Pingkan P. Egam
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SPASIAL

EVALUASI KELAYAKAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Puput Ch. Tendean; Jefrey I. Kindangen; Pingkan P. Egam
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya permasalahan lingkungan yang menggangu aktivitas makhluk hidup di sebabkan kurangnya ketersediaan lahan dan kondisi lingkungan yang menyimpang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia tentang pemilihan lokasi TPA. Sejak di mekarkan sebagai kabupaten baru TPA Pinolantungan adalah satu-satunya TPA yang berada di Kabupaten Bolaang Mongonodow Selatan sejak tahun 2013 dengan total luas sebesar 3,5 Ha. Awal mulanya masyarakat hanya membuang sampah di lokasi eksisting TPA saat ini dan berlanjut di tetapkan oleh pemerintah sebagai lokasi TPA. Keberadaan TPA yang tidak memperhatikan dampak lingkungan sekitar dan ketersedian lahan tampung sampah yang terbatas membuat masyarakat merasa di rugikan terhadap dampak yang di timbulkan. Evaluasi terhadap keberadaan lokasi TPA Pinolantungan di nilai sangat di perlukan saat ini sebagai pertimbangan tentang hal-hal yang perlu diperbaiki sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Tujuan penelitian yaitu menganalis kelayakan TPA dari segi kapasitas lahan pakai TPA dan mengevaluasi kelayakan lokasi TPA secara spasial berdasarkan SK SNI 03-3241-1994. Hasil penelitian di ketahui kapastitas lahan TPA dapat menampung jumlah timbulan sampah selama 3 tahun terhitung dari tahun 2022-2025 dengan total proyeksi timbulan sampah perhari sebesar 65.226 m3/hari. Untuk jangka waktu 10 tahun terhitung sampai tahun 2032 membutuhkan lahan sebesar 8,7 Ha. Kelayakan TPA berdasarkan hasil skoring memiliki nilai 251 dan termasuk kategori kelas interval II yang berarti lokasi TPA Pinolantung tidak layak untuk di jadikan TPA. Kata Kunci: SIG, Evaluasi TPA, Kapasitas Lahan
PENGEMBANGAN KAWASAN PRIORITAS PARIWISATA DI KABUPATEN BANGGAI Evita D.S.A. Kusnanto; Pingkan P. Egam; Suryono Suryono
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banggai merupakan salah satu dari Kabupaten di Sulawesi Tengah memiliki objek pariwisata yang potensial untuk dikembangkan. Pada penelitian ini diambil 4 objek wisata yang dijadikan objek penelitian, yaitu Pantai Kilo Lima, Pulau Dua, Teluk Lalong dan Air Terjun Salodik yang merupakan wisata unggulan di Kabupaten Banggai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan sarana dan prasarana wisata unggulan serta menganalisis usulan pengembangan prioritas pariwisata di Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis AHP dengan menggunakan 5 variabel ukur; Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Akomodasi, Ketersediaan Fasilitas Penunjang dan Ketersediaan Sarana Prasarana. Proses analisis metode AHP ada tiga tahap yaitu (1) tujuan analisis: menentukan prioritas pengembangan objek wisata, (2) kriteria: daya tarik wisata, aksesibilitas, akomodasi, ketersediaan fasilitas penunjang, ketersediaan sarana prasarana, (3) alternatif: Pantai Kilo Lima, Pulau Dua, Teluk Lalong, Air Terjun Salodik. Hasil penelitian dari analisis AHP menunjukan bahwa nilai keseluruhan masing-masing alternatif objek wisata di Pantai Kilo Lima sebesar (0,46), Pulau Dua sebesar (0,18), Teluk Lalong sebesar (0,14) dan Air Terjun Salodik sebesar (0,19). Maka objek wisata yang lebih diprioritaskan dalam pengembangan kawasan prioritas pariwisata Kabupaten Banggai yaitu Pantai Kilo Lima dengan bobot nilai (0,46). Kata Kunci : Pengembangan, AHP, Kawasan Prioritas, Kabupaten Banggai
ANALISIS PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG KAWASAN AGROPOLITAN DI LANGOWAN Rivaldo M. Talumewo; Pingkan P. Egam; Raymond Ch. Tarore
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langowan termasuk dalam Pengembangan kawasan agropolitan Pakakaan (Kec. Tompaso, Kawangkoan, Kakas dan Langowan). Ketersediaan infrastruktur dalam hal ini infrastruktur pendukung pertanian yang optimal maka dapat memicu perkembagan Kawasan Agropolitan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur pendukung kawasan agropolitan di langowan, menganalisis usulan pengembangan infrastruktur pendukung kawasan agropolitan di langowan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode evaluasi dengan metode analisis actual versus planned performance comparisons untuk merumuskan usulan pengembangan. Hasil penelitian infrastruktur pendukung dalam penyediaannya berdasarkan evaluasi dengan standar ialah jalan usaha tani belum memenuhi standar,jalan penghubung antar desa telah memenuhi standar, gudang penyimpanan belum memenuhi standar, bak penampungan air belum memenuhi standar, kios pupuk belum memenuhi standar, penggilingan padi belum memenuhi standar, dan Balai Penyuluhan Pertanian telah memenuhi standar. Terdapat 7 usulan pengembangan Infrastruktur pendukung. Kata Kunci : Agropolitan,Infrastruktur,Evaluasi,Pengembangan