehingga dalam pengelolaannya memerlukan penanganan khusus. Klinik Pratama Sehati Kabupaten Kudus termasuk klinik yang melayani vaksin Covid-19 sehingga bertanggung jawab atas penyimpanan dan pendistribusian vaksin. Penyimpanan vaksin merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi vaksin tidak rusak sehingga vaksin tetap dalam keadaan baik, dengan demikian kualitas vaksin tetap terjamin. Pendistribusian Vaksin wajib menggunakan cold box, vaccine carrier disertai cool pack atau alat trasnportasi lainnya yang sesuai dengan jenis vaksin covid-19 yang disertai alat pemantu suhu.Tujuan Penelitian ini  untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan dan distribusi vaksin Covid-19 di Klinik Pratama Sehati Kabupaten kudus terhadap SOP Klinik dan Ketentuan KEMENKES RI HK.0107/MENKES/4638/2021. Penelitian ini mengggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dimana datanya diambil secara retrospektif dengan cara observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indikator yang telah sesuai aturan yaitu sarana dan prasarana penyimpanan Vaksin Covid-19 100%, tempat penyimpanan 80%, Suhu Penyimpanan 80%, Prosedur pendistribusian 100%, alat pendistribusian 100%, pelayanan pendistribusian Vaksin 93,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyimpanan dan pendistribusian vaksin Covid-19 di Klinik Pratama Sehati Kabupaten Kudus secara keseluruhan sudah sesuai dengan peraturan yang dihitung berdasarkan persentase RAK Dit Bina Oblik dan Perbenkes tahun 2015-2019 yaitu penyimpanan sebanyak 86,67%75% dan Pendistribusian sebanyak 96,5% 75%.
Cermat Mengenali Tanda Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tipes di Desa Tumpang Krasak Annis Rahmawaty; Heni Setyoningsih; Rifda Naufa Lina; Hasty Martha Wijaya; Yulia Pratiwi; Dian Arsanti Palupi; Rohmatun Nafi'ah
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v2i2.309

Abstract

Demam merupakan tanda khas yang sering terjadi pada penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan tipes. Bijak dalam mengenali tanda DBD dan tipes sangat diperlukan agar dalam menanganinya tidak menimbulkan kesalahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa pelayanan kesehatan pada masyarakat agar dapat lebih cermat, benar dan tepat dalam mengenali tanda DBD dan tipes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi terkait cara membedakan terjadinya DBD dan tipes juga mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat serta diberikan praktek cara membuat minuman tradisional wedang jahe. Kegiatan dilakukan di Balai desa tumpang krasak kota kudus. Sampel kegiatan ini adalah warga desa tumpang krasak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini warga tumpang krasak kota kudus menjadi lebih paham dan mengerti cara mengenali tanda DBD dan tipes, pola hidup bersih dan sehat dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya DBD dan tipes dilingkungan warga tumpang krasak serta adanya praktek pembuatan minuman wedang jahe dijadikan warga sebagai salah satu cara dalam menjaga kesehatan tubuh. 
Cerdas Mengenal Obat Bersama Apoteker Cilik (Apocil) di SDN 1 Jepang Kudus Rakhmi Hidayati; Annis Rahmawaty; David Laksanama Caesar
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v4i2.8615

Abstract

The pharmacist profession in Indonesia as one of the health workers responsible for pharmaceutical work is still many who do not know, one of the efforts to introduce the pharmacist profession as a health worker who has expertise in the field of medicine in the community is the little pharmacist program. The purpose of this activity is so that children can get to know medicines from an early age and foster interest in children from an early age. This activity has been carried out at SD Negeri 1 Jepang Kudus with a total of 30 participants from grade 5 elementary school students. The method of implementing this activity begins with the guidance of 3 students who were selected as child pharmacists for 1 week related to material on various drugs, how to grind drugs and wrap the puyer properly and correctly. In the implementation, the little pharmacists delivered education to the participants. This activity became more interesting because at the end of the activity there was a puyer wrapping competition and the selection of the best little pharmacist.
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS Annis Rahmawaty; Nanda Widia Anggraeni
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v5i1.349

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by high blood sugar levels. The level of adherence to taking medications plays a very important role in achieving successful treatment and maintaining blood sugar levels within normal ranges, as well as pharmacist counseling is very important in handling DM. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of pharmacist counseling on the level of adherence to taking oral antidiabetic drugs in diabetes mellitus patients at the Ngembal Kulon Kudus Health Center. Method: This study is a pre-experimental study designed by One Group Pretest Posttest with cross-sectional data retrieval. Data collection was carried out in March-April 2022 at the Ngembal Kulon Kudus Health Center. Result: This study used spearman correlation test with 0.000 results obtained, wilcoxon test obtained 0.000 results and the paried T-test obtained results of 0.000 which were said to be significantly different before and after pharmacist counseling. Conclusion: Counseling there was a change in compliance in diabetes mellitus patients there was an effect of providing pharmacist counseling on the level of adherence to taking oral antidiabetic drugs using the MGL MAQ questionnaire (p 0.000) and blood sugar levels in demographic data (p 0.000) in diabetes mellitus patients.
Edukasi ISPA pada Musim Hujan di Masa Pandemi Bersama Yatim Piatu Desa Jepang Mejobo Kudus Rifda Naufa Lina; Annis Rahmawaty; Yulia Pratiwi; Hasty Martha Wijaya; Heni Setyoningsih; Lilis Sugiarti
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.390

Abstract

Pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia ISPA mempunyai tingkat mortalitas sangat tinggi. Kurangmya pengetahuan tentang ISPA menjadi salah satu penyebab terjadinya ISPA. Musim hujan dapat meningkatkan resiko terjadinya ISPA karena dapat menurunkan imunitas tubuh, Sehingga diperlukan edukasi ISPA pada saat musim hujan di masa pandemik untuk mencegah terjadinya ISPA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagaimana cara mencegah ISPA pada musim hujan di masa pandemik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi berupa ceramah, diskusi, pretest dan posttest. Kegiatan ini dilakukan di Aula Soekusno ITEKES Cendekia Utama Kudus yang diikuti oleh Yatim Piatu di Desa Jepang Mejobo Kudussebanyak 30 anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan anak yatim piatu di desa jepang tentang bagaimana cara mencegah ISPA di musim hujan pada saat pandemik. Hasil pretest tentang ISPA yang paling banyak yaitu pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (53,33%) sedangkan setelah diberikan edukasi berupa sosialisasi ISPA, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 orang (43,33%). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini, mempunyai dampak dalam meningkatkan pengetahuan anak yatim piatu tentang ISPA, sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian ISPA pada anak yatim piatu di desa Jepang Mejobo Kudus.
PENGARUH RASIONALITAS TERAPI KOMBINASI ORAL DENGAN INSULIN TERHADAP KONTROL GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT MITRA BANGSA PATI Heni Setyoningsih; Oktarina Puspitasari; Annis Rahmawaty
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 1 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i1.227

Abstract

Diabetes melitus merupakan refleksi nutrisi, emosi, dan fungsi endokrin dengan kadar glukosa darah yang tinggi melebihi batas normal, hal ini terjadi ketika sel beta pankreas menghasilkan insulin atau mengalami defisiensi insulin. Prevalensi berkisar 150 juta jiwa di Indonesia menempati urutan ke -4 dunia sehingga diperkirakan akan meningkat di tahun 2025. Diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan jiwa seperti gangguan fisik, psikologis dan sosial. Komplikasi akibat diabetes melitus dapat diminimalisir dengan pengendalian kadar glukosa darah. Terapi farmakologi yang sering digunakan pada diabetes melitus tipe 2 adalah penggunaan kombinasi oral dengan insulin. Tingginya angka kejadian dan resiko komplikasi diabetes melitus maka sangat diperlukan pengobatan yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas pada pasien diabetes melitus tipe 2 ditinjau dari penggunaan terapi kombinasi oral dengan insulin serta pengaruhnya terhadap kadar gula darah di instalasi rawat jalan RS Mitra Bangsa Pati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional secara prospektif, dengan metode total sampling yang mengambil data secara purposive. Responden yang terlibat sebanyak 30 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier untuk mengetahui pengaruh rasionalitas penggunaan terapi kombinasi oral-insulin terhadap kadar gula darah pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan rekam medik pasien sebelum dan sesudah kontrol ke rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian rasionalitas penggunaan terapi kombinasi oral dengan insulin didapatkan 12 pasien (40%) menerima pengobatan secara rasional terdiri dari 56,7% tepat indikasi, 80% tepat pasien, 56,7% tepat dosis, 56,7% tepat obat. Hasil uji statistik dari rasionalitas terhadap kadar gula darah didapatkan nilai Sig. 0,003 (Sig. 0,05) maka terdapat pengaruh yang signifikan antara rasionalitas penggunaan obat terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RS Mitra Bangsa Pati.  Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Rasionalitas, Kadar Gula Darah 
Penyuluhan Antibiotik Sebagai Pencegahan Resistensi pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Nurhidayati Harun; Nia Kurniasih; Marlina Indriastuti; Susan Sintia Ramdhani; Annis Rahmawaty; Putri Salsabila Haerunisa; Rina Nurmaulawati
Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Yayasan REDI Tiga Monas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69773/33ee9v30

Abstract

The improper use of antibiotics is a major cause of antimicrobial resistance, a serious global health issue. Resistance occurs when bacteria become immune to drugs, making infections harder to treat. One of the main causes is a lack of public understanding regarding how to obtain, use, store, and dispose of antibiotics properly. Outpatients are particularly at risk as they often manage antibiotics independently at home, such as obtaining them without a prescription, stopping treatment prematurely, or saving leftover medication for future use without consulting a doctor. This educational session aimed to inform outpatients on proper antibiotic management to reduce resistance. Activities were conducted through interactive presentations and discussions at Pandega Hospital's outpatient department in Pangandaran. The results showed positive responses and enthusiasm from participants, who actively asked questions and engaged in discussions. Patients gained a clear understanding of the DAGUSIBU Antibiotics concept, including obtaining antibiotics with a prescription, using them as directed, storing them safely, and disposing of unused medication responsibly. This session successfully improved patients’ knowledge and awareness about proper antibiotic management, representing an essential step in preventing antimicrobial resistance. Its success can serve as a model for similar programs in other areas, supporting safer and more responsible antibiotic use.